SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 85



"Hey..."Yas terus saja mengikuti Nicta ,gadis itu keluar dari area pusat perbelanjaan dan mojok di parkiran yang sepi.


Nicta membuka kostum badutnya..Lalu menyimpannya ke dalam kresek besar.


"Ngapain kamu ngikutin aku ?dasar tukang ikut campur"sengit Nicta,sejak awal ia bertemu dengan Yas.Dia memang kurang suka dengan pria itu.


"Maaf ..aku hanya nggak tega melihat kamu dipermalukan di depan umum"


Nicta mengambil sebotol air lalu menegaknya.Meskipun ia berusaha untuk kuat,tapi air matanya tak mampu ia bendung.Yas melihat buliran air mata itu yang jatuh perlahan.


Yas menyodorkan sapu tangan nya.Nicta menggeleng.


"Pergilah...biarkan aku sendiri"Jawab Nicta.


"Kamu terlihat tidak baik-baik saja"


"Ini sudah biasa kok,manusia memang akan cepat berubah.Apalagi soal perasaan"


"Jadi benar kamu mengganggu pacar wanita itu "


PLAK!!


Nicta menampar pipi Yas tanpa segan.Yas diam tidak menunjukkan emosi.


"Kau!!Kau laki-laki tidak tahu diri, sudah datang tiba-tiba,sok ikut campur urusan orang, seenaknya ngaku-ngaku pacarku,dan sekarang kamu bilang aku mengganggu pacarku sendiri ?"


Yas menghela nafas panjang,ia menjatuhkan diri duduk di ubin parkiran.Nicta melirik dengan ekor matanya.


"Jadi kesimpulannya,pria itu mengkhianati mu?"


"Aku sudah tidak perduli, yang aku kecewakan.Kenapa dia tidak selesai kan hubungi kami dengan baik-baik ?itu lebih gentle menurut aku"


Perlahan Nicta pun duduk di ubin parkiran itu sejajar dengan Yas.


"Tapi kamu lebih terlihat tegar saat ini daripada tempo hari "


"Aku harus bagaimana lagi ?selain menghadapi semuanya, meskipun itu sangat sulit bagiku "


"Kenapa kamu tidak melanjutkan sekolah ?"


"Kalau aku pintar,aku akan semakin ditindas.Seperti ini saja keberadaan ku masih saja dikhawatirkan oleh Tante Tamara.Apalagi kalau aku sampai menjadi orang pintar"


"Kalau kamu bodoh kamu akan kalah, seperti apapun dirimu.Kau akan tetap menjadi ancaman bagi musuh mu.Kecuali kamu sudah menjadi mayat"


Nicta terpegun...


"Kau harus bisa melawan,jangan mau diinjak-injak oleh orang yang menginginkan kamu menderita.Meskipun kamu tidak menang, setidaknya kamu bisa bertahan "


Nicta menatap ujung kakinya.


"Mulai sekarang,jangan mau ditindas lagi..lanjutkan sekolah mu"


Yas bangkit, lalu meninggalkan Nicta seorang diri.Gadis itu hanya diam saja menatap punggung pria yang belum ia ketahui namanya itu.


*


Yas mengendarai sepeda motornya membelah jalan raya.Ia berniat untuk langsung ke kantor Seruni ,Namun ia merasa ada yang mengikutinya.Rupanya Yas baru menyadari jika ia di apit oleh beberapa mobil mewah berwarna hitam disisi kanan dan kirinya.Ia seperti digiring oleh mobil-mobil mewah tersebut.Yas menghela nafas kesal,mau tidak mau ia harus mengikuti kemana mobil-mobil mewah tersebut membawanya.


Sesampainya di tempat yang mereka tuju,Yas turun dari sepeda motornya.Di depan sana ia melihat mobil panjang mewah berwarna gold.Sudah pasti itu adalah keluarga kesultanan Brunei.


Pintu mobil dibuka oleh seorang punggawa,dan keluarlah seorang pria muda berwajah tampan dengan topi bersurban sutera emas.Dialah Zubair,sepupu Muhammad Ilyas.


Keduanya saling berpelukan,Yas pernah sekali bertemu dengan Zubair.Saat ia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.Pada waktu itu,Yas harus menandatangani mandat bahwa selama ia tidak kembali ke Brunei.Maka tahta akan diduduki oleh Zubair.


"Akhirnya kita bertemu lagi Yas"


Yas tersenyum tipis.


"Ada apa tiba-tiba datang menemui ku?"Tanya Yas.


"Kau tidak berubah,semua harus to the points tanpa basa-basi"


"Aku rasa kau tidak akan punya banyak waktu untuk berbual dengan ku"


Zubair terkekeh...


"Aku mendapat kabar jika kamu mengaktifkan kekuasaan mu, apakah itu pertanda kau akan kembali ?"


"Maafkan aku, mungkin hal itu mengganggu pikiran mu...Aku tidak akan pernah kembali "


Zubair manggut-manggut..


"Tapi... seluruh saham yang berada di Indonesia,sudah bersertifikat atas namamu Yas.Putri Elisa sudah menstempel dengan stempel emas.Jadi tidak bisa diganggu gugat.Mau tidak mau kamu harus menjalankan saham tersebut "


"Apakah kamu juga menginginkan itu?"


"Oh ho hahahahaha tidak Yas tidak...aku hanya memperingati mu.Bahwa kamu harus serius dalam hal itu "


Yas manggut-manggut...


"Kalau memang sudah waktunya,kamu bisa menyerahkan mandat itu padaku"


"Pasti!!"Zubair menepuk pundak sepupunya itu.


"Ya sudah...aku pergi dulu "Pamit Zubair,Yas mengiyakan.


Keduanya pun berpisah di tempat itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sudah hampir jam 9 pagi,tapi wali kelas X A tidak juga datang.Yas berniat untuk ke toilet,tapi tiba-tiba pintu terbuka.Wali kelasnya muncul bersama dengan seorang gadis.Yas terperangah,begitu juga dengan gadis tersebut.


"Selamat pagi anak-anak..Maaf ya Bu guru terlambat.Karena Bu guru di panggil Bapak Kepala sekolah untuk menjemput anak baru di kelas ini.Silahkan perkenalkan dirimu"Bu guru mempersilahkan anak baru itu untuk memperkenalkan diri.


"Hay..."


Yas kembali duduk..


"Namaku Nicta Gina, panggil aja Nicta"


"Hay Nicta"seru para siswa melambaikan tangan ke arah Nicta, kecuali Yas.Gadis itu membalasnya dengan senyuman.


"Ya udah Nic..kamu bisa duduk di kursi kosong itu"Bu guru menunjukkan satu buah kursi kosong tepat di depan Yas.


"Baik Bu..."


Nicta pun melangkah ke kursi tersebut.Baru saja duduk, tiba-tiba seorang siswa menghampiri.Ia mengulurkan tangan untuk berkenalan.


"Namaku Nicky... Hampir mirip ya,katanya kalau namanya hampir sama.Itu tandanya jodoh"


"Huuuuuuuuu"seru teman-teman yang lain mengolok-olok Nicky.


"Ah namanya juga usaha"Balas Nicky.Bu guru geleng-geleng kepala saja menanggapi keusilan anak didiknya.


Nicta melirik Yas dengan ekor matanya,pria itu tampak diam saja.Seolah-olah keduanya tidak pernah kenal ataupun bertegur sapa.


"Jangan maksa Nick...kamu pasti kalah saing sama Yas"Seru salah satu teman mereka.


"Iya... lihat aja,Nicta melirik Yas barusan.Kayak kikuk gitu...Hahahahahah"Semua tertawa mengolok.


"Yas dilawan, nyungsep kamu Nick"


Hahahahahahaha


"Sudah.. sudah..sudah...Apa kalian sudah mengerjakan tugas yang Ibu berikan Minggu lalu?"Bu guru menengahi.


"Eh emangnya ada tugas ya?"


"Iya...masak kamu nggak tahu sih?


"Aku lupa"


Terdengar obrolan yang mengandung kepanikan setelah Bu guru menyiarkan tugas sekolah yang ia berikan.


"Cepat kumpulkan di Meja Bu guru ya..."Sambung Bu guru.


"Bu..maaf saya lupa..."seorang siswa mengangkat tangan.


"Tidak ada alasan,Bu guru akan tulis ulang soalannya.Nanti Ibu akan pilih secara acak siapa yang harus menjawab"


"Baik Bu...."dengan terpaksa mereka menyanggupi.


Nicta membuka buku yang baru saja akan dibahas oleh wali kelasnya.Ia harus belajar sendiri untuk mengejar ketinggalannya.