SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 84



"Dikarenakan ketua tim basket kita sudah meninggal,maka Bapak akan memilih ketua tim yang baru.Apakah ada yang ingin mencalonkan diri ?"Pak guru Olahraga berseru di depan para pemain basket.Semua siswa hanya saling berpandangan.


"Jangan takut...ayo!siapa saja boleh menjadi ketua"tambah pak guru olahraga.Tiba-tiba Bona bangkit,yah semenjak Bona membantu Yas.Yas pun menolong Bona dari ketakutannya.


"Bona?? apakah kamu akan mencalonkan diri ?"


"Tidak Pak,tapi saya akan menunjuk siapa yang pantas untuk menjadi ketua kami"jawab Bona.


"Siapa ??"


Bona mencari wajah yang dimaksud.


"Dia Pak...Yas!"


Semua mata langsung tertuju kepada Yas.Latif dan Radit pun melongo.


"Ya Pak ..hanya Yas yang pantas mengganti kedudukan Lucas "seru teman Bona.


"Yas! Yas! Yas! Yas "Yang lain bersorak menyebut nama Yas.


"Baiklah...Yas,,,semua temanmu menunjuk mu untuk menjadi ketua mereka.Bapak pun tidak keberatan, apakah kamu setuju ?"tanya pak guru olahraga.Yas diam tak menjawab,ia hanya menatap teman-temannya yang lain.


"Yas??"seru pak guru olahraga lagi.


"Saya masih terlalu dini untuk menjadi ketua Pak, saya kan masih kelas 1"jawab Yas pada akhirnya.


"Kami tidak membedakan ketua tim kita dari kelas berapa ? yang penting dia punya skill,benar tidak teman-teman "Seru Bona.


"Betul!!"Jawab semuanya kompak.


"Nah Yas...kamu dengar sendiri bukan ?Apa kata teman-teman kamu"Tambah Pak guru Olahraga.


"Kalau itu mau kalian,ok!! baiklah"jawab Yas pada akhirnya.


POK POK POK POK


Suara tepuk tangan bergemuruh terdengar.Mereka cukup kompak untuk pemilihan ketua tim basket kali ini.


*


*


"Yas..."


Emil berlari kecil menghampiri Yas yang terlihat berjalan sendiri di koridor sekolah.Pria itu menoleh,ia tersenyum begitu Emil sudah berada di hadapannya.


"Selamat ya"Emil mengulurkan tangannya.


"Selamat untuk apa ?"


"Karena kamu terpilih menjadi ketua tim basket sekolah"


"Ohhh"Yas pun menyambut uluran tangan Emil.


KHEM KHEM KHEM


Keduanya menoleh,Tirani datang bersama sahabatnya Mala.


"Kak...tahu diri dikit kenapa ?dia kan adik kelas mu"sindir Tirani dengan tangan terlipat di dada.


"Iya...masak kakak kelas nggak malu deketin adik kelasnya"Tambah Mala.


"Ngapain malu,toh Yas biasa aja.Kok situ yang kepanasan sih?iri ya??"balas Emil sengit.


"Idiiiiih ngapain iri,muka tua begitu mau di iri'in"sanggah Tirani


"Nggak level "sambung Mala.


"Ihhh"Emil geram ingin menampar wajah keduanya,namun ditahan oleh Yas.


"Sudah... jangan diladeni "


Tirani mencebik


"Tuh lihat,Yas ngelindungin aku"


Yas hanya geleng-geleng kepala,lalu pergi tanpa kata.


"Awas kau ya"ancam Emil,ia segera mengikuti langkah Yas.


"UUUUUUUU"Tirani dan Mala kompak mencibir Emil.


"RAN... kayaknya mereka benar-benar Deket deh"ucap Mala setelah Emil sudah tak terlihat.


"Masak sih??kok Yas biasa aja ,tadi kamu kan lihat dia bela aku,dia melindungi aku"bantah Tirani.


Tirani mengangguk setuju.


"Tapi katanya mereka sering terlihat boncengan berdua"Mala kembali sanksi.


"Mungkin hanya siasat cewek itu buat dekat sama Yas"Ucap Tirani.


"Bisa jadi "


"Aku nggak yakin Yas bakal kepincut sama cewek dengan wajah standar begitu"


"Betul juga"jawab Mala setuju.


*


*


Yas menoleh menghadap Emil yang mengekori ya.


"Kamu mau kemana -?"tanya Yas.


"Emmm kamu mau kemana ?"Emil balik bertanya.


"Pulang "


"Ohhhh rumah kamu dimana?Apa kita searah?"


Yas menggeleng.


"Kita tidak searah "


"Ohhh gitu ya"Emil terlihat kecewa.


"Ya udah aku pulang dulu "Yas naik ke atas sepeda motornya sembari memakai helm.Emil hanya menjawab dengan anggukan kepala.


"Ternyata kamu deketin aku hanya untuk mencari tahu tentang Rifka "gumam Emil bicara dengan dirinya sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rupanya Yas tidak langsung pulang ke rumah, ia mampir ke toko buku yang berada di dalam sebuah Mall besar.Di saat ia sedang memilih buku-buku yang ia perlukan. Yas melihat gadis yang dua kali ia temui di rumah sakit dan di kuburan, tengah dicaci maki oleh seorang perempuan.


Yas jadi penasaran, setelah ia membayar buku yang dipilih.Yas segera keluar menghampiri mereka.


Terlihat Gadis itu memakai kostum badut yang ia lepas kepalanya. Tidak tahu apa asal muasal masalahnya ,yang jelas perempuan yang memarahi Gadis itu terlihat sangat emosional. Namun gadis tersebut hanya diam pasrah dimarahi oleh si perempuan.Sampai akhirnya perempuan itu mengangkat tangannya hendak menampar si gadis ,namun Yas dengan cepat menahan tangan perempuan itu.


"Siapa kamu ?!"perempuan itu menghardik Yas,Nicta terperangah melihat laki-laki yang tempo hari ada disana.


"Saya pacarnya"jawab Yas datar namun mendalam. Dua bola mata Nicta hampir melompat dari rongganya.


"OH kau pacarnya??bilang ya sama pacar kamu itu, jangan ganjen sama cowok orang"


Yas baru menyadari jika tidak jauh dari mereka ada seorang laki-laki berdiri dengan membawa beberapa tas belanjaan.


"Mungkin anda salah paham Nona"bantah Yas dengan nada santai.


"Salah paham apa ?dia menarik tangan cowok saya dan diajaknya bicara di tempat yang sepi. Apa itu salah paham namanya?"


Dua bola mata Yas bergulir menatap Nicta, gadis itu menggeleng kecil.


"Eh malah nggak ngaku lagi"semprot perempuan itu emosi.Yas memperhatikan ketiganya, sepertinya ada yang tidak beres disini.


"Nona Saya minta maaf sebelumnya, sepertinya di sini saya menemukan kejanggalan. Kalau dilihat dari raut wajah laki-laki itu dengan pacar saya, mereka sepertinya seumuran dan pantas kalau mereka pacaran. Tapi kalau dengan anda? Anda seperti sugar mommy bagi pria itu"


"Apa?? kurang 4jar kamu ya!! kamu bilang aku ini tua gitu?!"


"TIDAK ...kalau anda sudah tua nggak mungkin saya menyebut Anda sebagai Nona. SAYA cuma memperbandingkan antara pria itu dengan pacar saya gitu aja"


"Kau!!!"


"Permisi..."sebuah suara menahan emosi perempuan itu.


"Maaf ada apa ini kok ribut-ribut?"rupanya seorang satpam datang menghampiri.


"Ah tidak ada apa-apa pak hanya salah paham aja"raut wajah perempuan itu langsung berubah manis.


"Tolong ya Mbak dengan mas mas sekalian. JANGAN bikin keributan di sini, kalau ada masalah mari kita selesaikan di kantor .Tidak enak dilihat orang"


"OH iya pak... ya...Nggak kok Kami cuma salah paham aja .Ya udah saya pergi dulu Pak permisi"perempuan itu segera menggandeng laki-laki yang memegang tas belanjaan, lalu keduanya melangkah pergi.


Nicta tertunduk,ia memakai kembali kepala badutnya dan pergi begitu saja.


"Hey!!! tunggu "Seru Yas,namun tak digubris oleh Nicta.