
CERITA REKA DARI YAS TENTANG NICTA!
Malam itu Nicta kecelakaan,dan harus dilarikan ke RS.Tapi Rumah sakit di daerah sini fasilitas nya kurang memadai.Jadi di rujuk ke RS MITRA MEDICAL.Disanalah Nicta berhasil di tangani.Tapi sayang cedera serius di kepalanya mengakibatkan Nicta hilang ingatan.
"Kenapa dari pihak RUMAH SAKIT tidak ada yang menginformasikan kepada kami mengenai kecelakaan itu ?"tanya Tuan Mahendra .
"Saya juga kurang tahu Om... karena yang saya tahu,Nicta sudah berada di Mitra medical.Kebetulan itu rumah sakit keluarga kami"jawab Yas.
Tuan Mahendra terhenyak kaget, MITRA MEDICAL Adalah rumah sakit ternama di Kota tetangga.Di Kota ini saja masih kurang banyak tentang fasilitas Rumah Sakitnya.
"Jadi...harap di maklumi jika tingkah dan perilaku Nicta agak lain"
"Yah...tadi dia menanyakan tentang kematian Ibunya.Aku sedikit terkejut,jadi ini alasannya"
"Iya Om..."
"Makasih ya...udah nganterin Nicta kesini"
"Sama-sama Om,Ya sudah...saya permisi dulu ya Om"
"Iya silahkan..."
Yas bangkit, membungkukkan badannya sedikit,lalu melangkah pergi.Tuan Mahendra memanggil asisten pribadinya.
"Ikuti pemuda itu,aku ingin memastikan apa yang dikatakannya ada jujur"Titahnya.
"Baik Tuan"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nicta melangkah ragu keluar dari kamar mandi melihat Eny sudah berseragam rapi.
"En..kita kan masih sekolah SMP??Kok kamu pakek seragam putih -abu??"
Eny membalikkan badannya membelakangi cermin.
"Nic... sampai kapan kamu bisa percaya bahwa kamu sudah hilang ingatan.Banyak kejadian yang telah kamu lupakan.Sekarang kita sudah anak SMA.Kelas dua lagi"
Nicta menggaruk kepalanya yang tidak gatal,dia benar-benar bingung.Kenapa bisa begini sih???
*
*
Nicta berdiri mematung menatap sebuah sekolah yang sangat asing baginya.Supirnya tadi bilang kalau dia sekolah disini, berbeda dengan sekolah nya Eny.Nicta jadi tidak tahu harus bagaimana ??siapa yang ia kenal di sekolah yang sangat asing baginya itu.
Deru sepeda motor lewat di belakangnya, membuat Nicta menoleh.
"Eh...itu kan sepeda motor cowok yang kemarin itu"Nicta langsung berlari menghampiri.
Yas mengernyitkan keningnya melihat Nicta sudah berdiri di belakangnya.
"Apa??"tanya Yas ketus.
"Jangan galak-galak ah...aku bingung nih.."
"Bingung kenapa ??"."
"Aku benar-benar lupa kalau aku sekolah disini,aku tidak ingat siapa temanku disini.Karena kita satu sekolah,temenin aku ya"
Yas tak menjawab,ia melangkah tanpa kata.
"Ih kebiasaan main pergi aja"gerutu Nicta seraya berlari kecil menyusul langkah Yas yang cepat dan panjang.
Saat Yas masuk kelas, Nicta tercekat diluar pintu.Ia hanya memperhatikan dengan tatapan bingung.Yas meletakkan Tasnya, melihat bangku Nicta masih kosong,Yas melongo ke luar kelas.Ia melihat Nicta disana ,Yas jadi kesal sendiri.Terpaksa ia keluar lagi.
"Ngapain disitu, cepet masuk!!"Hardik Yas.
"Kamu nggak tahu apa?kelasku dimana ??"Nicta justru balik bertanya.
"Ya kelasmu disini b3gok"
"Ooh disini... ngomong dong dari tadi"Nicta langsung masuk ke dalam kelas,Yas dibuat geleng-geleng kepala.
*
Pelajaran pertama di mulai,Nicta mengikuti penjelasan guru dengan seksama.Sampai ia melihat sesuatu yang merangkak dari luar masuk ke dalam kelas.
"Eh Eh anak siapa tuh"seru Nicta membuat semua orang memperhatikannya.Mereka sangat bingung,karena tempat yang ditunjuk oleh Nicta kosong tak ada apa-apa.
"Nicta...apa yang kamu lakukan ??"Guru menegur Nicta.
"Itu Buk,ada kecil merangkak,dia didepan Ibu.Eh dia melototi ku Bu,berani juga nih anak kecil,apa dia anak Ibu??"
Semua bertambah bingung,hanya Yas yang diam tak perduli.
"Mana anak kecilnya ??"Bu guru memperhatikan ke sekeliling.
"Lah itu Bu ,di depan Ibu"
"Buset...dia bertaring"
Yas sudah tidak tahan,ia bangkit lalu menakup mulut Nicta dengan tangannya.
"Em em em em"Nicta berontak panik.
"Bisa diem nggak ??"
Nicta terus berontak, tapi tangannya dicekal oleh Yas dan mulutnya ditutup.Semua teman-temannya hanya menyimak adegan itu tanpa melakukan apapun,termasuk guru mereka.Karena sejak Yas mengatasi murid yang kerasukan masal,dia jadi disegani di sekolah.
Tapi Nicta tidak kehilangan akal,Ia menghentakkan kakinya ke belakang hingga mengenai lato-lato milik Yas.Dua bola matanya membulat, pipinya mengembung, wajahnya mengeras menahan sakit.
Akhirnya Nicta berhasil melepaskan diri.
"Rasain"umpat Nicta.
"Kau????"Yas benar-benar marah,Nicta langsung kabur disertai tawa mengejek.Yas menyusul,tapi bukan untuk mengejar Nicta.Dia malah mengunci pintu kelas dari dalam.
"Tidak ada yang boleh membuka kan pintu untuknya,PAHAM!!"tegas Yas,semua menundukkan wajah mereka.Bu guru pun hanya diam saja.
Nicta mondar mandir di depan kelas,ia menengok ke dalam kelasnya.Tuyul itu masih berada di dalam, mencibir Nicta sambil menggoyangkan pantatnya.
"Awas kau"Nicta menunjuk kan tinjunya,Tuyul itu semakin menggoda Nicta.Ia merasa aman karena manusia yang bisa melihatnya sudah tidak bisa mengganggu nya lagi.Tanpa menunggu lebih lama lagi,tuyul tersebut segera melancarkan aksinya.Ia mengambil uang guru yang tersimpan di dalam tas.
Setelah mengambil semuanya,ia hendak pergi.Namun tiba-tiba Yas sudah berada disampingnya.Tuyul mengira Yas tidak bisa melihatnya ,ia santai saja berjalan.
Tak disangka,Yas justru menyepaknya hingga Tuyul itu menggelinding di lantai.Kepala tuyul langsung keliyengan,bumi seperti berputar,dan diatas kepalanya banyak sekali bintang berkelap-kelip.
Nicta tertawa terpingkal-pingkal melihat hal itu, sampai perutnya sakit.
Saat sudah kembali tenang,Tuyul itu melihat Yas sedang menatap dirinya.Ia berdiri dengan bersandar di Meja guru.Dua tangannya masuk ke dalam saku.
"Apa dia juga bisa melihat ku?"pikir si Tuyul.
Yas menggerakkan kepalanya, sebagai tanda pengusiran.Ia juga memberi kode agar uangnya dikembalikan.Kalau tidak,Yas mengancam dengan gerakan bahwa ia akan dibunuh.
Tuyul itu mengangguk ketakutan,ia mengembalikan uang Bu guru yang dicurinya dengan tubuh gemetar.Lalu berlari cepat keluar kelas.
"Hihihi takut juga ternyata"ucap Nicta.Ia pun duduk dilantai dengan menyandarkan tubuhnya ke dinding.Disana ia mulai menunggu bel istirahat berbunyi.
Tapi Waktu terasa berjalan lambat sekali, sampai Nicta tidak sabar.Ia Merangkak untuk kabur agar tidak kelihatan mereka yang berada di dalam kelas.
"Yes!!!"Nicta melompat gembira,ia berjalan dengan lincahnya melalui koridor sekolah.Sampai ia melihat Kujang kembar sedang mengendus sesuatu.Nicta jadi penasaran,ia pun menghampiri mereka.
"Eh..apa yang kalian lakukan ??"
Kujang kembar menoleh hampir bersamaan.
"Kenapa kalian mengendus buah kecubung ??"
"Buah kecubung??"
Nicta mengangguk.
"Kalian nggak tahu ini buah kecubung ??"
Kujang jantan menggeleng.Nicta tersenyum licik.
"Ini buah mahal dan berharga,raja raja terdahulu selalu memakannya untuk menambah stamina "
Dua mata Kujang berbinar
"Benarkah?"
"Hem"Nicta mengangguk yakin.
"Cobalah..."
"Kanda..bukankah kecubung punya Yas itu sangat sakti.Dan ini adalah buah kecubung.Mungkin benar apa kata dia?"
"Tuh kan..."Nicta semakin meyakinkan.Kujang jantan jadi tergiur,ia pun langsung melahap buah itu tiga sekaligus.Nicta terpana sampai menakup mulutnya.Ia tertawa senang melihat kebodohan dua harimau putih yang bisa bicara itu.
"Enak Kanda?"tanya Kujang betina.
Kujang jantan tidak menjawab,ia justru cekukan.Nicta semakin tidak bisa menahan tawanya.
Kujang jantan berputar-putar, mengejar ekornya.
"Kanda...apa yang kamu lakukan?"
"Aku harus menangkap bayangan ekorku Dinda"
"Untuk apa?"
"Agar aku bisa lebih perkasa"
Nicta terpingkal-pingkal sambil memegang perutnya.Hal ini memancing perhatian Yas yang sejak tadi mencari keberadaan Nicta.