
Yas duduk di atas sepeda motor menunggu seseorang,Emil yang tengah berjalan bersama teman-temannya sambil lalu bersenda gurau mendadak mengeras saat tatapannya bertembung dengan Yas.
"Mil...Ayok...kok malah diam"Temannya menarik tangan Emil, sahabatnya.Tapi Emil tak bergeming,
"Mil..."sekali lagi temannya menyerukan namanya.
"Ka-kalian berangkat saja lebih dulu "
"Loh...kita kan mau nonton bareng "Temannya heran dengan perubahan sikap Emil.
"Aku akan segera nyusul,nanti aku telfon.Aku masih ada urusan "
"Ooohh baiklah....tapi janji ya kamu nyusul ?"
Emil mengangguk yakin.Teman-teman Emil melambaikan tangan setelah itu masuk ke dalam mobil teman se gank mereka.
"Apa kamu sudah berubah pikiran ?"
Emil menoleh ke arah datangnya suara,Yas sudah berdiri tak jauh darinya.
"Jangan memancing ku dengan ketampanan mu,aku tidak akan mudah tergoda"ketus Emil.
"Ternyata kamu tetap mempertahankan kediaman mu.Baiklah...asal kamu tidak menyesal dikemudian hari.Karena Kamu tahu kan,Rifka sudah kembali dengan menjadi orang lain"
"Apa maksud mu menjadi orang lain ?"
"Dia bukan Rifka yang dulu, yang diam saja meskipun temannya menjauhinya karena musibah yang menimpanya"
"Apa kamu sudah tahu ??"
Yas menatap jauh dengan dua tangan masuk ke saku celananya.
"Bona sudah menceritakan semuanya "
"Kalau Bona sudah bercerita,kenapa kamu masih meminta ku untuk cerita ?"
"Karena aku ingin tahu melalui versimu"
"Versiku tidak jauh berbeda "
"Pasti berbeda,karena hanya namamu yang disebut oleh seseorang "
"Seseorang ?? seseorang siapa?"Wajah Emil mulai tampak cemas.
"Seseorang yang tahu akan kedekatan mu dengan Rifka "
Emil terlihat khawatir dan gugup.
"Bercerita lah ... sebelum semuanya terlambat "
"Aku ...aku takut..."Emil meremas jari jemarinya sendiri.
"Takut kenapa ???"
"Takut kalau aku buka mulut, keluarga ku tidak akan selamat"
"Aku akan menjamin keselamatan mu"
"Dengan apa?"Emil memotong cepat kalimat Yas.
"Kau tidak percaya padaku ?"
Kedua mata mereka beradu...
"Kalau Bona benar sudah bercerita padamu, berarti kau sudah tahu siapa lawanmu ?"
Yas mengusap punggung tangannya.
"Kau lihat ini?"
Dua bola mata Emil membeliak lebar..
"Mereka sudah ku hajar habis-habisan"
Emil mengangkat pandangannya..ia menggeleng pelan.
"Gabriel bukan yang ku takutkan"
Yas mengernyitkan keningnya.
"Lalu???"
Emil memperhatikan ke sekeliling.Ia takut ada yang melihat mereka,tapi Emil yakin pasti mereka sudah melihatnya.
"Pastikan keselamatan keluarga ku dulu"
"Baiklah...jika yang kau takutkan adalah manusia,maka hanya sesama manusia yang akan melawannya"
"Kau pikir aku berbicara tentang syetan ??"balas Emil.Yas mengangguk mengerti.Ia segera mengeluarkan ponselnya.
"Hallo.....Aku pikir aku tidak membutuhkan kalian.... kalau kalian sedang mengamati ku sekarang ?? tolong jaga keluarga gadis ini dengan nyawa kalian!! Terimakasih!!"
Emil terkesiap,siapa sebenarnya pria yang ada dihadapannya ini ?
"Ka-kau menghubungi siapa?"
"Yang jelas bukan syetan"jawab Yas enteng,Emil tersenyum menahan tawa.
"Baiklah...ayo kita bicara ditempat yang aman"
*
*
Emil menyeruput minuman Boba yang dipesannya.Ia sengaja memilih untuk bicara di sebuah taman kota agar lebih nyaman.
"Saat peristiwa memilukan itu menimpa, Rifka menelfon ku meminta tolong agar menjemputnya.Aku pun datang,dan menemukan dia dalam keadaan yang sangat memprihatinkan.Ia ditinggal begitu saja di dalam kelas dengan sangat memalukan "
"Aku sangat menyayangkan sikap yang dia ambil tentang pengakuan perasaan nya terhadap Lucas.Karena setahuku Lucas bukanlah pria yang suka gonta-ganti pasangan.Tapi dia sangat Bajin9an tak berperasaan "
"Namun Rifka adalah gadis yang kuat, meskipun ia sudah diperlakukan tidak manusiawi.Ia menyembunyikan semua itu dari orang tuanya.Rifka tetap pergi ke sekolah seperti biasa.Sampai akhirnya video itu tersebar dan semua orang mencemooh serta menghina Rifka"
"Orang tua Rifka pun akhirnya tahu tentang itu, mereka melakukan apapun untuk melindungi anaknya.Bapak Rifka yang mempunyai kenalan seorang polisi, langsung melaporkan tentang perkara ini.Anak-anak Gabriel di tangkap dengan bukti video yang tersebar itu"
"Aku bisa melihat senyum kebahagiaan di wajah Rifka saat itu,Namun kami menyepelekan keluarga Lucas.Dengan uang mereka,kasus itu ditutup secara sepihak.Polisi teman Bapaknya Rifka pun diancam akan dicopot jabatannya jika menentang"
"Keluarga Rifka tidak tinggal diam,mereka berencana memviralkan video itu untuk mengambil perhatian dari pemerintah pusat.Rifka pun siap malu,asal mereka mendapatkan keadilan"
"Tapi sayang,malam itu... orang tua Rifka dibantai habis-habisan.Adiknya yang masih berumur 12tahun diperkosa lalu dibunuh.Dan itu disaksikan oleh ayah dan ibunya.Setelah itu Ibunya pun diperkosa didepan ayahnya lalu dibunuh.Rifka menjerit sekuat-kuatnya,tapi mulutnya tersumpal.Dan terakhir, Bapaknya Rifka pun dibunuh secara sadis"
"Mereka memotong *********** saat Bapaknya Rifka masih hidup,lalu menggunting lidahnya sampai ia menggelepar dijemput ajal"
"Rifka pingsan,dan esoknya kamu pasti tahu apa yang terjadi dengan nya.Dia bunuh diri "
Yas menutup wajahnya,ia menangis membayangkan semuanya yang terjadi.
"Lalu?Lalu kamu? kenapa kamu bisa tahu ?"
"Sejak aku menolong Rifka dimalam itu,aku sudah diancam untuk tidak ikut campur oleh Lucas.Tapi Rifka selalu bercerita padaku melalui telepon.Dan aku selalu minta maaf karena tidak bisa menolongnya.Dan tentang kejadian pembantaian keluarganya,Lucas mengabadikannya dengan video.Lalu ditunjukkannya padaku"
"Karena itu aku takut dan semakin takut,itu akan terjadi kepada keluarga ku"
Yas mengangguk mengerti.
"Terimakasih "ucap Yas
"Apa kamu yakin keluarga ku tidak akan apa-apa ?"
Yas mengangguk
"Kamu tenang saja, sekarang pulang lah"
"Kamu tidak main-main kan?"Emil masih ragu.Yas tersenyum lalu menggeleng.
"Kamu lihat mobil hitam itu "Yas menunjuk tiga buah mobil berjejer berwarna senada.
"Datangilah mereka, mereka akan mengantar mu pulang sampai selamat di rumah "
"Siapa mereka ?"
"Anak buahku"jawab Yas singkat namun tegas.Emil terhenyak kaget.Tapi ia kurang yakin jika itu benar.
"Pergilah"Yas memberikan perintah.Dengan ragu-ragu Emil bangkit dari duduknya,lalu melangkah ke arah mobil-mobil hitam itu terparkir.
Yas terus mengamati sampai gadis itu masuk ke dalam salah satu mobil tersebut.Orang-orang yang berjaga di mobil-mobil itu membungkukkan badannya memberi hormat kepada Yas dari jarak itu.Yas menganggukkan kepalanya membalas salam hormat mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Pa .. sepertinya teman Rifka sudah menceritakan semuanya kepada seseorang yang ku ceritakan kepada Papa"Lucas berbicara melalui seluler.
"Hemm ..kau selalu membuat masalah Lucas"
"Ini bukan masalah baru Pa...ini masalah yang sama"
"Tetap saja, bukankah sudah ingin ku habisi mereka semua.Tapi kau membantah kan?"hardik orang yang berbicara di seberang dengan nada tinggi.Membuat Lucas tertunduk meskipun orang yang disebut Papa itu tidak melihatnya.
"Maafkan aku Pa..."
Orang itu mendengus kesal,dan mematikan sambungan telepon.