
Yas berdiri di tengah-tengah tirai, memperhatikan Nicta yang masih sholat.Entah khusyuk atau tidak sholat tuh anak.Karena di depan sana duduk Ustadz Ahmad,pria tampan yang dikagumi oleh Nicta.
Perkiraan Yas benar,usai Sholat Nicta merangkak ke depan.Menyibak tirai,
"St St St"
Ustadz Ahmad menoleh mendengar suara aneh.Ia mengulum senyum kepada Nicta yang melambaikan tangan.
"Eh eh eh"NICTA kesakitan karena ada yang menarik telinga nya.
"Sakit...lepasin"
Namun Yas tak perduli, ia terus saja menarik telinga Nicta sampai gadis itu terpaksa berdiri.Sekali tepuk di ketiak nya,Yas pun melepaskan jewerannya.
"Aduuuhhhh"
Nicta merasa daun telinga nya panas dan perih.
"Apa-apaan sih kamu?sakit tawuk!! kalau kupingku copot gimana ??"
"Ya tempelin aja lagi pakek lem"Seloroh Yas santai.
"Emang aku Pinokio!!"sengit Nicta kesal.Ia membuka mukena yang masih terpakai.Yas terus memperhatikan gadis di depannya itu.
"Apa liat- liat!!!"
"Ikut aku"Yas menarik tangan Nicta keluar dari Musholla.
"Lepasin...aku mau pakek sepatu dulu"
Yas pun melepaskan cekalan tangannya.Saat Nicta duduk memakai sepatunya,Yas menarik hijab.
"Woy!!"
"Kau terlihat aneh memakai ini"
Nicta menautkan kedua alisnya.Ia bangkit perlahan.
"Kalau Nabila ??dia nggak aneh??Kalau aku aneh?Otak kau yang aneh"Nicta menyambar kerudungnya dan pergi.Yas hanya diam memandang punggung kecil itu pergi.
"Kalau Nabila tidak aneh, kalau Nicta aneh.Anehnya dihati bukan di otak.MELEDAK"Kujang cekikikan sendiri.
Yas menghela nafas dan pergi.
*
*
Nicta berdiri menunggu jemputan,tanpa ia sadari sebuah mobil berhenti didepannya.Kaca mobil melorot, menampakkan siapa si pengemudi.Seorang pria berwajah oriental membuka kaca mata.
"Hay...butuh tumpangan?"
Rupanya Raja yang datang.Nicta memasang muka judes disertai gelengan cepat.
"Supirmu tidak akan datang,Tuan Mahendra meminta ku untuk menjemput mu"
"Ogah...aku mau naik taxi aja"
"Ini perintah Papamu loh"bujuk Raja.
"Aku nggak dapat pemberitahuan apapun "bantah Nicta.Raja berdecih,ia turun dari mobil nya.
TIT TIT TIT
Yas berhenti tepat didepan mobil Raja,ia mengangkat kaca helm nya.
"Mau ikut ??"
Tanpa pikir panjang Nicta mengangguk cepat.Membuat Raja bagai orang bodoh yang tidak bisa mencegah gadis itu duduk di belakang seorang pria begitu rapat.Nicta mendengus saat Yas melajukan motornya perlahan meninggalkan area penjemputan.
Motor melaju pelan ,lampu merah baru saja menyala.
"Si4l!!Ada polisi"Gumam Yas,Nicta menengok ke depan.Seorang polisi seperti tengah memperhatikan mereka.Nicta sadar,karena ia tidak memakai helm.
Tapi bukan Nicta namanya jika tidak punya jalan keluar.Ia mengacak-ngacak rambutnya yang sebahu itu hingga berantakan.Lalu berlagak seperti orang stres.
"Maaf mengganggu...adek..mana helmnya"Polisi itu benar-benar menghampiri mereka.Yas melirik Nicta,gadis itu berayun-ayun sambil bersenandung.
"Dek.. temannya kenapa nggak pakek helm ??"sekali lagi polisi itu bertanya.
"Nicta!!Mana helmmu?"
"Helm??Oh ini"Nicta menunjuk ke kepala Pak polisi.
"Ini helm..kan?kan?kan?hahahahaha"
"Apa dia kurang waras ??"
"I-iya Pak...tadi dia pakai helm mungkin dia buang"Yas turut berbohong.
WIYU WIYU WIYU
Mobil ambulans lewat di depan mereka,Nicta menyempurnakan aktingnya.Ia memeluk Yas dengan erat dengan kaki turut melingkar di pinggangnya.
"Ada ambulance...ada ambulance aku takut...ayo cepat pacu kudanya hek hek hek ayo pacu kudanya hek hek hek"Ia meronta-ronta seperti seorang joki.Polisi itu geleng-geleng kepala melihat tingkah Nicta.
"Baik Pak..."
Yas menarik gas saat lampu hijau sudah menyala.Ia melesat cepat dengan posisi dipeluk sedemikian rupa oleh Nicta.
Angin yang cukup kuat menyibak rok Nicta hingga memperlihatkan bagian pahanya yang mulus.Darah berdesir panas,ini adalah pertama kalinya Yas sangat rapat dengan perempuan.Ia gugup,matanya berusaha fokus.Akan tetapi Kilauan paha putih itu seperti menyerang Indra penglihatannya.
Tanpa terpikir apapun,Nicta tetap bertahan dengan posisi seperti itu.Karena ia takut ada polisi lagi di depan.
Degup jantung bergemuruh seperti pacuan kuda menciptakan keringat dingin menetes di kening.
Yas mengantar Nicta sampai di depan rumah.Standar motor diturunkan,tapi Nicta tetap diposisi nya.
"Woy..."seru Yas menggerakkan punggung nya,tak ada respon.Rupanya Nicta tertidur.Yas benar-benar dibuat kesal, terpaksa ia menggendong Gadis itu dengan posisi seperti itu.
Eny berlari keluar rumah melihat kelibat seseorang diluar.
"Nic..."serunya,ia termangu.Baru kali ini Eny bertembung mata dengan Yas.Pria itu memang mampu meluluhkan hati siapa pun hanya dengan menatapnya.
"Tolong turunkan dia dari punggung ku"pinta Yas.
"Oh iya..."
Eny menggoyangkan tubuh Nicta,
"Emm"
"Bangun...kok malah tidur sih?"
Nicta memperhatikan ke sekeliling.
"Eh udah nyampe yah..
Ayo cepet anterin ke kamar"Nicta menggerakkan punggung Yas.
"Kamu apa-apaan sih Nic??cepet turun"
"Nggak mau...aku mau gendong sampai ke kamar"Nicta semakin mempererat lilitan tangan dan kakinya.
Yas menghela nafas berat,tapi entah kenapa kakinya justru melangkah masuk ke dalam.
"Tunjukkan dimana kamarnya"
"Disitu"Nicta menuding ke atas.
"Aduh...ayo Nic jangan gitu"Eny yang justru merasa nggak nyaman.
"Cepetaaaaan"rengek Nicta menggoyang-goyangkan tubuh Yas.
Karena Yas terlihat manut saja, Akhirnya Eny memilih untuk melangkah mendahului guna membukakan pintu untuk Yas.
Yas duduk di bibir kasur,tanpa beban Nicta merangkak ke atas tilam lalu rebah.Ia melanjutkan tidurnya.
"Aduh aku jadi yang nggak enak sama kamu"
"Nggak apa-apa,aku pergi dulu"Yas beranjak.
"Babay"Nicta melambaikan tangannya dengan mata tetap terpejam.
Yas pergi,Eny langsung memukul sahabat nya itu.
"Bangun !!!jangan pura-pura tidur lagi"
Nicta membuka satu matanya,ia tersenyum lalu duduk.
"Dia sudah pulang ??"
"Kau memang yah Nic...jahil banget sih?"
"Habis tadi aku dijewer sama dia,sampai mau lepas telinga aku"
"Kenapa ??"
"Nggak tahu...dan jilbab aku ditariknya kasar.Katanya aku aneh pakai jilbab "
"Jadi kamu balas dendam ceritanya ?"
Nicta mengangguk.
"Tapi kok dia sabar banget ngadepin tingkah konyol kamu?"
"Hehehehe nggak tahu juga ya... biasanya dia marah -marah mulu"
"Kau ada-ada saja Nic"
"Ah sudahlah...aku lapar,Ohya tadi Raja datang ke sekolah jemput aku.Katanya supir aku nggak bisa jemput,terus yang jemput kamu siapa ?"
"Supir...katanya ini perintah Papa kamu untuk tidak jemput kamu ke sekolah "
"Aduh...Papa sudah mulai bertindak nih,aku harus gimana dong?Aku nggak mau dijodohin "
"Ya mau gimana lagi,udah nggak ada jalan keluarnya "
Nicta menghela nafas kesal,ia harus mencari jalan keluar.