SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 2



Reyhan mulai menepikan mobilnya dibahu jalan, tepat di depan rumah Livia .


"Nanti Ibu tirimu pasti akan marah"


Livia hanya tersenyum.


"Dia pasti sudah tidur "jawab Livia santai.


"Besok hari libur,kamu punya rencana mau kemana ??"tanya Livia .


"Hari liburku milik adikku "


Livia tersenyum


"Dari dulu kamu tidak berubah, terlalu sayang dengan adikmu"


"Seruni adalah keluarga ku satu-satunya,dia juga sangat mirip dengan Bunda.Tapi sifatnya ???Na'udhubillah"


Livia tertawa lepas.


"Ya sudah,aku keluar dulu..bay Dokter.."


Reyhan tersenyum tipis,ia merasa lucu sekali jika Livia memanggil titelnya.


Livia melambaikan tangan saat mobil pemuda yang ditaksirnya sejak sekolah dulu mulai bergerak pergi.


Livia termenung,ia menatap punggung mobil itu dengan sejuta rasa.Kedekatannya dengan Reyhan yang dianggap hanya sebagai sahabat menyiksa hatinya.


Padahal Livia sudah melakukan berbagai cara agar Reyhan tertarik padanya.Termasuk dengan mengikuti jurusan perawat , karena untuk mengikuti kuliah di bidang kedokteran ia tidak mempunyai banyak biaya.


Ikut keperawatan saja sudah membuat Livia tersedak oleh biayanya.Sebenarnya jika melihat perekenomian keluarganya, ia tidak mungkin harus kerja paruh waktu untuk membiayai sekolah.


Tapi semenjak Ayahnya menikah lagi,Ibu tirinya sangat perhitungan sekali kepadanya dan lebih memanjakan anak-anak nya sendiri.


"Sebenarnya otak kamu sangat mampu jika ikut jurusan kedokteran Liv"ungkap Reyhan saat itu.Livia tersenyum...


"Aku mau jadi perawat saja,nanti kalau kamu sudah lulus akademi kedokteran disana dan sudah bertitel DRS,Jangan lupakan aku.Angkat aku jadi asisten mu yah"jawab Livia seolah semua sudah terencana dalam otaknya.Reyhan mengangkat ibu jarinya.


Lulus kuliah dan berhasil menjadi pelajar terbaik,Livia melamar kerja di Rumah Sakit Mitra Medical milik Reyhan .Karena ia tahu,nanti Reyhan akan magang disana.Secara dia adalah pemilik Rumah Sakit tersebut.


Benar saja, pulang dari Jepang.Reyhan langsung magang di Rumah Sakit Mitra Medical.Dan mengangkat Livia sebagai asistennya sampai detik ini.


Tapi yang mengecewakan adalah perubahan sikap Reyhan .Pria itu sekarang menjadi banyak sekali pacarnya.Padahal dulu ia sangat dingin dengan perempuan,dia bisa akrab dengan Livia karena keduanya sering terlibat proyek bersama saat di sekolah dulu.


Livia mundur lalu berbalik melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumahnya.


____


Reyhan masuk ke dalam rumah dengan kunci duplikat yang dipegangnya.Suasana di rumah sudah sangat sepi dan gelap.Pasti adiknya Seruni sudah terlelap.


Ia menekan saklar lampu di ruang tamu, tiba-tiba ia dikagetkan dengan bumerang yang terbang hampir mengenai kepalanya.Bumerang itu berputar kembali ke tangan si pemiliknya.Reyhan tersenyum tipis,ia mendekati adiknya yang duduk bersilang kaki di kursi kebesarannya.


Seruni melempar bumerangnya lagi,Reyhan memutar tubuhnya menghindar dan ...


TUK


"Aduh..."


Ternyata bumerang itu mengenai makhluk astral yang mengikuti Reyhan sejak tadi.Seruni menangkap cepat bumerang yang terbang kembali padanya.


"Eh kamu ngapain ngikutin aku?"Reyhan rupanya tidak sadar jika makhluk tersebut mengikuti.


"Aku kan mau konsultasi,tapi tadi kamu malah mengusirku"


"Kembali aja besok,aku tidak melayani konsul di rumah"


"Tolong lah..."Makhluk itu terus merayu.


"Cepat katakan apa yang bisa kita bantu"Tiba-tiba Seruni menimpali.


"Dek... jangan ikut campur "Reyhan menggerakkan jari telunjuknya.


"Biarkan saja...dia mau bantu kok"Makhluk itu justru mendekati Seruni .


"Aku tidak pernah mengijinkan adikku ikut campur masalah ini, kalau kamu memaksa?aku akan membuatmu lenyap tak berbekas "ancam Reyhan tegas.


"Ampun jangan...aku hanya ingin menyelamatkan anakku..."Makhluk itu menyatukan kedua telapak tangannya di atas kepalanya.


Reyhan terpegun, ia saling melempar pandangan dengan adiknya.


"Kenapa dengan anakmu?"tanya Reyhan .


"Dia...dia sekarang disekap oleh Ayah tirinya.Menjadi bahan pemuas nafsu nya,aku yang baru tahu ? ingin menolong.Tapi justru aku terbunuh "


"Dimana dia?"Seruni bangkit dari duduknya.


"Ayo ikut aku "Makhluk itu mengajak Seruni .Namun tangan Reyhan dengan cepat menghadang.


"Biar aku yang pergi"


"Aku mau ikut Kak"rengek Seruni manja.


SUUUTTTT


Makhluk itu langsung melesat dan menempel di pojok dinding.Ia memandang sekitar dengan tatapan awas.


"Hey... ngapain kamu disitu??"Seruni keheranan.


"Apa Harimau itu akan datang ??"ucapnya seperti gemetar ketakutan.


"Kau pergilah lebih dulu, kami akan menyusul"Reyhan meminta Makhluk itu pergi,karena ia tahu.Jika KUJANG keluar,dia akan langsung lenyap.


Makhluk itu patuh,ia langsung menghilangkan diri berubah menjadi asap.


"Aku mau pergi sama kamu Kak ...aku nggak mau pergi sama Kujang.Dia nggak pernah patuh sama aku"


Reyhan tersenyum...


"Tapi dia sayang sama kamu kan?"


Seruni merengut kesal.Dengan jentikan jari,Kujang pun datang.Ia mengeram berjalan perlahan mendekati dua bersaudara itu.


"Kujang... tolong bawa adikku mengikuti ku"


Kujang melirik Seruni yang terlihat cemberut.


"Tidak...nanti habis bulu-bulu ku dicabuti olehnya"jawab Kujang.Seruni tersenyum menahan tawa.


"Kau melakukannya dek?"


"Dia ngebantah perintah aku Kak"Seruni tidak mau disalahkan.


"Emang kamu menyuruh dia apa?"


Seruni melirik Kujang, KUJANG pun demikian.Sehingga Tatapan mereka bertembung.


"Kok malah diem??"


"Dia menyuruhku mengambil ****** ***** Ibu RT"Kujang menjawab cepat.


"Apa???"Reyhan terbelalak kaget.


"Gini loh Kak,Bu RT itu pakek nasi kang-kang untuk mengontrol Pak RT. Kalau aku berhasil mendapatkan ****** ******** dan membakarnya ,nasi kangkang yang ia gunakan untuk memperbudak Pak RT tidak akan berpengaruh Kak"Seruni mengemukakan alibinya.


"Iya ,,,tapi kenapa harus Kujang yang kamu suruh mencuri ****** ******** ??"


"Kalau aku yang nyuri ?ketahuan kan? kalau Kujang kan nggak,, dia kan nggak kelihatan"Seruni menjawab dengan entengnya.Reyhan jadi tepuk jidatnya sendiri.


"Sudah!! Sekarang kamu mau ikut nggak ??"


"Ikut"


"Kalau mau ikut?? kamu harus sama KUJANG "


"Kujang mau nggak bawa aku??"


"Ya kamu harus minta maaf dulu sama dia"


"Tapi aku kan nggak salah"


"Ya udah nggak usah ikut"


"Nggak!!!aku mau ikut"


"Ya udah minta maaf"


Seruni merengut,ia menatap Kujang jengkel .


"Jang...Maafin aku ya..."akhirnya Seruni mengucapkan permintaan maaf walau dengan setengah hati.Kujang melengos..


"Tuuu Kak ..dia melengos... emang ya kalau ada Kakak kamu belagu banget "


"Runi....."Reyhan mendelikkan matanya.Seruni benar-benar kesal, pipinya mengembung.


"Ya udah kakak pergi..."Reyhan melangkahkan kakinya.


"Iya ya Kak .. tunggu"akhirnya Seruni mengalah.


"Kujang...ayo maafin aku..."rengek Seruni manja.


"Kamu harus janji tidak boleh mencabut buluku lagi"ucap Kujang memberikan syarat.


"Iya janji..."


"Bener??"


Seruni mengangguk cepat.


"Ya udah cepat"


Seruni kegirangan...ia segera naik ke punggung Kujang.Sedangkan Reyhan melangkah mendahului dengan menaiki mobilnya.