SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 39



Seruni dan Steven membungkukkan badannya memberi hormat kepada para staf Dewan direksi.Mereka semua yang turut hadir pun membungkuk membalas.


Namun pandangan tak mengenakan jatuh pada Seruni yang diapit oleh Steven.Karena mereka semua belum mengetahui perihal putusnya pertunangan Caroline dan Steven.Apalagi setahu mereka,kedua pasangan itu akan segera menikah bulan depan.


"Stev siapa dia?"tanya seorang wanita anggota Dewan.


"Ini calon istri ku bude"jawab Steven disertai senyum manisnya.


"Loh ..bukannya kamu mau nikah sama Caroline ?"


Semua mata langsung tertuju kepada gadis berambut cokelat itu.Caroline tertunduk


"Mungkin bukan jodoh Nyonya, apalah anak saya ini? dibanding dengan ahli waris Mitra medikal yang mempunyai saham terbesar di perusahaan ini"jawab Ny.Laura sambil membelai rambut anaknya.


"Hah??jadi dia pewaris Mitra Medical ??Anak Dokter Harun ??"


"Bukan bude ,dia Seruni anak dari Dokter Excel Oktavia.Dan Dokter Excel Oktavia adalah anak asli satu-satunya dari tuan Brata.Dan dokter Harun adalah putra dari dokter Dirga yang notabeni saudara dari tuan Brata.Jadi pewaris sebenarnya dari MITRA MEDICAL Adalah dia"Steven menunjuk Seruni .


"Oooh rupanya Steven sudah tahu siapa ahli waris yang sebenarnya dari Mitra medical. Karena itulah...mungkin benar apa kata Nyonya Laura, Dia memutuskan pertunangan dengan Caroline karena ada seorang gadis yang mampu memberi dukungan lebih besar kepadanya sebagai pewaris dari PT Cempaka sentosa"Sindir Ny.Rindiani , Steven hanya tersenyum dengan gugup kepada Seruni .Namun gadis Disisinya justru melepaskan genggaman tangannya.Seruni melangkah dan menghempaskan tubuhnya dengan anggun di kursi tunggal yang merupakan tempat seorang pemimpin Perusahaan.


"Hey....gadis lancang, kenapa kamu duduk sembarangan di kursi itu?"Ny.Rindiani menegur sikap Seruni dengan lantang.


"Habis saya pegal sekali Tante berdiri terus dari tadi, kalian sangat tidak sopan tidak mempersilahkan seorang tamu untuk duduk"balas Seruni .


"Itu ada kursi kosong "Ny.Rindiani menunjuk menggunakan tangan kirinya ke sebuah kursi kosong yang ada di ujung ruangan.


"Saya terlalu capek Tante jadi untuk jalan saja ke sana saya tidak mampu ,Lebih baik saya duduk di kursi kosong yang dekat dengan saya"


Ny.Rindiani menggeretakkan gerahamnya.


"Sudahlah Tante...hanya sebuah kursi kenapa harus dipermasalahkan?Toh dia juga bagian dari kita"Steven membela Seruni ,gadis itu tersenyum menambah luka di hati Caroline.


"Dan aku juga nanti akan menjadi pemimpin di Perusahaan ini kan sayang "tambah Seruni , Steven terkesiap.Tapi ia segera mengubah raut wajahnya yang kaget dengan seulas senyuman.


"Iya sayang..."


"Tidak bisa begitu Dong..."tiba-tiba Aldo menimpali"Meskipun dia adalah pewaris dari Mitra medical Dia tidak punya hak untuk menjadi pemimpin perusahaan ini sekalipun dia sudah menikah dengan kamu Stev.Sebab kita tidak tahu kinerja dia gimana?"


Semua anggota Dewan mengangguk setuju dengan ucapan Aldo.


"Iya...dan lagi yang mengurus Mitra Medical itu adalah Dokter Harun,jadi yang mempunyai potensi itu Dokter Harun.Bukan dia"Ny.Rindiani menambahkan.


Seruni tersenyum,ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya.Ternyata sebuah iPad berukuran sedang.Lalu ia memutar kursinya 180°, Steven heran tapi ia memilih diam.


Dengan keahliannya, dia menyambungkan ipad-nya secara otomatis dengan komputer utama di perusahaan Cempaka SENTOSA.Lalu tersambung dengan monitor layar yang menempel di dinding.


"Kalian bisa lihat ini, ini adalah semua data-data dari Mitra medical .Ya... semua data-data itu saya yang pegang dan juga saya yang mengurusinya .Jadwal operasi, kesempurnaan sistem dan juga akun rekening Mitra medical termasuk penambahan saham-saham di PT Cempaka sentosa.Itu Saya yang mengurusnya,Om Harun hanya menghadiri sebagai wakil dari Mitra Medical.Karena saya dan Kakak Saya terlalu sibuk untuk mengurus pertemuan-pertemuan bisnis itu"


"Saya kan masih kuliah,Kakak saya juga mempunyai banyak pasien.Jadi maklumlah kan???"


Tak ada yang menjawab,mereka seperti terpelongo tak percaya.Saling berpandangan satu sama lain.Ny.Rindiani terlihat murka, wajahnya mengeras.


"Jadi bagaimana ??Apa kalian masih meragukan saya?"


Sekali lagi tidak ada yang bisa berkomentar.


"Tapi tenang saja, kalian yang sering memanipulasi data perusahaan tidak perlu takut dan cemas.Saya tidak akan segera duduk di kursi ini secara resmi, sebelum Pesta pernikahan"


"Pertanyaan itu bukan untuk saya, melainkan untuk dia..."Seruni menunjuk Steven.


"Sayang...mereka ingin tahu,kapan kita akan menikah ??"sambung Seruni .


"Emmmm tergantung..."


"Tergantung apa?"


"Tergantung Aldo dan Caroline, kalau dia mau menikah mengikuti undangan yang sudah tersebar ?maka kita akan membuat undangan lain .Tapi kalau dia tidak menikah mengikuti undangan yang tersebar ?ya udah kita aja yang menikah mengikuti undangan yang sudah tersebar"jawab Steven gamblang.Caroline dan Aldo sama-sama terkesiap kaget.


"Loh??Kok Aldo mau menikah dengan Caroline ??"Timpal seseorang yang duduk berhadapan dengan Ny.Rindiani.


"Ah tidak...siapa yang bilang ?itu hanya akal-akalan dari Steven saja,yang menjadikan kedekatan Aldo dengan Caroline sebagai alasan pemutusan pertunangan.Aldo sendiri sudah punya calon istri "jawab Ny.Rindiani menutupi rasa canggung nya .


"Apakah yang anda maksud itu Dahriya??"Timpal Seruni ,kedua bola mata Ny.Rindiani membulat sempurna.


"Dahriya???Dahriya anak dari Dokter Harun?"seseorang ikut menyahut.


"Iya... Saya dengar Riya mau dilamar sama Direktur utama perusahaan Cempaka sentosa"Seruni menjawab.


Caroline menatap Aldo yang tidak berani melawan tatapan matanya.Ia ingin marah tapi karena ini waktu dan tempat yang kurang tepat.Semuanya ia tahan dalam hati.


"Jadi intinya, keluarga besar Cempaka Sentosa akan bersatu sepenuhnya dengan Keluarga Mitra Medical ?begitu?"


"Itu tidak akan pernah terjadi tante, karena dalam kamus keluarga saya tidak ada pernikahan dengan saudara ataupun dengan biras yang dekat. Jadi kalau saya menikah dengan Steven? Riya tidak mungkin menikah dengan Aldo"


Ny.Rindiani semakin marah, wajahnya merah padam.Tangannya mengepal erat, sampai bolpoin yang digenggamnya patah.


Seruni tersenyum tipis melihat hal itu,ia merasa sudah menang dengan perdebatan sengit ini.


*


*


Steven menatap Seruni tanpa berkedip, membuat gadis ini jadi salting.


"Nggak pernah rasanya dicolok ?"ucap Seruni , ia sudah tidak tahan dengan tatapan mata Steven yang teduh.Pria itu mengulum senyum.


"Aku masih nggak percaya ... penjelasan mu tadi, itu benar atau hanya rekayasa? Tapi kalau memang itu rekayasa itu sangat meyakinkan sekali"


Seruni tersenyum menahan tawa.


"kiamu pikir ada sebuah rekayasa yang bisa membuka data pribadi Mitra medical?"


"Hah?itu beneran ?"Steven terkejut tak percaya.


"Ya iyalah... dulu Om Harun juga ingin menguasai Mitra medical ,itu terjadi sewaktu almarhum mamaku masih ada. Tapi catatan ini dia nggak punya ,karena itu selama ini dia selalu bilang pewaris yang sah adalah aku sama kakak. Karena dia memang enggak punya surel untuk membuka data-data ini. Semua data-data ini adalah rahasia pribadi dari Atuk turun ke Mama lalu turun ke kakakku"


"Terus... kenapa kamu yang megang?"


"Karena aku ahli dibidang ini, semua data ini dimodifikasi olehku dan tidak akan ada orang yang bisa membukanya kecuali aku. Karena di setiap jamnya sandi-sandinya berubah secara otomatis"


Steven mengangguk paham.


"Mitra medical perusahaan besar jadi aku harus berhati-hati memegang amanah ini"