SERUNI

SERUNI
BAB 165 Tolong Aku



Seruni menangis dalam diam, ia memeluk Reyhan sambil duduk di bibir kasur.Tangannya sibuk membelai lembut pucuk kepala bocah itu,sampai tak terasa Reyhan terlelap.Tapi pandangannya jauh ke depan,dan air mata tak berhenti mengalir dengan sendirinya.


Ba'im tidak bisa berbuat banyak,ia hanya bisa setia disisi Ibunya sambil sesekali mengusap pundaknya.


"Dua tahun aku seperti orang bodoh yang percaya kepada suamiku.Aku pikir karena kita sama-sama sudah senja,jadi tidak mungkin terfikir untuk melakukannya.Ternyata aku salah,,,"Semakin deras saja air mata yang mengalir.


"Bunda sangat percaya dengan Ayahmu Im...kalau saja bukan Reyhan yang memberikan petunjuk,Bunda pasti tidak akan percaya jika orang lain yang mengatakannya "


"Maafkan Reyhan Bun..."ucap Ba'im lirih.Seruni langsung menoleh menatap putranya.


"Kenapa harus minta maaf ??Reyhan tidak salah,dia tidak salah apa-apa "


"Jika Reyhan tidak mengatakan apapun , mungkin Ayah dan Bunda akan baik-baik saja"


"Dan kamu senang Bunda seperti orang bodoh ??"


Pertanyaan Ibunya seperti menampar Ba'im . Bagaimana pun ia tidak ingin keluarga nya berantas disaat kehadiran Reyhan .


"Bunda jengah disini Im...malas Bunda untuk bertemu dengan Ayahmu... Ismail kemana Im?"


"Mungkin tengah mengajar Bun"


"Kamu tidak pergi mengajar hari ini ?"


"Ba'im tidak mungkin meninggalkan Bunda dalam keadaan seperti ini "


"Bunda tidak apa-apa Im..toh ada Reyhan . Pergilah mengajar!!"


"Tidak apa-apa Bun... Kalau memang kehadiran Reyhan bisa menenangkan Bunda ?Ba'im akan minta izin sama Excel ,biar Reyhan menginap disini "


Seruni menatap putranya penuh kasih.


"Jika boleh...kamu rujuklah dengan Excel "


Ba'im tersenyum tipis.


"Ba'im sedang berusaha untuk itu Bun...doakan Ba'im yah"


"Bunda selalu mendoakan yang terbaik untukmu Nak..."


"Terimakasih Bun..."


___


Excel memeriksa data-data pasien yang berada di bawah pengawasannya.Tiba-tiba sesuatu yang dingin mencengkram tungkai kakinya.Excel tersentap kaget,ia menerajang sampai kursi yang didudukinya berjalan mundur.


Kedua matanya memperhatikan dengan jeli apakah gerangan yang berada di bawah mejanya.Tapi tak ada apapun disana.


Sesuatu yang aneh terjadi lagi, laptop yang terpajang disisi meja sebelah kirinya tiba-tiba menyala dengan sendirinya.Padahal Excel sama sekali tidak menyalakan laptop tersebut.


Gambar pada layar seperti sedang bergulir mencari sesuatu.Excel menautkan kedua alisnya begitu sebuah video ter play' dengan otomatis tanpa sedikitpun Excel menyentuh laptop itu.


Awalnya Excel melihat suster Rani sedang membenarkan letak camera.Setelah disetel sedemikian rupa,ia memunggungi camera tersebut.Dan berjalan menjauhi camera, ternyata suster Rani tidak sendiri.Ia bersama Dokter Syahrul .Keduanya berpelukan lalu saling gigit menggigit bibir satu sama lain.


Dokter Syahrul mengangkat tubuh suster Rani ke atas meja ,lalu melanjutkan adegan panas tersebut.


Video itu agak panjang,dan selesai setelah keduanya sudah saling terpuaskan.Suster Rani mematikan camera saat Dokter Syahrul pergi.Ternyata suster Rani merekam adegan itu secara diam-diam.


Video bergulir lagi,tak jauh berbeda dari video sebelumnya.Yang berbeda adalah video ini terekam oleh CCTV.


Keduanya bercumbu mesra dengan posisi Dokter Syahrul duduk di kursi,dan Suster Rani duduk di atasnya dengan menghadap ke Dokter Syahrul.


Dada Excel bergemuruh hebat melihat adegan tersebut.Bagaimanapun dia hanya manusia biasa.


Dan kini Dokter Syahrul berganti posisi,Suster Rani diberdirikan membelakangi dirinya.Dan ia mengerjai suster Rani dari belakang.Keduanya tampak sangat menikmati.Sampai tiba-tiba,Dokter Syahrul meraih sebuah pisau yang biasa digunakan untuk operasi.Ia menusukkan pisau itu ke organ intim Suster Rani.Dan itu dilakukan berkali-kali.


Excel menakup mulutnya, matanya membulat sempurna.Dengan jelas Excel melihat suster Rani meregang nyawa dengan sangat mengenaskan dan keadaan yang memalukan.


Dokter Syahrul terlihat puas,tanpa rasa belas kasih ia memasukkan tubuh Suster Rani kedalam kantung mayat.


Dan tak lupa Dokter Syahrul memukul CCTV hingga rusak parah.


Laptop Excel mati seketika, wanita itu seperti orang yang terkena asma.Ia memegangi dadanya yang terasa sesak.


Ditambah lagi, tiba-tiba ada penampakan suster Rani di belakang laptop milik Excel .Wanita itu mengulum senyum, wajahnya pucat.Matanya berkantung dan ada bekas darah mengering disana.


"Tolong saya Dok... saya tahu dokter bisa menolong saya mengungkap semua ini"


"Ta-ta-tapi Vi-video i-itu ?"


"Itu hanya dari ingatan saya Dok...Video rekaman itu sudah dilenyapkan oleh Dokter Syahrul "


"Tolong saya Dok... ungkapkan semua kejahatan Dokter Syahrul"


Excel diam tak menjawab, perlahan sosok suster Rani lenyap menjadi kepulan asap.Excel terlihat sangat shock,ia butuh beberapa saat untuk menenangkan pikirannya.


HUFFFFF...


Helaan nafas mendalam sedikit menenangkan dirinya.


"Hallo..."


"Assalamualaikum sayang"sapa dari seberang dengan logat manja.


"Darimana kamu tahu nomor telepon ku?"Sergah Excel.


"Jawab dulu orang memberi salam "


"Kum salam "Excel menjawab cepat.


"Yang bener dong...ulang ulang ulang "


Excel semakin emosi.


"Waalaikumsalam...puas??"


"Hehehehehe jangan marah-marah terus dong sayang...nanti pasiennya banyak yang kena serangan jantung karena kaget kamu tiba-tiba marah-marah nggak jelas"


"Cepat katakan kamu mau apa?"Excel tak perduli dengan ocehan pria yang menelfonnya itu.


"Emmm Bunda ingin Reyhan menginap disini"


"Apa??!!tidak tidak tidak...aku tidak izinkan "


"Sayang...aku mohon,Bunda membutuhkan Reyhan ,,,ada sesuatu yang terjadi disini "


"Lalu aku??aku tidak bisa tanpa Reyhan ,sejak dia lahir ke dunia..Reyhan selalu bersama aku,tidur dengan ku"


"Ya udah,,,aku akan datang ke sana nemenin kamu,bagaimana?"


"Ogah!!!"


"Ayo dong sayang..."


Tiba-tiba Excel teringat permintaan arwah suster Rani.Dia tidak mungkin melakukan itu semua tanpa bantuan seseorang.Dan orang yang pas untuk membantu adalah Ba'im .


"Emmmm baiklah,tapi ada satu syarat"ucap Excel pada akhirnya.


"Syarat apa itu sayang ??"


"Kau datanglah kesini,,,aku tidak bisa menceritakannya lewat telepon"


"Baiklah...aku akan langsung berangkat"


"Ok..aku tunggu"


Excel meletakkan ponselnya di atas meja kerjanya setelah talian terputus.Tiba-tiba layar ponselnya menyala dan disertai getaran.Ternyata ada notifikasi pesan.


(Assalamualaikum)


Ternyata Ustadz Darin yang mengirimkan pesan.


"(Waalaikumsalam..iya Ustadz..ada apa?)


(Maaf mengganggu Nyonya...saya cuma mau mengatakan bahwa saya sedikit sungkan tadi karena ada Papanya Reyhan )


(Ohhh saya minta maaf atas ketidaknyamanan nya Ustadz)


(Iya Nyonya tidak apa,apa status Nyonya dan Papanya Reyhan memang sudah clear ?)


Excel termangu


(Maaf sebelumnya Nyonya,karena jika belum clear saya takut akan menjadi bumerang nantinya)


(Alhamdulillah Ustadz,saya dan dia sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi)


"(Oh bagus lah)


(Iya Ustadz... apakah hanya itu yang akan ditanyakan)


"(Eh iya...Maafkan saya Nyonya jika bertanya hal yang wajar)


(Ah tidak apa-apa Ustadz...saya mengerti kok)


(Terimakasih Nyonya...atas pengertiannya)


(Sama-sama Ustadz)


Darin Muhammad tersenyum membaca balasan chat dari Excel .Ia seperti mendapatkan sebuah peluang Besar.Ia begitu terpesona dengan kecantikan Excel itu.Hingga timbul keinginan untuk memiliki.