SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 48



Di tengah keramaian para tamu undangan,Uzma sempat melihat kelibat Livia bersama seorang pria.Mungkin itu suaminya, pikir Uzma .


Karena Reyhan sedang sibuk bercengkrama dengan para kenalannya,Uzma diam-diam menyelinap pergi menghampiri Livia yang duduk bersama dengan para tamu lainnya.


"Hay Livia ..."sapa Uzma dengan bisikan didekat telinga.Livia tersentap kaget , wajahnya langsung pucat pasi.


"Uzma ???"


Uzma tersenyum


"Kaget ya melihat aku hidup kembali ?"


Semua orang yang duduk semeja dengan Livia serta merta menoleh.Livia panik,tapi ia tidak bisa berbuat banyak karena ada Khusairi disana.


"Boleh kita bicara ?"sambung Uzma .Livia gugup,ia menatap suaminya.Khusairi menelisik wajah Uzma dan berganti ke wajah sang istri.


Dan pada akhirnya, Khusairi pun mengijinkan.


"Hebat banget kamu ya... sudah hampir membunuh orang,dan kamu masih terlihat baik-baik saja"Uzma berdiri menyandar ke sebuah mobil yang terparkir.


"Kau tidak punya bukti apapun jika aku yang telah mencelakai mu "bantah Livia .


"Kau pikir aku tidak punya bukti ??"


Livia tercengang kaget


"Aku diam bukan berarti aku tidak mau membalas mu Livia ,tapi aku menunggu saat yang tepat.Akan aku buat kamu menyesal telah membuat masalah dengan ku"


Wajah Livia menegang,Uzma tersenyum kecut.


"Tunggu tanggal mainnya...ok!"


Uzma melangkah pergi dengan seringai yang menakutkan bagi Livia .Ia gemetaran ketakutan.


Khusairi mengintip, sekarang ia yakin bahwa Livia memang ada sangkut pautnya dengan hilangnya Uzma . Jika tidak ? mustahil Livia ketakutan seperti saat ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini adalah hari pertama Seruni masuk ke kantor.Ia nervous sekali,tapi genggaman tangan Steven mampu sedikit menenangkan dirinya.


"Jangan takut,aku yakin kamu pasti bisa sayang"ucap Steven saat Seruni akan keluar dari dalam mobilnya.Seruni mengangguk disertai senyuman yang canggung.


"Itu Kuasa hukumku,kamu akan banyak dibantu olehnya jika kamu mengalami kesulitan"Steven mengangkat dagunya menunjuk kearah luar mobil.Seruni mengalihkan perhatiannya,ia mengangguk mengerti.


"Aku keluar dulu"pamit Seruni saat sang Kuasa Hukum yang bernama Pak Purwakarta membukakan pintu untuknya.Steven mengiyakan..


Seruni melambaikan tangan, Steven pun membalasnya.Lalu ia melajukan mobilnya perlahan menuju Klinik nya.


____


Pak Purwakarta menjelaskan secara terperinci tentang mengenai semua hal di PT CEMPAKA SENTOSA.Seruni hanya manggut-manggut meskipun ia tidak mengerti sepenuhnya.Nanti kalau ada hal yang membingungkan tinggal tanya saja,itulah hasil pemikiran Seruni .


Terakhir,Seruni ditunjukkan ke ruang kerjanya.Yaitu bekas ruangan yang digunakan Ny.Rindiani.


Seruni menatap ke sekeliling,dan terhenti di sebuah foto yang cukup besar berbingkai.


"Bukankah itu Kakekku ?"Seruni bertanya,Pak Purwakarta melihat ke tempat yang sama.Beliau mengiyakan...Seruni lebih mendekat agar lebih jelas.


"Aku???Aku digendong siapa?"Seruni menunjuk ke sebuah foto seorang wanita tua yang menggendong dirinya saat masih bayi.


"Itu Nyonya Nasyila, mendiang Nenek dari Ndoro Steven"


Seruni mengangguk dengan bulatan dibibir nya.Ia memperhatikan kembali foto itu.


"Berarti kerjasama antara Mitra medical dengan Cempaka Sentosa berlangsung Setelah orang tuaku meninggal? Bukankah itu benar?"


Pak Purwakarta tersenyum gugup.Dan kegugupan itu dengan mudah terbaca oleh Seruni .


"Kenapa Pak??kok jadi gugup ??"


"Ah tidak ada apa-apa Nona"Pak Purwakarta berusaha tetap bungkam.Tapi Seruni bukankah jenis perempuan yang mudah dibohongi,tapi ia diam.


TOK TOK TOK TOK


Suara ketukan pintu yang disusul oleh terbukanya daun pintu, mengalihkan perhatian.


Seorang pria yang menurut Seruni terasa asing masuk ke dalam tanpa dipersilahkan.


"Oh ternyata dia yang menggantikan kedudukan ibuku ,dan juga termasuk dari istri Steven"ucap Pria itu.


"Siapa kamu?"Seruni memicingkan matanya.


"Dia Nandar Nona,anak pertama dari Ny.Rindiani"Pak Purwakarta menjelaskan.


"Ngapain dia ada di sini?"


"Wah wah wah...kelihatannya kamu tidak suka aku ada di sini. Tapi sayang.... suka atau tidak suka? aku akan tetap di sini"


"Kenapa bisa begitu ?"


"Karena dia menggantikan posisi Tuan Aldo di sini Nona "Pak Purwakarta menjelaskan lagi.


"Oooo"


Nandar tersenyum kecut.


"Tunjukkan kualitasmu nona ,atau kau akan tersingkir dari kursimu"ucap Nandar seraya keluar dari ruangan Seruni .


"Sombong...."gerutu Seruni .


"Kalau sudah tidak ada yang perlu ditanyakan, saya pamit keluar Nona "ucap Pak Purwakarta sopan.


"Terimakasih Pak"jawab Seruni ,Pak Purwakarta mengangguk lalu melangkah pergi.


...****************...


"Hallo Sayang...sudah makan siang belum?"sapa Steven lewat telepon.


"Belum nih...kamu nggak mau makan siang sama aku?"


"Sepertinya nggak bisa deh Sayang...soalnya bentar lagi aku akan mengoperasi seorang anak yang terkena usus buntu"


"OOO ya udah aku sarapan sendiri "


"Jangan marah ya..."bujuk Steven.


"Iya nggak apa-apa "


"Tapi nanti kita makan malam ditempat favorit aku ya...aku akan jemput kamu secepatnya setelah operasi ini selesai "


"Ok "


"Ok sayang...by.."


"By..."


TALIAN TERPUTUS.


Seruni bangkit,ia merasa sudah sangat lapar sekali.Karena ingin segera makan,Seruni memilih makan di Kantin yang disediakan oleh Perusahaan.


Tapi menunya kurang menarik,jadi Seruni mengambil roti bakar saja yang dilapisi keju coklat kesukaannya.


Saat ia berbalik...


BRAK


Seseorang menabraknya hingga kuah santan yang ada dalam piring orang itu tumpah ke baju Seruni .Seruni kaget,ia mengangkat wajahnya ingin tahu siapa yang telah menabrak nya itu.


Rupanya itu adalah Nandar,pria itu tak kalah kagetnya.


"Kau??"


Nandar terpinga-pinga,ia tidak tahu harus bilang apa.


"Kau sengaja menabrak aku?"


Nandar menganga tak menjawab apapun juga.Seruni bertambah emosi,ia berbalik mengangkat wadah yang berisi kuah santan yang masih tersisa . Lalu mengguyurkan nya ke tubuh Nandar.Pria itu terkesiap,kini kondisinya lebih parah.


"Rasain..."


Seruni berbalik pergi,rasa lapar langsung hilang karena tersulut emosi.


"HEY!! TUNGGU"Nandar berteriak lantang,namun Seruni hanya menoleh dan tetap melangkah pergi.Nandar ingin berlari menyusulnya,tapi karena kondisi lantai jadi licin karena kuah yang tumpah,ia jadi terjungkal.


Semua orang yang sedari tadi terpana, mendadak tertawa berjamaah.Nandar memperhatikan mereka dengan mata merah,semua langsung diam secara serentak.


"Ukh ..awas kau ya perempuan!!"Nandar begitu marah dan dendam.


___


Sekitar jam 3 sore, Steven sudah sampai di tempat kerja istrinya.


"Hay sayang..."Sapa Steven disertai senyuman khasnya.Seruni mengangkat wajahnya..


"Hay..."balasnya.


Steven mendekat, ia mengecup kening istrinya . Lalu duduk di kursi kosong di depan sang istri.


"Kayaknya tadi pagi kamu nggak pakai baju ini deh sayang?"


"Iya... itu gara-gara si Nandar itu .Dia menabrakku dan menumpahkan kuah santan ke bajuku . Tapi aku bales ,aku ambil kuah santan sepanci itu. Lalu kumandikan dia dan kuah santan itu"


"Hah??? Maksudmu Kak Nandar?"


Seruni mengiyakan.


"Kapan dia datang ??"


"Entahlah...aku tak berminat ingin tahu"Jawab Seruni cuek.


"Ohya... tapi ada sesuatu yang membuat aku penasaran sayang"


"Apa itu ?"


"Foto itu "Seruni menunjuk foto yang tadi menjadi topik pertanyaan nya kepada Pak Purwakarta . Steven menoleh..


"Kenapa dengan foto itu ?"


"Kenapa Mitra Medika bisa bekerja sama dengan Cempaka Sentosa di saat orang tuaku tidak ada?"


"Lalu ??Apa hubungannya??"


"Aku merasa aneh saja sayang ,karena foto ini Nggak ada di rumah. Dan juga aku baru tahu foto ini di sini. Pas tadi aku tanya sama Pak Purwakarta, dia kayak gugup gitu"


"Hanya karena itu kamu penasaran?"


Seruni mengangguk.


"Dan kamu sama sekali nggak ingin tahu ?aku sudah makan apa belum?"


"Emang belum makan?". Steven menggeleng dengan bibir mengembung.


"Aduh...kasiannya... Ya udah aku selesai kerjaan aku dulu ya ,sebentar ....aja. Terus kita pulang, oke!"


Steven mengangguk cepat.