SERUNI

SERUNI
BAB 81 Rencana ke Jakarta



Selesai menunaikan hajat, Seruni/Bunga keluar dari kamar mandi.Bagas terkesan cuek,ia sibuk memainkan hp nya.


Seruni mencari simpanan selimut di lemari,lalu menghamparkan di atas lantai.Bagas tertegun, apalagi disaat Seruni mengambil bantal lalu diletakkan di atas selimut.Istrinya tanpa segan merebahkan tubuhnya di lantai tersebut dengan beralaskan selimut yang tadi.


"Kamu ngapain disitu?"Dengan lugunya Bagas bertanya,Seruni memalingkan wajahnya menatap pria asing itu.


"Tidur "


"Kok tidur disitu?? biasanya kamu tidur disini?"


Seruni beringsut duduk bersila.


"Kamu kan tidak mencintaiku ? ngapain aku terhegeh-hegeh tidur satu ranjang dengan pria yang tidak mencintai ku??"


Bagaskoro tercekat ,ini kali kedua dia merasakan perubahan Bunga.Biasanya dia akan tidur bersamanya, memeluknya erat meskipun dipunggungi.


Melihat tak ada reaksi,Seruni kembali merebahkan tubuhnya untuk tidur.Dalam hitungan menit,ia sudah terlena dalam mimpi.Berbeda halnya dengan Bagas ,ia gelisah sekali.Miring kanan miring kiri,merasa seolah-olah ada yang kurang.Ia menengok istrinya yang terlelap di lantai.Ingin sekali ia membangunkannya,tapi rasa gengsi menahan keinginannya.


Akhirnya ia pun merapatkan tubuhnya dengan guling saja.Saat ia berkecamuk bersama pikirannya sendiri,benda pipih miliknya yang tergeletak di atas nakas berdering.Bagas meraihnya,ia melihat dilayar ponsel terpampang nama Utari .


"Hallo..."Sapa Bagas .


"Sayang...apa kamu sudah tidur??"Sapa Utari dari seberang.


"Belum..."


"Aku juga belum sayang,aku kepikiran dengan hubungan kita.Aku takut Mama kamu benar-benar memisahkan kita berdua "Rengek Utari manja.


"Jangan memikirkan sesuatu yang belum terjadi "


"Itu pasti terjadi sayang, karena Bunga sudah kembali.Kita berani mengakui hubungan terlarang kita karena Bunga sudah tidak punya harapan hidup lagi.Sampek aku harus pura-pura hamil supaya Mama kamu bisa mempertimbangkan hubungan kita...tapi ternyata???"Utari tidak tahan untuk tidak menangis.Suara tangisannya sampai terdengar oleh Bagas .


"Sudahlah jangan menangis,kita akan mencoba lagi untuk memperjuangkan cinta kita"Bagas berusaha menghibur Utari .


"Benarkah kamu akan melakukannya sayang?"


Bagas mengangguk, dan Utari tidak melihat hal itu.


"Aku harap kita bisa menjadi pasangan sehidup semati selamanya sayang "Utari mengungkapkan keinginan terbesarnya.Bagas tersebut tipis,ia melirik istrinya dengan ekor matanya.


"Ya sudah sayang,aku tidur dulu ya...besok pagi aku akan datang menemuimu"


"Ok..."Jawab Bagas singkat.Sambungan telfon pun dimatikan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bagas mengerjapkan matanya,ia melihat kelebat Seseorang.Ternyata istrinya sudah bangun dan keluar dari kamar tanpa sedikitpun menoleh ke arahnya.


"Biasanya Bunga sangat manja sekali,ia akan bangun setelah Bik Lulu datang untuk memandikannya "


Bagas bermonolog sendiri.


Seruni melangkah keluar kamar untuk pergi ke dapur,ia kaget melihat tangga yang akan dituruninya.Sangat tinggi dan meliuk seperti ular tidur.


"Pantas Bunga langsung mati otak,tangganya tinggi banget "


Seruni melangkah satu persatu anak tangga dengan hati-hati,ia memperhatikan dengan seksama langkah didepan dan dibelakangnya.


"Nona..."


Seruni kaget,ia sudah melihat Bik Lulu berdiri di bawahnya.


"Nona mau kemana ?"


"Mau ke dapur"


"Mau ngapain ??"


"Nyiapin sarapan lah Bu..masak mau mandi"Seloroh Seruni seraya melangkah menuruni anak tangga dengan agak cepat.Bik Lulu terpelongo melihat sikap Bunga yang tidak seperti biasanya.Ia pun mengurungkan niatnya untuk menjalani ritual memandikan Bunga seperti biasanya.


Seruni langsung memeriksa apa aja masakan yang sudah tersedia,ternyata Bik Lulu belum masak apa-apa.Seruni membuka rice cooker,ada sisa nasi yang terlihat masih bagus.Seruni berinisiatif untuk membuat nasi goreng untuk sarapan pagi.


"Nona mau apa?"Tiba-tiba Bik Lulu datang dengan tatapan yang mencengangkan.Seruni tersenyum tipis.


"Aku mau masak Bu"


"Ibu apa-apaan sih,aku mau masak sendiri"Seruni merebut kembali spatula tersebut.


"Non.."


"Udah Ibu diam saja dan perhatikan aku masak,jika salah? tempeleng aja nggak apa-apa "Potong Seruni cepat.


Bik Lulu terdiam,ia pun mengalah.Namun ia siap menghentikan pekerjaan majikannya jika itu bisa membahayakan.


Ternyata Bunga terlihat cekatan melakukan gerakan-gerakan memasak.Malah tercium dari aromanya,masakan itu terlihat enak.


Seruni tersenyum sembari menata hasil masakannya di atas meja.


Bagas yang baru saja turun dari atas loteng mengendus disebabkan mencium aroma masakan yang mencairkan air liur.Ia dibuat terpinga-pinga karena melihat istrinya sangat rajin sekali menyiapkan sarapan.


Tanpa disadari,Bagas pun menarik kursi untuk duduk di ruang makan.Biasanya ia memang tidak pernah sarapan di rumah, selalunya ia akan sarapan di luar dengan ditemani oleh Utari .


Karena Bagas sudah duduk,mau tak mau Seruni menyendokkan nasi untuknya.Lengkap dengan telur mata sapi dan kerupuk udang.Seruni juga menuangkan jus orange kedalam gelas lalu diletakkan di sisi piring Bagas .


Setelah itu,Seruni menyendokkan nasi untuk dirinya sendiri lengkap dengan jus orange.Lalu ia duduk di sudut kursi berjauhan dengan Bagas .


"Kok jauh amat??"Celutuk Bagas .Seruni buat tak dengar,ia melahap sarapannya begitu selesai membaca doa.


Bagas pun juga melakukan hal yang sama,karena enak ia menghabiskan sarapannya sampai tak bersisa.


Bik Lulu tersenyum memperhatikan pasutri tersebut, ternyata Bunga mengalami banyak sekali perubahan.Perubahan itupun mampu merubah sikap Bagaskoro yang dulu sangat acuh sekali.


"Pagiiiii...."Sebuah sapaan penuh keceriaan terdengar.Bagas dan Seruni hampir bersamaan menoleh ke arah datangnya suara.Ternyata Utari yang datang,ia tercengang melihat apa yang tidak biasa terjadi didepan matanya.


"Sayang...kamu sudah sarapan??"tanyanya.


"Aaa emmm iya...apa kamu juga mau sarapan?"Tanya Bagas gugup.


"Nasinya sudah habis"Seruni bangkit lalu mengemasi dengan cepat semua makanan di atas meja.


"Itu masih ada"Bantah Bagas .


"Ini untuk Ibu"Balas Seruni tanpa ekspresi.


Bik Lulu tersenyum,ia pun segera membantu majikannya membereskan meja makan.


"Ya sudah biar aku makan diluar aja sayang, tapi temani aku ya sayang"


Bagas mengangguk disertai senyuman.Seruni mencibir,ia merasa jijik sekali melihat pasangan itu.


"Sayang... mungkin Lusa kita akan ke Jakarta.Proyek disana membutuhkan kedatangan kamu"Ucap Utari sambil menunggu Bagas menyelesaikan minumnya.


"Baiklah,kamu atur saja jadwal nya"Jawab Bagas seraya bangkit dan bersiap untuk pergi kerja.


"Aku ikut"Seru Seruni menghentikan langkah Bagas dan Utari yang hendak berangkat kerja.


"Ikut kemana?mau ikut kami kerja??"Utari tertawa mengejek.


"Ke Jakarta "Jawab Seruni tegas.Bagas dan Utari saling berpandangan satu sama lain.Melihat raut wajah dua orang lawan bicaranya ,Seruni tahu bahwa keinginannya tidak akan mudah dituruti.


"Aku takkan mengganggu kalian berdua,aku hanya ingin pergi ke Jakarta.Ada sesuatu yang harus aku lakukan disana"


Alasan yang diungkapkan Seruni masih belum mendapatkan respon apapun.


"Jika kalian tidak mengijinkan aku ikut,maka kalian pun tidak akan bisa pergi!!"


Tidak bisa dengan cara halus,maka ancaman pun digencarkan.


"Kau mau buat apa pergi ke Jakarta ?"Tanya Bagas .


"Ada urusan,sama seperti kalian.Aku janji tidak akan ikut campur urusan kalian berdua,asal aku diijinkan ikut"Seruni berusaha meyakinkan.


"Jika Nona tidak diizinkan ikut??Saya akan melaporkan hal ini kepada Ny Sasti "Bik Lulu menimpali,ia baru saja keluar dari arah dapur.


Utari terlihat khawatir,ia menatap Bagas dengan tatapan was-was.Bagas terdiam sejenak...


"Baiklah kamu boleh ikut"Akhirnya Bagas mengijinkan.Seruni tersenyum lebar , akhirnya ia bisa pergi menemui Roy.