
KOSONG!!
Steven memutar kepalanya untuk memastikan, memang kosong tak ada apa-apa di belakang sana.
"Ukkkhhh aku sudah tidak tahan lagi"Seruni menjerit dengan tangan dikepal kuat.Steven tercengang, ia heran melihat tingkah gadis di sebelahnya yang terbilang cukup aneh.
"Dokter Stev... sekarang saya mau jujur kepada Anda.Terserah anda percaya atau tidak ,semua kembali kepada kepercayaan diri masing-masing.Saya mempunyai hewan peliharaan,entah Anda sebut dia dedemit,hantu,setan,jin,atau iblis sekalipun saya tidak perduli "
Kepala Seruni terdorong ke depan karena ditoyor oleh Kujang.Dan Steven sekilas melihatnya meskipun ia masih sibuk mengemudi.
"Ukhh diam!!"Seruni mengusap kepalanya dengan kasar.
"Enak aja bilang aku setan, iblis...aku Jin"
Kujang membela diri.
"Terserah!!!"Bantah Seruni tegas.
Steven melongo heran,ia masih belum mengerti dengan semuanya.Karena merasa khawatir takut terjadi apa-apa,Steven terpaksa menepikan mobilnya.
"Nona...saya bingung sebenarnya... bisakah anda menjelaskan secara detail "ucap Steven.
Seruni menarik nafas dalam-dalam.
"Ok !Dok..saya punya peliharaan, namanya Kujang"
"Kujang ???"
"Iya...dia sesosok harimau putih"
"Emmm kalau seingat saya, Kujang adalah milik prabu Siliwangi "
"Betul!!tapi tidak tahu gimana ceritanya,dia nempel ke keluarga saya secara turun temurun "
Kujang mentoyor kepala Seruni lagi.
"Aku bukan nempel beg0k...Aku menjaga kalian"
Seruni menggeretakkan gerahamnya.
"Bisa nggak jangan dorong kepala aku?"
"Sekarang dia ada dimana?"Steven celingukan.
"Nih... diantara kita berdua "Seruni menunjuk menggunakan ibu jarinya ke sisi kanannya.Steven tersenyum...
"Bisa nggak aku melihat nya?"
"Mending nggak usah deh,entar di usilin kayak aku terus-terusan...kesel tahu nggak "
Steven tersenyum...
"Apakah dari tadi dia ikut kamu?"
Seruni mengangguk...
"Mungkin dia terusir dari sisi Kakakku karena Kakakku sedang bermesraan dengan kak Uzma "
"Jadi dia ngikutin kamu?"
"He-em "
Steven geleng-geleng kepala
"Salam kenal ya buat Kujang, semoga kalau aku berjodoh dengan majikannya,aku bisa melihatnya suatu hari nanti "ujar Stev seraya memutar kemudi kembali memecah jalanan.
Seruni terhenyak mendengar kalimat yang diucapkan oleh Steven.Begitu pun dengan Kujang, keduanya saling bertatapan heran.
"Maksudnya??"
Seru Seruni kompak bersama Kujang.
Steven hanya senyam-senyum saja.
___
Setibanya di halaman rumah Steven,Seruni mendapati Kakaknya tengah duduk di teras sambil menghisap rokok.
"Kakak... ngapain disini sendirian ??mana Kak Uzma ??"
Seruni menghampiri Kakaknya yang diikuti Steven dari belakang.
Reyhan menghela nafas berat.
"Uzma di dalam...dia masih kelihatan bingung,dia benar-benar tidak mengingat Kakak sama sekali"
Seruni merasa kasihan dengan sang Kakak.
"Kakak berencana mau membawanya ke rumah meskipun dia tidak bisa mengingat apapun.Tapi dia tidak mau,,,dia lebih percaya dengan Dokter Steven "
"Ya sudah Dok... biarkan saja dia tinggal disini,saya akan merawatnya dengan baik "jawab Steven menenangkan ,tapi entah kenapa ucapan itu mencemaskan hati Reyhan begitupun dengan Seruni .Kedua Kakak beradik itu saling berpandangan satu sama lain.
"Emmmm biar aku juga tinggal disini Kak,menjaga Kak Uzma "Seloroh Seruni cepat.Steven tersenyum tipis mendengarnya.
"Itu ide yang bagus,biar kita bisa memulai rencana kita dengan lancar "sahut Steven.
"Rencana?? rencana apa??"
"Ah tidak apa-apa Kak...hanya rencana kecil kita"Jawab Seruni cepat, matanya mendelik ke arah Steven.Pria tetap saja dengan senyuman yang manis.
Reyhan menatap wajah keduanya bergantian , sebenarnya dia bukan jenis orang yang mudah dibohongi.Tapi ia percaya kepada adiknya itu.
"Baiklah kalau kamu memang mau menemani Uzma disini,besok Kakak akan meminta kurir untuk mengantar pakaian mu dan pakaian Uzma .Tapi kuliah mu bagaimana ?"
"Apa Kakak lupa kalau aku tengah liburan semester ??"
"Aku janji akan membalas semua kebaikan mu dikemudian hari "
___
"Al... tolong jelaskan apa maksud dari perkataan Steven tadi??Dan siapa Riya?"Caroline terus meminta sebuah penjelasan.Aldo jadi bingung sendiri,
"Riya anak dari Dokter Harun,kamu tahu kan dengan Dokter pemimpin di Mitra Medical ?"
"Ohh jadi kamu bermaksud mendekati dia dan wanita itu tadi?"
"Mendekati dalam artian berteman,bukan lebih...Aku butuh dukungan dari para pemegang saham Car,agar aku bisa mendapatkan perusahaan sepenuhnya "
"Tapi bukankah Steven sudah menyerahkan perusahaan kepada keluarga mu?"
"Iya itu dari Steven ,tapi kalau dari nenek di surat wasiatnya itu tertulis secara rahasia. Bahwa perusahaan itu tidak akan jatuh ke tangan siapapun kecuali Steven. Meskipun Steven telah memberikan kepada kami ,tapi kita masih memerlukan tanda tangan Steven dalam setiap urusan . Kamu paham nggak? kecuali saham kita jauh lebih besar daripada saham yang dimiliki Steven, dan kita bisa memajukan perusahaan tiap tahunnya lebih dari 40%. Baru perusahaan itu bisa jatuh ke tangan kita sepenuhnya"
"Apa Steven tahu akan hal ini ?"
"Aku tidak yakin dia tahu atau tidak... Tapi saat ini sepertinya Nona Seruni ada di pihaknya"
"Kalau kita menikah ,Bukankah saham yang aku punya bisa menjadi satu. Dan yang aku tahu saham keluargaku cukup besar"
"Iya aku tahu itu Car.. tapi tidak ada apa-apanya dibanding dengan saham Mitra Medical. Dan lagi bukankah orang tuamu sekarang bersitegang dengan keluargaku?"
"Itulah...Mama dan Papa pasti tidak akan setuju dengan pernikahan kita"
"Keluarga ku juga sama"
"Terus kita harus gimana ??"
"Itu yang sedang aku pikirkan "Aldo menyandarkan tubuhnya ke badan kursi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi menjelang,Seruni keluar dari kamarnya setelah merapikan diri.Ia melihat Uzma tengah sibuk di dapur membantu Mbok Atun,dan Steven sendiri duduk di meja makan sibuk dengan ponselnya.
"Selamat pagi...."sapa Seruni .
"Pagi..."Steven menjawab dengan suguhan senyuman khas miliknya.
"Kayaknya sibuk banget..."goda Seruni .
"Iya ...lagi ngatur jadwal pasien,tapi jangan cemburu ya...aku nggak akan neko-neko kok"balas Steven membuat wajah Seruni langsung merah seperti udang rebus.
"Apa-an sih?"
"Loh katanya kita harus menunjukkan kedekatan kita"
"Ya bukan di rumah juga kali"
"Yaaa kan sama aja,biar mendalami"
Seruni tersenyum menahan tawa,
"Kayak mau main sinetron aja"
"Iyaaa soalnya aku nggak pinter pura-pura,aku orangnya lebih suka serius aja"
Seruni tercengang,senyum Steven membalas tatapan mata Seruni yang mengherankan.
"Maksud nya apa ya ?"
"Mbok...Mbok Atun sudah melayani saya sejak kecil kan?"Steven bertanya kepada ART nya yang tengah membawa makanan ke atas meja.
"Iya Ndoro..."
"Mbok tahu kan kalau saya tidak pandai berbohong atau berpura-pura ??"
Mbok Atun mengiyakan.
"Tuh denger sendiri kan?"
"Iya tapi maksud dari serius itu yang gimana?"
"Serius dalam hubungan "Timpal Uzma yang juga meletakkan makanan di atas meja.
"Tepat sekali "jawab Steven.
"Dok...kita cuma pura-pura loh"
"Iya..."Steven menjawab santai.
"Jadi nggak serius "
"Terserah kamu... yang penting aku nggak bisa berpura-pura "
"Terus??kalau nggak bisa pura-pura gimana ?"
"Ya bawa serius aja..."
Seruni termangu, sedangkan Uzma hanya senyam-senyum melihat keduanya.
"Udah...makan dulu jangan melongo gitu"celah Uzma .
Seruni mengangguk,ia menerima roti yang sudah dibalur selai kacang dari tangan Uzma .
"Pusing aku kak..."keluh Seruni ...
"Nggak usah dibawa ribet...jalani aja dulu"
Seruni mengangkat kedua bahunya.Sedangkan Steven hanya senyam-senyum saja.