SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 129



Nicta masuk ke dalam kamar nya, kedatangannya langsung disambut oleh Eny.


"Ada apa Nic??Kok ribut-ribut tadi ku dengar ?"


"Papa tidak suka aku berhubungan dengan Yas,dia berniat menjodohkan aku dengan pemilik Brunei Airline..Papa jahat sekali,masak anaknya dijadikan kayak dagangan.Nggak bisa jual kesana dijual kesitu hanya untuk menjadi sang pewaris.Padahal aku kan tidak pernah menginginkan untuk menjadi seorang pewaris"Nicta meneteskan air matanya ,Eny mengusap lembut pundak sahabatnya itu.


"Sudahlah Nic...Kamu harus berpikir positif.Ini semua demi kebaikan kamu juga kan"


"Kebaikan apa En??"


"Kamu bisa punya segalanya,mau beli apa aja tinggal beli.Tidak seperti aku ini Nic,HUFFFFF sejak aku ditinggal sebatang kara.Banyak hal yang harus aku perhitungkan.Kalau bukan karena kebaikan kamu dan Papa Kamu? mungkin aku sudah tinggal di kolong jembatan "


"Tapi En... hidup tanpa cinta akan membuat hidup mu sepi,tak ada gunanya banyak uang jika kamu hanya sendiri "


"Itu hanya hasil dari pemikiran mu sekarang yang terlalu bucin,nanti kalau kamu sudah lebih dewasa lagi,kamu akan mempunyai penilaian lain.Percaya deh!"


"Ah... kamu tidak bisa mengerti perasaan aku En"Nicta membuang tubuhnya ke atas kasur.Ia menutup wajahnya dengan bantal.Eny menghela nafasnya perlahan,ia bangkit dan keluar meninggalkan Nicta sendirian di kamar.


*


"Bagaimana Nicta?"Tanya Tuan Mahendra kepada Eny yang kini berdiri di hadapannya.


"Masih meratapi nasibnya Om"jawab Eny, wajahnya tertunduk hormat.


"Hemm pengaruhi otak nya agar ia lebih menjadi penurut,aku sudah transfer uang ke rekening mu.Sebagai bayaran karena kamu telah mengatakan semua yang terjadi pada putriku"


"Terimakasih Om"Eny tersenyum tipis.


"Ya sudah... pergilah "


Eny menganggukkan kepalanya,ia berjalan mundur untuk keluar dari ruangan pribadi Tuan Mahendra .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nicta berlalu begitu saja melewati meja makan,ia sedang tak ingin sarapan bersama sang Ayah.Tuan Mahendra hanya diam tak menegur sikap putrinya itu,ia tetap saja fokus membaca surat kabar langganannya.


Sudah lebih 15 menit Nicta menunggu Yas,tapi sedikit pun tak ada tanda-tanda Yas datang.Di telfon pun ,Yas tak menjawab.


"Kemana sih dia?? tumben banget kesiangan"gerutu Nicta kesal.


"Nic...yuk"Ajak Eny yang baru saja keluar dari dalam rumah.


"Aku nunggu Yas..."jawab Nicta pendek.


"Udah jam berapa nih??nanti kamu telat loh"


"Tapi nanti kalau Yas datang gimana ??"


"Kayaknya nggak bakal datang deh,pasti dia nunggu kamu di sekolah.Kan katanya Om nggak suka dia sama kamu"


Nicta mulai terhasut,ia pun memilih berangkat bareng sama Eny.Tapi Nicta masih sering kali memeriksa keluar mobil,siapa tahu ia akan berpapasan dengan Yas dijalan.


"Kemana sih Yas??di telfon pun nggak diangkat"Nicta menggerutu sendiri.


"Mungkin nyalinya ciut karena hubungan kalian ditentang"Timpal Eny.


"Tapi kemarin dia sangat gagah sekali waktu membela hubungan kami,nggak mungkin ah dia ciut"


"Siapa tahu dia introspeksi diri ?? merasa insecure karena kamu orang kaya,nggak pantes sama dia yang tidak punya apa-apa "


"Kamu jangan ngomong gitu ah...kok kayaknya kamu ini sekutunya Papa deh"bantah Nicta.


"Lah coba pikir,dia kemana??hayo..."


*


Sesampainya di sekolah,Nicta langsung mencari keberadaan Yas.Tapi sosok itu seolah ditelan bumi,tak ada jejak.


"Kemana Yas sih??kok ngilang gini?"Nicta mengedarkan pandangannya ke sekeliling.Tapi bayangan Yas pun tak terlihat.


"Waaaahhhh ada Tuan putri sedang mencari pangeran nih"


Nicta menoleh ke arah suara yang meledeknya.Rupanya Ayu dan beberapa teman sekelasnya.


"Kenapa?? kebingungan mencari pangeran ??"


"Kemana Yas??"tanya Nicta sengit.


"Lah malah nanyak kita??"


Semua tertawa meledek.


"Tanya tuh sama rumput yang bergoyang"


Suara tawa itu sangat menjijikkan sekali terdengar bagi Nicta.Ia berniat pergi tapi tangan nya dicekal oleh Ayu.


"Kau tanpa Yas,bukan apa-apa"


Nicta berontak,tapi ia malah terkepung oleh teman-temannya yang lain.


"Apa-apaan sih ?"Nicta berusaha melepaskan diri.Tapi justru bajunya ditarik hingga robek.


"Ihhh lepasin"Nicta melawan, mereka semakin mempersempit ruang bagi Nicta.Nicta berusaha mendorong tapi ia kalah.


"Tolong..."Nicta berteriak minta tolong,Namun hal itu justru membuat Ayu tertawa lepas.


"Hey.... kalian ngapain ?"Seru seorang guru yang melihat kejadian tersebut.Ayu segera memberi kode kepada teman-temannya untuk melepaskan Nicta.Kondisi Nicta sudah amburadul, bajunya sobek sana sini.


"Nicta...kamu nggak apa-apa?"


Nicta tak menjawab,ia merengut kesal menatap teman-temannya yang seperti hilang akal itu.


"Ayo ikut Ibu,kamu ganti bajumu dulu"


Nicta mengangguk setuju,Guru itu mengapit Nicta meninggalkan Ayu dan ganknya.Ayu memperhatikan punggung Nicta dengan tatapan sinis.


*


Nicta menangis sendiri di dalam toilet,ia sangat sedih karena Yas tak kunjung ada kabar.Hatinya sakit,sangat sakit.Apa benar yang dikatakan oleh Eny,bahwa Yas introspeksi diri??Dia merasa insecure karena mereka berbeda kasta.


"Tapi setidaknya kamu ngasih kabar dong Yas...jangan kayak gini"Nicta berbicara dengan layar ponselnya yang terpampang foto dirinya dan Yas yang begitu mesrah.


Nicta mendengar suara langkah kaki yang bergerombol,ia segera mengantongi ponselnya.Mengesat air matanya,lalu bangkit dari duduknya.Keinginannya adalah keluar dari kamar toilet,tapi tiba-tiba sesuatu yang basah dan bau mengguyur tubuh Nicta.


Hahahahahahaha... terdengar tawa meledak berjamaah.Nicta mendongak, rupanya itu Ayu DKK .Mereka mengguyur tubuh Nicta dengan sampah basah yang dipenuhi ulat.


"Emmmm bauk...Hahahahahah"Ayu melompat turun dari atas toilet.Nicta hanya mampu diam mematung,ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk melawan.Tubuhnya terjelopoh ke lantai, duduk diantara air sampah yang bau sekali.Ia menangis sesenggukan tanpa ada seorang pun yang menolongnya.


Kalau ada Yas, mereka tidak mungkin seberani itu melakukannya.Apa benar jika tanpa Yas,Nicta tidak ada apa-apa nya??


"Yas...kamu kemana??kenapa meninggalkan aku seperti ini ???"Tangisan luka itu semakin menjadi,kini Nicta benar-benar merasa sendiri.Ia sudah tidak punya siapa-siapa lagi yang bisa memahami hati dan pikirannya.Tuan Mahendra ,Eny,di tambah Ayu yang seperti memprovokasi teman-temannya untuk membenci dirinya.


Nicta benar-benar sendiri,ia meringkuk di dalam toilet.Menangis tanpa ada seorang pun yang perduli akan hatinya.Bau sampah yang menyengat tidak ia perduli kan.Hatinya terlanjur sangat sakit dan terluka.


"Setega itukah kamu pada ku Yas???Kemarin bukan main kamu melindungi aku,dan secepat kilat kau menyakitiku seperti ini ??Apa yang kamu inginkan sebenarnya ??Kau jahat!!jahat sekali..."