
Ketiga anak muda itu saling berpandangan.
"Saya akan segera menikahi Seruni Pak"Roy mendahului menjawab pernyataan Pak Salam.Gadis yang berada di tengah-tengah dua pria itu terhenyak kaget.
"Jangan direstui Pak,dia sudah beristri.Saya akan menikahi Seruni Pak.Secepatnya saya akan bawa kedua orang tua saya kesini"Timpal Leo tidak mau kalah.
"Saya akan segera menceraikan Sherly"Ucap Roy tegas.
"Tapi kan belum cerai,kalau ternyata hanya isapan jempol gimana?"Leo balik mematahkan ucapan Roy.Pria itu menatap Leo tajam,seperti ingin membunuhnya saja.
Leo tersenyum ketus,senyuman dari sebuah perlawanan.
"Sudah..sudah.. sudah..Jangan berdebat lagi"Seruni menengahi pertikaian dua pria disisi kanan kiri.Ia menghampiri Pak Salam lalu beralih ke sisinya.
"Aku akan bicarakan ini dengan Bapak,Bapak juga berhak menilai,ayo Pak...masuk ke dalam"Seruni menautkan tangannya ke lengan si Bapak.Pak Salam mengangguk,beliau bangkit dan masuk kembali ke dalam.
Leo dan Roy saling bertatapan dengan tajam,keduanya kini seperti berperang dalam pikirannya masing-masing.
Tak lama Seruni keluar lagi,ia menutup rapat-rapat pintu dibalik punggungnya.
"Tuan muda,tolong pulanglah"Pinta Seruni lembut.
"Tapi aku tidak akan membiarkan dia bersama mu"Bantah Roy.
"Tuan,maafkan saya jika saya harus mengatakan ini.Anda tidak punya hak mengatur saya harus dengan siapa?Leo sekarang sudah punya ikatan dengan saya,saya harap Tuan bisa menerima keputusan saya"
Roy melirik tajam pria disebelahnya,Leo tersenyum penuh kemenangan.
"Kenapa kamu tidak bisa menilai siapa yang baik untukmu Seruni?Lelaki ini sudah kasar sama Kamu!"Roy menuding tepat didepan batang hidung Leo.
"Iya saya tahu Tuan,biarkan kami menyelesaikan masalah kami berdua.Tuan silahkan pulang"Dengan nada halus Seruni mengusir Roy.Pria itu terenyuh mendapat perlakuan seperti ini dari Seruni.Tidak disangka kini ia dianggap bukan siapa-siapa lagi.Dengan rasa sakit yang tertahan,Roy berpaling lalu pergi tanpa pamit.
Leo tersenyum penuh kemenangan, ia berdiri dengan angkuh menatap kepergian saingannya sampai lenyap diujung jalan.
"Jangan senang dulu,urusan kita belum selesai"Seruni melipat tangannya di dada.Leo menoleh dengan ragu.Wajahnya bergidik ngeri melihat sorot mata Seruni yang tajam.
"Kita putus!!"
Leo terbelalak tak percaya
"A-apa??putus??"
"Kurang jelas?"Nada bicara Seruni sangat berbeda dengan sebelumnya.
"Sayang jangan dong aku minta maaf"Leo menyatukan telapak tangannya seraya menggesek-gesekkan dengan tampang memelas.
"Aku kecewa sama kamu"usai berkata begitu,Seruni melengos masuk ke dalam kostnya.Leo mengejar,tapi gadis itu membanting pintu tepat di depan hidungnya.
Tok tok tok tok
"Sayang maafin aku,aku nggak mau putus"Rengek Leo dari luar.
"Bapak tidur jangan berisik"Seru Seruni dari dalam.Leo terpaksa diam,ia bersandar ke daun pintu merosot perlahan ke lantai.
"Aku akan diam disini sayang, sampai kamu mau maafin aku"Bisik Leo lirih.
Seruni yang berdiri di sisi lain mendengar keluh kesah Leo.Namun ia harus tegas agar Leo tidak semena-mena lagi dengannya.
Pak Salam hanya menatap diam putrinya yang berdiri di ambang pintu.Ia geleng-geleng kepala Sebelum menarik selimut untuk tidur.
...----------------...
"Eh sayang"Sherly bingkas bangun dan merapikan sedikit ujung bajunya"Kamu sudah pulang?"Wajah Sherly menampakkan kegelisahan.Begitu juga dengan laki-laki itu.Ia jadi salah tingkah mendapatkan tatapan tajam dari suami Sherly.
"Emmm dia supir pribadi ku sekarang,Papa yang mau aku ada yang jaga jika aku mau ke mana-mana.Karena Papa khawatir dengan kehamilan ku"Sherly menjelaskan tanpa mendengar sebarang pertanyaan dari suaminya.
"Jadi Papa tahu kalau itu anakmu dari dia?bukan dari aku?"Tukas Roy datar.
Sherly terperangah mendengar kalimat itu,ia mengejar suaminya saat suaminya melangkah masuk ke dalam setelah mengucapkan kalimat yang tak terduga.
"Sayang tunggu sayang"Sherly menghadang langkah Roy tepat di undakan tangga.
"Ada apa?"Tanya Roy sengit.
"Aku mohon tolong jangan bilang sama siapa-siapa termasuk Papa"Pinta Sherly dengan menyatukan dua telapak tangannya.Wajahnya dibuat sedih mengharapkan welas asih.
"Kita akan bagi dua harta warisan yang aku dapatkan,aku janji"Sherly terus membujuk.
"Aku tidak mau ikut campur urusan mu,dan kamu jangan pernah ikut campur urusanku.Tolong minggir"Roy mendorong tubuh Sherly hingga memberinya ruang untuknya naik ke atas.
Sherly menatap sendu punggung suaminya,ia merasakan perih di relung hatinya.Rafa menghampiri Sherly lalu merangkulnya.
"Biarkan saja sayang,toh dia tidak mau ikut campur urusan kita.Tidak usah memberikan bagian apapun kepada pria impoten itu"Rafa berusaha memprovokasi Sherly,karena pria itu berniat menguasai semuanya.
Sherly mengangguk setuju dengan ucapan Rafa,ia membalas rangkulan kekasihnya dengan melingkarkan tangannya di pinggang Rafa.
"Yuk ke kamar"Ajak Rafa.Sherly mengangguk lagi,keduanya saling berangkulan melangkah ke kamar yang disediakan untuk tempat Rafa tidur.Cukup mewah untuk seorang supir pribadi seperti Rafa.
___
Leo tetap duduk melantai di ambang pintu.Ia sempat beberapa kali terlelap hingga kepalanya hampir jatuh.Seruni yang mengintip dari terali jendela jadi merasa tak tega.Apalagi hari sudah mulai gelap.
Perlahan Seruni membuka daun pintu, sehingga membuat Leo hampir terjungkal ke belakang.
"Eh sayang"Leo gelagapan bangun dari duduknya dengan mata masih mengantuk.
"Cepat pulang,atau aku teriakin maling"Ancam gadis itu.
"Ja-jangan dong sayang ,masak ganteng-ganteng jadi maling"Leo jadi sedikit khawatir dengan ancaman Seruni.
"Ya udah sana pulang!!"Ucap Seruni tegas,meskipun dalam hatinya tak tega tapi ia tidak menampakkannya.
"Aku minta maaf"Leo menunduk,wajahnya terlihat gurat penyesalan.
"Untuk apa minta maaf kalau perintah ku saja kamu abaikan"Timpal Seruni.
"Ok aku akan pulang,nanti aku akan datang ke sini lagi dengan orang tuaku"
"Mau apa?"
"Mau ngelamar kamu lah"
Seruni memalingkan wajahnya menutupi senyuman tipis yang tergurat.
"Terserah!!"Jawab Seruni kemudian setelah mampu menyusutkan senyumnya.Leo tersenyum senang.
"Ok!!Aku pulang dulu ya"Pamit pria itu penuh semangat.Seruni tak bergeming,namun hatinya berbunga-bunga.
Leo melambaikan tangannya sebelum ia masuk ke dalam mobil.Seruni tanpa sadar membalas lambaian tangan pria itu.
Leo jadi bersemangat lagi,ia berjanji takkan mau membuat kesalahan untuk kedua kalinya kepada Seruni.Ia akan menjaga Seruni sebaik-baiknya penjagaan.Dan ia juga akan menjaga hati Seruni agar tidak cemburu lagi padanya.Karena kecemburuan gadis Itulah yang membuat hatinya galau berat.