
"Tante..."suara Excel terdengar parau.
"Alhamdulillah kamu sudah siuman sayang... kenapa kamu kok bisa pingsan sih?"tanya Seruni ,Ba'im jadi khawatir.Ia pikir gadis itu pingsan karena kejedot pintu yang ditutup oleh nya.
Excel tidak segera menjawab ia beringsut bangun dari tidurnya.Seruni membantu menyanggahkan bantal di punggung gadis tersebut.
"Aku...aku melihat perempuan itu Tante"
Seruni terbelalak,ia menatap yang lain secara bergantian.Sedangkan Ba'im menghela nafas lega karena ternyata Excel pingsan bukan karena dia.
"Terus ??"sambung Seruni .
"Dia minta tolong tante"
Sekali lagi Seruni menatap ahli keluarga nya.
"Is... bagaimana?apa kamu mendapatkan berita penting ?"
Ismail mengangguk.
"Is tadi lepas sholat Maghrib pergi ke rumah Sauqi Bun,dia seorang pelajar disini.Tapi sejak Ibunya meninggal,ia berhenti sekolah dan bekerja untuk biaya sekolah adiknya si Lala.Kebetulan ia tetanggaan sama Ustadz Abu "
{CERITA ISMAIL}
"Assalamualaikum..."Sapa Ismail begitu ia memasuki pekarangan rumah yang tak berpagar itu.
"Wa'alaikum salam "Sauqi yang tengah sibuk menambal ban bekas secara manual(menggunakan cairan spirtus) itu segera bangkit menyambut kedatangan Ismail.
"Tuan Muda..."
Ismail tersenyum lalu merangkul sahabat nya itu, awalnya Sauqi menolak tapi Ismail tetap menarik tubuh bocah itu kedalam pelukannya.
"Sudah lama aku tidak bertemu dengan mu, bagaimana kabarmu Qi?"Ismail menepuk pundak Sauqi beberapa kali.
"Alhamdulillah beginilah Tuan Muda "Sauqi menyusutkan air mata yang sudah mulai merembes itu.
"Kau sedang apa itu?"
"Oh ini Tuan Muda,saya menembel ban bekas yang masih bagus agar bisa dipakai lagi.Kadang orang yang bannya bocor tak mampu membeli yang baru,jadi saya jual ban bekas ini untuk ceperan"
"Waaah kreatif sekali kamu"puji Ismail.
"Tuan Muda..."
Sebuah seruan mengalihkan perhatian keduanya.Ternyata Lala adik Sauqi sudah berdiri di ambang pintu.
"La... cepat buat minuman"titah Sauqi.Lala mengangguk,ia pun masuk ke dalam rumah kecilnya lagi.
"Mari masuk Tuan Muda"ajak Sauqi.
"Tapi pekerjaan mu ini gimana ?"Ismail nampak khawatir karena api masih menyala.
"Tidak apa-apa Tuan Muda, sebentar lagi api itu akan mati dengan sendirinya"
"Apa tidak bahaya?"
"Tidak..."
Barulah Ismail merasa tenang,ia pun melangkah mengikuti sahabatnya masuk ke dalam rumahnya.
"Silahkan Tuan Muda "
Ternyata Lala sudah selesai menyiapkan minuman,ia meletakkan secangkir teh di atas meja yang terbuat dari plastik itu.
"Terimakasih..."jawab Ismail santun.
Lala tersenyum,lalu ikut duduk disamping Kakaknya.
"Ada apa gerangan Tuan Muda menyambangi saya?"tanya Sauqi penasaran sejak tadi.
"Emmm saya mau tanya tentang Ustadz Abu,apa istri Ustadz Abu ada? soalnya saya dengar tadi dia absen dan katanya sakit "
"Oh saya tidak tahu Tuan Muda, karena saya jarang berada di rumah ataupun bertemu beliau "jawab Sauqi.
"Tapi kenapa La?"Sauqi ikut penasaran.
"Ustadzah Nila seperti sedang menangis.Waktu aku ingin mengucapkan salam,eh Ustadz Abu malah menarik tangan Ustadzah Nila dengan kasar dan mereka masuk ke dalam rumahnya.Aku nggak jadi deh mau menyapa"
"Terus aku mau masuk Kak ke dalam rumah,eh malah terdengar suara orang bertengkar dari dalam rumah Ustadz Abu.Dan suara seperti benda-benda yang di banting-banting.Aku juga mendengar jeritan Ustadzah Nila.Dia seperti menjerit minta cerai,lalu setelah itu terdengar bunyi BUGH gitu.Lalu senyap"
"Aku mau ngintip nggak berani,takut ketahuan.. apalagi nggak ada orang disekitar sini waktu itu ?Jadi aku memilih masuk ke dalam rumah.Tak lama kemudian, Ustadz Abu keluar.Aku mengintipnya dari lubang itu"
Lala menunjukkan dinding rumahnya yang terbuat dari bambu dan berlubang.
"Ia terlihat celingukan memeriksa sekitar rumah,ia juga memanggil Lala.Tapi Lala nggak jawab.Baru setelah itu,dia duduk di teras rumahnya sambil ngerokok "
Ismail manggut-manggut tanda mengerti.
{Ismail menyudahi ceritanya}
"Setelah itu Lala nggak tahu apa-apa lagi"
"Besok pagi,Ba'im akan bertandang ke rumah Ustadz Abu untuk mengetahui tentang Ustadzah Nila "sambung Ba'im .
"Apa tidak terlalu bahaya Ba'im ? nanti kalau kamu kenapa-napa gimana ?"Seruni nampak khawatir.
"Biar Excel ikut Tante, untuk menemani ustadz "Celutuk Excel mendahului Ba'im yang ingin menjawab juga.
"Tidak perlu, ustadz abu tidak akan berani macam-macam kalau sama aku"timpal Ba'im .
"Jangan yakin dulu Ustadz, seorang spikopat tidak akan menampakkan keganasannya.Ia akan ganas jika merasa terancam"balas Excel .
"Benar itu Ba'im ,,,Bunda sudah pernah mengalami itu.Dan Bunda masih trauma Sampek sekarang "Seruni menyela.
"Bunda tenang saja,dan percayalah sama Ba'im "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Benar saja, pagi itu usai salat subuh Ba'im bergegas meluncur ke kediaman Ustadz Abu.
Namun ia tidak langsung masuk ke rumah Ustad Abu, ia berdiam dulu di kejauhan memperhatikan rumah Ustad Abu. Setelah diperkirakan waktu yang cukup untuk bertamu , Ba'im melangkah perlahan mendekati pekarangan rumah Ustad Abu.
Ia melihat pintu rumah Ustadz Abu terbuka sedikit.Ba'im mendekat perlahan, ia berusaha mengintip dicelah pintu yang terbuka itu untuk melihat situasi di dalam.
"Astaghfirullahhal'adzim"Ba'im menakup mulutnya, matanya membeliak lebar.Serta Merta Ba'im langsung mendorong pintu hingga terbuka lebar.
Ustadz Abu terkejut melihat kedatangan Baim yang tiba-tiba.Ia yang sedang memangku seorang wanita langsung bangkit dan menjaga jarak dengan wanita tersebut.
"Ustadz ???siapa wanita itu ??"Ba'im yang menyadari bahwa yang dipangku oleh Ustad Abu bukanlah Ustadzah Nila.
"Oh dia adalah istri keduaku tuan muda"Jawab Ustadz Abu yang berusaha setenang mungkin.
"Istri kedua ??"
"Iya... Tuan muda Ada apa pagi-pagi sekali datang ke rumah saya?"tanya Ustadz Abu mengalihkan perhatian.
"Oh emm Saya hendak menjenguk Ustadzah Nila yang kata Ustadz Abu dia sakit"
"Oh begitu rupanya, Tuan muda bersama siapa datang kemari?"
"Saya sendiri..."
Ba'im mencuri-curi pandang dengan wanita yang menyembunyikan dirinya di balik tubuh Ustadz Abu.
"Kalau tuan muda ingin menjenguk istri saya? mari saya antar tuan muda ke kamarnya"
"Baik Ustadz Abu..."
Ustadz Abu seperti memberi kode kepada wanita itu, dan wanita itu memahami tentang kode yang diberikan oleh Ustadz Abu.Ia segera masuk ke kamar yang lain. sedangkan Ustadz Abu mengiring Ba'im menuju kamar lagi yang lain.
"Mari silahkan masuk Tuan Muda..."Ustadz Abu mempersilahkan Ba'im masuk terlebih dahulu.Tanpa curiga,Ba'im pun masuk...Dan...
BUKH...
Sebuah tongkat mendarat keras memukul tengkuk Ba'im , hingga membuat pria itu langsung terkapar pingsan.