
"Dan kamu mau kan menikah denganku ??"
Seruni terpegun mendengar kalimat selanjutnya yang lancar keluar dari bibir pria disampingnya.
"Kenapa diam?"Roy melirik sekilas dengan senyuman.Seruni tak berani melawan lirikan itu,ia mengalihkan pandangannya ke lain arah.Roy melihat ke belakang melalui kaca spion,Pak Salam rupanya sudah pulas tertidur.
Disaat itulah Roy meraih tangan Seruni dengan tangan kirinya lalu digenggamnya erat.Seruni ingin melepaskan diri karena segan dengan Bapaknya ,tapi Roy malah semakin erat.
Seruni menoleh ke belakang,barulah ia tahu kenapa Roy bisa seberani itu.Ternyata Bapaknya sudah pulas tertidur.Akhirnya Seruni mengalah,ia membiarkan pria yang membuat degup jantungnya tak karuan itu menguasai tangannya.
Hampir 1 jam lebih Roy baru bisa sampai di tempat yayasan Darul Islam tempat yang ia tuju.Perlahan mobilnya menyerlah keramaian anak-anak yatim yang baru saja keluar dari musholla untuk belajar kitab kuning.
Roy memarkirkan mobilnya tepat di depan pendopo agung,tempat berkumpulnya para pengurus.Melihat mobil yang sangat familiar,beberapa pengurus yang tengah sibuk di pendopo langsung turun untuk menyambut kedatangan si empunya yayasan.
"Selamat datang Tuan muda"Sambut salah satu dari mereka.Kebanyakan dari pengurus adalah wanita,ada juga pria tapi sudah berusia paruh baya.Hanya satu pria yang terlihat seumuran dengan Roy,dia adalah ustadz Mukhlis.Dia merupakan salah satu anak yatim paling senior.Hanya dia anak yatim senior yang tetap mendedikasikan dirinya di Yayasan.Teman-teman sepantarannya sudah banyak yang keluar dari yayasan, berdikari sendiri.
Roy menyalami mereka satu persatu,Seruni yang masih terbuai dalam alam mimpi tidak sadar kalau ia sudah sampai.Kalau tidak Roy yang membangunkan nya,gadis itu tetap nyenyak disebelah kemudi.
"Pakai ini"Roy menyodorkan segumpal kain,Seruni yang masih mai-mai menerimanya.Ternyata sehelai jilbab,Seruni pun memakainya.Roy tersenyum melihat gadis pujaan hatinya memakai jilbab sebatas dada.Meskipun baru saja bangun tidur,Seruni terlihat cantik dan manis.Ia pun turun dari mobil setelah merapikan penampilannya.
"Ini calon istriku,dia akan tinggal disini sementara waktu.Setelah aku menyelesaikan beberapa urusanku di kota,aku akan kembali untuk menikahi nya"
Seruni terkesiap dengan perkenalan yang diucapkan oleh Roy.Semua pandangan mereka bermacam-macam,ada yang senyam-senyum,ada yang bergosip,ada juga yang menatap Seruni tanpa berkedip.Dialah Ustadz Mukhlis,pria itu menatap Seruni tajam dan datar.Entah apa yang ada dalam pikiran pria bermata elang itu.
Pak Salam baru saja turun dari dalam mobil,ia menyalami semua pengurus satu persatu.
"Dia Bapak mertuaku,juga akan tinggal disini bersama calon istriku.Ku harap kalian mau menerima kehadiran mereka dengan baik"
"Tuan Muda tidak perlu khawatir,kami akan melayani mereka dengan pelayanan sebaik mungkin"Jawab Ustadzah Muna.Beliau Ustadzah paling senior di yayasan tersebut.
"Terimakasih Ustadzah"Balas Roy santun.
"Mari ikuti saya,saya akan tunjukkan kamar anda disini Nona"Ustadzah Muna menghampiri Seruni.Roy mengangguk sebagai tanda bahwa ia mengijinkan Seruni ikut Ustadzah tersebut.Gadis itu patuh,ia mengekori langkah Ustadzah Muna yang masuk lebih dalam lagi ke lingkup Yayasan.
Roy sendiri mengajak Pak Salam untuk istirahat di kediaman khusus untuknya.Ia tidak mungkin membawa serta Seruni ke tempat itu karena mereka belum menikah.Nanti imegnya sebagai pemilik yayasan akan tercoreng.
___
"Nona bisa menempati kamar ini dulu sebelum Nona menikah dengan Tuan Muda"Ustadzah Muna membuka sebuah kamar yang terkunci.Seruni mengangguk patuh.Ia dipersilahkan masuk lebih dulu kemudian Ustadzah Muna mengikuti.
Seruni meletakkan tas jinjingnya ke atas kasur,dan ia pun duduk di bibir kasur.
"Semoga Nona betah disini"Sambung Ustadzah Muna setelah ia menekan sakelar lampu,agar keadaan kamar lebih terang.
"Maaf Ustadzah,jangan panggil saya Nona.Panggil saja nama saya,Seruni "Gadis itu nampak risih dengan panggilan yang begitu tinggi untuknya.
"Nona adalah tunangan Tuan Muda,tidak etis rasanya jika menyebutkan nama"
Ustadzah Muna mengangguk mengerti.
"Baiklah Seruni ,kamu bisa istirahat dulu sambil mengemas pakaian mu.Nanti kita bisa sholat dhuhur berjamaah di musholla"
"Baik Ustadzah"Jawab Seruni disertai senyuman.Ustadzah Muna pamit undur diri,Seruni pun mengijinkan.
Gadis itu nampak senang bisa tinggal dilingkup orang-orang seperti ini.Ada rasa tenang menjalar di hatinya.
___
Adzan Dhuhur berkumandang,gegas Seruni membersihkan diri dan ambil wudhu.Lalu menyandang mukenanya di lengan beserta sajadah.Ia berjalan menuju Musholla untuk menunaikan shalat dhuhur berjamaah.
Ternyata di Musholla itu para anak asuhan Darul Islam sudah berjubel memenuhi Musholla.Mereka seperti berebut shof paling depan.Seruni tersenyum sendiri,ada sesuatu yang menyenangkan dalam pemandangan tersebut.
Baru saja Seruni menghampar sajadah,iqomah sudah berkumandang.Ternyata dirinya termasuk paling terakhir yang datang.Hemmmm....
Suasana sholat dhuhur begitu tenang dan khusyuk.Semua jama'ah saling berebut pahala disana.Baru saja menyelesaikan salam, terdengar jeritan melengking yang membuat semua jamaah jadi ricuh.Seruni heran,apa yang sebenarnya terjadi.
Semua orang seperti mengerumuni sesuatu,Seruni menyerlah keramaian,rasa ingin tahu membuatnya berusaha maju ke depan.
Terlihat Pak Salam berusaha mengobati seorang anak asuhan yang terlihat kesurupan.Ia kejang-kejang dan mengeram seperti harimau.Pak Salam menekan kening anak asuhan itu yang merupakan seorang gadis belia berumur sekitar 11 tahunan.Ia terkapar pingsan saat Pak Salam meniup ubun-ubunnya.
Yang membuat Seruni terdiam adalah sosok yang keluar dari tubuh gadis itu.Seorang gadis yang tak jauh berbeda dengan gadis yang sekarang tengah tak sadarkan diri.Namun ada sayatan dilehernya yang hampir menanggalkan kepalanya.
Sosok astral itu menatap tajam ke satu arah,tapi Seruni tidak bisa menerka siapakah yang ditatapnya setajam itu.Karena disana banyak sekali manusia.
Seseorang menarik lengan Seruni hingga membuat gadis itu kaget dan refleks menampar orang yang menariknya.
"Aduh"Roy mengaduh kesakitan.
"Eh maaf Tuan saya pikir siapa?"Seruni jadi merasa bersalah.
"Sakit tawuk"Sungut Roy dengan wajah kesal.
"Maaf Tuan"Seruni menyatukan kedua telapak tangannya.Roy tak menggubrisnya,ia berlalu begitu saja meninggalkan keramaian.Seruni berusaha mengejar hingga keduanya benar-benar jauh dari keramaian.
Roy menghentikan langkahnya dan Seruni yang berada dibelakangnya langsung mengerem kakinya.Hampir mereka bertabrakan,untung remnya cakram.
"Untung banyak orang,kalau nggak ada orang udah aku cium kamu"Ancam Roy disertai godaan.
"Tuan marah sama Seruni?"Tanya Seruni masih dalam perasaan bersalahnya.
"Mana bisa aku marah sama kamu"Roy mencubit pipi Seruni gemas.Gadis itu tersipu malu.
"Aku membawa mu kesini karena aku mau pamit pulang dulu,aku mau selesaikan masalah aku sama Sherly sampai tuntas.Setelah itu aku akan kembali dan kita akan menikah,memulai hidup yang baru"Roy berucap dengan penuh perasaan, membuat gadis didepannya menitikkan air mata haru.