SERUNI

SERUNI
BAB 103 Ba'im Pulang



10 Tahun Kemudian....


Muhammad Ibrahim sudah menjadi pria dewasa yang tampan,ia baru saja lulus Universitas di Kairo Mesir.


Karena permintaan sang Ibu yang sudah sangat merindukannya,Ba'im sapaan akrab pria yang baru saja berulang tahun yang ke 20 memutuskan untuk mensudahi pengajiannya sebatas S1 saja.


Dihari yang sudah ditentukan,Ba'im kembali pulang.Ia sudah ditunggu di Bandara oleh adiknya Ismail dan sang supir.Begitu melihat kelibat sang Kakak, Ismail langsung melambaikan tangannya dengan penuh semangat.Ba'im tersenyum tipis,ia mempercepat langkahnya menemui sang adik.


"Kak..."Ismail langsung merangkul Kakaknya,ia menangis penuh haru.


"Idiihh cowok kok cengeng..."goda Ba'im sambil mentoel pipi Ismail yang gebu.


"Tapi Kakak nangis juga ..."Balas Ismail,Ba'im tersenyum sambil menyeka sudut matanya.


"Ayo Kak...Bunda sama Ayah sudah menunggu Kakak"


Ismail mengambil alih troli barang yang sejak tadi di dorong oleh Ba'im .Ba'im mengangguk setuju.


Sekilas ia melihat sosok wanita yang dikenalnya, sosok wanita yang sangat dekat dengannya saat di Panti.Wanita itu tersenyum ke arahnya membuat langkah Ba'im terhenti.


"Kak..."Seru Ismail yang keheranan melihat Ba'im berdiri mematung.


"Kamu sama siapa kesini ??"Tanya Ba'im menyusul langkahnya yang tertinggal.


"Sama supir"jawab Ismail pendek.


"Tapi..."Ba'im menoleh ke belakang, wanita itu sudah tak terlihat lagi.


"Tapi kenapa Kak??"Ismail semakin heran dan penasaran.


Apa itu hanya halusinasi?


Ucap Ba'im dalam hati.


"Kak..."Ismail menepuk pundak kakaknya membuat Ba'im terkejut.


"Ah iya...."


"Kakak kenapa sih??"


"Emmmm nggak apa-apa... mungkin sedikit kecapekan saja"Jawab Ba'im berbohong.Ismail geleng-geleng kepala lalu melanjutkan langkahnya diikuti oleh si Kakak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya di rumah, kedatangan Ba'im disambut hangat oleh sang Bunda dan Ayahnya.Ia dipeluk dan dicium secara bergantian.


"Subhanallah..anak Bunda makin ganteng saja"puji Seruni .


"Ah Bunda..."Ba'im jadi tersipu.


"Siapa dulu??kan anak Ayah "timpal Roy.Ba'im tersenyum tipis.


"Ohya ayo masuk, Mbok Indun sudah masak makanan kesukaan kamu sayang..."Seruni menarik lengan putranya mesrah.


"Ba'im mau mandi dulu Bunda..gerah.."


"Ohhh baiklah..."


Ba'im membungkukkan sedikit tubuhnya sebagai tanda berpamitan.Seruni dan Roy mengiyakan.


Acara makan siang hari ini jadi berbeda karena kedatangan Ba'im , bertambah ramai lah suasana di meja makan.


"Bunda...Is mau berangkat sekolah dulu ya.."Ismail berpamitan sambil menyalami sang ibu.


"Tunggu Dek...Kakak mau ikut "Timpal Ba'im ,Ismail menautkan kedua alisnya.Begitu pun dengan Seruni dan Roy,mereka saling berpandangan dengan keheranan.


"Kakak mau kemana?"tanya Ismail .


"Aku rindu sekali suasana Panti,jadi mau lihat-lihat saja..."jawab Ba'im dengan disertai senyuman.


"Ohhh baiklah.."meskipun masih penasaran kenapa ?tapi Ismail mengiyakan saja.Keduanya berjalan beriringan keluar rumah.


Kehadiran Ba'im disambut dengan pelukan hangat oleh para ustadz -ustadz nya.Dan para Ustadzah disalami dengan penuh takzim oleh Ba'im .


Meskipun dirinya adalah putra sulung dari pemilik yayasan,Ba'im tak pernah menyombongkan diri.Itulah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pria muda nan rupawan itu.


Lagi-lagi sosok gadis manis membuatnya terpegun,ia menatap gadis itu yang terlihat malu-malu lalu menyembunyikan dirinya dibalik tembok sekolah.


Ba'im merasa terpanggil untuk mengejar gadis itu,ia pun berpamitan kepada para ustadz dan ustadzah yang menyapanya baru saja.


Tapi gadis itu cepat sekali menghilang,dari balik tembok itu sudah tak ada dia.Mata Ba'im mengawasi ke sekitar.Ternyata gadis itu masuk ke ruang aula sambil membawa penyapu.Ba'im berlari kecil takut kehilangan si gadis lagi.


"Assalamualaikum Nayla..."sapa Ba'im lembut.


"Wa'alaikum salam.."Jawab Nayla malu-malu.


"Apakah tadi pagi kamu menunggu ku di Bandara ?"


Nayla mengangguk dengan wajah tertunduk.


"Kenapa tidak menyapaku?"


"Nay malu..."jawab Nayla malu-malu.


"Buat apa malu ?"Ba'im menghempaskan pantatnya di meja tepat dihadapan gadis itu, membuat Nayla semakin menundukkan wajahnya.


"Emmm apakah kamu tidak ingin tahu kabarku?"sambung Ba'im .


"Tuan Muda terlihat sehat hari ini...itu sudah menjadi jawaban yang cukup "


"Ohya???tapi aku ingin sekali tahu kabarmu??"Ba'im mencondongkan wajahnya agar bisa melihat wajah Nayla yang bersemu merah lebih jelas.


"Kabar Nay Alhamdulillah baik..."


"Kalau itu...aku sudah tahu..."


"Lalu kabar apa yang ingin Tuan Muda ketahui ??"Nayla berusaha menghindar dari tatapan mata Ba'im yang menggetarkan relung hatinya.


"Pertama!!apa kamu sudah punya kekasih ??"


Nayla menggeleng, tanpa disadari bibir Ba'im menyunggingkan senyuman.


"Kedua!!! Apakah kamu merindukan ku?"


Nayla makin menundukkan wajahnya.Ia tersenyum malu.


"Kenapa diam?"


Nayla semakin malu,ia berlari pergi karena tak kuasa menahan malu.Ba'im ingin mengejar namun langkahnya tertahan oleh sebuah sapaan.


"Tuan Muda ??? sedang apa disini ??"


Ba'im menoleh ke arah datangnya suara.Nampak Khumaira datang menghampiri.


"Eh Khumaira ??lama kita tidak jumpa..."balas Baim menyapa. KHumaira menyatukan telapak tangannya di dada, lalu mengendapkan tubuhnya sedikit.Ba'im membalasnya dengan anggukan kecil.


"Tuan Muda kapan datang ??"


"Pagi tadi"


"Lalu kapan kembali ke Mesir ?"


"Insyaallah tidak akan, cukuplah predikat S1 ku sandang.Karena Bunda tidak mengijinkan "


"Ohhh..."kHumairah tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya.


"Tuan Muda hebat ya??dalam waktu yang singkat sudah bisa menyandang gelar S1, kalau saya masih tahun depan insyaallah"


"Amiin.."


"Terimakasih..."Khumaira tertunduk malu.


"Ohya..aku kesana dulu ya"pamit Ba'im santun, Khumaira mengangguk.Ba'im pun melangkah cepat meninggalkan Aula berharap bisa bertemu dengan Nayla lagi.Tapi sayang dia sudah kehilangan jejak.


kHumairah menatap punggung pujaan hatinya yang menghilang dibalik dinding.


"Tuan Muda... sekarang sudah tidak ada yang bisa menyaingi diriku untuk mendapatkan mu"Gumamnya.


Tiba-tiba angin dingin menerpa meremangkan bulu Roma.Khumairah menatap ke sekeliling,ia gegas pergi dari tempat itu.Rasanya tidak nyaman jika berada di aula yang sepi sendiri saja.


___


Usai sholat ashar,Ba'im ikut bermain bola bersama anak-anak Yatim yang sepantaran adiknya.Ia sangat bersemangat sekali, menambah aura rupawannya.


kHumairah memperhatikan gerak-gerik Ba'im dari bangku taman.Senyumnya selalu mengembang ketika melihat pria itu.Apalagi disaat pandangan Keduanya beradu,dan diikuti oleh senyuman pria tersebut.Makin kacaulah detak jantungnya hingga terasa tembus ke bagian luar dada.


Namun sesaat senyumnya langsung sirna begitu melihat sosok wanita yang dikenalnya berada di sebelah lapangan.Menatap Ba'im dengan penuh rindu,rasa bahagia yang menyelimuti berubah menjadi rasa cemburu yang menghantam jiwa.


Apalagi disaat melihat Ba'im melambaikan tangan ke arah gadis itu.Makin marahlah Khumaira,ia mengepalkan tangannya dan memukul-mukul dengkulnya sendiri.


Rahangnya bergemeletuk,tak tahan melihat semua itu Khumaira memilih pergi dari tempat itu.