SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 138



"PAPAAAA...PAPAAAA"Nicta menjerit sekuat tenaga memanggil Ayahnya yang tengah berdiri diantara kerumunan para Zombie.Tatapan tua itu kosong..


Yas memeluk Nicta agar istrinya jauh lebih tenang.


"Papaaa ..Papaa...kenapa kamu tega ninggalin Papa Yas?kenapa??"Rintih Nicta sendu.


"Keadaan sangat berbahaya sayang...bukan aku tak mau membawa beliau...Kamu lihat sendiri tadi kan??mereka Zombie,bukan manusia biasa yang sedang terhipnotis"


"Dan Papa berada di sana,bersama mereka "


"Setidaknya kita tahu kalau beliau baik-baik saja"


Nicta masih sesenggukan dalam tangisannya.


*


"HUFFFF buset ... ternyata mereka banyak sekali,dan mereka tidak bisa mati"Reyhan menoleh ke belakang,para Zombie itu terlihat berjalan masuk kembali ke dalam.


"Aku pikir mereka hanya manusia yang terhipnotis... terimakasih Bro...karena sudah memberi ku senjata"


Reyhan menepuk pundak bodyguard yang melemparkan senjata ke arahnya.Bodyguard itu mengangguk kaku.


Kedatangan tiga mobil mewah yang membawa Nicta,Yas dan Reyhan disambut oleh Seruni , Steven,Uzma dan Putri.Mereka tak sabar ingin tahu bagaimana hasilnya.


"Yas gimana ??"


Melihat Nicta lemes dan masih menangis,Seruni sepertinya bisa menebak apa yang terjadi.


"Mas..."Uzma memperhatikan keadaan suaminya yang sedikit kacau.


"Gila... mereka banyak banget dan susah mati"ucap Reyhan .


"Kok mau dibunuh sih Kak?bukannya kita mau menyadarkan mereka "Timpal Seruni .


"Mereka jadi Zombie,Untung Yas membawa Bodyguard nya kalau tidak kalian sudah tahlilan malam ini"


"Mas..kok ngomong gitu sih "Uzma tidak suka suaminya bicara seperti itu.


""Beneran sayang,mereka Zombie pembunuh..Dan herannya mereka tidak keluar pagar, sepertinya mereka memang dibuat untuk menjaga rumah itu"


"Karena rumah itu sudah menjadi sarang Kunyang..."Yas membuka suara.


"Yang sabar ya Nicta "Seruni mengusap punggung Nicta dengan hangat.


"Apa Papa bisa diselamatkan Tante?"


Semua saling berpandangan mendengar pertanyaan Nicta.Reyhan meraih tangan dingin Nicta lalu digenggamnya hangat.


"Kau yang sabar yah...kami akan berusaha untuk menolong Papa kamu sebisa mungkin.Tapi...jika terlambat,kami minta maaf.Semua sudah digariskan oleh yang di atas"


"Om janji...akan menjadi Papa yg baik untuk kamu,kami akan melindungi mu sebaik mungkin"


"Iya Nicta... mulai sekarang,kamu adalah bagian dari kami.Jadi jangan menganggap kami orang lain.Kita..adalah keluarga "Seruni merangkul Nicta penuh kasih.Semua berkumpul dan memeluk Nicta beramai-ramai.Hati Nicta tersentuh,ia meneteskan air mata haru.


"Yas...bawa istri mu ke kamar untuk istirahat.Jangan tinggal kan dia...dia sangat membutuhkan kamu sekarang "Tambah Reyhan ,Yas mengangguk.Ia pun menggiring Nicta masuk ke dalam.


*


Nicta tidak bisa melewati malam dengan nyaman, bayangan mengerikan yang tidak sengaja ia lihat tadi menari-nari di pelupuk matanya.


Yas dengan sabar menemani,ia terus memeluk istrinya di peraduan.Tubuh Nicta menggigil,ia meracau memanggil Papanya tak henti -henti.


Kerap kali Yas mencium kening gadis itu agar tenang,tapi tiada hasil.Nicta begitu tertekan.Tak ada yang melihat pemandangan mengerikan itu selain dirinya.


"NICTAAAAAA......"


"Ada apa sayang ???"


"Ada yang memanggil ku"


Nicta turun dari tempat tidur,ia berlari membuka jendela.Yas mengikuti,tidak ia biarkan gadisnya sendiri.


Dengan sangat jelas sekali Nicta melihat Valo berdiri di tepi Balkon kamar yang ditempati Nicta.


"Kak Valo??"


Nicta ingin mendekat tapi tangannya ditahan oleh Yas.


"Yas itu Kak Valo..."


Yas menggeleng perlahan..


"Dia bukan manusia"


"hah??Apa maksud mu??"Nicta menoleh lagi,ia memperhatikan Valo dari atas ke bawah.


"Ya..Nic..aku sudah mati..aku dimakan oleh mereka hidup-hidup..saat sebelum kau datang..."


Nicta membulat kan matanya,ia sungguh tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Ja-ja-jadi... Ta-ta-tadi.... i--i--tu K-kak Valo"Gemetar seluruh tubuh Nicta mengetahui siapa yang telah disantap oleh para Zombie itu.


"Iya...aku datang ingin menemui Papa,karena ia tidak hadir dalam pertemuan penting di kantor.Saat aku masuk,aku tidak bisa berkata apa-apa melihat apa yang terjadi di dalam rumah itu.Aku tidak sempat lari,mereka langsung memakan ku hidup-hidup.Termasuk Papa"


Nicta menakup mulutnya, ia tidak tahan mendengar semua itu.Tungkai kakinya lemas, hampir saja ia roboh kalau tidak ditangkap dengan sigap oleh Yas.


"Papa sudah berubah Nic..dia menjadi Zombie...kau harus berhati-hati...Mereka mengincar mu..Tadi Ratu mereka datang,dan Roh ku masih disana.Mereka marah karena gagal menangkap mu..Aku bersyukur kau selamat"


Nicta sesenggukan menangis sejadi-jadinya.Ia meraung-raung dalam pelukan Yas.


"Aku pergi dulu... ingat kau harus hati-hati...jika sampai kamu tertangkap, arwah Papa pasti akan sedih...Yas...tolong jaga Nicta...hanya kamu sekarang yang bisa membantu nya"


Yas mengangguk pelan.


"Jaga diri Nic...."


Valo melayang menjauh...ia lenyap dalam gelapnya malam.


"KAK VALOOO...JANGAN TINGGAL KAN NICTA KAK...NICTA SENDIRI AN..."Nicta meratap pilu..ia tidak menyangka semua keluarganya satu persatu meninggalkan nya.Kini benar-benar hanya Yas yang dia miliki untuk tempatnya bersandar.


Yas memeluk Nicta dengan erat,ia bisa merasakan bagaimana pedih dan sakitnya hati gadis itu.Gejolak dalam dada membara siap membakar mereka yang menciptakan huru-hara.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Matahari mulai menyingsing di ufuk timur,Nicta sudah terlelap dengan mata sedikit bengkak.Ia kecapean menangis dan tidur tanpa sadar.


Yas bersiap-siap ke sekolah,ia berpesan kepada keluarganya untuk menjaga Nicta .Jangan ijinkan gadis itu pergi dari rumah,karena akan sangat berbahaya.


Yas mengendarai sepeda motornya dengan laju yang cukup kencang,ia ingin segera sampai ke sekolah untuk menemui Ayu.


Ayu yang tengah duduk di dalam kelas bersama teman-temannya sambil minum susu fermentasi, Terkejut melihat Yas datang dan langsung menarik kerah bajunya serta Mengangkat nya ke atas.


"Yas...Yas apa yang kamu lakukan ??"Teman-teman Ayu mulai panik,Yas tak menjawab ia mendorong Ayu hingga terlempar menghantam dinding.Salah satu teman Ayu berinisiatif untuk melapor,tapi belum sempat ia mencapai pintu.Dengan kekuatannya Yas menutup pintu rapat-rapat tanpa menyentuh.


"Tidak ada yang boleh keluar dari kelas ini,kalian akan menyaksikan bagaimana Ayu menjadi diri nya sendiri"gertak Yas penuh Amarah.


Ayu yang terjelopoh di lantai auto panik mendengar ucapan Yas.Ia berusaha bangkit tapi tiba-tiba sesuatu benda mencekik lehernya.Membuat tubuhnya melayang ke udara.


"Kau berhasil membuat ku marah Ayu... sekarang rasakan akibatnya...Akan ku buat kau berubah menjadi Kunyang tanpa menunggu malam tiba.Dan akan ku pastikan Kau pulang ke pangkuan Ibumu tanpa nyawa"