SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 104



"Aku kira kita bisa menjadi teman baik,tapi kenapa kamu melakukan ini kepada ku?"Bisik Yas lirih.


"Ma-ma-maafkan a-aku Yas...Aku...aku tidak tahu, jika...jika Sari benar-benar melakukan itu padamu "Akhirnya Nicta mengakuinya tanpa berani mengangkat wajahnya.Yas menatap wajah gadis yang gemetaran dihadapan nya itu.Ia menarik diri untuk mengurangi ketegangan yang dirasakan oleh Nicta.


"Jangan kau ulangi lagi,,,"Yas berlalu pergi setelah mengucapkan kalimat itu.Tubuh Nicta meluruh ke tanah.Ia duduk tanpa alas,kedua tangannya memeluk lututnya.Nicta menangis sejadi-jadinya.Tubuh yang menggigil bergetar hebat oleh tangisan yang mengguncang.


*


*


Setelah tangisan nya reda,Nicta bangkit dari duduknya.Ia berlari masuk ke dalam toilet,karena ia tidak tahu harus kemana lagi mencari Sari.


"SARI!!! KELUAR KAU!!! KELUAR KAU PEREMPUAN IBLIS!!!AKU TIDAK MAU BERTEMAN DENGAN MU LAGI,AKU TIDAK MAU MELAKUKAN APAPUN KEPADA YAS!! KELUAR KAU"


Nicta menjerit sendirian di dalam toilet, berharap Sari akan muncul seperti tadi.Tapi ia tidak menemukan siapapun.


"SARI!!!"


Nicta mulai putus asa,ia tidak tahu harus bagaimana lagi menghentikan semua ini.Kemana dia bisa menemukan Sari?sedangkan ia dari mana asal usulnya saja,Nicta tidak tahu.


___


Jam pulang sekolah,Nicta menyusul langkah Yas yang tenang tapi panjang.


"Yas..."


Pria yang dipanggil menoleh,ia menghentikan langkahnya menunggu si gadis.


"Aku...aku minta maaf,aku...aku benar-benar menyesal...Aku tidak tahu harus bagaimana ??aku tidak bisa menemukan Sari"Nicta berharap Yas akan mengerti dan tidak menyalahkannya lagi.


"Kau yang memulai,kau yang memberikan ruang untuk dia mendekati mu.Maka hanya kamu yang bisa menghentikan nya"Jawab Yas .


"Ta-tapi bagaimana caranya ??aku mohon...jika kamu tahu,tolong beri tahu aku"pinta Nicta.


"Dia akan datang sendiri padamu, tunggu lah"


Pada saat itu, Nabila datang menghampiri.


"Hay..."sapanya kepada sang pujaan hati,Yas tersenyum manis.


"Udah siap??"tanya Yas.. Nabila mengiyakan.Nicta melihat pemandangan itu merasakan perih di ulu hatinya.


"Kenapa dia?"Tanya Nabila penasaran karena menangkap sorot mata yang menyimpan perasaan.Nicta langsung menundukkan wajahnya.


"Oh ada masalah tentang pelajaran, Biasa hari ini ujian terakhir kenaikan kelas"Jawab Yas seadanya.Ia tidak mungkin jujur tentang semuanya karena menjaga perasaan Nicta.


"Kamu bisa menyelesaikan ujian dengan baik kan?"


"Iya dong ..."Jawab Yas bangga.


"Baguslah...yuk kita pulang "ajak Nabila.Yas mengangguk setuju.Keduanya pun berjalan bergandengan tangan dengan mesra,Nicta hanya bisa diam mematung di tempat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Guru Sari sudah tiba di rumah Sari.Anak gadis yang masih seumuran Yas begitu senang menyambut kedatangan sang guru.Ia memeluk sang guru dengan erat.Karena selain seperti guru,beliau juga sangat menyayangi Sari sama dengan anak kandungnya sendiri.


"Seperti apa musuh mu cah ayu?"tanya gurunya.Sari menyodorkan ponselnya yang terdapat foto Yas disana.Sang guru tersenyum...


"Dia keturunan Salahuddin"


"Mbok mengenal nya?"


"Yah...pria yang sangat terkenal di dunia alam dedemit.Nyi Blorong saja sangat mencintai nya"


"Apa guru bisa mengalahkannya ??"


"Kita tidak bisa menyerangnya langsung, karena itu bisa membunuh kita sendiri.Seperti halnya apa yang terjadi padamu"


"Lalu?Apa yang bisa kita lakukan Mbok?"tanya Sari penasaran.


Gurunya tersenyum,ia mengajak Sari ke dalam ruangan tempat ritual.Sang guru duduk bersila,lalu memutar foto Yas di atas sebuah baskom perak yang berisi air suci tujuh sumur.


Dengan disertai bacaan mantra, tiba-tiba dalam baskom itu menampakkan wajah Yas yang tengah bersenda gurau dengan Nabila di pondok Nabila.


"Kau lihat itu?"


Sari mengangguk.


Sari mengernyitkan keningnya.


"Yang perempuan atau yang laki-laki Mbok?"


"Yang perempuan "


"Hah???kok bisa?"Sari terlihat tak percaya.Ia menengok lagi ke dalam baskom.


"Musuh guru yang mana?"tanya Sari penasaran.


"Abdurrahman,,,, Sebenarnya aku tidak punya urusan dengan nya,Tapi karena dia ikut campur urusan ku?Maka aku bunuh dia"


"Bisa Mbok jelaskan lebih detail ?"pinta Sari.


"Beberapa tahun yang lalu,Aku menerima job untuk menghabisi nyawa seseorang dengan memberikan penyakit.Aku pun menyanggupi,lalu korban itu benar-benar sakit parah"


"Kau tahu kan, bagaimana kemampuan ku dalam hal membunuh ??"


Sari mengiyakan dengan penuh semangat.


"Tapi Abdurrahman menolongnya,ia terlepas dari jeratan mautku.Sang iblis marah,dan aku yang menjadi sasaran nya.Sampai akhirnya aku bersumpah dihadapan Iblis,bahwa aku akan membunuh Abdurrahman"


"Tanpa membuang waktu,aku pun mengirimkan teluh kepada Abdurrahman.Tapi gagal,dia memang hebat.Tapi aku tidak bisa menerima kekalahan, teluh yang kukirim gagal kepada Abdurrahman. Tapi tidak gagal kepada istrinya"


"Istri Abdurrahman mati seketika itu juga, tapi aku belum puas karena yang aku incar adalah Abdurrahman. Karena itu aku mengirim teluh lagi dan kali ini teluh itu mengenai anaknya.Dia anak Abdurrahman"Guru Sari menunjuk ke dalam baskom.


"Tapi kenapa dia masih hidup Mbok?"


"Karena Abdurrahman mempertaruhkan nyawanya untuk menolong anaknya.Hal itu juga dibantu oleh Harimau putih betina sang khodam Abdurrahman"


Sari tersenyum.


"Karena itu kalau kamu tidak bisa langsung menyerang musuhmu?Maka kau harus menyerang orang terdekat musuhmu"


Sari mengangguk mengerti.


"Sepertinya...anak Abdurrahman dekat dengan musuhmu.Hal ini akan menjadi mudah,karena gadis itu sudah pernah terkena teluh ku"


"Jadi maksud Mbok,aku harus mencelakai anak Abdurrahman lebih dulu?"


Sang guru mengangguk membenarkan.


"Dengan begitu kamu bisa punya celah untuk mengalahkan musuhmu hahahaha"Sang guru tertawa renyah,Sari manggut-manggut disertai senyuman iblis.


"Terima kasih Mbok "ucap Sari dengan senangnya.Sang guru mengangguk disertai senyuman.


"Tapi...Sari bukan ingin membunuh nya Mbok"


"Lalu ??"


"Tempo hari tim basket disekolah ku datang ke sekolah pria ini untuk bertanding.Ternyata pria ini adalah anggota tim basket.Karena sudah terbiasa melakukan nya, pelatih meminta bantuan ku untuk mengalahkan musuh"


"Awal nya,semua berjalan lancar.Pada akhirnya,pria itu tidak tinggal diam.Dia menyerang ku balik,sehingga hampir merenggut nyawa ku Mbok"


"Terus??"Sang guru menyela pembicaraan.


"Seperti apa yang pernah Mbok ajarkan kepadaku ??Kita harus bisa merenggut orang terkasih nya,jika melawannya langsung selalu gagal..Tapi bukan itu yang ingin aku lakukan Mbok.Aku bertemu dengan seorang gadis yang sangat mencintai Pria itu.Jadi ku tawarkan jasaku kepada gadis itu, untuk bisa menaklukkan hati pria ini.Aku ingin dia merasakan pembalasan ku dengan mempermalukannya Mbok.Seperti aku yang malu kepada pelatih dan para pemain basket"


Sang guru mengangguk mengerti kemana arah tujuan pembicaraan anak muridnya itu.


"Lalu kamu mengirim jampi-jampi agar pria itu jatuh hati kepada gadis yang mencintainya ini"


Sari membenarkan.


"Tapi kamu gagal?"


Sari mengangguk lagi.


"Dan sekarang minta bantuan ku??"


"Iya Mbok.."


"Baiklah"Sang guru mengangguk setuju"Kita temui gadis yang berambisi untuk memiliki pria itu "


Sari mengangguk setuju Tanpa bantahan.