
Baru saja sampai di rumah,Yas langsung berlari ke kamar Seruni .Ia sudah sangat merindukan si kembar.
"Yuhuuu"Seru Yas, kepalanya menyembul disela-sela pintu.Seruni memberi kode dengan meletakkan telunjuknya di bibir.
"UPS..."
Yas masuk dengan langkah kaki terangkat.
"Apakah mereka baru saja tidur Aunty ?"
Seruni mengangguk, Pandangan Yas mengedar.
"Mana Kujang ?"
"Di panggil Ayahmu"
"Ohhh..."
"Kau bawa siapa Yas?"
Yas refleks menoleh ke arah pintu.
"Si-siapa Aunty ??"
"Apa kamu tidak merasa ada yang mengikuti mu??"
Yas terdiam,,,
"Rupanya dia ikut "
"Dia menyukai mu mungkin ??"Seruni mengulas senyum menggoda.
"Ah apa-apaan sih Aunty..."
"Jangan sampai dia menggangu adik-adik mu"
"Iya Aunty... Nanti aku urus dia"
Seruni mengangguk setuju.
*
*
Yas keluar rumah,ia menuju pintu gerbang.Kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri seperti mencari sesuatu.Sudah beberapa hari ini Nabila tidak menampakkan diri.Kemana dia?? Apakah dia sudah kembali ke tempat yang seharusnya ??Kenapa tidak ada pemberitahuan apapun ??
Tiba-tiba terdengar suara anjing menyalak bersahut-sahutan,Yas melihat ke arah suara yang jauh.Terlihat seorang wanita berlari dikejar anjing,Yas mengeluarkan tenaga kecubung.Mengarahkan ke arah sekumpulan anjing-anjing itu.Angin berhembus kencang, Anjing -anjing itu pun berhenti mengejar.Lalu berbalik pergi.
"Hah hah hah..."Perempuan itu terlihat kelelahan,ia menyeka keringat di keningnya.Tatapannya tertuju kepada sosok pria yang berdiri di depan pintu gerbang.Ia datang menghampiri.Melontarkan Senyuman manis.
"Kau mengikuti ku?"tanya Yas tanpa basa-basi.
"A-apa maksud mu?"
"Tidak usah akting dihadapan ku"
Perempuan itu terlihat salah tingkah.
"Ada apa?kenapa mengikuti ku sampai kemari??"
"Emmm Aku...Aku suka padamu"
Yas diam,ia menatap perempuan yang berada di hadapannya.
"Akan aku berikan semua yang kamu minta , apapun itu"Perempuan itu mulai membujuk.
"Aku tidak membutuhkan apapun,pergilah"
"Aku tidak bisa pergi,aku ingin ada disisi mu"
"Jangan memaksa ku untuk bertindak kasar "
"Apa karena gadis itu ?"
"Siapa yang kamu maksud ??"
"Gadis yang menemani mu di hutan "
"Dia bukan siapa-siapa "
"Aku bisa merasakan detak jantung mu yang berpacu cepat saat bersamanya,kau pasti menyimpan perasaan padanya"
"Ini urusan ku dengan nya...Kau tidak berhak ikut campur "
"Kau akan jadi milikku "Perempuan itu tetap yakin akan pendiriannya.Yas tersenyum kecut.Ia berbalik masuk ke dalam rumahnya.Perempuan itu tidak bisa mengikuti, karena rumah itu sudah diberi pagar gaib.Dia harus melakukan sesuatu untuk bisa masuk ke dalam.
*
*
Nicta merasa sulit sekali ia memejamkan mata,ia tidak tahu kenapa ??padahal ia merasa sangat capek sekali.
Sementara Eny, terlihat pulas dengan sedikit dengkuran terdengar.
Nicta bangkit,ia melangkah menuju balkon.Mungkin angin malam bisa menggodanya untuk bisa mengantuk.
"Ka-kau..."Nicta kaget tak percaya, tubuhnya sudah tidak bisa kemana-mana karena menyandar pada pembatas balkon.Makhluk itu seperti siap menerkam,ia melakukan ancang-ancang.Melompat cepat,namun belum sempat ia menyentuh tubuh Nicta sebuah tendangan tepat mengenai wajahnya.
Makhluk aneh itu terpelanting ke sudut balkon.Rupanya Nabila datang menolong.Ia tersenyum menatap Nicta yang begitu terpana melihat nya.
Makhluk itu bangkit lagi,ia marah sekali.Lidahnya yang panjang menjulur semakin panjang melilit tubuh Nabila.Nabila kesulitan melepaskan diri,Nicta tidak tinggal diam.Ia meraih kursi yang tak jauh dari nya,lalu memukulkan ke kepala si Makhluk misterius.Namun itu sama sekali tidak memberikan efek apapun, justru menambah kemurkaan si Makhluk.Ia semakin memperkencang lilitan nya,dan siap menelan roh Nabila.
"Yas...."seru Nabila membatin,hal ini secara ajaib terdengar langsung oleh Yas yang tengah bersemedi.Ia langsung bangkit.
"Tolong antarkan aku ke tempat Nabila"pinta Yas kepada dua jimat yang mengitari nya.
SET...
Tubuh Yas melesat cepat,ia mendarat dengan hantaman ke Kepala makhluk yang sudah mau memakan Roh Nabila.Makhluk itu terpelanting, lilitannya terlepas.
Dua cahaya yang berada di tangannya,Yas hantamkan ke tubuh Makhluk mengerikan itu.Si Makhluk tertekan menyentuh lantai,ia terus tertekan hingga suara tulang-tulang patah memecah rungu.
"Ampun..."Rintih si Makhluk memohon,namun Yas tidak peduli.Ia terus menyerang hingga perlahan bagian tubuh makhluk itu terbakar dan hangus menjadi abu.
Untuk kesekian kalinya Nicta melihat kesaktian Yas,ia terpana sampai tidak berkedip.
"Nabila..."Yas menghampiri arwah Gadis yang sudah beberapa hari ini tidak menampakkan diri.Nabila tersenyum tipis.
"Kamu kemana saja ??"sambung Yas.
"Apa kamu mencari ku?"
Nicta merasa ada sesuatu yang ngilu,ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar saja.Yas hanya memperhatikan tanpa menghalangi.
"Ayo kita pergi "Nabila mengajak Yas pergi,pria itu mengangguk.Mereka melayang menjauh dari kediaman Nicta.Nicta mengintip dari celah gorden, memperhatikan Yas yang lenyap dalam kegelapan.
"Ada apa dengan hatiku?Apa benar cerita dari Eny, bahwa sebelumnya aku mencintai pria itu?"
*
*
"Kamu kemana saja Nab?kenapa tidak pernah menampakkan diri lagi??"
Kini mereka berdua berada di dalam kamar Yas.
"Apa kamu mencari ku?"
"Jawablah!!"Yas memaksa, membuat Nabila tersenyum tipis.
"Aku harus pergi Yas"
"Pergi kemana?"
"Menyempurnakan kematian ku"
"Sekarang ??"
Nabila mengiyakan.
"Kenapa ??Apa alasannya ??"
"Karena hatimu sudah ada orang lain"
"Siapa??"
"Pemilik jantungku"
"Nicta??kau jangan gila Nab,aku tidak punya perasaan apapun dengan nya"
Nabila menggeleng pelan.
"Kau membohongi hatimu"
"Tidak Nab..kau hanya berlebihan..Ok!!Kalau kamu memang ingin kembali, nggak apa-apa!Aku ngerti, karena disini bukan tempat mu.Tapi jika alasannya adalah Nicta,itu nggak masuk akal..Dia...dia hanya gadis lancang yang mempermainkan perasaanku "
Nabila tersenyum..
"Perasaan yang membuat jantung mu berdetak tak menentu ?"
Yas tercekat...
"Itu Cinta Yas...Cinta yang tidak kamu sadari,kau menikmati ciumannya,kau menikmati belaiannya,malah kau ingin dia melakukannya lagi saat kau melihat bagian tubuhnya yang terbuka"
"Mulutmu bisa berbohong,tapi hatimu tidak "
Yas mengalihkan pandangannya,ia tidak tahu dengan perasaan nya sendiri.
"Kau tidak usah merasa bersalah Yas,aku beberapa hari ini tidak menampakkan diri karena aku berusaha akur dengan keadaan.Aku berada di sisimu selama ini, karena aku tidak ingin kamu bersedih atas kepergian ku.Aku juga sudah menunaikan sumpah ku kepadamu.Jadi sekarang...aku bisa pergi dengan tenang"
"Maafkan aku Nabila..."Yas menundukkan kepalanya.
"Maaf untuk apa?Tidak ada yang perlu dimaafkan Yas...Aku pergi sekarang,titip Kujangku Ya.."
Yas menganggukkan kepalanya.Nabila tersenyum, belaian lembut mengartikan sebuah perpisahan yang tak berujung.Perlahan tubuh Nabila lenyap dalam pandangan mata, menyisakan wangi bunga Kamboja menyeruak memenuh seluruh ruangan.
"Selamat jalan Nabila, semoga Allah mengampuni segala dosa-dosa mu.Amiin..."Yas mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.