
"Apakah sikap pacarku yang kamu samakan dengan babu?"
Sherly tersekat,ia menatap Leo dengan segan.
"Kalau boleh aku tahu,sikap yang mana yang kamu samakan kayak babu?"sambung Leo.
"Sudahlah Leo... tolong jangan dibahas lagi, maafkan ucapan istriku kepada pacarmu"Roy menengahi.Sherly tersenyum kepada suaminya karena merasa dibela.
"Sayang Apakah kesalahan Sherly patut dimaafkan?"Leo mengalihkan pandangannya kepada Seruni.
"Sudahlah jangan diperpanjang lagi"jawab Seruni.Leo tersenyum lembut,ia mengusap bibir Seruni dengan ujung jempolnya.
"Kenapa lah hatimu selembut bibirmu sayang?"Gumamnya.
Tangan yang bertopang diatas lutut mengepal kuat.Roy terbakar api cemburu,ia tidak bisa terima gadis yang ia cintai disentuh oleh pria lain.Apalagi sampai se-intens itu,raut wajah Roy merah padam.
Tidak lama kemudian pelayan restoran menghampiri mereka dengan membawa nampan yang berisi pesanan mereka semua.
Masing-masing mengambil makanan pesanannya.Sherly dengan semangatnya ingin menyuapi suaminya,Roy termangu.Ia tak mau tapi ia tidak bisa menolak karena ini demi Seruni.Agar Sherly tidak melakukan sesuatu yang membahayakan Seruni dikarenakan cemburu.
Leo tidak mau kalah,justru ia tidak mau makan dari sendoknya.Harus Seruni yang menyuapinya,begitu pun sebaliknya.Jujur Seruni ilfil banget,tapi dia tidak bisa membantah.
Tinggallah Karin dan Qodir yang seperti sepasang nyamuk menyaksikan keromantisan dua pasang sejoli itu.Karin dan Qodir saling berpandangan,kemudian tersenyum menahan tawa.
___
Usai makan,tanpa canggung Leo melingkarkan tangannya ke pinggang Seruni.Mereka berjalan beriringan tanpa perduli dengan tatapan sekitar.
Roy seperti orang bingung karena begitu sakit hatinya terus menerus melihat kemesraan Seruni dan Leo.Ketika Sherly bergelayut manja refleks ia tersentak kaget dan menepis tangan istrinya.
"Kau kenapa?"Sherly shock mendapat perlakuan yang kasar dari suaminya.
"Aaa..eee maaf aku pikir pencuri"Roy cepat tanggap mencari alasan yang tepat.
"Ya udah yuk"
Roy melangkah pergi begitu saja,membiarkan istrinya terpelongo dengan sikapnya.
...----------------...
Jam pulang kantor sudah tiba,Seruni,Karin, dan Qodir yang tengah sibuk menyiapkan ruang kerja mereka kompak ingin pulang bersama.Sedangkan Bos mereka tadi pamit pulang lebih dulu karena ada janji dengan klien.
Baru hendak keluar,Roy sudah berdiri di ambang pintu.Ketiganya saling bertatapan kebingungan.
"Ada apa Roy?kami sekarang mau pulang,jika ada keperluan sebaiknya hubungi atasan kami"Qodir mewakili rekan timnya.
"Aku ingin bicara dengan Seruni"Roy menatap tak bergeming ke arah gadisnya.
"Roy tolong jangan sangkut pautkan urusan pribadi dengan pekerjaan.Nama baik perusahaan kami yang menjadi taruhannya"Ucap Qodir.
"Ini sudah bukan jam kerja lagi jadi aku bisa bicara secara pribadi dengannya"
"Tidak bisa Roy,kau lihat sendiri kan? Seruni adalah kekasih atasan kami.Kalau aku sembarangan memberikan ijin aku bisa dipecat"Bantah Qodir.
"Banyak bicara kamu,udah cepat keluar"
Roy hilang kesabaran,ia mendorong Qodir dan Karin keluar dari ruangan.Lalu Roy mengunci pintu dari dalam.Seruni panik,ia melangkah mundur menjauhi Roy.
"Seruni jangan takut,aku ingin kita bicara sayang"Roy mendekati Seruni perlahan.
Seruni terus berjalan mundur sampai mentok di meja kerja milik Karin.Saat itulah Roy meluruh memeluk tubuh Seruni.Gadis itu berontak ia mendorong tubuh Roy dengan kuat.Roy terkesiap kaget melihat sikap Seruni.
"Ada apa denganmu Seruni? Kenapa kau menolak ku?"
"Maafkan saya tuan, kita sudah tidak memiliki hubungan apapun.Jadi tolong jauhi saya"
"Tapi aku masih mencintaimu seruni dan aku yakin kamu pun juga sama"
Seruni menggeleng pelan.
"Tidak Tuan ini salah, Tuan sudah beristri"
"Sadar tuan.... cinta ini salah...lupakan saya"
Roy tercekat...ia menelan kuat salivanya
"Tolong jujur padaku Seruni,Apakah kau masih mencintaiku?"
"Untuk apa kejujuran Tuan jika semua itu tidak berfaedah"
"Kau jawab saja dengan jujur"
Seruni menundukkan pandangannya.
"Yah Tuan Sampai detik ini saya masih mencintai Tuan, tapi cinta ini bukan cinta yang dulu lagi.Cinta ini tercipta hanya untuk membahagiakan tuan"
Roy tersenyum tipis
"Jika itu benar?maukah kau menikah denganku Seruni?"
Seruni menggeleng pelan
"Tidak tuan, saya tidak bisa"
"Kenapa? bukankah kau masih mencintaiku?"
"Yah itu benar, tapi saya tidak bisa menyakiti hati sesama wanita"
Roy menggenggam kedua tangan Seruni.
"Aku janji, Sherly tidak akan tahu akan hal ini"
Seruni melepaskan tangannya dari genggaman Roy,ia menggeleng pelan.
"Terimalah takdir yang Allah berikan untuk kita berdua Tuan"
"Tidak!!!Aku tidak bisa Seruni.Itu terlalu sulit ku lakukan.Jika mudah?aku takkan begini terhadapmu"
"Saya pun sama Tuan,tapi saya hanya bisa pasrah dan tawakal kepada Allah SWT.Saya yakin,semua pasti ada hikmahnya"
Roy tersenyum kecut
"Tidak usah menceramahi ku Seruni,kau tidak akan tahu apa yang aku alami setelah kau pergi.Kematian Papa meninggalkan hutang yang sangat besar kepada keluarga Sherly.Sehingga memaksaku menikahi wanita yang tak ku cintai.Apa kau tahu seperti apa rasanya berpura-pura bahagia sedangkan hati merindu kepada orang yang dicinta?Apa kau tahu bagaimana ku menjaga hati ini untuk kuat dengan keadaan yang terkunci dalam ruang hampa?"
"Aku tidur dengan memeluk bayanganmu,aku kuat dengan hidup dalam sisa-sisa kenangan kita.Kau tidak akan tahu itu kan?"
"Aku tersenyum tapi hati ini menangis,aku berpura-pura baik-baik saja dihadapan Mama agar ia tidak mengasihani diriku.Karena jika Mama membayar dengan uang,semua hartanya tidak akan mencukupi.Lalu bagaimana dengan kehidupan orang-orang fakir,anak-anak yatim yang berada dalam naungan yayasan Mama?"
"Karena itu aku bersedia menikah dengan Sherly,tapi apa kamu tahu?Cintaku padamu tidak berhenti disitu Seruni.Cinta itu malah semakin berakar kuat dalam rindu yang menyiksaku"
"Sekarang kamu berada disini,dihadapanku.Aku bahagia,aku ingin memilikimu, Aku ingin menghalalkan mu"
Seruni menyusutkan air matanya.Ia tidak tahu jika ternyata Roy lebih menderita daripadanya.Dengan jahatnya ia mengira bahwa Roy telah bahagia.
Pria itu lebih mendekati kekasihnya.Ia mengelap kering pipi lembut yang basah oleh air mata.
"Kamu mau kan menikah dengan ku??"
Seruni tetap menggeleng.Roy tercengang
"Kenapa sayang?kenapa?"Rintihnya.
"Tuan... Seruni masih mencintai Tuan,bagaimana Seruni bisa melupakan Tuan jika dalam bai'at do'a hanya nama tuan yang saya sebut.Tapi Seruni tidak bisa menikah dengan Tuan,Seruni tidak bisa"
"Biarlah cinta ini mengalir sebagai doa untuk kebahagiaan tuan,jangan lupakan Seruni jika itu menyakiti hati tuan.Kita bisa bahagia dengan rasa tanpa harus memiliki raga"
"Seruni berharap tuan bisa mengerti kenapa Seruni menolak?Ini bukan hanya untuk kebahagiaan kita tuan,tapi ada banyak hati yang harus kita jaga"
"Seruni pergi dulu tuan"
Roy diam mematung,air mata jantannya mengalir perlahan.Ia memejamkan matanya begitu gadis yang dicintainya pergi begitu saja dari hadapannya.