
Kujang kembar sekarang lebih betah tinggal disisi Yas.Arwah Nabila pun sama,mereka bertiga tidak pernah pergi tanpa Yas.
Tapi perhatian mereka terganggu oleh sosok yang belakangan ini sangat akrab dengan mereka.Nicta,tengah tengkurap di atas rumput.Anehnya gadis itu tiarap bukan maju ke depan malah kesamping.
Karena penasaran,ketiga makhluk astral itu menghampiri.
"Kamu sedang apa?"tanya Kujang.Nicta memutar bola matanya ke atas,lalu kembali melakukan hal aneh tersebut.Nabila mencolek Kujang,si harimau malah mengedikkan bahunya.
"Kamu sedang apa sih?"Kujang bertanya lagi.
"Kamu tidak lihat,aku sedang berhitung"Nicta menjawab tanpa menoleh.
"Apa yang kau hitung?
"Tuh"Nicta menunjuk rumput hijau, Kujang mendekat agar pandangannya lebih jelas.
"Aku menghitung langkah ulat jengkal Hahahahahahaha kepo amat sih Lo, baru sekarang ada harimau kepo,Aneh aneh...hahahahah"
Kujang mendengus kesal karena dikerjain sama Nicta untuk kesekian kalinya.Nabila senyam-senyum menyaksikan hal itu.
"Eh..kau marah?"
Kujang mendengus ia berbalik pergi.
"Eh jangan marah dong, temenin aku disini...Aku lagi bete' nih"seru Nicta yang tak dihiraukan oleh Kujang,si betina mengekor saja kemana si jantan pergi.
"Eh..panggilin dia dong"Nicta mentoel kaki Nabila menggunakan kakinya.
"Panggil aja sendiri"bantah Nabila sewot.
"Aduh pada ngambek semua,Woyy sorry..aku cuma becanda"Nicta menaikkannya tone suaranya, memancing perhatian murid-murid yang lewat disekitarnya.
Sadar akan hal itu,Nicta pun terpaksa membalikkan badannya lagi . Tiduran di atas rumput sambil lalu menghitung langkah ulat jengkal.
Yas yang baru saja datang, memperhatikan tingkah konyol yang dilakukan Nicta.Ia hanya geleng-geleng kepala.Karena segan untuk memanggil,Yas menyepak sedikit kaki Nicta.Gadis itu menoleh,dan hanya menggerakkan kepalanya sebagai kode bertanya.
"Bangun!!"Yas memerintah layaknya seorang kapten.Dengan malas Nicta menuruti kemauan pria itu.
"Ada apa?"kini ia berdiri menghadap Yas.
"Ngapain kamu Tiduran disitu?"
"Aku bete' banget,mau dengerin curhatan aku nggak ??"
"Mending kalau ada masalah,kamu pergi ke musholla! Sholat..biar lebih tenang dan damai"
Bibir Nicta meliuk-liuk ke kiri dan ke kanan.
"Sana!!Dari pada Tiduran disini"
Helaan nafas kesal memulai langkah Nicta pergi ke tempat yang ditunjuk oleh Yas.Ia masuk ke Musholla dan melakukan apa yang disuruh Yas.Saat melakukan salam terakhir,Nicta menengadah ke atas dengan tangan terbuka.
"Ya Allah... Tolong aku"Seruan Nicta hampir terdengar keluar Musholla.
"Aku tidak mau dijodohkan,aku tidak mau jadi Siti Nurbaya.Tolong Ya Allah.."
Tirai pemisah antara pria dan wanita sedikit tersingkap.Hal itu memancing perhatian Nicta yang tengah berdoa.Ia menengok, rupanya ada seorang pria dengan wajah rupawan tengah memperhatikannya.Mata Nicta langsung berbinar,ia merangkak mendekat.
"Cari siapa?"iseng-iseng Nicta menyapa.Pria berpeci itu tersenyum manis.
"Aduh.. jangan senyum-senyum gitu dong,nanti aku bisa gagal jantung"Nicta memegang dadanya ,pria itu geleng-geleng kepala lalu menutup tirai.
"Eh malah ditutup,aku kan belum selesai menikmati ketampanannya.hihihihi"Ia cekikikan sendiri.
Setelah beribadah, Nicta keluar dari Musholla.Ia melihat beberapa siswi yang berhijab datang berbondong-bondong masuk ke dalam Musholla.
"Kalian mau kemana?"tanya Nicta kepada salah satu dari mereka.
"Mau ikut pengajian rohis"jawab yang ditanya.Nicta menoleh ke kanan dan ke kiri,jiwa keponya melonjak.Niat hendak pergi,ditunda dulu.Ia kembali masuk ke dalam Musholla.Oh rupanya pria tampan itu adalah ustadz pemimpin pengajian rohis.
"Ah...aku ikutan deh"
Nicta ikut duduk berbaur dengan siswi yang lain.Tapi ia merasa aneh sendiri karena hanya dia yang tidak berhijab.Akhirnya Nicta mengambil satu mukena yang dilipat memanjang lalu dililitkan ke kepalanya.
Terlihat aneh,bahkan mungkin mirip seperti pocong.Beberapa siswa malah menertawakan dirinya.Tapi Nicta cuek bebek.Ia sibuk dengan mengagumi pria yang sekarang menatapnya.
Sampai pengajian rohis itu selesai,Nicta tetap saja senyam-senyum sendiri dengan menggenggam tangannya.Ia terus terbayang-bayang bagaimana ia dan ustadz itu saling berpandangan satu sama lain.Dan Ustadz itu pasti akan tersenyum saat pandangan mereka bertemu.
"Ahh ganteng sekali"Nicta berjingkrak-jingkrak sendiri.
"Kau kenapa ?"Nabila datang menghampiri.
"Mau tau aja urusan orang"Sungut Nicta.
"Kau sudah kayak orang sinting tahu nggak ?"
"B0d0h"Nicta acuh,ia pergi tanpa menoleh lagi.
*
*
"Kamu kenapa Nic??"Eny bertanya.
"Aku tadi ketemu Arjuna tampan,dia Sholeh sekali,tutur bahasanya lembut, senyumannya...aahhh saaaangaat manis"Nicta menjiwai perasaannya.
"Ohya??"Eny diam menerka siapa yang Nicta cerita kan .
"Apakah itu Yas??"
"Hah??Yas??emang dia tampan ??"Nicta mencemooh.
"Loh?? bukannya kamu sangat menggilainya?"
"Hah??kapan?masak iya sih?"Nicta masih tak percaya.
"Serius kamu sudah melupakan perasaan mu kepada Yas??"
Nicta menggaruk kepalanya yang tidak gatal,ia bingung.
"Masak sih aku suka sama cowok jutek kayak gitu?Dia memang cakep sih,tapi jutek nya itu loh.. nggak ketulungan,Jadi nilai minus buat aku"
Eny tersenyum.
"Ah sudahlah...jangan bahas dia, nyebelin...aku mau mandi dulu ya"
Nicta bangkit lalu melangkah menuju kamar mandi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yas yang tengah duduk sendiri bermain ponsel (Jika dilihat oleh kasat mata)Padahal ia sedang bersama Kujang kembar dan juga Arwah Nabila.
Kakinya dicolek sama Kujang, membuat ia mengangkat wajahnya.Yas terpana menatap sosok yang begitu sempurna melangkah gontai melewati dirinya.Kepalanya refleks mengikuti arah gerak wanita itu.
"Dia Nicta??"gumam Nabila.
"Hah??masak sih??"Yas kurang percaya.
"Subhanallah sungguh indah ciptaan Allah"Puji Kujang turut terpesona.
"Kau yang meminta nya berhijab ?"tanya Yas , Nabila menggeleng cepat.
"Terus???"
Kujang melompat cepat mensejajari langkah Nicta.
"Assalamualaikum ukhti"sapa Kujang.
"Jangan membuat ku seperti orang gila yang bicara sendiri,pergi sana!"Nicta bicara seolah tak melihat Kujang.
"Amboy sombong nya..."
"Aku akan segera menjemput jodoh ku"
"Siapa?"
"Ustadz tampan yang memimpin pengajian Rohis di Mushola,kau belum tahu dia kan?dia tampan sekali Kujang "
"Ohya??Apa lebih tampan dari Yas?"
"Yas???oh no!!Yas tidak ada apa-apanya.Ya sudah,aku mau sholat Sunnah dulu...Bay"
Nicta masuk ke dalam Mushola dengan langkah bak berjalan di atas catwalk.
"Yas ...Nicta sedang mencoba menggoda Ustadz pemimpin pengajian Rohis "Kujang melapor.
"Hah??"
"Pantas berubah pakai jilbab "sambung Nabila.
"Sudah gila tu anak, Ustadz itu sudah beristri "
"Yang bener kamu?"Kujang turut terkejut.
"Cepat panggil dia Kujang,jangan membuat masalah.Kalau istri Ustad melapor ke Kepala sekolah,bisa diskors nanti Nicta"
"Wah... gawat...Tapi apa dia akan mendengarkan ku?"Kujang merasa ragu.
"Hisy kau ini...banyak omong sekali "
Akhirnya Yas lah yang menyusul Nicta ke Musholla.Nabila termangu menatap punggung pria yang meninggalkannya.