
Setelah sholat Isya berjamaah, keluarga besar Roy berkumpul di ruang makan.Seruni heran karena tak melihat putra sulungnya sejak pagi tadi.Ba'im sudah melewatkan sarapan dan makan siang, sekarang makan malam pun ia tak ada.
"Is..kemana Kakakmu?"tanya Seruni kepada putra bungsunya.Ismail mengedikkan bahunya sembari menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Is terakhir bertemu Kakak pas waktu selesai sholat subuh Bun...dia dipanggil santri Wati hihihihihi"Ismail menutup mulutnya saat tertawa.
"Di panggil santri Wati ??"Seruni menautkan kedua alisnya,ia menatap suaminya ingin mencari kepastian.Tapi Roy menggeleng tidak tahu apa-apa.
"Coba cek di kamarnya sayang.."Roy memberi usul.Seruni mengangguk,ia pun bangkit menuju kamar Ba'im .
Tok tok tok tok tok
"Ba'im .."Seruni ingin membuka pintu kamar tapi terkunci"Eh tumben dia pergi mengunci pintu ??"Seruni berpikir itu bukan kebiasaan anaknya.
Sekali lagi Seruni mengetuk pintu.
"Ba'im ...Nak...apa kamu didalam ??"
"Iya Bun...."terdengar jawaban dari dalam,tapi suaranya tidak setegas biasanya.Seruni jadi khawatir...
"Kamu kenapa Nak?? apa kamu sakit?"
"Tidak Bun..."
"Kalau kamu tidak sakit? marilah Keluar kita makan malam bersama "Pujuk Seruni .
"Bunda duluan saja,Ba'im masih ada tugas"terpaksa Ba'im berbohong karena tidak mau Ibunya khawatir melihat keadaannya.
"Ohhh begitu?? Tapi kamu yakin kan Nak tidak apa-apa?"
"Iya Bun..."
Sebenarnya Seruni ragu, naluri keibuannya tidak bisa dibohongi begitu saja.Tapi tak apalah, mungkin memang putranya butuh waktu untuk sendiri.
"Gimana sayang ?"Roy langsung bertanya saat istrinya kembali ke meja makan.
"Katanya ada tugas Mas...tapi tak tahulah tugas apa?"Seruni duduk kembali di tempat semula.
"Mungkin patah hati Bun...hihihihi"Lagi-lagi Ismail menertawakan Kakaknya.
"Kok bisa??"
"Tadi Is lihat,gadis itu ngasih sesuatu sama Kakak.Kakak sampai mau jatuh,Is ingin menghampiri.Tapi Kakak keburu pulang, mungkin itu surat putus Bun hihihihihihi"
"Ah masak ada cewek yang berani mutusin anak Ayah sih?Ayah saja tidak pernah begitu,malah Bundamu ini yang cium Ayah lebih dulu "Tanggap Roy yang disambut tepukan kuat di lengannya.
"Idiiihhh... bukannya Mas yang nggak bisa terima saat aku putuskan.Malah gagal move on dan ngajak balikan setelah 3tahun"
"Tapi kamu juga kan sayang..."
"Ihhh"Sekali lagi Seruni memukul suaminya,Roy tertawa renyah diikuti oleh Ismail .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam sudah akan beranjak pagi,tapi Ba'im tidak bisa sedikit pun melelapkan matanya.
Tuk tuk tuk tuk tuk
Ba'im sontak bangkit dari tidurnya,ia tergopoh-gopoh berjalan menuju jendela.Nayla tersenyum saat melihat pujaan hatinya.
"Nay..."Ba'im tidak malu menangis di depan gadis itu.
"Tuan...Tuan kenapa?"Nayla mendekat, refleks tangan mengusap air mata kekasihnya dari balik jeruji besi.Tangan Nayla begitu dingin terasa,Ba'im menangkap tangan itu dalam genggamannya.
"Nay... benarkah kamu telah mengkhianati cintaku??"
Nayla menggeleng cepat...
"Tidak pernah...tidak pernah sama sekali "
"Lalu foto itu???vi-video itu??"Suara Ba'im bergetar.
Nayla terkejut,ia menarik tangannya dengan cepat.Wajahnya berpaling memunggungi Ba'im .
"Kenapa Nay??kenapa kamu lakukan itu ??"
Nayla tak bergeming,Ba'im mengusap wajahnya.Ia beristighfar berkali-kali untuk menenangkan hatinya.
"Tolong...jika kamu benar-benar mencintai ku?jelaskan semuanya tanpa terkecuali.Aku ingin mendengar semua dari pengakuan mu"
"Apakah Tuan meminta aku mengaku?"Nayla mengangkat wajahnya, matanya tiba-tiba merah seperti darah.
"Nay...kamu kenapa ?"
Nayla memalingkan wajahnya,ia tidak mau Ba'im melihat kemarahannya.
"Nay...bukan aku meminta mu mengaku,aku ingin mendengar pembelaanmu.Entah kenapa hati kecil ku mengatakan kamu tidak sungguh-sungguh melakukan hal itu"
Ba'im melihat punggung gadis itu bergetar,ia tahu gadis itu tengah menangis.
"Karena itulah aku menunggumu Tuan..semua orang tidak ada yang percaya,Nay sangat berharap Tuan bisa percaya.Karena doa-doa Tuan sampai ke padaku"Nayla tertunduk lebih mendalam.
"Ceritakan lah Nay...aku siap mendengarnya "
Nayla mengangguk pelan...
___
Malam itu,Nayla baru saja menerima gelar mahasiswa terbaik seangkatannya.Semua anak-anak panti mengucapkan selamat kepadanya.Kecuali Khumaira sepupu Nayla.
Ia tidak suka dengan kesuksesan Nayla , apalagi saat mendengar Nayla dielu-elukan akan menjadi menantu keluarga Pengasuh.Semakin bertambah iri lah si Khumaira.
Pada dasarnya, Khumaira bukanlah anak yatim-piatu.Orang tuanya lengkap dan sehat wal'afiat.Ia tinggal di Panti karena terpaut oleh ketampanan Muhammad Ibrahim.Dia merengek kepada Ayahnya untuk tinggal bersama dengan Nayla di Panti.
Awalnya Ayahnya tidak setuju,tapi setelah Khumaira jujur akan niatnya.Ayahnya yang gila harta langsung mengiyakan.
Maka sejak saat itu, Khumaira tinggal di Panti bersama dengan Nayla .Namun kHumairah diberi fasilitas yang wah oleh Ayahnya.Meskipun tinggal di panti,hanya Khumaira yang punya ponsel pribadi.Ia juga diberi sepeda motor agar bisa pergi kemana-mana.
Rasa iri semakin menjadi saat tahu bahwa Ba'im menaruh hati kepada Nayla . Rencana jahat pun di mulai.
Dengan persetujuan Ayahnya,Nayla dibawa pulang ke rumah dengan alasan rindu.Tapi ternyata Ayah Khumaira sudah memberikan obat perangsang ke dalam makanan keponakannya.
Sehingga terlihat di video itu,Nayla menikmati.Padahal itu dibawah alam sadarnya.
Tidak hanya sampai disitu,Nayla ternyata hamil.Kabar kehamilan Nayla dengan cepat merebak bersamaan dengan video dan foto-foto yang berada di tangan Ba'im sekarang.
Nayla terpukul ia terasing dan diboikot dari sekolah.Namun Ustadzah Muna masih belum tega untuk mengusir Nayla dari Yayasan.
Kabar itu juga sampai di telinga Seruni ,Seruni tidak langsung menghakimi Nayla .Ia ingin bertemu dulu dengan gadis malang tersebut.Tapi Na'as, baru saja Seruni sampai di tempat Nayla dikucilkan,ia menemukan kaki gadis itu sudah tidak menapak tanah.Ia bunuh diri dengan cara menjerat lehernya sendiri.
Akan tetapi dari versi cerita yang disampaikan oleh Nayla kepada Ba'im .Ia sekarang lebih suka menyendiri dan tidak berbaur dengan anak-anak yatim lainnya.
"Pantas aku sulit menemui mu"Gumam Ba'im .
"Tidak usah mencari ku Tuan,aku akan menemui Tuan disini.Setiap malam, karena hanya disaat mereka tidur aku bisa lebih leluasa bergerak"
Ba'im menatap Nayla dengan iba.
"Kasihan sekali kamu Nay..."
Nayla tertunduk,ia tidak bisa melawan tatapan pria tersebut.
"Lalu kemana anakmu??"
Nayla diam,ia tidak tahu harus menjawab apa ?
"Nay......"
Tok tok tok tok tok
"Ba'im ....."Suara Seruni lantang memanggil.Ba'im menoleh ke arah pintu.
"Bunda...."
Ba'im ingin meminta Nayla untuk bersembunyi,tapi baru saja ia menoleh kembali gadis itu sudah tak ada.