SERUNI

SERUNI
BAB 153 Rindu Indonesia



Kejadian antara Tuan Brata dan Baim mencuri perhatian orang sekitar karena memang di saat itu adalah hari bersejarah bagi siswa-siswi kelas XII.


Begitu melihat Ba'im duduk melantai,Seruni langsung berlari menghampiri.Ia tidak tahu apa yang terjadi karena ia sibuk menyiapkan sajian untuk para orang tua murid.


"Ba'im ...ada apa Nak??kenapa Kakakmu bisa ada dilantai Is??"


Ismail tidak tahu harus menjawab apa, sedangkan Ba'im menangis meraung-raung tidak perduli dengan orang sekitar yang mulai berkumpul melihat keadaannya yang sangat mengenaskan.


"Bunda...Excel pergi Bun...dia pergi meninggalkan aku Bunda..."


"Iya sayang...iya...sabar ya Nak...Is ...ayo bantu Kakakmu duduk di atas kursi roda"Titah Seruni yang diangguki oleh Ismail .Ada beberapa laki-laki ikut membantu tanpa diminta.


"Sudah ya sayang...Bunda yakin Excel hanya ingin menenangkan diri...dia pasti kembali ,Bunda yakin itu"Seruni mengusap air mata Putra sulungnya dengan penuh kasih.


Ba'im mulai sedikit tenang, kehangatan kasih seorang ibu memang sangat luar biasa.


"Tapi Bunda...Excel Pergi membawa anakku..."


"Apa??!!!"tubuh Seruni menegak, matanya melebar, keningnya mengerut.


"Benarkah itu Is??"


Ismail mengiyakan.


"Pergi kemana dia??,Bunda akan mencarinya"


"Ke Jepang Bun...dia melanjutkan kuliah disana"Ismail menjawab dengan jelas.


"Hah?"Seruni terperangah,ia pikir hanya sebatas kota Jakarta atau Sumatera.Tenggorokannya bergerak menelan saliva.


"Sudah lah Ba'im ,,, yang sabar ya,, Kalau kalian berjodoh takkan kemana??"Ustadzah Muna dengan lembut mengusap punggung Muhammad Ibrahim.Pria itu tertunduk pilu, penyesalannya kini tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Detik berganti menit


Menit berganti jam


Jam berganti Hari


Hari berganti bulan


Perut Excel sudah semakin membesar. Namun hal itu tidak menghalangi aktivitas Excel mengerjakan tugas kuliah. Justru dalam pertengahan semester dia sudah meraih predikat mahasiswi terbaik dan tercerdas.


Tuan Brata senantiasa selalu berada di sisi putrinya ,ia mengalihkan seluruh pekerjaannya di Indonesia hanya dengan melalui komputer pribadinya.


"Hay anak Papa..."sapa Tuan Brata yang baru saja muncul dari balik pintu kamar Excel , wanita itu menoleh dengan senyuman.Untuk sementara waktu ia menjedah tugas kuliahnya.


"Papa bawa makan malam untuk Excel ??"


"Iya dong...Papa bawa terang bulan favorit mu.Meskipun jauh,Papa tetap membeli nya"jawab Tuan Brata sembari memperlihatkan kantong kresek yang di bawanya.Excel tersenyum senang, ia segera menyambut kantong kresek itu dengan binar wajah yang bahagia.


"Waaaaahhh sepertinya tugas kuliahmu bertambah deh?"Tuan Brata berkomentar setelah melihat layar laptop anaknya.


"Iya Pa Ex mengambil tugas double soalnya kan bulan depan akan ambil cuti untuk melahirkan"


Tuan Brata manggut-manggut...


"Jangan terlalu stress Nak... kasihan anakmu"


"Iya Papa tenang saja"Excel menjawab dengan entengnya.Tuan Brata membelai rambut Excel, sementara Excel sendiri sibuk melahap terang bulan yang dimintanya tadi.


Beberapa saat, laptop Excel terkunci otomatis.Lalu keluar wallpaper yang membuat Tuan Brata tercengang.


"Kau masih memikirkannya ??"


"Hem??"Excel mendongak,ia melihat ke arah mata Tuan Brata tertuju.


DEGH!!!


Meskipun sudah setiap kali membuka laptop Excel melihat foto dirinya dengan Ba'im, Tapi tetap saja setiap kali ia melihat hatinya bergetar hebat.


"Move on sayang... jangan terus begini"


"Ex udah berusaha Pa... Mungkin hal itu lah kelemahan Excel . Tapi Papa jangan khawatir,Excel masih semangat kok menjalani hidup.Kenangan diantara kami hanya pengobat rindu saja"


___


Dilain tempat,Ba'im pun tidak berbeda jauh.Ia meratapi nasibnya sepanjang malam di atas sajadah.Doa-doa ia taburkan dengan harapan agar bisa berjumpa dengan Excel .


Kadang bila jenuh,ia memanggil Kujang.Tanpa segan Ba'im mencurahkan segala isi hatinya kepada si Harimau putih.Dengan setia Kujang mendengarkan sambil rebahan di lantai.


Itu terjadi sampai pagi menjelang,dan disaat Mentari bersinar.Ba'im melakukan aktivitas seperti biasa.Mengajar dan mengaji.


.


.


.


Hari kelahiran Excel sudah tiba,dengan ditemani sang Ayah ,Excel melahirkan dengan selamat bayi laki-laki yang lucu dan tampan.Dan Excel memberikannya nama REYHAN OKTA IBRAHIM.


INTERMISION


Excel Oktavia sudah menyelesaikan studinya dengan predikat tertinggi serjana terbaik Dokter spesialis kanker.


Tuan Brata pun sangat bangga dengan putri tunggalnya itu.Apalagi cucunya yang sudah menginjak usia 5 tahun yang cukup cerdas diusianya.


"Kau serius ingin pulang ke Indonesia???"


"Iya dong Pa... masak bo-ongan sih"


"Apa kamu tidak apa-apa jika tanpa sengaja bertemu dengan nya??"


"Kemungkinannya sangat kecil Pa.. Karena mungkin dia sibuk mengurus Panti. dan lagi rumah sakit Mitra Medical kan jauh banget dari kawasan dia Pah.Jadi sulit untuk ketemu kecuali Excel datang kesana"


Hemmmm


Tuan Brata manggut-manggut tanda mengerti.


"Lagi pula Excel sangat rindu Indonesia Pa..."


"Rey juga rindu Tuk .."tiba-tiba Reyhan yang sejak tadi sibuk bermain menimpali.


"Rindu siapa sayang?"


"Rindu Indonesia...di Indonesia kan ada Papa..iya kan Bunda"


Tuan Brata kaget,ia langsung menatap putrinya.Excel hanya mengulas senyum misterius.


"Tidak mungkin kan Pa aku bilang kalau Papanya meninggal .Dia juga berhak tahu sama Papanya"


"Iya kalau dia ketemu,kamu juga pasti ketemu.Apa itu akan membuat mu tetap baik-baik saja ??"


Excel tersenyum,ia meraih tangan sang Ayah dan menciumnya dengan mendalam.


"Tolong percayalah dengan anakmu ini Pa..."bisik Excel lirih,Tuan Brata terenyuh.Ia membelai kepala yang terbalut hijab itu.


"Papa hanya takut kamu tersakiti lagi Nak...Papa tidak pernah lupa saat itu, tidak akan !!"


Excel mengangguk mengerti.


___


Malam sudah larut,Excel tidur dengan memeluk tubuh putra kesayangannya.Saat tengah terbuai mimpi, tiba-tiba Reyhan merasa ingin pipis.


Anak itu pun melepaskan diri dari pelukan Ibunya lalu berlari kecil ke kamar mandi.Usai membuang hajat,anak yang mewarisi kemampuan orang tuanya itu keluar dari kamar mandi.


Disaat ia hendak naik kembali ke atas peraduan, tiba-tiba televisi layar datar yang menghiasi Kamar tidurnya menyala dengan sendirinya.


Reyhan terdiam, ia terus memperhatikan televisi tersebut. Tiba-tiba keluarlah hantu Sadako, perempuan yang keluar dari televisi dengan rambut basah menjuntai ke lantai. Sadako terus merangkak mendekati Reyhan yang sama sekali tak bergeming.Ketika Sadako sudah berada di hadapan Reyhan ,anak itu berlari menuju meja rias ibunya.


Ia mengambil Hair dryer milik Excel yang jenis portabel,lalu mengarahkannya ke rambut Sadako.


"Tenang ya Tante,aku bantu keringkan rambut Tante...ihh basah banget"ujar anak itu sambil lalu menggerai rambut Sadako seperti seorang penata rambut profesional.


Sadako melongo,ia pikir akan makan korban kali ini??tapi kok???