
"Terus?? gimana ni??"
"Ya udah kamu pulang aja,selama temanmu tidak bersamamu.Kamu akan aman"ucap Yas meyakinkan.
"Tapi???kamu nggak bakalan ngapa-ngapain dia kan??"Nicta terlihat meragukan pria dihadapannya itu.Yas menautkan alisnya.
"Kau pikir aku penjahat kelamin ??"
"Ya bukan gitu,aku kan takut Eny kenapa-napa"
Yas melengos...
"Emmm Yas..."
Yas tak menoleh,ia terlihat marah.
"Aku boleh nanya sesuatu nggak ?"
Yas tetap tak bergeming..
"Emmm kenapa sih, disekolah kamu kayak nggak kenal aku?"
Yas mengernyitkan keningnya.
"Emang kita kenal?"
Nicta sontak terperangah..
"Sombong banget sih kamu"
Yas tersenyum kecut..
"Aku tahu nama kamu aja pas kamu memperkenalkan diri.Kamu juga kan??"
"Tapi kita udah berapa kali ketemu loh,malah karena kata-kata bijak kamu aku bisa melanjutkan sekolah lagi.Aku kembali ke rumah Papa dan melawan Tante Tamara "
"Bagus dong..."
"Tapi kamu yang jahat sama aku sekarang "
"Terus??aku harus gimana ?Hay ...kamu masih ingat nggak ??gitu"Yas melambai berlagak seperti seorang perempuan.
"Ternyata kamu memang orang yang kejam ya?"
Nicta berlari keluar tanpa pamit,ia diikuti oleh supir pribadinya.Yas diam tak mencegah ataupun menyusul.Entahlah...jika masalah hati,Yas langsung tak berperasaan.
*
"Jahat!!jahat!jahat!!"Nicta memukul tas yang dipangkunya.Ia benar-benar geram dengan sikap Yas yang seperti itu.
"Kenapa sok ikut campur urusan orang kalau ternyata malah aku diperlakukan seperti ini?"Nicta menggerutu dengan wajah yang hampir mengembang.
"Jadi Nona kembali ke Rumah karena nasehat dari anak muda itu"Timpal pak Supir yang sesekali melihat dari kaca spion yang berada di atas kepalanya.
"Tahu ah...malas banget ngebahas cowok belagu seperti dia"Ketus Nicta kesal sekali.
"Kalau menurut penilaian saya Non,anak itu sebenarnya baik.Suka menolong orang,tapi kalau masalah hati dia dingin seperti bongkahan es"
"Sok tahu kamu!"Sungut Nicta.
"Nggak percaya,coba aja buktikan.Tapi sekali dia jatuh cinta,dia akan setia sampai mati"
"Benarkah Pak?"
Pak supir mengangguk yakin , menjawab keraguan anak majikannya.Nicta memainkan pikirannya untuk menilai orang seperti Yas.
"Apakah dia bisa jatuh cinta padaku??ah tidak tidak ... apa-apaan sih otak aku ini"
Nicta memukul kepalanya sendiri.Supirnya hanya geleng-geleng kepala saja.
*
Yas keluar rumah, memperhatikan bayangan hitam itu yang masih saja menguntitnya.Ia pun memutuskan untuk menghampiri.
"Hey!!"seru Yas, bayangan hitam itu menatap Yas heran.Ia melihat kebelakang punggungnya,mungkin anak itu sedang menyapa sebangsa nya.Tapi tidak ada siapapun disana.
"Aku memanggil mu,emang ada siapa lagi disini ?"sambung Yas dengan tangan terpacak di pinggang.Karena bayangan hitam itu tinggi besar,Yas mendongakkan kepalanya.
"Kau bisa melihat ku?"si Bayangan hitam masih tak percaya.Yas menelengkan kepalanya.
"Hah???serius kamu bisa melihat ku??"
"Kenapa kamu ingin membunuh gadis itu ??"
"Aduh manusia,,,jangan ikut campur deh"
"Kita beda alam, kalau kamu mengusik alam kami,ya aku harus turun tangan "
"Bukan masalah aku mengusik duniamu,atau dunia kalian.Tapi kalianlah para manusia yang mengundang kami datang"
"Orang tua gadis itu lah"
"Kenapa mereka mengundang mu?"
"Mereka tidak mau hidup sengsara,malas bekerja tapi cita-cita ingin kaya.Hidup foya-foya, bermanja-manja dan ingin dihormati dunia.Jadi mereka mengambil jalan yang cepat dan ringkas, PESUGIHAN!!"
"Lalu mereka sekarang menumbalkan anak mereka?"
"Itu sudah seharusnya, aku sudah menyanggupi permintaan mereka.Jadi mereka harus membayarnya "
"Tapi kamu menipu mereka "
Bayangan hitam itu mengernyitkan keningnya.
"Menipu??Aku sama sekali tidak menipu"
"Bagaimana kamu bisa memberikan mereka harta benda?sedangkan kamu sendiri tidak punya untuk membeli baju.Lihatlah dirimu itu,hanya pakai kain kotor untuk menutupi ************ mu"
Bayangan hitam itu melihat tubuhnya sendiri.
"Hehehehe kau benar"
"Sekarang aku tanya? bagaimana caranya perjanjian itu selesai ?Aku tidak ingin gadis itu mati karena keegoisan orang tuanya "
"Tidak bisa selesai, karena perjanjian itu sudah terikat oleh darah,kecuali pasangan suami istri itu mati"
Yas terpegun, berarti gadis ini harus menjadi yatim piatu jika ingin hidup.
"Terserah kau lah, yang jelas.Gadis itu ada dalam perlindungan ku"
"Hahahahahaha"bayangan hitam itu justru tertawa lepas,ia menilai ucapan Yas adalah sebuah guyonan semata.
"Kau mabuk?"
Yas tak merespon.
"Manusia seperti mu mau melindungi gadis itu ??"Bayangan hitam itu mencemooh.
"Aku belum berbuat apa-apa,tapi kamu sudah tidak bisa masuk melewati garis itu"
Bayangan hitam itu melihat ke bawah,
"Hemmmm yah aku akui penangkal mu manjur juga.Tapi sampai kapan kamu akan menyimpan gadis itu dalam rumah mu?"
"Sebentar lagi dia juga akan keluar,dan kamu tidak akan bisa berbuat apa-apa "
"Ohya??? Hemm "bayangan hitam tersebut melipat tangan di dada.
Rupanya benar,Eny sudah tersadar dari pingsannya.Ia heran,ada dimana dirinya sekarang ?-Eny bangkit,ia masih merasa cenat-cenut di kepalanya.Tapi ia merasa was-was jika berada di tempat yang sama sekali tidak ia kenali.Perlahan ia berjalan dengan berpegangan ke dinding, keluar dari rumah asing tersebut.Daun pintu yang terbuka lebar memudahkannya untuk keluar.
"He...wah... pucuk dicinta ulam pun tiba"Seru bayangan hitam itu kegirangan melihat mangsanya Keluar.Yas menoleh,ia membiarkan saja Eny menghampiri.
"Maaf saya ada dimana ya?"tanya Eny kepada pria yang ia jumpai yaitu Yas.
"Dirumah ku"
Eny mengernyitkan keningnya.
"Dirumah anda?Anda siapa?"
"Orang yang menolong mu,aku temukan kamu pingsan di jalan"
"Oh ya ???emmm terimakasih ya... kelihatannya kita seumuran "
Yas hanya tersenyum.Bayangan itu meniupkan udara ke arah Eny agar Eny beranjak untuk pulang.Namun yang mengangkat tangan kanannya guna menahan tiupan sihir itu.
Bayangan hitam tersebut kaget,ia tak percaya jika manusia yang ada dibawahnya itu bisa menahan tiupan sihirnya.
"Kau siapa?"seru bayangan hitam itu yang pastinya tak ditanggapi oleh Yas.
"Emmm saya boleh pulang kan?"Eny agak ragu untuk meminta diri, bayangan hitam itu tertawa ngakak.Ia mencemooh Yas yang sudah susah-susah menahan tiupan sihirnya tapi gadis itu malah tetap minta diri untuk pulang.
"Silahkan...tapi kamu kesana naik apa?"
"Emmm saya akan order taxi online"
"Ok... silahkan order dulu"
Bayangan hitam itu keheranan,Karena Yas sama sekali tidak mencegah gadis itu pergi.
Tak beberapa lama kemudian,taxi online pesanan Eny sudah datang.Eny pamit. Begitu sopan, Apalagi pria yang menolongnya cukup tampan.Yas mengantar sampai pintu gerbang.
Bayangan hitam itu mencibir ke arah Yas,lalu dengan semangat hendak mengikuti mobil yang ditumpangi oleh Eny.Kali ini dia tidak akan membuang-buang waktu lagi.Ia akan segera membunuh mangsanya secepat yang ia bisa.AKAN TETAPI ??
"Eh???"
Yas tersenyum melihat kepanikan si Bayangan hitam.