SERUNI

SERUNI
BAB 86 Cemburu Ya?



Utari memukul-mukul kasur karena geram akibat rencananya gagal.Ia meremas sprei sekuatnya, gerahamnya bergemeletuk , dadanya sebak menahan amarah.


Nafsunya yang sudah memuncak membuat dia kehilangan kendali.Bantal-bantalnya dilempar kemana-mana.Sprei digigitnya dengan sekuat tenaga.Jika diperhatikan,dia seperti orang kesetanan.


____


Sedangkan Bagas duduk dengan gelisah di tepi tilam, dengan sesekali ia menengok ke belakang tubuhnya.Melihat istrinya yang tidur tanpa rasa bersalah sedikitpun.Padahal baru saja ia sudah membuat Bagas cenat-cenut serta membuat perasaan Bagas tak karu-karuan.


Bagaimana tidak, dengan gamblangnya Bunga mengatakan bahwa laki-laki itu bukan orang lain baginya, melainkan orang yang sangat berarti.


Lalu dirinya dianggap apa oleh Bunga???


Bagas membalikkan badannya, duduk bersila disisi istrinya.Ia mengguncang bahu Seruni , membuat Seruni langsung terjaga.


"Apa?"Seruni mulai kesal.


"Bangun dulu..."Bujuk Bagas seperti anak kecil yang minta uang jajan.


"Hisyyy suami istri sama saja"Gerutu Seruni keceplosan."Lagi enak-enaknya tidur diganggu Mulu"


"Maksudmu apa??"Bagas bingung sendiri dengan kalimat yang diucapkan oleh istrinya.Seruni baru menyadari bahwa ia mengungkapkan kalimat terlarang.


"Emmmm ya kamu,sama aja sama perempuan itu.Suka ganggu aku tidur"


Bagas celingukan seperti orang bodoh.


"Tadi kamu mendesah-desah dikerjain sama Utari kan???"Seruni menemukan alasan atas jawabannya.


"A...ee.. dari mana kamu tahu??"


"Emang kamu pikir aku budek???"Balas Seruni gencar.


"Masak kedengaran sampai kesini ???"Bagas sangat tidak percaya.


"Terus?? ngapain aku gedor-gedor pintu kamar kalian ??"


Bagas merasa sudah diskak mate oleh istrinya,ia jadi kehilangan kata-kata untuk berdebat.


"Ayo ..katakan!!ada apa bangunin aku tidur??"


Bagas menggaruk kepalanya yang tidak gatal,ia benar-benar kehilangan kata.


"Ihhh nyebelin deh"Seruni menarik selimut hendak merebahkan tubuhnya kembali,namun ditahan dengan cepat oleh Bagas .


"Tunggu.. tunggu"


"Ada apa?"Seruni mulai naik emosi.


"Tapi kamu jangan marah ya"


Seruni terpelongo.


"Aku ni emang udah marah kali...ah !!!"


"Ya tapi janji kamu jangan marah lagi,, dengerin aku ngomong dulu"


Keduanya saling bertentangan mata ,Bagas melihat cahaya mata istrinya begitu tajam dan memikat hati.Kenapa ia baru menyadarinya ??


"Ya udah...cepet kamu mau ngomong apa ??"Akhirnya Seruni mengalah.


"Eeeeemmmm apa bener pria itu Seseorang yang sangat berarti buat kamu??"


"Maksudmu siapa?"Seruni menautkan kedua alisnya.


"Pria yang di Rumah Sakit itu?"


Seruni terdiam menatap lucu pria dihadapannya itu , Apakah ini pertanda Bagas cemburu sama Roy???Seruni tersenyum, membuat Bagas heran melihatnya.


"Kok malah senyam-senyum sih??"


"Kan tadi katanya nggak boleh marah ?"Seruni membalikkan kata-katanya kepada Bagas sendiri.


"Iya sih...tapi aku butuh jawaban"


"Kamu cemburu ???"


Bagas terhenyak, pipinya jadi bersemu merah.


"Ditanya kok malah balik nanyak sih?"Bagas memalingkan wajahnya menutupi rasa malunya.


"Idiiihhh kamu cemburu ya???"


"Jangan ge-er deh...siapa juga yang cemburu??.Aku kan cuma pengen tahu aja.. kalau itu benar ?ya baguslah .. berarti aku bisa punya alasan untuk kita berpisah "


Mendengar kalimat yang terlontar dari bibir Bagas ,Seruni merasakan dadanya berdenyut sakit.Ia juga melihat jiwa Bunga menampakkan diri,dia menangis.Mungkin sebab itu dada Seruni berdenyut.


Bagas melirik dengan ekor matanya,ia penasaran bagaimana ekspresi istrinya jika ia mengatakan begitu.Tapi ia sendiri yang panik begitu melihat Seruni memegang dadanya dengan wajah meringis menahan sakit.


"Kamu kenapa Bunga -?kamu sakit??"


Seruni menggeleng.


"Kenapa diam??"Seruni tak bisa menahan air mata si empunya tubuh.Dadanya semakin perih terasa.


"Aku kurang apa sama kamu Mas??"Jiwa Seruni benar-benar tidak bisa mengendalikan perasaan si empunya tubuh.


"Eh... ma-maaf kan aku Bunga"Bagas mengesat air mata istrinya dengan telapak tangannya.


"A-aku tidak akan menceraikan mu...A-asal ka-kamu jangan selingkuh ya"


"Aku tidak pernah menduakan mu Mas..."Ucap Bunga lirih.Jiwa Seruni sesaat terlepas dari raga Bunga,namun tiba-tiba ketarik kembali saat Bagas memeluk tubuh istrinya dengan penuh kasih.


Seruni ingin sekali melepaskan diri , tapi pelukan itu sangat erat sekali.Sampai Seruni terbatuk-batuk karena susah bernafas.


"Ah...maaf"Bagas segera melepas pelukannya karena istrinya batuk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat waktunya makan malam,Seruni dan Bagas pergi bersama menuju restoran yang disediakan oleh pihak hotel.Utari sudah menunggu di bawah sejak tadi,begitu melihat kekasihnya berjalan bersama sepupunya.Rasa sakit membuak didadanya,namun sebisa mungkin Utari menahannya.


Seruni justru semakin memanas-manasi dengan menautkan tangannya ke lengan Bagas .Bersikap seolah-olah mereka sepasang suami istri yang romantis.


"Hem...sok romantis,padahal sudah tahu kan kalau Bagas hanya mencintai ku"Sindir Utari dengan nada sengit.Seruni tersenyum menanggapi,ia duduk dengan gaya anggun mempesona.Sedangkan Bagas duduk di antara mereka berdua.


"Kamu sudah pesan makanan?"Tanya Bagas lembut.


"Aku tidak akan pernah menyentuh makanan sebelum ada kamu sayang"jawab Utari seraya membelai lembut tangan kekasihnya.


Seruni berpura-pura tidak tahu dengan menyibukkan diri melihat-lihat buku menu.


"Ya sudah...kamu mau makan apa?"Sambung Bagas .


"Kamu kan tahu makanan kesukaan ku"Balas Utari .


"Baiklah..."


Bagas melambaikan tangan ke arah salah satu waiters,dia pun datang menghampiri dengan senyuman.


"Selamat malam Pak ..mau pesan apa?"


"Saya mau pesan bistik daging tiga,saya mau tingkat kematangannya sedang ya, jangan terlalu matang banget"


"Tunggu!!!"Seruni memotong pembicaraan Bagas kepada sang pelayan.


"Aku nggak suka daging yang masih mentah "


Bagas terpelongo,begitu pun dengan Utari .


"Katro banget jadi orang"Utari tersenyum sinis.


"Ya sudah,,, kamu mau makan apa?"Tanya Bagas kepada istrinya.


"Nasi goreng "


Utari refleks menyemburkan minuman yang baru saja diseruput nya.Ia tertawa sambil tersedak minuman.


"Hati-hati dong sayang..."Bagas mengambil tisu lalu diberikan kepada Utari .


"Sorry....aku nggak bisa nahan ketawa sayang,lucu banget deh si Bunga ini"


"Apanya yang lucu sih?? perasaan nggak ada yang lucu deh,biasa aja"Balas Seruni sengit.


"Kamu pesan nasi goreng di restoran semewah ini??Hallo... mending kamu pergi aja deh,tuh diluar sana banyak orang yang jual nasi goreng dipinggir jalan"


"Emang disini nggak ada??bener ya mbak disini nggak ada menu nasi goreng ??"Ucap Seruni melibatkan sang waiters.


"Ada Bu...ada nasi goreng seafood, spesial, Chinese,dan nasi goreng Padang.Banyak menu nasi gorengnya"Jawab sang pelayan dengan sopan.


"Ok...saya pesen yang paling mahal "Seruni melirik sinis ke arah Utari .


"Saya juga"timpal Bagas .Utari langsung mendelikkan matanya.


"Sayang...kamu nggak biasa loh makan nasi goreng,nanti sakit perut gimana?"


"Siapa bilang ??dia tu hari sarapan nasi goreng buatan ku.Buktinya nggak apa-apa kok"Timpal Seruni tak mau kalah.


Utari langsung naik angin.


"Kamu tahu apa tentang Bagas??"


"Kamu yang tidak tahu apa-apa tentang dia"Balas Seruni."Kamu memaksakan keinginan mu kepada nya,tanpa kamu bertanya dia mau apa? buktinya dia suka makan nasi goreng aja kamu nggak tahu,aku istrinya!!kamu cam kan itu"Seruni menepuk dadanya dengan jumawa.


Utari diskak mate oleh ucapan Bunga,ia tak bisa menahan malu karena orang-orang sekitar menatapnya dengan tatapan mencemooh.


"Sudah...sudah ..sudah... masalah makanan saja diributkan.Ya sudah Mbak,saya pesan nasi goreng spesial dua,dan steak daging satu.Minumannya jus orange saja"Bagas langsung saja memesan makanan tanpa meminta persetujuan.


"Baik Pak..."Sang waiters mencatat semua pesanan pelanggannya,lalu ia mohon diri untuk menyiapkan pesanan.


Utari masih saja menekuk wajahnya,ia membuang muka.Menghindari bertatap muka dengan Bunga, sedangkan Seruni bersikap biasa saja.Justru ia asyik bermain ponselnya.