SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 114



Seruni kini istirahat total dari semua kesibukan nya karena tinggal menunggu waktu untuk melahirkan.Sejak ia dinyatakan hamil,dia memang tidak pernah melakukan USG.Karena ingin jenis kelamin anaknya akan menjadi sebuah kejutan tersendiri.


Steven mendukung apapun keinginan istrinya,ia menjadi suami yang siaga dan selalu memeriksa kesehatan istri dan debay nya setiap saat.


Dan malam itu,usai makan malam.Seruni merasa punggungnya sakit luar biasa.Steven yakin ini sudah saatnya.


"Yas tolong panggil supir untuk siapkan mobil"pinta Steven.


"Baik Uncle "


Yas gegas menjalankan perintah dari Steven.


"Sabar ya sayang,ayo kita ke Rumah sakit sekarang"


Seruni hanya bisa menjawab dengan anggukan kepala.


Usai memberi tahu supir,Yas kembali masuk ke dalam.Ia melihat Steven merangkul Seruni dan memapahnya berjalan.


"Apa lagi yang bisa Yas bantu uncle?"


"Kamu ke kamar,bawa semua tas yang ada di pojok kamar.Itu semua perlengkapan untuk bayi dan Ibunya.Kamu bawa mobilnya uncle ya, sekalian hubungi Ayah dan Ibumu"


Yas mengangguk cepat.Ia bergerak gesit melaksanakan perintah dari Steven.


*


*


Alhamdulillah... ternyata Seruni melahirkan dua bayi kembar,Laki-laki dan perempuan.Ia melahirkan secara Caesar, karena posisi bayi yang tidak sempurna.


Semua berucap syukur, ternyata penantian pasangan ini selama bertahun-tahun dibalas dengan dua anugerah yang tak terkira.


"Kak... berarti sekarang Kakak akan jadi pengasuh anak Aunty ya"Timpal Putri,Uzma dan Reyhan tertawa mendengar candaan anaknya.Yas hanya tersenyum saja.


Seorang suster datang tergopoh-gopoh menghampiri mereka.


"Dokter Steven.."


Steven menoleh..


"Iya sus..."


"Si kembar menangis terus Dok"


"Bukankah itu biasa Sus"


"Tapi dia nangis kejer Dok,disusu nggak mau,diapain aja nggak mau"


Semua saling berpandangan satu sama lain.


"Ayo kita lihat kesana"ajak Reyhan .Mereka mengangguk setuju, untuk sementara waktu meninggalkan Seruni yang masih belum sadarkan diri.


Memang benar,anak kembar Seruni terus menangis tanpa bisa di apusi atau diapakan saja.Beberapa suster turut membantu,namun tidak ada hasil.


"Kasih obat tidur aja"celoteh Putri


"HUS ngawur kamu,dia masih bayi Put.. nggak boleh"tegur Uzma .


"Ya terus gimana Ma kalau kayak gitu,nanti sawan loh.Bibirnya sampai biru gitu loh Ma"


"Bagaimana ini Dok?"tanya Suster kepada Steven.


"Aku juga bingung,kenapa bisa jadi begini ??"


Pada saat itu, sepasang Kujang datang.Mereka mendekati bayi Seruni , mengelus kepalanya dengan bulu mereka.Aneh tapi nyata,dua bayi kembar itu perlahan berhenti menangis.Kujang kembar menyodorkan tangan mereka,dan sikembar memegangnya erat.


Sontak Reyhan dan Yas saling bertatapan heran, apalagi melihat si kembar itu mulai terlelap.


"Sus ... mereka sudah tertidur"Steven senang sekali.


"Iya Dok"


"Cepat letakkan di kotak bayi dengan pelan-pelan ya"


"Baik Dok..."


Si kembar diletakkan dengan hati-hati takut bangun.Kujang yang tak terlihat oleh dua suster itu, mengikuti gerak bayi dengan pincang.Karena mereka tidak bisa melepaskan diri dari genggaman bayi Seruni .


Yas dan Ayahnya tersenyum,


"Alamat Kujang akan menjadi pengasuh"Seloroh Reyhan , Steven, Uzma dan Putri menatap heran.


"Kenapa Dok?"tanya Steven penasaran.


"Benarkah..??Jadi anakku akan diasuh harimau itu ?"


"Sepertinya..."


"Tugasmu bertambah Kujang "sambung Yas,Dua harimau putih itu tersengeh.Mereka nampak bahagia menemani anak kembar Seruni .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Anak-anak,,,ada kabar gembira untuk kalian"seru Bu guru di depan kelas.


"Besok kita akan camping selama dua hari untuk kegiatan penelitian Alam"


"Serius Bu guru ??dimana??"


"Ke Jamaika "


YEEEEEEEE


Semua kompak bersorak ria, Nicta menggoyangkan tubuhnya karena turut semangat pergi Camping.


*


Hari H sudah tiba, entah takdir atau apa ? Nicta mendapatkan kursi yang berdua dengan Yas.


"Kau mau duduk dimana??"Yas bertanya heran melihat Nicta meletakkan tasnya di bagasi atas.Nicta buat tak dengar,ia langsung duduk di sebelah Yas.


"Ngapain kamu disini?"


Nicta menunjuk kan No kursinya yang dikasih Bu guru.Yas langsung bangkit..


"Bu...Maaf.."


Sang wali kelas menoleh..


"Iya Yas??"


"Saya boleh duduk sendiri nggak Bu,atau ganti teman duduk saya dengan siapa gitu?"


Semua saling berpandangan.Ada beberapa siswi mengangkat tangan untuk mencalonkan diri.


"Emmm Yas...Bu guru boleh memohon... tolong hargai keputusan Bu guru kali ini saja"


Mendengar permintaan sang guru,Yas jadi tidak bisa berkata apa-apa.Ia terpaksa duduk kembali ke tempat semula.


Nicta cuek ,ia membenarkan bantal lehernya dan bersiap untuk tidur.


"Belum apa-apa sudah mau tidur"Gumam Yas.


"Masalah ?"balas Nicta,Yas menjeling tapi gadis itu memejamkan matanya dengan santai.


"Awas ngorok...aku lakban mulutmu"


Nicta mencebikkan bibirnya.


Perjalanan di mulai, karena memakan waktu sekitar dua jam . Banyak anak-anak sudah tertidur pulas, termasuk Nicta.Yas pun mulai mengantuk,tapi tetiba Nicta menyandarkan kepalanya ke bahu Yas.Gadis itu berbalik seolah tidur miring,ia melingkarkan tangannya ke tubuh Yas.


"Apa-apaan sih?"Yas mendorong tangan Nicta,tapi tangan itu justru balik lagi memeluk lebih erat.Yas mendorong lagi,Eh balik lagi.Malah langsung menuju ke sel4ngk4n94n dan memegang burung 🐦 yang lagi lemas.


Yas terbelalak, ia seperti tersengat aliran listrik.Tubuhnya berdesir panas, apalagi pegangan tangan itu begitu lembut.Yas menelan saliva, tenggorokannya seperti kering kerontang.


Nicta menghela nafas panjang, hembusan nafas yang menjurus ke telinga pria disampingnya.Hembusan yang mampu meremangkan bulu Roma.


Di tambah lagi belaian lembut kepada si burung 🐦, Otomatis lah bisa dibayangkan bagaimana burung 🐦 itu mulai terjaga.


Nafas yang tenang mulai berat,degup jantung yang awalnya normal sudah tak beraturan.Yas melirik gadis yang nempel ditubuhnya itu.Bibir Nicta tepat berada di bawah bibirnya.Sekali lagi Yas hanya menelan ludah.Ia seperti tersiksa di sauna,AC Bus yang dingin tak mampu menghilangkan panas yang keluar dari tubuhnya.Keringat menetes pelan dari keningnya.Yas mematung dengan kondisi yang menyiksa.


Mata merem, ******* nafas yang teratur tidak membuat sanksi jika Nicta sedang tidur.Tapi tangannya tak mau diam,terus mengelus-elus burung yang sudah menegang sempurna.


Tiba-tiba rasa dingin menjalar diantara kegerahan,Yas membulatkan matanya.Ternyata tangan Nicta justru masuk kedalam cel4n4.


Gadis itu tersenyum entah kenapa ??Apakah dia kedinginan dan mendeteksi aura hangat menjalar.Hingga memaksa masuk mencari kehangatan.


Tempo nafas sudah tidak beraturan,Yas menggelora.Tangannya mencengkram kuat tirai jendela Bus.Namun ia tetap berusaha untuk kuat, perlahan ia menarik tangan Nicta yang berada di area terlarang.Tapi sebuah gerakan yang tak disangka menarik wajahnya hingga kedua bibir menyatu tanpa disengaja.


Kini Yas bisa menghirup udara yang keluar dari pernapasan gadis itu.Wajah Yas menegang,ini adalah ciuman pertamanya.Tubuhnya mengeras seperti patung, Sentuhan bibir lembut itu mampu mengkaku kan semua sendi di dalam tubuhnya.


Tidak berhenti disitu, ternyata Nicta justru ******* bibirnya.Yas semakin panas dingin,ia tidak bisa membedakan.Nicta masih tidur atau sebenarnya pura-pura tidur.


Ia menarik tubuhnya,dan dengan sangat jelas sekali ia melihat bibir Nicta masih bergerak seperti bayi mimik susu.Yas tak mampu mengungkapkan perasaannya saat ini, dadanya bergemuruh hebat.Tak pernah ia merasakan sensasi seperti ini.Meskipun dia dan Nabila pernah dekat,Yas tak pernah macam-macam.Tapi kali ini???Apa yang telah terjadi dengan dirinya.