
Dongeng yang dikisahkan oleh Khumaira cepat merebak di kalangan anak-anak Asrama.Dan tanpa sengaja terdengar oleh Seruni , saat ia mengikuti sholat ashar berjamaah.
Bisik-bisik dari para anak didiknya yang sangat jelas terdengar membuat Seruni meradang.Begitu selesai berdoa bersama,ia langsung bangkit dan keluar Musholla mendahului yang lain.
"Ismail..."Seruni menyerukan nama anaknya yang berlari-larian keluar dari Musholla bersama teman-temannya.Anak laki-laki yang begitu mirip dengan Ibu mertuanya itu menghampiri.
"Iya Bun..."
"Panggil Kakakmu agar menemui Bunda di rumah, sekarang!!!"Seruni memberikan perintah dengan tegas.Ismail terpana,ia melihat dengan jelas kemarahan di mata Ibunya.Bocah kecil itu mengangguk patuh,ia gegas berlari kembali masuk ke Musholla.Mencari sang Kakak yang biasanya berada di sof depan.
"Kak..."Seru Ismail..Ba'im yang tengah bercengkrama dengan para ustadz muda menoleh.
"Di panggil Bunda... sepertinya Bunda sedang marah"
"Marah??sama siapa?"
"Mungkin sama Kakak?"
Ba'im menautkan kedua alisnya, ia pun mohon diri dan bergegas pulang memenuhi panggilan dari Ibunya.
"Assalamualaikum..."Seru Ba'im saat baru memasuki rumah.
"Wa'alaikum salam" Seruni menjawab dalam hati, dengan wajah datar tanpa ekspresi.
"Bunda memanggil Ba'im ?"
"Duduk!!!"Suara Seruni sangat tegas jelas terdengar.Ba'im patuh,ia duduk di kursi tak jauh dari tempat duduk Ibunya.Kedua tangannya saling tergenggam diantara kedua lututnya.
"Apa benar kamu tidur sekamar dengan Khumaira ?"
Ba'im tersentap,namun diam tak bergeming.Kedua bola matanya bertentangan dengan tatapan penuh selidik dari sang Ibu.
"Jawab Ba'im !!!Semua itu benar atau tidak?!!!"
Pandangan Ba'im melantai disertai anggukan kecil.
PLAK!!!
Sebuah tamparan tak terhindari.Ba'im tetap tertunduk,perih terasa dibagian pipinya.
"Apa ini ilmu yang kamu dapat dari Kairo ??"
Ba'im sedikit pun tak mengangkat wajahnya.
"Kenapa Ba'im ??kenapa Ba'im lakukan ini kepada Bunda??"Seruni terus saja mencerca anak sulungnya.
Ba'im masih bungkam.
"Tolong jelaskan kepada Bunda!!!"
Pada saat itulah Ba'im baru mengangkat wajahnya.
"Bun...maafkan anakmu ini,tapi percayalah...Ba'im tidak melakukan apapun kepada Khumaira.Memang benar ,Ba'im sekamar dengannya.Tapi Ba'im tidur di lantai"
"Kenapa kamu tidak tidur di luar kamar??"Seruni memotong kalimat Putranya.
"Ba'im sengaja melakukan itu Bunda,agar tidak ada yang curiga dengan apa yang Ba'im lakukan di dalam kamar itu "
"Memangnya apa yang kamu lakukan disana?"
Ba'im sejenak terdiam...
"Ba'im membuang penangkal hitam yang dilakukan Ayah Khumaira dan juga Khumaira sendiri "
Seruni tercenung,ia membingkai wajah Putranya dengan penuh tanya.
"Banyak hal yang dilakukan Ayah KHumaira dan juga Khumairah sendiri dalam hal kejahatan Bunda , Dan mereka melindungi diri dari perbuatan buruk mereka sendiri dengan menggunakan penangkal hitam "
"Kejahatan seperti apa yang kamu maksud ??"Sambung Seruni,Ba'im diam terlebih dahulu sebelum melanjutkan ucapannya.
"Dari mana kamu tahu tentang hal itu ?"
"Dari banyak pihak Bun..."
Kini giliran Seruni yang terdiam.
"Apakah sebab ini kamu meminta untuk melamar Khumairah?"
Ba'im mengiyakan...
"Jujur Ba'im tidak bisa menerima begitu saja kematian Nayla Bun, apalagi kematiannya sangat tidak adil baginya. Dia tidak bersalah Bun,dia hanyalah korban yang dicap sebagai pendosa"
"Seandainya Bunda tidak terlambat untuk menanyainya, mungkin akan lain ceritanya "Seruni nampak terlihat menyesal.
"Sekarang apa yang akan kamu lakukan ? Mungkin kHumairah sudah bercerita yang tidak-tidak tentang kamu dan dirinya "
"Biarkan saja Bun...toh nanti juga dia yang akan malu sendiri "Ba'im menjawab dengan tenang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setiap jam 12 malam, selalu ada ustadz yang akan meronda ke setiap penjuru asrama untuk melakukan adzan dan Iqamah.Dan itu pun terjadi di malam ini,entah kenapa Khumaira merasa sangat tidak nyaman sekali?Ia berusaha mencari posisi enak untuk tidur,tapi rasanya semua tidak nyaman.
Karena sudah terlalu gerah,ia bangun dengan rasa kesal.Dilihatnya semua teman se kamarnya sudah pada pulas terbuai mimpi.Ada yang ngorok,ada juga yang meracau sembarangan.
Tiba-tiba sekilas kHumairah melihat kelibat Ba'im ,matanya langsung berbinar bahagia.Ia memperhatikan jam dinding dalam keremangan ,baru jam 12 lewat 5 menit.
"Apakah Ba'im yang adzan malam ini??"
Khumaira bingkas bangun,ia tidak mau ketinggalan si penakluk hati.Baru saja daun pintu terbuka,hawa dingin menyergap dan aroma bunga Kamboja sangat terhidu kuat.
kHumairah merasa bulu kuduknya meremang,namun ia tak perduli.Dia ingin sekali bertemu dengan Ba'im ,bagus kalau mereka kepergok berduaan.Pasti akan segera dikawinkan hehehehe.Khumairah jadi senyam-senyum sendiri sambil terus mengikuti arah Ba'im pergi tadi.
Sampai di sudut dinding Asrama bagian timur, Khumaira melihat sosok berbaju putih berdiri memunggungi dirinya.Gadis itu tersenyum manis,ia meyakini itu adalah Ba'im yang tengah melakukan adzan (Disini adzan nya tidak nyaring ya guys).
kHumairah menunggu sampai Ba'im berbalik,dalam otaknya ada rencana untuk mengejutkan pria idamannya itu.
Tapi tubuh itu tak kunjung berbalik, hingga Khumaira kehilangan kesabaran dan ingin menepuk pundak sosok tersebut.
Tangannya terjulur ke depan, mendekati pundak kokoh itu.Tapi belum sempat tersentuh tiba-tiba ada gerakan.
KRETEK KRETEK...
Bunyi tulang patah terdengar jelas,kepala itu berputar 180° menghadap kHumairah.Sedangkan posisi badan tak bergerak se inci pun.Seringai dingin membuat Khumaira berdiri mematung.Ia ingin lari tapi kakinya terasa berat sekali.
Wajah pucat dengan cekung mata yang dalam mendekati paras Khumaira yang pias ketakutan.
"Hay...lama tak bertemu"Sapa sosok yang sangat dikenal oleh Khumaira dengan baik.
"Kenapa diam?? terkejut ??"
HIHIHIHIHIHI....Tawa melengking disertai gerak ekstrim dari kepala yang kembali ke posisi semula membuat Khumaira semakin tak bernyali.
Sosok itu melengkungkan punggungnya ke atas seperti orang yang berkayang,lalu kepalanya berputar menghadap lawannya.Ia berjalan merangkak terbalik dengan seringai yang mengerikan.
Gemetar lutut kHumairah sampai ia terjatuh karena tak kuasa untuk berdiri.Keringat dingin mengucur deras.
"Kau rindu dia?"tanya makhluk itu,dalam kedipan mata wajahnya berubah menjadi Muhammad Ibrahim.Khumaira menggeleng pelan,ia beringsut mundur menjauhkan diri dari makhluk itu.Namun Makhluk itu semakin mendekat.
"Demi mendapatkan nya kau fitnah aku?Demi ingin memilikinya kau buat aku menderita... Sekarang ???apa kau sudah mendapatkannya??Atau hanya karena aku,dia melamarmu ?? hihihihihihi "
"Tidak...Tuan Muda mencintai ku,,,dia sudah tidur sekamar dengan ku"Bantah Khumairah.
Spontan makhluk tersebut tertawa ngakak sampai terpingkal-pingkal dan akhirnya terbatuk-batuk.
Ba'im sampai tepuk jidat menyaksikan semua itu lengkap dengan rekaman handycam di tangannya.