SERUNI

SERUNI
BAB 40 Berziarah ke Makam



Untuk beberapa lama Leo duduk terdiam didalam mobil dengan menelungkupkan wajahnya ke steering mobil.Ia tidak bisa percaya jika apa yang dikatakan gadis yang dikenalnya siang tadi adalah benar.Tantri,wanita pertama yang menjadi tambatan hatinya beberapa bulan yang lalu pergi meninggalkannya dengan alasan akan menikah dengan orang lain dari masa lalunya.Keputusan sepihak itu menjadi pukulan telak bagi Leo.Pria blasteran itu putus harapan dan beberapa kali mencoba bunuh diri namun gagal.Hingga akhirnya ia menjadi sosok yang tak berperasaan kepada siapapun.Ia menilai semua orang ikut andil dalam luka dihatinya.Karena dulu keluarganya sangat menolak keberadaan Tantri kekasihnya.


Jika saja orang tuanya memberi restu,pasti Leo sudah menikahi Tantri sebelum gadisnya menikah dengan orang lain.Akan tetapi status sosial menjadi ukuran bagi keluarganya untuk bisa menjadi pasangannya.Alhasil ia sangat membenci orang tuanya dan keluar dari rumah.Ia berdekari sendiri dengan membangun sebuah perusahaan kecil yang bekerja di bidang auditor.Karena itulah keahliannya.Dengan dibantu sang Kakak,Leo membangun perusahaan itu dari Nol.Tantri sangat setia mendampingi Leo.Meskipun kehadirannya tak diterima oleh keluarga Leo,sedikit pun gadis itu tak bergeming.


Hal itulah yang membuat Leo semakin mencintai Tantri.Dan pria blasteran itu berencana akan melamar Tantri setelah ulang tahunnya yang ke 25 tahun.Tapi sayang,justru Tantri meninggalkan dirinya.


Huuuuufffff


Leo menghela nafas panjang,ia mengusap wajahnya yang sembab oleh air mata.Sudah lama ia tidak menangis.Baru setelah ia mendengar Tantri ternyata sudah meninggal,ia tidak bisa lagi berpura-pura kuat.


"Besok aku akan ke desa tempat tinggal Tantri"Gumamnya berniat dengan yakin.Ia menghidupkan mesin mobil lalu memutar kemudi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Hari pertama kerja,Seruni sangat bersemangat sekali.Ia sudah siap sesudah sholat subuh tadi.Setelah sarapan roti yang dibelinya semalam,Seruni langsung pamit kepada Bapaknya.


Pak Salam mewanti-wanti kepada putrinya agar semangat dan berhati-hati.Seruni mengiyakan nasehat dari bapaknya.Dengan naik ojek online,Seruni pergi ke tempat kerjanya.


Sampai di sana,kantor masih sepi.Hanya ada mbak-mbak OB yang sibuk mengelap meja kerja para karyawan.


"Karyawan baru ya mbak?"Sapa Mbak OB-nya.


"Iya"Jawab Seruni dengan senyum sumringah.


Tak berapa lama Qodir datang bersama dengan Lily.Dan disusul beberapa karyawan yang lainnya.


Qodir menunjuk kan meja kerja Seruni,dan memberikan beberapa lembar kertas.


"Kamu cek nanti di komputer nya,perhatikan dengan baik jangan sampai salah hitung ya.Jangan tegang,kalau ada yang tidak kamu mengerti kamu bisa tanya aku.Aku sendiri yang akan menjadi pengawas mu"


Seruni mengangguk dengan senyuman,Qodir terkesima melihat senyum manis gadis itu.Tapi segera ia mengalihkan perhatian karena takut sampai ada orang yang merasa aneh dengan tatapannya terhadap Seruni.


Baru beberapa menit berkutat di depan komputer,seseorang memanggilnya.


"Hey!!!"


Seruni tetap saja fokus kerja karena menurutnya bukan dia yang dipanggil.


BRAAKK


Seruni kaget karena ada yang mengebrak meja kerjanya.Gadis itu mengangkat wajahnya,refleks ia berdiri begitu tahu siapa tersangka nya.Semua mata karyawan tertuju ke arahnya termasuk Qodir.Wajah Qodir terlihat cemas dan khawatir.


"Ikut aku"Leo mendahului melanggar pergi,namun Seruni tetap mematung.Menyadari tak ada suara langkah kaki di belakangnya,Leo menoleh.


"Malah bengong,ikut aku!!!"Leo meninggikan suaranya.Seruni terkesiap,gegas ia mengikuti Leo tanpa ia tahu mau kemana.Seruni juga meninggalkan tasnya begitu saja karena ia pikir Bosnya mau membawanya ke ruang kerjanya.


Seruni heran karena Bos nya membawa Seruni keluar dari kantor.Ia membukakan pintu mobil untuk Seruni dan memintanya masuk.Seruni patuh tanpa banyak tanya.Karena ia takut melihat wajah Leo yang datar tanpa ekspresi.


Leo mengitari mobil lalu masuk ke dalam mobilnya.Pria itu memutar arah keluar dari halaman parkir kantornya.


"Ki-kita mau kemana Bos?"Akhirnya Seruni memberanikan diri untuk bertanya.


"Ke rumah Tantri"Jawab Leo ketus.


"Hah??dimana itu?"


"Sukabumi"


"Hah??Jauh banget itu Bos"


"Terus kenapa?"


"Saya kan masih banyak kerja"


"Mengikuti perintah Bos juga termasuk kerja"


Seruni diam tak berani membantah.


"Kamu sudah makan?"


Seruni mengangguk,Leo meliriknya sepintas.


"Makan apa?"


"Roti"


___


Hari sudah melewati titik tengahnya siang.Mereka baru saja masuk ke Desa tempat tinggal Tantri.Seruni sudah sejak tadi pulas tertidur.Leo sengaja membiarkannya.


Baru setelah sampai di tempat tujuan,Leo membangunkan Seruni.


Orang tua Tantri kaget ketika Leo datang dan langsung bertanya tentang Tantri.Kedua pasutri yang sudah lanjut usia itu saling berpandangan satu sama lain.


"Maaf nak,,,kamu siapa?"Tanya Bapak Tantri.


"Saya Leo Pak,teman Tantri dari kota"Jawab Leo sopan.Seruni sampai tidak percaya Bosnya yang jutek bisa bersikap sopan dan lembut.


"Apa nak Leo tidak tahu kalau Tantri sudah tiada?"Sambung Ibunya Tantri.Leo menatap Seruni,ternyata benar apa yang dikatakan gadis ini.


"Kalau boleh tahu dimana kuburnya Pak?"Lanjut Leo,ia sudah tidak kaget lagi karena ia sudah menyiapkan mentalnya.


Bapaknya Tantri bangkit,pria yang sudah renta itu memberi kode agar Leo mengikutinya.Leo menarik tangan Seruni agar juga mengikuti.Sebenarnya Seruni tak berminat untuk ikut,ia ingin istirahat dulu meskipun sebagian banyak waktunya tadi tidur di mobil.


Mau tak mau gadis itu terpaksa ikut.Mereka dibawa ke jalan yang menuju ke ujung desa.Disana terdapat TPU yang cukup besar,ketiganya melewati jalan yang dipenuhi oleh batu nisan.


Bapaknya Tantri menunjuk ke sebuah gundukan tanah yang terlihat masih baru.Di batu nisan tertulis nama TANTRI LESTARI BINTI KARTO.


Lemah lutut terasa tak bertulang,meskipun pria blasteran itu bertekad untuk kuat sedari rumah.Namun melihat nama sang pujaan hati tertera begitu indah membuatnya hancur untuk kesekian kalinya.


Leo berjongkok di dekat makan Tantri,Bapaknya Tantri sendiri pulang lebih dulu.Setelah mendoakan arwah kekasihnya,Leo membelai lembut nisan itu.


"Kenapa kamu tidak mau jujur?Apa yang terjadi sebenarnya sayang?"Gumam Leo.


Seruni terpegun, didepannya kini berdiri arwah Tantri yang bercerita kepadanya tentang kejadian sebenarnya.


"Maafkan dia Bos, Tantri juga terpaksa karena tidak mau Bos sedih karena dirinya.Tantri ingin Bos membencinya dan melupakannya"


Leo mendongak.


"Kau tahu darimana?"


Seruni memonyongkan bibirnya ke arah Tantri berada.Leo celingukan,ia tak melihat apapun.


"Ka-kau bisa bicara dengan TANTRI?"


"Dia yang bicara dari tadi"Jawab Seruni.


"To-tolong tanyakan padanya,apa dia tidak merindukan ku?"


Seruni menggeleng pelan.


"Dia menangis tidak menjawab"


Huffff Leo bangkit sembari berkacak pinggang.


"Itu tandanya dia merindukan aku"


"Mana saya tahu Bos,dia cuma menangis ya aku bilang menangis"


"Ok!!!Tolong katakan padanya,aku sangat merindukannya"


"Dia sudah dengar"Seruni menjawab acuh.


"Kamu kenapa sih??kok ngeyel banget"


"Bos,,,saya capek"


"Capek apa-an wong kamu tidur aja dari tadi"


"Tidur juga capek Bos"


"Ya udah kamu mau apa?"


Seruni diam bola matanya berputar ke atas seperti tengah berpikir.


"Ahhh kelamaan mikir"Leo angkat kaki meninggalkan Seruni begitu saja.


"Bos!!Bos...."Seruni berlari kecil menyusul langkah Leo yang panjang dan cepat.