
Sepulang dari Rumah Sakit,Reyhan langsung bersiap untuk menjemput adiknya ke Asrama.Dari tadi Seruni sudah tidak berhenti mengingatkan agar jangan pulang terlalu malam.Karena jarak antara rumahnya dengan Yayasan lumayan jauh.
Namun rencana Tuhan siapa yang tahu, tiba-tiba mobil Reyhan mogok di tengah perjalanan.
"Ah..kenapa harus mogok sekarang sih??"gerutu Reyhan kesal.Ia keluar dari mobilnya untuk mengecek mesin mobil.
Saat tengah sibuk memperbaiki mesin, tiba-tiba ponsel Reyhan yang berada di dalam mobil berdering.
"Pasti itu Seruni ,bawel amat sih tuh anak"
Reyhan menggerutu dalam hati,ia pun menghentikan pekerjaannya.Lalu masuk kembali ke dalam mobil untuk mengangkat telepon.
"Ya Hallo ..."
"Kakak dimana?udah berangkat belum??"
"Udah...tapi mobilku mogok"
"Apa??? terus gimana dong?"
"Ini udah aku benerin, tunggu bentar "
"Ok!!aku tunggu cepet ya..."
"Iya..."
Talian terputus,Reyhan meletakkan kembali ponselnya.Tapi karena ia letakkan di sembarang tempat, ponselnya jatuh.
"Isyyyy..."Reyhan mendengus kesal,ia pun merogoh ponsel itu dalam kegelapan.Ia pikir akan mudah tanpa menyalakan lampu.Tapi karena banyaknya barang yang berada dibawah kursi mobil,jadi ia sedikit kesulitan menemukan ponselnya.
"Ihhh .. Seruni nih.. kebiasaan,sepatu,sandal,semua disimpan disini.Udah bauk, nggak pernah di Loudry lagi ah!!!"Reyhan benar-benar kesal.Tapi tiba-tiba ada yang menariknya keluar dari mobil.Reyhan terhenyak kaget, seorang gadis menariknya keluar mobil, membalik tubuhnya lalu mendorongnya masuk kembali dan menindihnya.Malah tanpa segan gadis itu mencium bibirnya.Reyhan ingin mendorong tubuh gadis itu,tapi malah gadis itu menahan dua tangannya.Terlihat seperti adegan pemerkos44n,tapi ini prianya yang jadi korban.
Jiwa sad boy nya melonjak,Reyhan tidak menyia-nyiakan kesempatan.Ia balas ciuman gadis itu lebih dahsyat.Malah Reyhan merangkul gadis itu dengan hangat.Hal itu terjadi beberapa saat.
Dalam ciuman panas itu,si gadis masih sempat membuka matanya dan melihat dengan ekor matanya orang-orang yang tadi mengejarnya sudah melewati mobil itu.Ia ingin melepaskan ciumannya,tapi Reyhan justru menekan kepalanya agar tetap diam.
Gadis itu berontak,Reyhan justru semakin berhasrat.Ia serang bagian leher dan dada si gadis, hingga rontaan itu berubah menjadi *******.
Jemari Reyhan sangat lihai bermain dibawah perut si gadis.Hingga gadis itu menegang dan menggigit leher Reyhan hingga meninggalkan jejak menghitam.
Setelah gadis itu seperti sudah kelelahan,Reyhan melepaskannya.
Reyhan duduk di belakang kursi kemudi, sedangkan si gadis malu-malu berdiri di luar pintu.Kondisi mobil masih seperti saat mereka bercumbu,tak tertutup.Reyhan membiarkan gadis itu bicara lebih dulu, karena ia melihat si gadis begitu grogi sekali.Mungkin ia baru menyadari sosok tampan yang diperkos4ny4 itu.
Setelah beberapa saat menunggu tak ada respon dari gadis itu,Reyhan beranjak keluar mobil.Ia menutup kap mesin,lalu masuk kembali.Ia strater mobilnya, Alhamdulillah sudah hidup lagi.
Tanpa mengatakan apapun,Reyhan menutup pintu lalu melajukan mobilnya.Gadis itu terpinga-pinga,karena ia ditinggal begitu saja disana.
"Dasar... laki-laki bajin9an,terkutuk kau, dasar b4ndit kau,Anj.... seenaknya ninggalin aku setelah memperlakukan aku begitu.Tidak tahu berterima kasih,padahal aku masih perawan loh.Seenaknya megang harta bendaku,malah....aku keenakan lagi??kok???"
Gadis tomboi bernama Vina itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kan aku yang merk0sa dia,kok malah aku yang keenakan??kenapa tadi aku diam saja??uhhh Vina Vina"Vina memukul kepalanya sendiri.
"Kenapa kamu bodoh sekali? malah nggak ngajak dia ngomong,kenalan kek??nanyak namanya siapa?lumayan loh ganteng,punya mobil lagi.Kalau jadi pacarnya kan enak, Ibu sama bapak pasti bangga..Uhhhh bodoh banget sih"
Vina menggerutu dengan dirinya sendiri.Ia kesal sekali,namun ia harus cepat-cepat pergi sebelum para penagih hutang itu menemukan nya.
___ Melihat mobil Kakaknya sudah tiba,Seruni langsung berlari masuk ke dalam.Ia benar-benar ingin cepat pulang karena gerah dengan godaan si Sukron.Karena ia menggoda seperti orang yang sangat berhasrat sekali padanya.
Setelah pamitan,Reyhan pun kembali mengemudi untuk pulang.Seruni memicingkan matanya, memperhatikan tanda hitam di leher Kakaknya.
"Apa karena itu alasan mobil mogok ??"sindir Seruni .Reyhan Belum menanggapi apa yang dimaksud oleh sang adik.
"Kenapa ??"
"Tauk ah"
"Kenapa??"sekali lagi Reyhan bertanya.
"Itu leher kenapa ?? digigit nyamuk ??"
Refleks Reyhan langsung melihat lehernya di kaca spion.Ia tersenyum malu sendiri.
"Idih senyum-senyum..."
"Ada cewek, datang-datang langsung main perkos4 aja.Ya udah,ambil hikmah aja disetiap musibah "
TUK
Cepat sekali Seruni mencopot sepatu nya dan memukulkan ke kepala sang Kakak.
"Hey Dek!!kamu kurang 4j4r ya sama Kakak mu sendiri "
"Biarin...habis kesel banget, ditungguin dari tadi.Yang ditunggu malah enak-enakan di mobil..hiiiiiiiii..dimana?kalian melakukannya dimana?"Seruni meringis sendiri.
"Udah ah ...Kakak nggak ngelakuin yang tidak-tidak.Hanya pemanasan doang kok...Kakak tahu dirilah, sampai detik ini Kakak masih bisa menjaga keperjakaan Kakak"
Seruni mencebik,itu sangat mustahil.Karena ia tahu Kakak nya itu play boy.
"Beneran...kalau nggak percaya tanya si Kujang.Kalau aku sudah tidak perjaka lagi,dia tidak akan datang lagi padaku"
"Maksud Kakak??"
"Kujang pernah bilang,jika keperjakaan aku hilang karena berzinah.Maka Kujang tidak akan lagi menemani ku.Jika ingin ia datang kembali,aku harus bisa mensucikan diri dengan berpuasa mutih selama 41 hari.Tapi jika keperjakaan ku hilang dengan kehalalan,Kujang akan tetap bersamaku"
"Apa itu juga terjadi padaku??"
Reyhan mengiyakan.
"Berarti selama ini Kakak masih orisinil dong"
"Iya dong...hahahahaha"Reyhan tergelak dengan kalimat orisinil dari adiknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seperti biasa,Livia akan datang jauh lebih awal dari yang lain.Ia sengaja menunggu kedatangan Reyhan lebih dari yang lain.
Saat ia mengemasi meja kerja Reyhan , sesuatu keributan terdengar dari arah luar.Livia jadi penasaran,ia pun keluar ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya.
Seorang gadis terlihat mencak-mencak didepan resepsionis.Ia marah-marah karena semua Dokter tidak ada yang stand by
ditempat.Padahal pasien sudah tenat.
"Gimana sih? rumah sakit besar kok begini pelayanannya.Orang tuaku sudah kritis,tapi belum dilakukan tindakan, alasannya menunggu Dokter.Gimana kalau orang tuaku meninggal tanpa penanganan ??Apa yang bisa kalian berikan sebagai alasan ??hah??"
Tak ada yang berani menjawab.
"Ada apa ini ??"
Tiba-tiba Reyhan datang,Livia menyunggingkan senyum secara otomatis meskipun pria itu belum melihat ke arahnya.Wanita itu menoleh ke arah datangnya suara.Ia tercekat, matanya membulat.
"Ka-kamu ??"
Reyhan tak merespon apa-apa, wajahnya datar saja.