
Seruni turun dari taxi tepat di depan pintu gerbang Yayasan Darul Islam.Tak lupa ia membayar ongkos taxi sesuai yang ia janjikan.Setelah itu ia mengheret kopernya mendekati pos satpam.
"Assalamualaikum..."Sapa Seruni disertai senyuman lembut.
"Wa'alaikum salam...cari siapa Mbak?'Jawab satpam sekaligus bertanya.Seruni menautkan kedua alisnya,ia baru menyadari bahwa kini wajahnya bukan lagi yang mereka kenal.
"Emmm saya mau bertemu dengan Tuan Muda...Apa dia ada dikediamannya ?"
"Oh Tuan Muda ada di Rumah Sakit Mbak,dia nungguin istrinya yang sedang dirawat di sana"
"Ohhhhh"Seruni manggut-manggut"Rumah Sakit mana ya?"
"Di Rumah Sakit Bintang Kejora"
"Emmm Baiklah Pak .. terimakasih ya..."
"Sama-sama Mbak..."
Seruni mengheret kopernya lagi menuju jalan raya,disana biasanya banyak mangkal tukang ojek.Benar saja,tak sulit mencari tumpangan di daerah tersebut.
___
Seruni berjalan melewati koridor Rumah Sakit, mencari kamar yang ditempati raganya.Ia sudah diberi petunjuk oleh suster penjaga resepsionis.
Dadanya bergemuruh saat melihat Roy duduk di kursi depan sebuah kamar.Ia nampak frustasi sekali.Air mata Seruni menetes tak terbendung.Tiba-tiba dada sebelah kiri berdenyut sakit,sampai ingin bernafas pun sulit.
Seruni memegang tiang penyangga atap koridor agar bisa menahan tubuhnya yang kesakitan.Seruni mengambil air mineral sisa dari pesawat tadi,ia meneguk airnya sampai tandas.Rasa sakit itu mereda tapi tidak hilang sepenuhnya.
Dengan langkah yang agak dipercepat,Seruni mendatangi suaminya.Ia tercekat mematung di hadapan Roy,sedangkan Pria itu tengah memejamkan matanya sambil menakupkan kedua telapak tangannya didepan hidung.
Perlahan Roy membuka kelopak matanya,ia kaget melihat seorang wanita berdiri menatapnya lekat.
"Cari siapa Non ??"Tanya Roy,Seruni tersenyum tipis.Roy semakin keheranan,ia bangkit ingin memanggil mertuanya yang berada di dalam kamar, karena risih jika ia berdua dengan gadis yang tak dikenalnya.
Seruni langsung berhambur memeluk suaminya, Roy refleks mendorong tubuh Bunga menjauh.
"Nona siapa tiba-tiba memeluk saya??"
"Mas aku Seruni "
"Hah???jangan ngaku-ngaku deh,istri saya ada didalam.Ia terbaring coma,anda sudah gila ya??"
"Mas aku benar-benar Seruni , didalam itu hanya ragaku.Dan jiwaku ada didalam tubuh gadis ini"Seruni terus berusaha meyakinkan suaminya.
"Anda sudah pasti sudah gila...sudah sana pergi!!kalau tidak saya akan panggil satpam untuk mengusir Anda Nona "Ancam Roy mulai merasa kesal.
Pak Salam yang mendengar keributan dari arah luar, segera bangun.Ia berjalan tertatih-tatih menggunakan tongkat melangkah keluar.
"Ada apa Nak?kok ribut-ribut ?"Tanya Pak Salam.
"Ini loh Pak,ada yang ngaku-ngaku jadi Seruni .Padahal kita tahu,Seruni ada di dalam lagi coma.Ini malah main-main berpura-pura jadi dia"Jawab Roy sewot.
"Pak ini Seruni ,Bapak pasti lebih mengenal Uni daripada Mas Roy.Di dalam itu hanya tubuh Seruni saja Pak,jiwa Seruni ada didalam tubuh gadis ini "Seruni tak pantang menyerah ,ia berharap Bapaknya akan mengenali dirinya.
Pak Salam menelisik dari ujung rambut hingga ujung kaki gadis yang ngaku-ngaku jadi putrinya.
"Namamu siapa Ndok ?"Tanya nya.
"Seruni Pak ..kalau tubuh ini bernama Bunga"
"Kok nyasar ke situ ngapain ??"sambung Pak Salam.
"Ceritanya panjang Pak, Bunga sudah mati. Tapi dia berhasil menarik jiwa Seruni masuk ke dalam tubuhnya. Dia minta tolong Seruni untuk mengungkapkan Siapa yang sudah membuat dia jatuh dari tangga ?hingga akhirnya dia mati . Dengan imbalan bunga akan menyerahkan jantungnya kepada Seruni"
Roy yang mendengar hal itu, menatap heran kepada Bapak mertuanya. Pak Salam pun demikian ,Ia terkejut mendengar penjelasan gadis yang mengaku sebagai putrinya.
"Bapak masih belum yakin ? Bapak masih belum percaya? Baiklah Seruni akan menceritakan kisah Seruni waktu dulu ketika kita di kampung Pak"
"Tunggu!!!"Pak Salam memotong kalimat yang belum diucapkan oleh Seruni .
"Bapak percaya dengan gadis gila ini?"Roy merasa khawatir sekali.Pak Salam tidak menjawab,ia memperhatikan Seruni lebih lekat.
"Bapak kenal putri Bapak..."
"Makasih Pak,udah kenal dengan Seruni ..."
Pak Salam mengelus punggung putrinya tersebut.
Roy menggaruk kepalanya yang tidak gatal,ia mau percaya tapi ragu.Tapi ia coba juga, ujung jari telunjuknya menepuk pundak Seruni .Gadis asing itu melepaskan pelukannya kepada sang Bapak.
"Mas percaya kan sama Seruni ??"
"Percaya nggak percaya sih...tapi apa salahnya dicoba"
"Dicoba?? maksudnya ??jangan macam-macam Mas, meskipun jiwaku adalah istrimu tapi tubuh ini istri orang lain"
"Hah???istri orang lain?-maksudnya kamu jadi istri orang lain??eh kamu yang jangan macam-macam sayang,kamu istri aku"Roy mulai tersulut emosi.
"Ah tenang aja,tubuh ini tidak pernah dicintai oleh suaminya Mas...aku kasihan sekali sama dia,suaminya justru bercinta dengan sepupu gadis ini"
Roy tercengang,ia saling berpandangan satu sama lain dengan Bapak mertuanya.
"Jadi benar,gadis ini akan memberikan jantungnya padamu sayang?"Roy ingin memastikan sekali lagi,Seruni mengiyakan.
"Jadi tolong jaga raga ku dengan baik ya Mas, InsyaAllah aku akan berusaha menguak teka-teki siapa yang sudah mencelakai gadis ini"
"Mungkin suaminya,atau mungkin sepupunya.Yang jelas pasti diantara mereka berdua"Roy mencoba menerka-nerka,Seruni mengangguk setuju.
"Itu juga yang aku pikirkan Mas"
___
Bagas baru saja selesai mandi,ia menerima pesan notifikasi dari Bank bahwa terjadi transaksi di kawasan pinggiran kota Tasik.
"Pergi kemana Bunga? untuk apa dia ke tempat itu??"
Bagaskoro bertanya-tanya sendiri di dalam hati.
"Sayang..."
Tiba-tiba Utari muncul dari balik pintu.Ia memeluk tubuh kekasihnya yang masih terlilit handuk dari belakang.Jiwa libidonya naik begitu ia bersentuhan dengan kulit Bagas yang terasa sejuk karena habis mandi.
Utari mengecup punggung Bagas lembut,pria itu tersenyum.Ia merenggangkan pelukan Utari .
"Kamu sudah cantik, berarti sudah siap berjumpa klien?"
Utari mengangguk,ia kembali memeluk tubuh Bagas lalu membenamkan wajahnya di dada sixpack milik pria itu.Rasa tenang menjalar ke otaknya.
"Aku mencintaimu sayang..."Ucap Utari lirih.
"Aku juga"Jawab Bagas tenang.
"Tapi kenapa kamu tidak pernah mau menyentuhku??padahal aku rela melakukannya untukmu "
"Aku takut akan banyak merugikan mu sayang, apalagi kita belum menikah "
"Tapi aku pasrah sayang,aku ingin menikmatinya bersamamu"nada suara Utari begitu mendayu-dayu.
"Sekarang kita harus jumpa klien dulu ya, setelah itu kita baru bisa santai.Ok!!"
"Jadi kamu mau melakukannya dengan ku??"cahaya mata Utari berbinar-binar.
"Kita lihat saja nanti...ok"Bagas mentoel pipi Utari ,lalu ia meraih pakaiannya yang ia siapkan di atas kasur.Bagas kembali masuk ke kamar mandi untuk menggunakan pakaiannya tersebut.Ia merasa tidak aman jika memakainya didepan Utari .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Proses miting berjalan dengan lancar, mereka semua menemukan kata sepakat dalam kerja sama kedua belah pihak.
Relasi Bisnis mereka sangat puas ,dan mengajak Utari serta Bagas untuk ke diskotik sebentar saja.Utari merasa inilah waktu yang tepat untuk membuat Bagas jatuh dalam pelukannya.Dengan tanpa banyak alasan,Utari langsung setuju dengan ajakan mereka.
Mereka minum sampai lupa waktu,Utari yang awalnya ingin membuat Bagas mabok.Justru dirinya sendiri yang mabuk.Sedangkan Bagas sendiri tidak sampai mabok.
Alhasil,Bagas membawa Utari kembali ke hotel dalam keadaan mabok berat.Setelah Bagas membaringkan tubuh Utari yang teler, ponselnya berdenting.Pria itu merogoh ponselnya, ternyata notifikasi pesan lagi.Dan kali ini terjadi di sebuah Rumah Sakit.
Bagas tidak bisa lagi membendung rasa penasarannya,karena uang yang dibayarkan bukan jumlah yang sedikit.Ia pun turun ke lobby lalu memesan taxi online untuk mengantarkan dirinya ke Rumah Sakit tersebut.