SERUNI

SERUNI
BAB 124 Dimulainya Penyelidikan



"Pria tadi adalah pembunuh wanita berwajah hancur itu"sambung Excel tanpa ragu.


"Kau jangan sembarangan bicara dulu kalau tidak ada bukti yang kuat, bisa-bisa nanti kamu dapat masalah karena ucapanmu itu"seru Ba'im memperingatkan.


"Berani taruhan??"Excel maju tiga langkah menantang.


"Aku tidak suka bermain taruh- taruhan"jawab Ba'im tegas.


"Ohya ??apa ustadz takut kalah ??"Excel semakin maju, sedangkan Ba'im malah menarik diri mundur ke belakang.Seruni dan Ismail hanya diam menyaksikan.


"Jangan kurang ajar kamu"Ba'im panik sendiri,Excel tersenyum tipis.Ia merasa lucu dengan ekspresi wajah Muhammad Ibrahim.


"Hemmmm"gadis itu menghela nafas panjang.Lalu pergi begitu saja masuk ke dalam kamarnya kembali.


HUFFFFFF


Ba'im menghela nafas lega.Seruni tersenyum menahan tawa, sedangkan Ismail tidak bisa menahan tawanya.


"Bunda tadi lihat kan??"Ismail kembali ngakak.


"Iya..iya...hahahahaha"


"Apa-apaan sih Bun??"Ba'im terlihat malu sekali,ia pun pergi masuk ke dalam kamarnya.


Seruni dan Ismail semakin tertawa lepas sepeninggal Muhammad Ibrahim.


"Baru kali ini pun aku melihat Kakak ketakutan sama perempuan"


"Benar sekali ,,dia lucu dengan wajah ketakutan seperti itu .Sama setan aja di berani ,eh sama perempuan itu dia malah takut"


Keduanya kembali tertawa lepas.


"Tapi Bun, Apa benar Excel juga bisa melihat makhluk tak kasat mata seperti Kakak?"


Keduanya mulai serius.


"Bisa jadi ,,,tadi Excel sepertinya tidak berbohong deh"


"Apa perlu kita bantu mereka menyelidiki Ustadz Abu?"


"Boleh... tapi kamu jangan terlalu fokus dengan penyelidikan. Kamu cari-cari tahu santai-santai aja ,nanti kalau kamu ketahuan menyelidiki Ustadz Abu?Bunda takut kamu akan diapa-apain.Bunda parno banget sama pembunuhan begitu.Untung Bunda sudah tidak bisa melihat mereka lagi"


"Iya Bun... tenang saja"jawab Ismail santai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Usai shalat magrib berjamaah ,seperti biasa para santri putra dan putri melakukan murottal secara berkelompok. begitupun dengan Excel , ia berkumpul bersama kelompok Wanda. Namun mushaf hanya dipangkunya, sedangkan dirinya sibuk menggunakan teropong mengamati Ustadz Abu dari kejauhan.


"Kamu lagi lihat siapa sih??"tanya Wanda penasaran.Excel hanya nyengir kuda.


"Kak Wanda kayak nggak tahu aja, dia pasti lagi lihatin Tuan Muda "timpal seorang teman sekamar Wanda .


"Iya.... tidak tahu malu betul"sambung teman yang lainnya.


Namun Excel tak menggubris nya,ia terus sibuk memantau ustadz Abu. Tapi tiba-tiba sosok berwajah hancur terlihat di ambang pintu mushola, tepat di belakang tubuh Ustadz Abu.Excel kaget bukan main ,sampai ia melemparkan teropongnya begitu saja. Nafasnya memburu cepat ,seperti ia telah melakukan lari maraton.


Excel memalingkan wajahnya ,tidak mau melihat sosok yang menyeramkan itu. Namun ia masih sesekali melihat ke arah tempat di mana Ustadz Abu duduk murottal bersama. Makhluk itu masih tetap di tempat yang sama.


"Baim ke mana ya?"


hatinya bermonolog,ia dengan cepat mengambil teropong yang baru saja sempat ia lempar. Lalu dengan teropong tersebut ia mencari keberadaan Muhammad Ibrahim.


Excel baru menyadari bahwa pria yang ia cari ikut berkumpul dengan kelompok murottal Ustad Abu.


"Pasti dia sekarang juga melihat sosok itu"


Gumam Excel dalam hati.


Wanda terus saja memperhatikan gerak-gerik Excel ,ia yakin bahwa Excel bukan hanya memperhatikan Ba'im .Tapi lebih terlihat seperti seorang detektif saja.


___


Selesai doa bersama setelah melakukan salat Isya berjamaah, para santri putra dan putri keluar dari mushola dengan teratur menuju ke kamar asrama masing-masing.


"Kau menyelidiki Ustad itu kan?"


Sebuah suara terdengar membuat Ba'im menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang.


"Nggak usah munak deh...aku lihat kok"Excel mengikuti langkah pria itu.


"Lihat apa?"


"Aku lihat kamu ikut dalam kelompok pria itu , dan aku juga melihat perempuan yang berwajah hancur itu ,berdiri tepat di belakangnya"


"Aku juga melihatnya... dan menurut informasi aku dengar Ustadzah Nila katanya sakit "


"Siapa yang bilang?"


"Ustadz Abu"


"Kamu nanya sama dia?"


Ba'im menghentikan langkahnya lalu menatap Excel .


"Lah terus Aku harus nanya sama siapa?"


"Kalau menanyakan sama pelakunya..ya pasti dia bohong"


"Itu masih mungkin dia pelakunya... kalau tidak ??"


"Terus dengan cara apa kamu akan membuktikan bahwa dia pelakunya atau bukan?"


"Aku akan mendatangi rumahnya "


"Kamu akan datang ke rumahnya secara terang-terangan?"


"Iy...a aku harus membuat alibi yang kuat untuk bisa datang ke rumahnya"


"Contoh nya?"


"Menjenguk Ustadzah Nila.. kan tadi aku nanya sama dia, ke mana ustazah Nila?? Kenapa absen mengajar? terus Ustad Abu menjawab kalau Ustadzah Nila itu sedang sakit. Jadi aku akan menjenguknya besok pagi"


"Aku ikut..."


"Mau ngapain ??"


"Ya bantuin kamu menyelidiki kasus ini, aku yakin kamu sangat membutuhkan pertolonganku"jawab Excel begitu percaya diri.


"Jangan harap!"Ketus Ba'im seraya melangkah masuk ke dalam rumahnya.


"Hey... tunggu aku"seru Excel ,namun justru Ba'im menutup pintu rumahnya tepat di depan batang hidung Excel .


"Hampir saja"Excel mengusap lembut hidung mangirnya.Ia mengepalkan tangannya seakan-akan ingin memukul pintu.


"Kalau aku tidak cinta kamu... udah aku cekkik kamu,udah aku bunuh kamu,aku cincang-cincang jadi bergedel"Excel memperagakan kegeramannya dengan gerakan tangan, seolah-olah ia tengah memotong sesuatu.


"Tolooooooong...."


Excel terkesiap, matanya membulat sempurna.Rasa kesal dan geram langsung hilang berganti gemetarnya seluruh tubuhnya.


"Tolooooooong.... Tolooooooong aku"


Bulu kuduknya meremang,Excel mengusap punggung lehernya.Rasa dingin menyapa.Ia ingin masuk saja ke dalam rumah,namun kakinya seperti melekat kuat tidak bisa digerakkan meskipun seinci.


"Aku tahu kamu bisa melihat ku... tolong aku...aku mohon..."rintihan yang memilukan bukan membuat Excel merasa sedih.Namun ia ingin menangis karena ketakutan yang teramat sangat.


"Tolong..."


Sentuhan dingin hinggap di bahu Excel ,gadis itu langsung terkulai lemas, PINGSAN!!!


___


"Bunda...Ayah...Excel pingsan"suara Ismail terdengar berat dan terengah-engah.


Seruni langsung bangkit untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi? ternyata Ismail datang dengan menggendong tubuh Excel yang tak berdaya.


"Ba'im tolong bantu adikmu"seru Seruni panik.Ba'im bingkas bangun,ia kaget dan langsung meluru membantu adiknya menggendong Excel .


"Cepat bawa ke kamarnya"titah Roy kepada kedua putranya.Ba'im dan Ismail kompak menggendong Excel membawanya ke tempat tidurnya. Mereka meletakkan tubuh Excel dengan hati-hati.


Seruni sudah siap dengan minyak kayu putih di tangannya, ia tadi sempat mengambilnya di kotak P3K di sebelah kamar Ba'im.


Dengan penuh kasih Seruni menciumkan aroma minyak kayu putih ke lubang hidung Excel. Sampai Gadis itu mengeliat dan mengerjapkan matanya.