SERUNI

SERUNI
BAB 136 Gagal!!



Excel meringkuk di atas tempat tidur dengan pulas nya.Bantal guling di peluknya erat-erat,dan selimut tebal hanya tak mampu menutupi kepalanya.


Namun itu tidak lah lama, karena pendengaran Excel terganggu oleh auman seekor harimau.Ia mengeliat dan perlahan membuka matanya.Auman harimau itu terdengar lagi.


Excel bingkas bangun,wajah yang masih mengantuk langsung menegang.


"Apa ada harimau lepas dari Ragunan ya??tapi kan ini di Tasik,jauh amat..."Excel menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Naik apa tu harimau kesini??"


GLUDAK GLUDUK GLUDAK GLUDUK


Excel kaget bukan main pas melihat jendela kamarnya ada yang ingin membuka paksa.Ia langsung turun melantai tanpa sandal menuju jendela kamarnya.


Dengan siap siaga,Excel membuka jendelanya untuk tahu siapa orang yang lancang ingin menerobos masuk itu.


Aneh....tak ada siapapun yang Excel temui disana.


CEKLEK CEKLEK CEKLEK CEKLEK.


Excel kaget dengan suara hendel pintu yang ditekan paksa beberapa kali.Ia pun meluruh ke arah pintu dan membukanya lebar-lebar.


Kosong untuk kesekian kalinya.Excel merasa dipermainkan,ia mengikat rambutnya yang tergerai lalu melangkah keluar kamarnya perlahan.


Tubuhnya mengendap-endap melihat ke sekeliling. Tiba-tiba dua bola mata yang indah itu membulat, tubuhnya yang mengendap tegak sempurna.


Excel melihat seekor harimau putih berjalan berkeliaran di ruang tamu.Ia terpelongo dengan pemandangan itu.


"Darimana masuknya tuh Harimau,gede lagi"


Yah... Harimau itu terlihat lebih besar dari ukuran harimau biasanya.Bukannya pergi,Excel justru semakin mendekat dengan langkah yang tak menimbulkan suara.


Na'asnya,tanpa sengaja ia menyenggol sebuah bingkai foto kecil yang ada di atas laci yang menjadi hiasan di ruang tengah.


THARRRRRRR


Harimau itu menoleh, keduanya saling beradu pandang.Excel menarik kedua sudut bibirnya, menciptakan senyum dalam perasaan ngeri yang berkecamuk. Dengan harapan Harimau itu tak marah dan memangsa dirinya.


Ternyata salah!! Harimau itu justru melompat ke arah Excel .Gadis itu segera mengambil langkah seribu,Akan tetapi si Harimau justru melompat cepat tepat di depan Excel . Menghalangi langkahnya untuk kabur.


Excel terpojok,ia merapat ke dinding menjauh dengan merambat sejengkal demi sejengkal.Harimau itu mengeram, mendekati Excel perlahan.Wajah gadis itu sudah pias seperti mayat hidup.


"Papa...Excel tidak mau mati muda..."Rintih Excel disela ketakutannya.


___


Ditempat lain di waktu yang sama,Ba'im merasakan hawa panas menyergap.Libidonya naik,wajah Abdillah selalu terbayang-bayang dan suara pria kemayu itu terus memanggil-manggil.


Hasrat untuk bertemu dengan Abdillah tak dapat terbendung, apalagi rudal yang tak pernah terpakai itu sekarang sedang gencar mengajak perang.


Namun Ba'im masih ada keinginan untuk bertahan,ia masih ingat jika Abdillah itu seorang pria sama seperti dirinya.


Akan tetapi Abdillah di kejauhan terus gencar merapal mantra memanggil Ba'im untuk segera datang padanya.


Ba'im melenguh panjang,ia sudah tidak tahan, Ia buka celana di dalam sarungnya.Mungkin dengan melakukan onani hasrat itu akan terluahkan.Daripada ia harus berhubungan intim dengan sesama jenis.Rasanya itu sangat mengerikan.


Ternyata itu tidak lah mudah, karena ia belum sama sekali melakukannya.


Desauan angin yang membawa suara Abdillah mendayu-dayu di pendengaran Ba'im .Ia sudah berusaha menutup telinga,tapi tetap saja terdengar jelas.Akhirnya ia putuskan untuk pergi menemui pria itu.Ba'im mengambil kunci mobil dan gegas keluar.


___


Excel sudah terpojok,ia sudah tidak bisa lari lagi karena langkahnya tersekat lemari hias.Sedangkan di sudut lain Harimau itu semakin mendekat.


"Aku tidak mau mati konyol, bagaimana pun aku harus melawan.Setidaknya Harimau itu harus merasakan perlawanan ku, meskipun nantinya aku akan dimangsa nya.Tapi dengan apa aku harus melawannya???tak mungkin dengan tangan kosong"


Ba'im terkesiap melihat KUJANG muncul.Sedangkan Excel yang masih meraba-raba mencari senjata tak sengaja tersentuh dengan benda tumpul yang mengeras dalam balutan kain.Tanpa pikir panjang,Excel menarik benda tersebut yang ia pikir adalah tongkat.


"Eh Eh Eh Eh Eh..."


Excel kaget mendengar jeritan Ba'im ,ia menoleh.Ba'im sudah sangat dekat dengannya.


"Sakit..."pekik Ba'im .Excel masih melongo tak mengerti.


"Kamu pegang apa beg0k??!"


Excel menunduk melihat tangan yang mencengkram kuat sebuah Tongkat.


"Hah???"Ia terbelalak, mulutnya menganga.


"Lepasin"Ba'im menepis tangan Excel yang masih mencengkram erat barang miliknya.Excel kaget dan melompat mundur melepaskan cengkramannya.


Habislah mati si entong gara-gara cengkraman kuat tangan si Excel .


"Apa itu ???Apa itu???"Excel bergidik geli.


"Tadi keras banget...kok lama-lama lembek...apa itu??"Excel merasa tubuhnya geli sendiri.


"Hiiiii"dalam sesaat ia lupa jika Harimau yang siap menerkamnya telah menghilang.


"Untung kamu perempuan, kalau laki-laki sudah ku hantam kau"Ba'im marah,tapi dia juga malu sendiri.


"Hiiiii"Excel berjingkat-jingkat mengusap tangan yang memegang si entong ke piyama nya.Ia merasa geli sekali,sampai tangan itu ia ludahi dan di gosoknya lagi berkali-kali ke bajunya.


"Eh kalau kau tahu rasanya ini??aku jamin kamu bakal tambah klepek klepek sama aku"


"Emang iya ?? emang itu apa?"


"Kamu mau tahu??sini"Ba'im sengaja menggoda Excel .


"Boleh,akan aku karate biar patah jadi dua"


"Eh"Ba'im langsung menutup barang di selangkangannya.


"Emang ini ubin,,,ini Upin...bukan Ubin....mau seenaknya di karate.Kalau nggak ada si Upin kamu tidak akan menikmati pernikahan aku sama kamu"


Excel tersenyum...


"Emang Ustadz mau nikah sama aku??"


"Nggak siapa bilang ??"


"Barusan Ustadz yang ngomong "


"Kapan??"


"Baru saja"


Ba'im menggaruk kepalanya yang tidak gatal,ia pun tak merasa jika dia mengatakan itu.


"kok aku malah ngomong mau nikah sama dia sih???"


"Ayoooo...ingat kan??"goda Excel ,ia semakin mendekati pria yang salting di depannya itu.


"Apa-an sih??cepat tidur!!"Ba'im berbalik cepat masuk ke dalam kamarnya.Niatnya untuk pergi menemui Abdillah gagal karena si entong yang perkasa telah dikucel-kucel oleh tangan Excel yang tidak manusiawi.


Excel tersenyum sendiri,ia sangat senang karena mendengar kalimat itu dari mulut Muhammad Ibrahim sendiri.Meskipun pria itu terlihat menutupi perasaannya.Tapi Excel yakin jika Ba'im sudah mulai menyimpan rasa untuknya.


Saat rasa hati berbunga-bunga,Excel baru ingat akan Harimau yang tadi siap menerkam dirinya.Ia celingukan,karena Harimau itu sudah menghilang.Excel bingung, datang tak tahu darimana ??pergi pun tak tahu kemana??