SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 132



Nicta baru saja sampai di rumah hampir gelap,ia heran melihat pengawal Ayah nya berdiri di teras depan.Tapi tidak berbuat apa-apa saat Nicta melewati mereka.


Baru saja masuk,Nicta merasakan aura yang tidak nyaman.Banyak orang di ruang tamu tapi mereka diam tak bergeming.


"Ada apa ini?"


Nicta memilih untuk tidak mau tahu,ia berjalan masuk ke dalam tanpa menyapa.


"Nicta!!!"


Seruan Tuan Mahendra menghentikan langkahnya.Dengan ragu ia membalikkan badannya.


"Iya Pa...."


"Kemari!!!"


Nicta semakin tak enak hati,ia melangkah ragu.


"Duduk!!!"


Nicta patuh.


"Sultan Zubair membatalkan perjodohan kalian"


Kepala Nicta terangkat.


"Aku tidak tahu apa alasan nya,tapi posisi kamu sudah tidak aman.Kau bisa dengan mudah disingkirkan oleh Valo"


"Papa .."hanya kata itu yang keluar dari bibir si gadis saat melihat kesedihan di wajah Ayahnya.


"Maafkan Papa...Papa tidak bisa melindungi mu lagi Nak.."


"Papa..."Nicta bangkit perlahan,ia merangkul Ayahnya.


"Maafkan Papa..."Tuan Mahendra meneteskan air matanya.Ia sudah tidak bisa berpura-pura lagi untuk kuat dihadapan putri kesayangan nya.


"Untuk apa Papa minta maaf,Papa nggak salah apa-apa kok... Jangan terlalu memikirkan sesuatu yang belum terjadi Pa.Masa depan Nicta nggak ada yang tahu"


"Tapi bagaimana jika Valo menguasai semuanya...Dia orang terkuat di perusahaan setelah Papa.Jika Papa nggak ada,dialah orang nomor satu.Dan kamu????"Tuan Mahendra tak kuat menahan kesedihan bila membayangkan nasib Nicta.


"Sstttt Nggak akan terjadi apa-apa sama Nicta Pa...percaya deh"Nicta memangku wajah Ayahnya yang sudah dimakan usia.


"Papa ingin kamu bisa tetap menjadi keluarga Mahendra Nak"


"Selamanya Nicta adalah keluarga Mahendra Pa... sudahlah jangan dipikirkan sesuatu yang Papa juga nggak tahu kedepannya seperti apa??Lebih baik sekarang Papa utamakan kesehatan Papa,agar bisa terus menemani Nicta sampai Nicta sukses.Sukses dengan hasil jerih payah Nicta sendiri.Jadi Papa tidak perlu khawatir tentang bagaimana Nicta nantinya kalau perusahaan jatuh ke tangan Kak Valo"


Tuan Mahendra menatap putrinya sendu.


"Kau seperti Ibumu,,, yang selalu berpikir positif dalam setiap hal.. Apapun itu "


Nicta tersenyum tipis.


"Kenalkan... mereka semua orang-orang kepercayaan Papa di Perusahaan.Mereka siap mendukung mu,tapi tanpa Brunei Airline.Meskipun mereka bersatu,semua akan percuma"


Nicta memandangi satu persatu wajah tamu Tuan Mahendra .


"Suatu hari nanti,Nicta pasti akan butuh bantuan Om om sekalian.Tapi bukan untuk merebut perusahaan.Melainkan Nicta ingin membangun perusahaan sendiri,agar tidak direcoki oleh orang lain lagi...Iya Kan Pa??"


Tuan Mahendra tersenyum tipis mendengar argumen putrinya.


"Kalau itu cita-cita mu Nak...Maka kamu harus mengejar nya..Papa akan mempersiapkan semuanya mulai dari sekarang.Kau harus belajar lebih giat ,nanti lulus SMA kamu akan Papa antar kuliah ke luar negeri "


DEGH!!


"Kemana Pa?"Wajah Nicta nampak khawatir.


"Setidaknya ke Paris,disana ilmu dalam dunia Bisnis lebih menunjang..Banyak hal yang bisa kamu pelajari "


"Di Indonesia apa tidak ada ?"


"Ada hanya kurang berwawasan luas"


"Tapi Nicta ingin di Indonesia saja Pa"


"Mau dapat apa kamu kalau cuma disini ??Valo itu lulusan perguruan tinggi di Paris,jadi dia bisa berdiri setegak itu karena wawasannya luas"


Nicta sendu sekali.


"Ya sudah lah Pa... Nicta masih kelas dua,masih lama lagi...Nicta mau ke kamar dulu ya"ujar Nicta lemas.


"Iya sayang.... jangan lupa sebentar lagi kita makan malam bersama "


"Ok..."


Nicta melangkah gontai masuk ke dalam rumah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi menjelang,Nicta merasa malas untuk bangun.Tapi karena paksaan dari Eny, akhirnya terpaksa ia pergi ke sekolah.


Tidak berbeda dengan kemarin,tatapan kebencian tetap Nicta terima saat ia lewat di depan teman-temannya.Nicta hanya bisa diam dan pura-pura tidak perduli.


"Hey anak belagu, pergi sana...kau tidak pantas berada di kelas ini"seru Ayu lantang.


"Iya pergi sana ..aku muak liat muka kamu"tambah Raya.Dan yang lain pun ikut menyahut hal yang sama.Nicta tak kuat lagi membendung air matanya, ia berbalik untuk pergi.


Tiba-tiba tanpa sengaja ia menubruk seseorang yang membuat tubuhnya hampir terpental jatuh.Kalau tidak tangan kuat orang itu berhasil menangkap tubuh Nicta dan mendekapnya.


Nicta berontak,ia tidak tahu siapa orang itu karena pandangannya terganggu oleh banyaknya tepung di bulu matanya.Tapi yang Nicta tahu, seisi kelas jadi sunyi tanpa suara.


Nicta terkesiap kaget saat merasa tubuhnya di bopong,ia melakukan perlawanan namun sia-sia.Tubuh itu sangat kokoh merengkuh nya dan membawa nya pergi entah kemana.


"Lepasin...kau siapa sih??"


Tak ada jawaban..


"Awas ya kalau berani macam-macam...aku akan buat kau menyesal"


BYUR....


Nicta merasa tubuhnya bertubrukan dengan air.Ia berusaha menggapai permukaan, sampai ia ter-engah-engah karena kelelepan.Dua buah tangan melingkari pinggangnya, Nicta berusaha melepaskan diri.Ia meraup mukanya yang masih belum bisa melihat dengan jelas akibat tepung yang masuk ke dalam matanya.Tangan hangat itu membantu membersihkan wajahnya.Kini Nicta bisa melihat jelas siapakah gerangan orang yang telah lancang terhadap dirinya itu.


"Yas..."Nicta terpana , hingga ia diam mematung.Yas tersenyum tipis, dengan telaten ia membersihkan rambut Nicta dari kotoran tepung.


"Kenapa kamu tidak melawan ??,kenapa diam saja diperlakukan seperti ini ??"


Nicta tak bergeming, ia tetap diam mematung.Rasanya ini seperti mimpi.Ibu jari Yas mengelap sisa tepung di bibir gadis itu.


"Ini benar kamu??"


"Lalu siapa lagi?hem???"


"Yaaas"Nicta memeluk tubuh Yas disertai linangan air mata.


"Kau kemana saja??kenapa nggak ada kabar ??aku nyariin kamu kemana-mana ??aku bingung...aku takut kamu akan ninggalin aku"


Yas tersenyum tipis,ia membalas pelukan Nicta dengan lebih erat.


"Maafin aku ya...aku terburu-buru hingga aku tidak bisa memberi mu kabar.Tapi kan cuma sebentar "


Nicta melepaskan pelukannya


"Sebentar apanya,,,,42 jam aku tidak bertemu dengan mu Yas..."


"Kan masih kurang 6 jam lagi yang mau 48 jam"


"Ihhhh kau ini"Nicta memukul Yas dengan kepalan tangannya.Yas tergelak renyah.


"Ya udah yuk keluar dari kolam,dingin nih"ajak Yas.


"Salah sendiri kenapa nyebur ke kolam?"


"Kamu kotor sayang,tapi....kamu cantik juga meskipun dipenuhi tepung.Buat aku semakin bergairah saja"


"Apa-an sih"Nicta melengos malu.Ia berenang ke tepi lalu naik ke atas.Yas pun melakukan hal yang sama.


"Ah beli seragam lagi"Nicta menggerutu kesal.


"Aku juga nih...."sambung Yas,Nicta jadi tertawa geli melihat Yas basah-basahan karenanya.


"Kenapa ketawa??"


"Habis kamu lucu,be90k juga...malah ikutan nyebur"


"Nggak apa-apa, sekali-kali mandi bersama kan nggak apa-apa..."


Nicta mencebik.


"Kita nikah yuk..."


"Hah?"Nicta terpelongo..


"Kita nikah..."


Nicta malah bengong.


"Kok malah diem ?? nggak mau??"


"Kamu habis dari mana sih??kok datang-datang jadi aneh gini??"


"Emang salah kalau aku ngajak nikah ??"


"Ya nggak salah,cuma kan??kita masih umur berapa ??"


"Habisnya lama-lama kayak gini benar-benar menjadi tantangan sendiri buat aku...Aku pria normal loh"


"Gila..."Nicta tersenyum malu,ia melenggang pergi.


"Hey!!!aku serius sayang..."


"B0d0h"balas Nicta tanpa menoleh.Yas berlari mengejar.