SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 139



Dengan amarah yang sudah tak terbendung,Yas menggunakan dua tangan nya untuk melepaskan kekuatan dua Jimat milik nya.


Ayu tersengal-sengal,ia tak berdaya untuk melepaskan jeratan tak kasat mata dileher nya.Teman-teman Ayu kebingungan, mereka tidak tahu harus berbuat apa.Sudah serak suara mereka karena minta tolong,tapi tak ada siapapun yang datang.


Yas menggerakkan kedua tangannya ke arah yang berlawanan.Antara menarik ke atas dan ke bawah.


THARRR!!


Suara petir menyambar, mendung hitam menutupi langit cerah.Kepanikan Terasa bertambah.


CRASSSSSS


Terdapat retakan di leher Ayu yang memisahkan kepala dengan badannya.Anehnya lagi kepala yang terpenggal turut mengangkat bagian organ dalamnya.


AAAAAAAAAAKKKKK


Teman-teman Ayu menjerit histeris lalu pingsan.Kepala Ayu terbang mengelilingi ruang kelas.


HIIIIIIIIIIII


HIIIIIIIIIII


Yas mengeluarkan belati bermata dua,itu adalah belati warisan dari Nabila.Rumah pasangan Kujang.Ia melompat ke atas tubuh Ayu yang sudah tak berjiwa.Yas menusuk tubuh itu bertubi-tubi dengan penuh emosi.


Kepala Ayu yang terbang berputar-putar tinggi mulai melemah.Ia semakin rendah dan rendah hingga kepala itu tergeletak di lantai.


Yas bangkit,ia mendekati kepala Ayu dan mengeluarkan kain hitam yang sudah ia persiapkan.


"Ibuku akan membunuh Nicta...Ibuku akan membunuh Nicta"Itulah kalimat yang diucapkan Ayu sebelum kepalanya dibungkus dengan kain hitam.


"Dan aku akan membunuhnya"gumam Yas,sorot matanya memancarkan kemarahan yang tak terpadamkan.


*


THAR!!!


Suara petir mengagetkan, hingga tak sengaja Ibu Ayu menjatuhkan cangkir yang dipegang nya.Mendadak perasaan Ibu Ayu jadi tak tenang.Ia sangat mengkhawatirkan putri satu-satunya.


"Apa yang terjadi dengan Ayu??kenapa perasaanku tak nyaman??Ini bukan perasaan biasa... jangan-jangan....Ah tidak..itu tidak mungkin.Aku yakin dengan kemampuan Ayu"


*


Yas mengusap wajah teman-teman Ayu,ia membuat mereka melupakan kejadian yang baru saja mereka lihat.Tak lupa Yas menyibak tirai gaib yang menutup seluruh ruang kelas, lalu ia melompat keluar melalui jendela menuju ke belakang sekolah.Ia berlari memutar mengitari area sekolah,karena ia khawatir ada yang melihatnya membawa Kepala dan Badan Ayu secara terpisah.


Reyhan yang baru saja hendak pergi, menahan langkahnya melihat Yas kembali.Ada sesuatu yang Yas bonceng di belakang tubuh nya.


"Yas...kenapa pulang ??kamu nggak sekolah"


"Nggak Pa"Sambil menjawab Yas memanggul tubuh Ayu tanpa kepala yang terbalut kain hitam.Dan kepala Ayu di tengtengnya di tangan kiri.


"Apa itu Yas??"Uzma panik melihat sesuatu yang seperti tubuh manusia.Yas tak menjawab,ia buru-buru masuk ke dalam rumah nya.Kedua orang tuanya mengikuti dari belakang.


"Yas???"Seruni heran melihat Yas, bukankah tadi ponakan nya itu sudah berangkat ke sekolah.


"Nicta kemana Aunty ?"


"Aku tidak melihatnya keluar kamar sejak pagi tadi"Jawab Seruni"Apa itu Yas?"


Yas meletakkan dua barang bawaannya ke lantai.Reyhan menghampiri,ia membuka bungkusan hitam yang dibawa putranya.


AKHHH


Uzma menjerit ngeri,ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kapan kamu melakukan ini Yas?"tanya Reyhan heran.


"Baru saja Pa...dia teman sekelas ku"Yas menjawab dengan tenang.


"Kau membunuh nya di sekolah ??kau sudah gila Yas"Reyhan histeris sekali.Seruni membuka lagi bungkusan yang satunya.Ia meringis ngeri.


"Apakah ini anaknya ??"tanya Seruni .


"Iya Aunty,,,"


"Berarti tinggal tersisa Ibunya...Dan dia adalah Ratunya... kita dalam masalah besar"gumam Seruni .


"Sayang...kau pulang lah bersama Putri,aku akan menetap disini sementara waktu.Keadaan disini tidak memungkinkan untuk ditinggalkan "Reyhan berucap kepada istrinya.


"Jangan ada yang pergi"Potong Yas cepat.


Semua saling berpandangan satu sama lain.Putri dipeluk Ibunya dengan erat.


"Ma...Apa Kunyang itu akan datang kesini ??"


"Entahlah...kamu diam jangan kemana-mana ya?"


Putri mengiyakan perintah Ibunya.


"Lalu sekarang kita harus bagaimana ?"Reyhan meminta pendapat.


"Uncle kemana Aunty?"


"Dia sudah berangkat kerja setelah kau pergi ke sekolah tadi"jawab Seruni .


"Tolong telfon Uncle.. Minta dia pulang Aunty"


"Oh iya..."


*


Steven baru saja tiba di Klinik miliknya, tiba-tiba ada seorang wanita datang menghampiri.Dialah Ibunya Ayu..


"Dokter..."


"Ah iya Bu.."Steven agak sedikit kaget karena Ibu Ayu tak diketahui arah datangnya dari mana.Tahu-tahu sudah berada di belakang nya.


"Ada yang bisa saya bantu ?"


Ibu Ayu menatap Steven lurus ke anak matanya.


"Kau harus ikut aku sekarang!"


Steven memicingkan matanya,ia merasa kepalanya berdenyut sakit.Ibu Ayu sadar jika Steven tak cukup hanya dengan mata saja,ia pun menepuk pundak Steven.


Steven tersentap, pupil matanya menghitam.Ia mengangguk pelan lalu masuk ke dalam mobil.Ibu Ayu turut masuk melalui pintu disebelahnya.


Deringan ponsel seperti tak terdengar, Steven terus saja mengemudikan mobilnya dengan pandangan kosong lurus ke depan.


Ibu Ayu hanya melirik sekilas,sudut bibirnya terangkat.Ia harus membalas kematian Ayu kepada Yas.


*


"Stev tidak mengangkat telfonnya"Seruni panik,sudah kesekian kalinya ia menelfon suaminya.Tapi tak ada jawaban.


Yas pergi tanpa mengucapkan sepatah kata.


"Yas!!Kau mau kemana ?"seru Reyhan .


"Jaga keluarga kita Pa...jangan sampai keluar dari rumah ini "Jawab Yas yang menoleh sekilas,lalu berbalik lari dengan cepat.


"Mas...Yas mau kemana ??"Uzma seperti tak rela Yas pergi.


"Tidak apa-apa Sayang... kamu masuk kamar ya sama putri.Aku akan berjaga-jaga disini "Reyhan berusaha menenangkan istrinya.


"Kita ke kamar Lana dan Luna saja,disana ada Kujang..."Usul Seruni ,semua menganggap setuju.


*


Jalanan sedikit macet, memperlambat laju mobil Steven.Sedangkan Yas yang menaiki motor dua langkah lebih cepat karena bisa menyelip-nyelip di jalan kecil.


Bisikan Kecubung mengatakan,jika Steven sudah hampir sampai di rumah Nicta.Benar dugaan Yas,Ibu Ayu pasti akan membawa Steven kesana.Karena hanya disana Ibu Ayu bisa mengungguli kekuatan Yas.


_


Steven sudah memasuki area perumahan besar milik Nicta.Ibu Ayu bisa melihat Yas yang berdiri menyandar ke sepeda motor besarnya di depan pintu gerbang.Ia tersenyum miring.


"Tabrak dia....!!"


Steven menginjak gas...Mobil melesat cepat ke arah tempat Yas berada.Yas menyalurkan tenaga dalamnya ke tangan lalu ia hantaman ke depan.


WUUZZZZZSS


Mobil yang tengah melaju melebihi batas itu tertahan oleh sesuatu tak kasat mata.Roda yang berputar berdenyit nyaring.Steven terus saja menginjak Gas,tapi mobil tak berjalan seinci pun.Hanya rodanya yang berputar hingga tak terlihat karena terlalu kencang.


Tak ada pilihan,Yas membanting mobil itu ke kiri hingga menghantam dinding yang menjadi pagar beton rumah Nicta.