
AAKH
"Kur4ng 4jar, Bajin9an!!! Ternyata aku telah salah menilai perempuan itu. Aku tidak pernah menyangka bahwa dialah pemegang saham yang sebenarnya, dia memegang data-data Mitra Medical dan hal itu dokter Harun tidak pernah tahu tentang hal ini"Ny.Rindiani begitu geram dan marah.
"Lalu sekarang kita harus gimana ?"tanya Ny Laura.Ny.Rindiani berdiri berkacak pinggang, otaknya benar-benar buntu.
Tetiba Caroline bangkit dan berlari keluar ruangan.Ketiga orang yang lainnya jadi heran melihat sikap Caroline.
"Kenapa dia?"tanya Ny.Rindiani.
"Tak tahu,dari tadi aku lihat dia pucat.Mungkin efek tegang"Jawab Ny.Laura.Ny.Rindiani hanya menghela nafas.Namun tidak dengan Aldo,ia merasa curiga jadi dia keluar untuk mengikuti Caroline.
"Sayang..."panggil Aldo saat Caroline keluar dari toilet.Caroline menoleh...
"Kamu kenapa ??kok pucat gitu?"
Caroline hanya mampu menggeleng,ia masih sakit hati mendengar kenyataan bahwa Aldo akan menikah dengan Riya.Aldo meraih tangan Caroline lalu membawanya ke tempat yang lebih tenang untuk mereka bicara berdua.
"Kamu kenapa sayang ??jangan buat aku khawatir"
"Apa kamu masih perduli sama aku?"tanya Caroline dengan nada ketus.
"Lah iya dong..."
"Tapi kamu mau menikah dengan Riya"Caroline memalingkan wajahnya.
"Sayang...itu keinginan Mama bukan keinginan ku"
"Tapi kamu mau kan?"
"Aku hanya ingin berteman saja tanpa harus menikah sayang,aku hanya ingin menikah dengan kamu"Aldo menggenggam tanganku Caroline dengan penuh keyakinan.
"Bo-ong!"
"Kalau aku bohong ngapain aku masih perduli sama kamu...ayo sekarang ngomong,kamu kenapa ??kamu kaget atau tegang karena masalah tadi?"
Caroline menggeleng pelan.
"Terus kenapa ?"
"Aku takut aku hamil Al..."
"Hamil???"Aldo terbelalak kaget, Caroline mengangguk ragu.
"Kamu sudah test pack?"
Caroline menggeleng
"Tapi aku udah telat 2 Minggu"
"Ya udah ayo kita test dulu ke Dokter yah"Aldo menarik lengan Caroline,namun gadis itu mengeras.Aldo menatap heran
"Gimana kalau aku hamil ?"
"Mangkanya kita test dulu ke Dokter"
"Tapi aku takut menghadapi kenyataan Al"
"Kenapa harus takut?ada aku sayang...kita hadapi sama-sama "
"Mama kamu pasti tidak akan setuju Al..."
"Mungkin tidak kalau sudah yakin kalau kamu hamil"
Caroline tercenung,air matanya mengembun.
"Sudah yuk kita pergi ke Dokter sekarang juga"Paksa Aldo, Caroline mengangguk lemah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Reyhan Datang mengunjungi Uzma , meskipun respon Uzma masih dingin.Tapi dia tidak putus asa.
"Sayang....kamu jangan diem terus dong,,,,"Reyhan menggoda istrinya, keduanya berdiri di balkon kamar yang ditempati oleh Uzma .
Uzma hanya melirik lalu kembali menatap alam lepas.
"Kalau diem terus aku cium nih"Reyhan mencoba mengancam,tapi Uzma tak bergeming.
"Cium aja.. mungkin bisa ingat "
Tiba-tiba Kujang muncul dari balik punggung Reyhan .
"Emang bisa?"tanya Reyhan ragu.
"Tidak ada salahnya mencoba"
"Ah kau juga tidak yakin..."
Uzma menatap heran,ia menatap ke sekeliling.
"Kamu bicara sama siapa ?"tanyanya.Reyhan dan Kujang saling berpandangan.
"Emmm apa kamu tidak mencium sesuatu ?"Reyhan baru ingat jika Uzma memang tidak bisa melihat makhluk sakral. Tapi dia bisa mencium aroma Kujang. Uzma mengendus, menajamkan indra penciumannya.
"Iya...aku mencium sesuatu"
(Di dalam perut,si Baby menunggu penuh harap agar Ibunya bisa mengingat semuanya.Wajah mungilnya mendongak dengan terpangku tangan)
"Yah itu Kujang sayang...kamu sebut dia khodam aku"Reyhan penuh semangat.Tapi Uzma menggeleng...
"Bau kentut...kamu kentut ya?"
Reyhan termangu begitu juga dengan Kujang..
TUUUUUUT
(SiBaby langsung tepar) Ternyata Kujang yang kentut.Reyhan sampai menahan nafas antara kesal tapi ingin tertawa.
UWEEEK UWEKKKK
SiBaby menendang-nendang,ia Kecewa dan gedeg sama Kujang.
"Sorry kau bilang ??ini pasti ajaran Seruni..."Reyhan mengepalkan tangannya.Ia marah dan geram.
"Ok ..aku pergi...bay"
Kujang langsung menghilangkan diri.
Reyhan menghela nafas kesal.Ia menatap Uzma tajam, yang ditatap jadi kikuk sendiri.
Tiba-tiba Reyhan punya rencana,ia menarik tangan Uzma dengan kasar.Lalu mendorongnya ke perbaringan.Dan Reyhan menindih Uzma secara bin4l.
"Mau apa kamu ?"tanya Uzma panik dan juga kesakitan.
"Aku ingin kamu mau menikah dengan ku?Atau???"Reyhan merobek baju istrinya hingga robek.Uzma panik, matanya melotot nanar.
"Tolong jangan apa-apakan...."
Uzma tak dapat melanjutkan kalimatnya,ia merasakan kepalanya berdenyut sakit.Wajahnya meringis kesakitan.Reyhan langsung turun dari atas tubuh istrinya.
"Sayang...kamu nggak apa-apa ?"
Uzma tak merespon,ia merapatkan matanya.Bayangan hitam seperti layar film memenuhi penglihatannya.Uzma mengaduh kesakitan.
"Sayang...tahan ya sayang...aku akan hubungi Steven"
Reyhan baru ingat kalau ia tidak memiliki nomor Dokter Steven,tapi Reyhan tak kehilangan akal.Ia menelfon Seruni .
"Hallo Dek..."
"Iya Kak..."jawab Seruni dari seberang.
"Kamu dimana ?"
"Diluar.."
"Sama Dokter Steven ?"
"He-em..."
"Dek... tolong,Uzma kesakitan...aku bingung harus bagaimana ?"
"Kamu gimana sih kak?Kamu kan Dokter "
"Ah kamu ini...udah cepat kesini "
"Iya-iya..."
(Kenapa?) Terdengar suara Steven bertanya.
"Kak Uzma kesakitan,Kak Reyhan bingung harus gimana ?"Seruni menjawab,dan Reyhan mendengar dari seberang.
(Ya udah cepat bawa ke klinik...kita ketemu disana)
"Kak... cepat bawa ke klinik,kita ketemu disana "Seruni menirukan ucapan Steven.
"Ok!"Reyhan menjawab cepat.Talian pun terputus.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Steven memeriksa keadaan Uzma dengan sepenuhnya.Tak lupa ia memeriksa keadaan si Janin....
(Baby mendekat kan dadanya saat alat pendeteksi jantung menyentuh perut Ibunya)
Steven menganggukkan kepalanya.
"Aku dimana?"pertanyaan Uzma membuat Steven keheranan.
"Kamu ada di klinik ku"jawab Steven.
"Suamiku dimana?"
Steven terdiam sesaat.
"Apa kamu mengingat siapa suamimu?"
"Reyhan... Dokter Reyhan "
Steven tersenyum..
"Bagus lah..."
Steven memberi kode agar suster membantu Uzma untuk turun dari tempat pemeriksaan.
*
*
"Apa??Uzma sudah mengingat semuanya ??"Reyhan begitu tidak percaya.Steven mengangguk yakin.Reyhan segera menerobos masuk ke ruangan pemeriksaan.Seruni saja masih ada riak tak percaya.
"Apa benar Kak Uzma sudah mengingat semuanya ?"tanyanya, Steven mengangguk tanpa menghapus senyumnya.Sejenak senyum Seruni langsung hilang berubah menjadi kemuraman.
"Kenapa ?"tanya Steven...
"Ah nggak apa-apa ?"Seruni berusaha menutupi perasaan yang diam-diam bergemuruh hebat.
Sebuah kelibat langsung mengalihkan perhatian Steven.Ia menautkan kedua alisnya,tanpa mengatakan apa-apa.Ia langsung pergi meninggalkan Seruni .Gadis itu heran,ia pun mengikuti langkah Steven yang panjang dan cepat.
"Stev..."
"Stttt"Steven meletakkan jari telunjuknya ke bibir.Seruni pun mengikuti arahan,ia pun diam.
"Gimana Al...aku benar-benar hamil"suara Caroline diikuti isak tangis dan kecemasan.
"Tenang Car... jangan menangis terus...malu dilihat orang...Ayo kita bicarakan ini di Mobil"
Caroline pun mengangguk setuju,Aldo merangkul bahu Caroline lalu digiringnya keluar dari klinik.
Seruni menakup mulutnya dengan mata yang membulat sempurna.Ia beradu pandang dengan Steven yang juga tak kalah kaget.