
"Baiklah...aku ingin bicara dengan Luna"seru Tito yang otomatis menghentikan langkah Seruni .
"Dimana kita bisa bicara dengan leluasa"Sambung Tito.
"Di belakang kampus aja"Anggi memberikan usulan.
"Iya...disana kan ada kelas terbengkalai"Tambah Rasti.
"Ok...kita kesana"Seruni setuju.
"Ayo...biar aku yang gendong Yas"Anggi menawarkan diri,Seruni pun mengijinkan.
Setibanya di kelas terbengkalai yang dimaksud,Seruni melakukan ritual pemanggilan arwah.Tidak butuh waktu lama , karena arwah Luna sememangnya berada disekitar sana.
"To...Luna sudah datang"ucap Seruni ketika ia baru saja membuka matanya.Tito memperhatikan ke sekeliling,
"Dimana dia?"tanya Tito.
"Dibelakang mu"
Tito berpaling,kosong!!!Ia tidak menemukan apa-apa.Tapi ia merasakan tengkuk nya dingin meremang.
"Run...tanyakan pada Luna,kenapa dia meninggal kan aku?Apa alasannya ??Jika memang aku melakukan kesalahan, setidaknya bicaralah.Jangan meninggalkan aku begitu saja...Bukankah dia sudah berjanji,akan melahirkan anak-anak ku dan menjaganya dengan baik.Tapi.....Tapi kenapa,dia justru pergi bersama anak kami?"
Arwah Luna menangis pilu,ia menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.
"Aku....aku tidak meninggalkan mu To...Aku dibunuh"
Seruni terperangah mendengar jawaban arwah Luna.Ia terpegun beberapa saat.
"Run... kenapa diam?apa jawaban nya?"Hardik Tito tak sabar.Seruni tidak langsung menjawab, ia mengambil jeda waktu untuk menjelaskan semuanya.
"Lu-Luna tidak meninggalkan mu"
"Apa maksud mu Run?dengan dia pergi tanpa memberi tahu kemana-apa itu bukan meninggalkan ??Kau tahu bagaimana aku bingung mencari dia kemana-mana ?Sampai aku pergi ke Semarang hanya untuk mencari dia Run..Tapi yang ku temukan adalah kepanikan keluarga nya karena aku mencari nya.Dan sekarang aku mendengar dari mu bahwa dia sudah meninggal,,apa itu tidak keterlaluan ??"
"To... sabar..."Rasti mengelus punggung Tito.
"Bagaimana bisa aku sabar Ras??kamu tahu kan apa yang terjadi padaku?"'Tito tidak bisa mengendalikan emosi,ia mengesat air mata yang mengalir tak terkendali.
"To...Luna juga sakit,dia menangis di belakang mu"
Tito menutup wajahnya, punggungnya berguncang.Rasti dengan lembut terus mengusap punggung sahabatnya itu.
"Run..."Tito mengangkat wajahnya "Tolong tanyakan padanya, kenapa dia meninggal ?Apa yang terjadi sebenarnya ?"
Seruni bergulir menatap Arwah Luna yang juga menatapnya.
"Hari itu, Dimana Tito pamit untuk pergi ke kampus.Ada dua pria mendatangi ku,Mereka membawa pesan dari Ibu Tito bahwa aku diundang untuk sarapan pagi bersama.Itu kedengarannya sangat aneh,karena saat itu waktu sarapan sudah lewat.Dan aku tahu Tito punya kebiasaan untuk tidak melewati waktu sarapan pagi"
"Tapi demi menghormati beliau,aku pun menyanggupi.Namun saat aku sudah berada di dalam mobil yang akan membawa ku,mendadak aku sangat mengantuk setelah menghidu minyak kayu putih yang ku minta.Karena aku sangat tidak bisa jika menaiki mobil yang ber-AC"
"Bangun-bangun aku sudah berada di suatu ruangan yang sama sekali tidak aku kenal.Saat itu ada seorang wanita separuh baya yang tengah mengurut perutku.Sangat sakit sekali rasanya.Aku berontak,tapi kedua tangan dan kakiku terikat ke setiap sisi tempat tidur"
"Aku mengerang kesakitan saat wanita itu menekan dengan kuat perutku.Sampai aku merasa ada sesuatu yang hangat mengalir keluar.Wanita itu terlihat tersenyum puas,Ia terus saja menekan bagian bawah perut ku tanpa ampun.Hingga aku lemas dan kehilangan kesadaran "
"Saat aku terjaga,aku merasa ada ditempat yang sangat dingin.Rupanya aku sedang dikubur hidup-hidup oleh mereka.Aku memohon ampun dan meminta belas kasihan dari mereka.Agar membiarkan aku tetap hidup.Tapi mereka bukanlah manusia, dengan kejamnya mereka terus mengubur ku hidup-hidup sampai aku meregang nyawa "
Tito mencengkram kuat telapak tangannya.Ia marah dan emosi mendengar semua yang diucapkan oleh Seruni dengan menirukan setiap kalimat arwah Luna.
Tiba-tiba Tito bangkit...
"Mau kemana kamu To ?"Sergah Rasti cepat.
"Kenapa kamu langsung berasumsi bahwa Ibumu tahu mengenai hal ini ?"tukas Seruni .
"Kamu lupa Luna bilang apa barusan ?Dia bilang diundang oleh Ibuku,jadi pasti dua orang itu antek-antek Ibuku"jawab Tito.
Seruni dan kedua sahabat saling berpandangan.Mereka tidak bisa mencegah kepergian Tito yang terlihat menahan amarah.
*
*
"Kok lama sekali Dek?"Tanya Reyhan begitu Seruni masuk ke dalam mobilnya.
"Ada sedikit masalah tadi Kak...Kak boleh tidak antarkan aku ke Rumah temanku"pinta Seruni .
"Siapa?"
"Tito..."
"Mau ngapain ???"
"Nanti Kakak juga tahu kok,nah itu Anggi dan Rasti sudah keluar.Kita ikuti dia"pinta Seruni .
Meskipun masih penasaran,tapi Reyhan nurut aja dengan permintaan adiknya.
Anggi dan Rasti membawa mobilnya dengan laju yang cepat.Mereka takut sampai Tito melakukan hal yang tidak diinginkan.
Baru saja sampai di depan pintu gerbang ,Anggi dan Rasti buru-buru keluar dan berlari kecil.Seruni juga ikut menyusul dan meminta Kakaknya untuk di mobil saja menjaga Yas.
Ketiga sahabat itu masuk ke dalam rumah berlantai dua itu tanpa salam.
"Bu ....tolong jangan bohong.Ibu pasti tahu dimana mayat Luna sekarang"sergah Tito kepada sang Ibu yang terlihat santai menyulam kain.Saat itu Seruni dan yang lainnya baru saja masuk ke dalam karena pintu dalam keadaan terbuka.
"Kenapa Ibu harus tahu tentang perempuan itu ?"Ibu Tito balik bertanya.
"Ibu hentikan semua ini!! Arwah Luna sudah cerita semuanya kepada Tito.Bahwa dia dikubur hidup-hidup oleh anak buah Ibu"
Ibu Tito tak menanggapi,ia melanjutkan sulamannya.
"Tante...katakan saja dimana mayat Luna dikubur.Agar kami bisa mengubur nya dengan layak"Sambung Seruni ,Tito menoleh.Ia baru saja menyadari kehadiran teman-temannya yang lain.
Ibu Tito menghela nafas panjang lalu meletakkan alat sulamannya di atas meja.
"Kalian sudah berani memfitnah ku"
"Kami tidak fitnah ,Tante...Tapi semua ini atas petunjuk dari Luna"Bantah Seruni.
"Jika Luna mati?Apa dia bisa hidup lagi? sehingga bisa mengatakan monolog kalian terhadap ku"
"Apa Tante tidak percaya hantu?"Tanya Seruni .Sontak Ibu Tito tertawa lepas.
"Kalian semua ternyata sudah mempengaruhi Tito"
"Kami tidak mempengaruhi dia"bantah Anggi.
"Bu... tolong hentikan, lebih baik Ibu jujur saja.Dimana mayat Luna berada ?"Tambah Tito.
"Kenapa kamu tidak tanyakan saja pada hantu wanita itu?Kenapa harus bertanya kepada Ibu?Ibu saja bingung harus jawab apa"
PRANG
Sebuah figura jatuh dan pecah berkecai , mengagetkan semuanya.Ibu Tito heran,kenapa figura itu bisa jatuh?.Padahal letaknya sangat tinggi dan susah tergapai.