SERUNI

SERUNI
BAB 170 Kemarahan Excel



Excel mendorong Jamila sampai wanita itu turun dari teras dan hampir tersungkur ke tanah.Ba'im yang baru saja datang terperangah melihat kejadian itu.


"Sayang...ada apa ini?siapa dia??kenapa kamu kasar sama wanita ini?"Ba'im menaiki tangga teras dan berdiri di sisi Excel yang berkacak pinggang.


"Dia wanita yang menjadi istri muda Ayah,sudah ditalak eh katanya mau menghabiskan masa iddah di Rumah ini.Emang mau cari masalah dia"


"Tapi itu yang dikatakan oleh Ustadz Faruq,katanya lebih bagus menghabiskan masa iddah di rumah suami.Apa yang salah dengan ku?"bantah Jamila.


"Yang salah itu adalah anggapan kamu!!! yang melakukan masa IDDAH di rumah suami itu istri pertama .Bukan istri yang tidak diakui di depan istri pertama seperti kamu!"Excel tidak mau kalah.


"Ah sama aja menurut ku,toh sekarang aku diceraikan didepan istri pertama.Berarti aku di akui dong"


"Kau minta aku bunuh hah"Excel melangkah panjang menuruni anak tangga,Jamila langsung mundur.Ba'im yang dalam keadaan menggendong Reyhan langsung menyusul dan mencegah Excel bertindak lebih anarkis.


"Sayang... sayang... sabar..jangan terpancing emosi"


"Menyingkir...aku mau robek mulut perempuan si4lan itu"Excel tetap saja mengelak,tapi Ba'im berusaha untuk memeluk pinggang ibu dari anaknya itu.Melihat Papanya kepayahan menghadapi Ibunya,Reyhan langsung membantu.Ia memeluk leher Ibunya,Alhasil Excel pun mundur.


"Selamat kau hari ini ya!!"Excel menunjuk wajah Jamila yang terlihat khawatir dan cemas.


"Sudah sudah sudah sayang...ayo kita masuk ke dalam"ajak Ba'im .


"Aku akan tetap disini,sampai aku habis masa iddah "ucap Jamila lantang.Excel tersulut emosi lagi, dengan masih menggendong Reyhan di punggungnya ia meraih sandal yang dipakainya lalu dilemparnya sekuat tenaga.Hingga mengenai kepala Jamila.


"Aduh..."


"Ras4in!!"Excel mengumpati.


"Ih.."Jamila kesal sendiri,ia memungut sandal Excel lalu melempar balik.Ba'im dengan sigap menghalangi agar tidak mengenai Excel .


"Kau benar-benar keterlaluan ya..."Excel semakin marah karena lemparan itu tidak meleset mengenai Ba'im .


Excel menurunkan Reyhan dari punggungnya,ia sudah tidak bisa diam lagi.Jamila hendak kabur,tap langkah Excel jauh lebih gesit dan cepat.Ia menarik rambut Jamila dengan kuat sampai perempuan itu jatuh terlentang.


"Aaaaaaaa sakit... AAAAAAAAAAKKKKK"Jamila menjerit histeris.Ba'im kelabakan ia ingin mencegah tapi Excel sudah benar-benar marah.Kekuatannya tidak bisa dikalahkan jika sudah begitu keadaannya.


Jeritan Jamila sampai terdengar ke dalam.Seruni jadi penasaran,apa yang dilakukan Excel sampai perempuan itu menjerit kesakitan begitu.Ia melangkah cepat keluar,Roy pun mengekori.


Seruni terbelalak melihat Jamila yang dipukuli oleh Excel dengan membabi buta.Tubuh Jamila dalam keadaan tersudut karena diduduki oleh Excel diatas perutnya.Dua lutut Excel menekan kedua tangan Jamila agar tidak menghalangi ia memukul.


Roy melompat,ia membantu Ba'im untuk menghentikan serangan Excel .Ba'im memeluk Excel dan menariknya agar bangun.Sedang Roy membantu Jamila.


Excel tidak kehilangan akal, dengan postur kakinya yang jenjang ia melayangkan tendangan yang tepat mengenai wajah Roy.Pria itu langsung terhuyung-huyung ke belakang dan jatuh .


"Masssss"Jamila memanggil suaminya,tapi ia tidak bisa berbuat banyak karena tubuhnya sudah remuk dihajar oleh Excel.


Seruni tersenyum tipis, diam-diam ia kagum dengan Ibunya Reyhan .


"Ada apa ini ??"Ismail datang,ia membantu Ayahnya untuk bangun.


"Kenapa ribut-ribut begini??malu tahu dilihat orang,Ayah sih...pakek berani nikah lagi.Aku aja belum nikah,kok sudah mau nikah-nikah terus"Ismail membebel panjang.


Roy tak menjawab,ia sibuk dengan rasa sakit di wajahnya.


"Sebaiknya Ayah selesaikan semua nya dengan baik-baik...bukan seperti ini caranya ,,makanya...jangan sok berani kawin lagi kalau tidak bisa tegas.Dan kamu perempuan!!!bukankah Ayahku sudah menceraikan mu??"


"Iya...dan aku kesini untuk menghabiskan masa iddah ku disini "Jamila tetap menjawab karena merasa itu alibi yang tidak salah.


"Kalau Bunda menginginkan ,baru boleh.Tapi kalau tidak ??maka kamu harus pergi.Meskipun alasanmu itu benar,tapi restu dari istri pertama sangatlah penting "


"Is..."Seruni berseru"Tanyakan Ayahmu,jika dia masih mencintai wanita itu ?Bunda ikhlas.."


Seruni mengambil nafas dalam-dalam lalu melepaskannya perlahan.


"Bunda akan keluar dari rumah ini seperti bagaimana Bunda masuk dahulu.Kalian??? tentukan saja mau ikut Bunda atau tinggal di sini"


"Tidak sayang...kamu tetap disini,kita akan tetap disini.Maafkan aku,aku memang salah,aku khilaf sayang...dia sudah aku ceraikan,dan aku tidak mungkin menjilat ludahku kembali "Roy membantah dengan cepat.Jamila terhenyak,ia beringsut bangun dengan hati-hati.


"Tega kamu Mas..."ucapnya lirih.


"Pergilah Jamilah,kamu masih muda.Kamu bisa mencari yang lebih segalanya dari pada aku.Besok...akan aku kirim sejumlah uang padamu,mobil dan sertifikat tanah.Semoga itu cukup untuk mu"


Kedua bola mata yang sudah lebam itu berbinar bahagia.Ia ingin tersenyum,namun sudut bibirnya perih sekali.


"Hemm bahagia lah dia dapat harta benda,jangan lupa sekalian tanda tangani surat perjanjian agar tidak menggangu Ayah lagi dan keluarga disini.Kalau masih mengganggu ??akan masuk penjara dan mengganti dua kali lipat apa yang sudah diterima besok"Excel menegaskan secara rinci.


"Baik!!!aku takkan ganggu kalian lagi,tapi Mas kalau kamu rindu aku?jangan segan datang mampir ya..."


Excel geram sekali,ingin ia pukul wanita itu lagi tapi keburu lari dia.


Seruni melangkah masuk ke dalam rumah tanpa sepatah kata.Excel mengikuti bersama Ba'im dan juga Reyhan .Sedangkan Ismail mengajak Ayahnya ikut serta masuk.


Untuk hari ini,Excel memilih untuk menginap di rumah Ba'im .Ia menemani Seruni tidur beserta Reyhan di kamar Ba'im .Sedangkan Ba'im sendiri tidur bersama adiknya,Ismail.


Saat tengah terlena dalam mimpi, samar-samar Excel mendengar Isak tangisan.Bulu kuduknya langsung meremang.Perlahan ia membuka matanya,Eh rupanya yang menangis adalah Seruni .Wanita itu terlihat menengadah ke atas sambil menangis.


Excel sangat terenyuh melihat hal itu, ia menyaksikan doa-doa yang dipanjatkan hingga selesai.Agak lama Seruni menutup wajahnya, sampai akhirnya helaan nafas panjang terdengar.


Ia bangkit,melepas mukena dan melipatnya dengan rapi.Lalu menyimpannya di dalam lemari.


"Eh..."Seruni kaget melihat Excel sedang duduk menatapnya.


"Kenapa bangun??apa mau ke kamar mandi ??"Seruni mendekati wanita yang pernah ia angkat sebagai anak.Ia duduk di sebelahnya.Excel menggeleng pelan...


"Yang kuat ya Bun"ucap Excel lirih.Seruni tersenyum, matanya sembab karena terlalu banyak menangis.


"Insyaallah Bunda kuat..."


"Apa Bunda akan memaafkan Ayah?"


Seruni tidak segera menjawab,ia menggenggam tangan Excel dengan kedua tangannya.


"Sayang...semua manusia pasti melakukan yang namanya kesalahan.Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, Kesempurnaan itu hanya milik Allah"


"Selama ini suamiku adalah sosok yang sempurna bagiku,tapi ternyata tidak bukan??Aku tidak mau menuntut apapun lagi, Alhamdulillah dia mau mempertahankan pernikahan ini"


Excel manggut-manggut tanda mengerti.


"Kamu gimana dengan Ba'im ??Apa kalian mau balikan??"


Excel tersenyum malu..


"Kalau kalian masih saling mencintai ,maka jangan bohongi perasaan kalian sendiri ??"


"Iya Bun... Insyaallah kita akan segera rujuk"


"Baguslah...Bunda senang mendengar berita ini"