
"Kenapa?"Nicta langsung menyambut dengan tanya.
"Papa dan Mama mau datang"
"Apa??Ma-mau ketemu aku?"
Yas mengangguk ragu.
"Aduh gimana dong ??"
"Apanya yang gimana??"
"Aku belum siap"
"Siap nggak siap ya harus siap sayang...kamu sekarang istri aku"
"Ih...kamu sih!pakek ngajakin nikah "Nicta memukul pundak Yas dengan geram.
"Lah emang kamu nyesel nikah sama aku?"
"Nggak sih"
"Terus??"
"Ih kamu kenapa nggak peka banget sih jadi cowok ?"
"Iya iya ...aku tahu sayang,nanti aku temani kok"
Nicta tersenyum simpul,mereka tidak menyadari jika si tuyul sudah pergi karena mencium bau Kunyang di dekat mereka.
*
*
Nicta sedikit menundukkan wajahnya ketika ia harus duduk diantara keluarga besar suaminya.Yas yang duduk di sisinya pun tak berkutik.
Reyhan menatap dua sejoli itu bergantian, begitupun dengan Uzma.Mereka terkejut bukan main mendengar kabar pernikahan putra nya yang dilakukan sendiri tanpa melibatkan keluarga.Ada rasa kecewa dan sesal.
"Cewek kayak gitu aja diajak buru-buru nikah,kamu kenapa sih Kak?Ih"Putri sedari tadi membebel tak henti-henti.Ia memukul Kakaknya menggunakan kayu kecil yang dibawanya dari rumah,karena ia tidak bisa menyentuh Kakaknya secara langsung.
"Kalau cantik kayak Angelina Jolie sih lumayan,lah ini...masih lagi cantikan aku..Aku sebel-sebel pokoknya "
Yas diam saja tak melawan saat adiknya memukuli dirinya.
"Pa...ayo ngomong...marahin Kak Yas..Mama juga diem,padahal tadi mau marahin Kak Yas katanya "
Reyhan menghela nafas panjang,ia tidak tahu mau bilang apa?aksi anaknya ini sangat membuat panik sekeluarga.Tapi mau dibilang salah, mereka nggak salah.Karena pernikahan itu menjauh kan mereka dari zina.Hanya saja, keputusan Yas yang tanpa melibatkan keluarga,sangat mengecewakan sekali.
"Apa tujuan mu menikah?"akhirnya Reyhan bersuara.
"Menghalalkan hubungan kami Pa"jawab Yas mantap.
"Apa kau tahu bahwa ada kalanya kita akan bosan dengan pasangan kita?? apalagi diusia kamu yang masih terlalu muda ??"
Yas menatap Nicta yang masih tak berani mengangkat wajahnya.
"Tegur aku Pa,jika itu terjadi..."
Uzma geleng-geleng kepala melihat keseriusan anaknya,ia tidak tahu harus bagaimana lagi.
"Sudahlah Kak...semua sudah terjadi, mungkin salahku juga yang selalu mewanti-wanti agar jangan sampai mempermainkan perasaan perempuan.Karena aku takut Yas akan seperti mu"
Reyhan terkesiap.
"Memangnya aku kenapa?"
Seruni melengos,Uzma pun sama.
"Aku nggak pernah..."
"Sudahlah Mas...malu sama anak-anak, sekarang gimana masalah besan?katanya mau diselesaikan "Uzma memotong cepat kalimat suaminya.
"Aaa emm iya iya... gimana masalah itu?"
"Semua anggota keluarga Nicta berada didalam rumah itu Pa.Mereka dalam pengaruh Dua Kunyang yang merupakan Ibu dan anak.Dan rumah mereka dipagari agar kita tidak bisa masuk dengan kekuatan khodam ataupun jimat"
"Hemmm begitu rupanya..Jadi kita akan masuk dengan kemampuan selayaknya manusia biasa "tanggap Reyhan
"Iya Pa ...ada seekor Tuyul mau membantu, katanya nanti malam adalah malam dimana dua Kunyang itu akan pergi dari sarangnya.Katanya ada sesuatu pertemuan yang tidak bisa mereka tinggalkan.Tapi mereka pergi hanya sebentar, kurang lebih satu jam.Jadi kita harus bertindak cepat"
"Hem itu bagus ,kita bisa bawa beberapa orang untuk mempermudah pekerjaan kita"
"Tapi Mereka yang dalam pengaruh hipnotis Kunyang akan melawan Pa, mereka sudah bukan diri mereka sendiri "
"Tapi manusia kan??"
"Iya Pa..."
Yas tersenyum dengan ide Ayahnya.
"Tapi Kak...kita perlu membawa juga tubuh Kunyang itu,kita lenyap kan mereka dengan membakar tubuhnya yang tak berkepala "Seruni menambahkan.
"Yah... kalau sempat,karena setahuku mereka akan berubah ditempat yang tersembunyi dan tidak mudah dicari "
Semua mengangguk setuju...
"Ok !!kita siapkan semuanya "Reyhan bertepuk tangan.
"Pa...aku juga meminta bantuan pasukan khusus yang selama ini mengikuti ku"
"Siapa?"tanya Reyhan penasaran.
"Bodyguard dari Brunei "
"Hah???"semua seperti kompak kaget berjamaah.
"Kamu berhubungan sama mereka ?"tanya Uzma.
"Iya Ma..."
Uzma saling berpandangan dengan suaminya.Mereka tidak percaya Yas bisa berhubungan dengan kesultanan.
"Maafkan aku Ma, wasiat Eyang Ratu semua atas namaku.Dan pemerintah Kesultanan Brunei tidak bisa mengabaikan hal itu.Jadi mau tidak mau aku harus menjalankan nya"
"Kau akan menjadi sultan ??"pekik Uzma tak percaya.
"Tidak Ma...aku sudah menyerahkan kepada Zubair"
"Lalu??? untuk apa kamu masih menggunakan bodyguard mereka ?"
"Mereka tidak mau pergi Ma,terus saja mengikuti "
Uzma menghela nafas berat,ia tidak setuju jika Yas ada hubungan dengan Kesultanan .Tapi apa yang harus ia lakukan ??
Nicta menatap suaminya,ada banyak pertanyaan dalam hatinya.Namun ia tidak bisa mengutarakan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam pun tiba,semua berkumpul di suatu tempat yang sudah di tunjuk oleh si tuyul.Karena ia membaca arah angin,si Kunyang akan terbang ke arah timur.Jadi Yas dan kelompoknya harus berada di arah yang berlawanan,agar keberadaan mereka tidak diketahui.
Setelah lama menunggu, akhirnya Tuyul itu kembali.Memberi tahu jika situasi sudah aman.Gegas mereka semua meluncur ke rumah Nicta.Saat itu Nicta sudah tidak sabar,mobil baru saja berhenti di depan pintu gerbang.Ia sudah melompat turun.
"Sayang tunggu!"Yas pun segera menyusul karena takut ada apa-apa terjadi kepada istrinya.
"Papa ....."
Nicta berlari masuk ke dalam rumahnya,begitu pintu terbuka.Ia terdiam seperti patung,Sebuah pemandangan mencengangkan tersaji di depan matanya.Para penghuni rumah itu berkerumun dalam satu tempat.Mereka menoleh ke arah Nicta yang baru saja datang.Di mulut mereka dilumuri noda darah.
Mengetahui ada orang datang, mereka seperti zombie yang berhamburan ke arah Nicta.
Nicta diam mematung, tercengang tak percaya dengan apa yang ia lihat.Beruntung Yas datang,ia menarik istri nya mundur.
Para penghuni rumah yang berada dibawah alam sadar melompat cepat seperti monyet.Mereka mengincar Nicta,Yas melawan.Ia memang sudah menyiapkan pistol yang diberi oleh para bodyguard nya untuk berjaga-jaga.
Ia tembaki mereka siapapun itu.Dalam kekalutan,Nicta sibuk mencari sosok Ayahnya diantara kerumunan para manusia Zombie itu.Tapi tak ia temukan.
Reyhan dan para bodyguard datang melawan.Ia kaget karena obat bius nya tidak berfungsi.
Seorang bodyguard melempar pistol padanya, akhirnya ia memakai pistol itu untuk melawan.
"Gawat...ini bukan manusia terhipnotis,tapi mereka dijangkiti virus Kunyang agar menjadi Zombie"seru Reyhan dalam kesibukan nya menyerang para Zombie.
"Kita harus mundur Tuan muda"Ucap salah satu Bodyguard kepada Yas.
"Papa gimana ?"tanya Nicta yang masih khawatir kepada Ayahnya.
"Lain kali kita datang dengan pasukan yang lebih banyak.Karena mereka tidak mudah mati"jawab sang bodyguard.
Yah benar, zombie ini bukan jenis zombie seperti pada umumnya.Mereka ditembak hanya terjatuh tapi bangkit lagi.Dan mereka juga semakin banyak keluar dari dalam rumah Nicta.Entah Kunyang itu dapat dari mana para manusia Zombie ini.
"Ayo Tuan..."
Yas mengangguk setuju, mereka pun mengatur posisi melindungi Yas agar bisa pergi lebih dulu.
"Papa Yas...Papa...."Seru Nicta,ia melihat Tuan Mahendra di ambang pintu.Namun Yas terpaksa menarik Nicta masuk ke dalam mobil.
"Yas Papa...aku melihat Papa..."
Yas tak menggubris,ia menutup pintu mobil dan memerintahkan untuk pergi.Begitu pun dengan Reyhan,ia sudah selamat masuk ke dalam mobil dan meluncur pergi.
Anehnya para Zombie itu tidak keluar dari pagar meskipun pintu gerbang sedang terbuka lebar.Mereka menatap kosong mobil yang meluncur cepat meninggalkan area rumah Nicta.