SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 126



Yas melompat ke atas batu,ia menarik Nicta ke balik punggungnya.


"Aku sudah menyuruhmu pergi Nic"gerutu Raja.


"Mereka mau ngapain ?kenapa mengepung kita???"Nicta panik, pandangannya mengedar ke sekeliling.


"Pa...maafkan Nicta...biarkan dia pergi Pa..jangan sampai ada korban seperti Gandi Pa"Raja memohon kepada Ayahnya untuk Nicta.Tapi Tuan Rakhes tak merespon, sorot matanya terpancar penuh kebencian,tak berbeda jauh dengan yang lain.


Sang Dewi berseringai licik,


"Kita akan melihat tontonan yang menarik"gumamnya,Gandi tersenyum.


Kepungan para pemuja setan itu sudah menyentuh batu tempat Nicta dan Yas berpijak.Mereka siap menaiki Batu,tak disangka Yas menyeret dua Dewi iblis itu dengan memakai kekuatan kecubung.Sinar merah kehitam-hitaman seperti rantai membelenggu leher mereka dan menarik Keduanya dengan kuat.Dua tubuh cungkring terhempas ke atas batu, membuat para pemuja mereka terpental mundur.


"A.a.a..a"Sang Dewi dan Gandi tersengal-sengal,mereka tak menyangka jika Yas akan menggunakan tubuh mereka sebagai senjata melawan para pemuja.


"Waahhh sayang ku hebat"Nicta girang sekali,ia mengecup pipi Yas secara tiba-tiba.Ikatan kecubung langsung terlepas.Dua makhluk itu tersungkur bersamaan.


"Dewi...Dewi..."Para pemuja panik,mereka ingin menolong Makhluk yang dianggap Tuhan,tapi pantang mereka menyentuh sang Dewi tanpa ijin.


"Loh kok dilepas ??"Raut wajah girang jadi terpelongo.


"Kau mencium ku??"


Nicta mengangguk.


"Ini bukan tempat nya Neng"


"Hihi"Nicta tersengeh.


"Ayo kita serang mereka"Seorang memberi aba-aba...Dengan serta merta para pemuja menyerbu.Yas menghantam kan telapak tangannya ke atas batu.Cahaya kuning keemasan bergelombang menghantam para pemuja.Pekikan terdengar dimana-mana.


"Ayo..."Yas menarik Nicta dalam pelukannya.Dengan kekuatan kedua Jimat sakti ,mereka melayang naik ke atap.


"Hey mereka kabur"seru seseorang Terdengar.Dua Dewi beranjak memanjat dinding untuk mengejar.


Yas mendarat kan tubuh Nicta dengan selamat.Dua Dewi cungkring sudah keluar dari atap, merambat turun dengan gesit.


"Cepat mundur..."titah Yas, tatapannya fokus ke atas.Nicta bukannya mundur ia justru melompat ke punggung Yas dan memeluknya erat.


"Eh???"


"Aku lebih aman disini, dari pada jauh dari kamu"Nicta memberikan alasan.Yas menghela nafas panjang.


Dua Dewi melompat turun, tiba-tiba sebuah dinding besar bergeser.Rupanya para pemuja pun turut keluar dari dalam rumah besar milik keluarga KASTAPURA .Mereka menyerbu secara serentak.


"Waaahhh gimana nih?? Panggil Kujang Dong"


"Kanjeng Ratu aku butuh bantuan mu"gumam Yas,, ia melangkah mundur dengan siaga.Kini dirinya dan Nicta sudah terkepung di tengah-tengah.


"Kalian salah tempat anak muda, terlalu lancang untuk ikut campur masalah kami"Ucap seorang pria.


"Nicta...maafkan aku, anggap saja kita tidak pernah kenal"tambah Tuan Rakhes.


"BERSIAP!!!"seru seorang pria lantang.Semua kompak mengambil sesuatu dari balik punggung mereka.Rupanya mereka telah menyiapkan senjata,dari pisau,kapak, gunting rumput, gergaji dan lain-lain.


"Yas gimana ini?"


"Aku sudah menyuruhmu untuk bersembunyi"


"Aku tidak mau,jika harus mati maka kita akan mati bersama"


"Bunuh mereka untuk ku...aku sudah sangat lapar"Seru dari Sang Dewi yang berada diantara para pemujanya.


Mereka seperti diberi suntikan semangat, dengan amarah yang menggebu,semua mengangkat senjatanya untuk menyerang.Namun siapa sangka sebuah bola api mengelilingi Yas dan Nicta.Membuat para pemuja terkejut dan mundur satu langkah karena takut terbakar.Sang Dewi menoleh ke arah datangnya bola api, seekor ular besar datang meliuk-liuk dengan perkasa.


"Hah?? Ratu Blorong ??"


"Hahahahahaha... apakah aku datang terlambat?"Ular besar itu tegak berdiri dan berubah menjadi seorang wanita cantik yang berekor ular.


"Ratu Blorong...Ratu Blorong...Ratu Blorong..."Pemuja Dewi terpesona dengan sang Ratu.Mereka segera bersujud menghaturkan sembah.


"Ratu...mereka adalah pemujaku"jawab Sang Dewi.


"Ohh begitu rupanya,lalu kenapa kamu mengganggu Muhammad Ilyas ?"


"Dia lancang masuk ke kawasan pemujaan Ratu"


Tatapan mata Sang Ratu bergulir ke arah Yas.Ia seolah mencari pembenaran.Tapi Yas hanya beradu pandang dengan beliau.


"Hemmm Kalau begitu lepaskan saja mereka,demi aku"


"Ampun Gusti Ratu,itu adalah sebuah pelanggaran yang tidak bisa dimaafkan "Sahut Tua Rakhes.Ratu Blorong menghela nafas berat,ia mundur mensejajari Yas.


"Kenapa kamu lancang masuk ke tempat pemujaan mereka ?"bisik Ratu Blorong.


"Aku yang minta"Nicta berbisik ke dekat telinga Ratu Blorong.Sang Ratu terhenyak,ia menatap Nicta dengan begitu mendalam.Nicta tersenyum tipis membalas tatapan Ratu Blorong.


"Kalian tidak tahu jika Kami bangsa jin sangat menjaga solidaritas dan tidak saling mengganggu wilayah masing-masing.Apa yang kalian lakukan itu salah"tegur Ratu Blorong.


"Kami mencari dia"Nicta menunjuk dimana Raja berada.Pria itu turut berbaur dengan semua para pemuja.


"Dia menghilang,dan yang disalahkan aku.Padahal yang salah dia"Nicta menunjuk Sang Dewi.


"Dia menculik Raja,lalu aku yang jadi tersangka,aku tak terima lah"


Ratu Blorong termangu menatap cara Nicta menjelaskan.


"Kenapa kamu gendong dibelakang punggungnya ?Apa kamu terluka ??"


Tanya Sang Ratu.Nicta menggeleng..


"Dia mau gendong aku"jawab Nicta santai.Sang Ratu menatap Yas, pria itu hanya mengeluarkan sekelumit senyuman.


HUFFFFF


Ratu Blorong jadi bingung sendiri.Satu sisi dia harus melindungi Yas,disisi yang lain dia enggan melanggar peraturan bangsa sesamanya.


"Cungkring...kau tahu siapa pemuda ini??"


"Gusti Ratu lebih tahu segalanya"jawab Sang Dewi.


"Aku adalah abdinya Cungkring,jadi mau tidak mau aku harus melindungi nya"


"Jadi Gusti Ratu lebih memilih untuk melanggar peraturan sesama?"


"Kau juga kenapa ,menimbulkan fitnah kepada gadis ini?"


Sang Dewi saling berpandangan dengan Gandi.


"Ampun Gusti Ratu,saya tidak berniat untuk menimbulkan fitnah.Saya membawa pria itu untuk membalas dendam"


"Jika itu dendammu,maka selesai kanlah.Jangan membuat kekacauan seperti ini"


"Dendam hamba bukan hanya untuk pria itu saja, melainkan kepada semua orang itu.Mereka telah menumbalkan saya,anak saya, untuk kepentingan mereka sendiri.Dan saya sudah menukarkan jiwa saya untuk bisa membalas perbuatan mereka"


"Hemmm begitu rupanya,jadi kami tidak boleh ikut campur jika perjanjian jiwa itu sudah kamu lakukan.Selesaikanlah dendammu,aku akan membawa Yas dan perempuan itu pergi.Kami berjanji tidak akan menggangu"Ratu Blorong mengangkat ekornya, menarik tubuh Yas dan Nicta melayang hinggap ke atas pohon.


Semua para pemuja terheran-heran, mereka tidak mengerti apa yang telah diucapkan oleh Dewi mereka.Mereka belum menyadari siapakah makhluk yang sama persis dengan Sang Dewi?


"Lakukan lah"ucap Sang Dewi kepada Gandi yang menatap seperti sebuah tanya tentang apa yang harus dia lakukan?,Gandi mengangguk.


Ia merangkak menghampiri kerumunan para pemuja.Mereka semua mundur berdesakan.Tiba-tiba mulut Raja menyemburkan darah segar,rupanya kuku runcing telah menusuk punggung nya hingga menembus perutnya.Gandi mengangkat tubuh Raja tinggi-tinggi.Lalu dengan kuku tangan kiri nya,ia menusuk perut Raja hingga tembus ke punggung.Dan dikoyak lah perut Raja tanpa belas kasihan.Nicta menutup matanya,ia ngeri sekali melihat langsung kematian pria itu.


"Rajaaaa..."Ibunya memekik histeris,Tuan Rakhes langsung memeluk sang istri.


"Larilah...jangan diam disini"titah Tuan Rakhes kepada yang lain termasuk istrinya.Semua patuh,mereka berhamburan menunjuk pintu gerbang rumah itu.Namun Gandi sudah melompat cepat ke hadapan mereka.


"Kalian pikir akan bisa lari dari tempat ini?"seringai Gandi mengerikan.Ia menebas satu persatu para pemujanya dengan mudah.Darah segar yang muncrat kemana-mana,Gandi minum dengan rakusnya.Ia tertawa lepas sambil terus membantai habis-habisan.Tanpa sisa!