
Rifka,nama siswi yang saat ini sudah dibawa lari oleh ambulance ke Rumah Sakit terdekat.Dia pelajar kelas XII,banyak yang tidak tahu kenapa gadis itu memilih untuk bunuh diri?
Anehnya tidak ada satu pun murid yang kehilangan gadis itu.Semua terlihat biasa saja.Bahkan katanya dia hidup sebatang kara.
Yas merasa sangat aneh dengan suasana ini.Ia memang masih duduk di kelas X, terlalu dini untuk mengetahui masalah tentang Kakak-kakak kelasnya.Ia juga masuk group pemain basket karena Yas terkenal sejak duduk di sekolah menengah pertama.Jadi guru olahraga langsung merekrut dirinya.
"Eh..kenapa bengong ??dari tadi bengong aja"Radit membuyarkan pikiran Yas tentang siswi yang baru saja bunuh diri.
Yas hanya tersenyum seraya menggeleng pelan.
"Kenapa ?Apa yang kamu pikirkan ?"sambung Latif.
"Gadis yang bunuh diri itu,,,kok kayak biasa aja disini ?" Akhirnya Yas jujur.
"Ssttt..jangan bahas apapun disini ,kamu masih anak baru.Aku kasih tahu ya,jangan ikut campur masalah apapun tentang Kakak kelasmu"Radit meletakkan telunjuknya di bibir dan suaranya pun sengaja dipelankan.
"Apakah hal ini udah biasa ?"Yas semakin penasaran.
"Ssttt udah jangan dilanjutkan"
"Yas...kamu masih kelas satu,aku aja udah kelas dua nggak berani ngomong apapun menyangkut mereka"Latif pun berucap dengan berbisik-bisik.
"Hey!!! Ngomongin apa?"
Suara bentakan mengagetkan ketiganya.
"Ah nggak kok Bon,kami nggak Ngomongin apa-apa "jawab Radit sedikit gugup.
"Kau anak baru kan disini ?Yang ikut ospek bulan kemarin Kan?"Bona menuding wajah Yas.
"Iya Kak..."Jawab Yas seadanya.
"Ikut aku...Lucas ingin menemui mu"Setelah berucap demikian,Bona berbalik pergi.
"Lucas???Bukankah dia ketua tim senior Basket kan?"Ucap Yas ragu.
"Iya...kenapa dia manggil kamu Yas?"tanya Radit.Yas mengedikkan bahunya.
*
Yas melangkah mendekati gerombolan siswa tersohor di sekolah ini.Diantara mereka memberi kode atas kedatangannya.Lucas sang ketua gank mengangkat tangannya ,para siswa yang patuh padanya langsung memberikan jalan untuk Yas.
"Berilah hormat kepada ketua kami!!"bentak Bona karena Yas hanya berdiri tegak dengan wajah datar.
"Sttt stt jangan kasar begitu Bon,dia kan masih baru.Jadi masih belum tahu bagaimana menghormati yang lebih tua?Kita ajari dia pelan-pelan ok"celah Lucas.
"Baik Bos"jawab Bona dengan kepala tertunduk.Lucas tersenyum...
"Yas .... permainan mu tadi sungguh menakjubkan,aku sangat terkesan"puji Lucas.
"Terimakasih "jawab Yas tanpa ekspresi.
"Karena kamu menunjukkan skill yang sungguh mengagumkan,maka aku akan menerima mu masuk dalam gank Gabriel dengan penuh suka cita.Dan kamu bisa langsung menduduki sebagai kapten penyerang mendampingi ku"
Bona terhenyak kaget mendengar hal itu,jika Yas ditempati pada kedudukan tersebut.Otomatis dirinya akan tersingkir.
"Terimakasih...tapi saya tidak berminat masuk dalam gank kalian"
Bona lagi-lagi merasa terkejut,ia menautkan kedua alisnya.
"Kenapa ???Apa kamu tahu,apa keistimewaan masuk dalam gank kami?"sambung Lucas.
Yas menggeleng perlahan..
"Saya tidak lah sehebat seperti apa yang kamu pikirkan,saya takut akan mengecewakan "
"Hahahahahaha "Lucas tertawa lepas...Namun Bona justru mencengkram kaos oblong yang Yas pakai.
"Apa kamu menghina Bos kami?"Tukas Bona dengan rahang mengeras.
"Singkirkan tanganmu"balas Yas tanpa takut menantang tatapan mata Bona yang begitu dekat.Bona menelan ludah,ia merasa tatapan Yas begitu mengerikan.Namun ia tidak mau menunjukkan rasa takutnya.Segera ia melepaskan cengkraman nya dengan mendorong Yas.
"Sudah..sudah .."Lucas menengahi "Ok!!aku hargai keputusan mu,tapi ingat!!tawaran ini tidak berlaku untuk kedua kalinya.Jadi kau sudah membuang kesempatanmu"
"Sombong sekali dia"umpat Bona.Lucas tersenyum kecut.
"Bersenang-senang lah Bon"
Bona tersenyum,ia mengerti apa yang dimaksud oleh Lucas.Teman-temannya pun berkode satu sama lain dengan riak senang.
*
"Yas....kamu nggak apa-apa ?"Radit menyambut kedatangan Yas dengan khawatir.Karena ia tadi melihat jelas bagaimana Bona mencengkram kuat baju Yas.
"Aku tidak apa-apa..."jawab Yas santai,ia meraih handuk kecil miliknya dan pergi untuk membersihkan diri.
Radit dan Latif saling berpandangan satu sama lain.Keduanya sangat yakin bahwa Yas pasti dalam bahaya.
*
Air shower mengucur membasahi tubuh Yas yang hanya memakai boxer dan syal dilehernya.Ia merasa nyaman sekali dengan keadaan seperti itu.
Usai melakukan ritual mandi,ia masuk ke ruang ganti.Mengambil handuk untuk mengeringkan tubuhnya.Namun,saat ia akan mengusapkan ke wajah terlebih dahulu.Yas merasakan aroma yang sangat menyengat.Ia mengurungkan niatnya,mengendus handuknya.CABE!
Yas meletakkan kembali handuknya,lalu mengambil baju ganti yang sudah disiapkan.Namun pakaiannya pun berbau cabe.Yas meletakkan kembali pakaiannya tersebut.
Ia berkacak pinggang, mencari solusi atas masalah yang ia hadapi.
Sementara diluar sana,Bona dan beberapa temannya menunggu sebuah teriakan dengan tak sabar.Akan tetapi yang ditunggu tak kunjung terdengar.
Mereka mengintip ke dalam, dengan saling menaiki punggung.
"Gimana ??"
"Sepi... kayak nggak ada orang"
Ponsel yang sudah siap merekam kejadian yang diangankan kembali disimpan.Mereka penasaran kemana perginya korban mereka.
Dengan hati-hati mereka beruntutan masuk ke dalam kamar mandi khusus pria.Yas yang sudah siap dibalik pintu langsung membekap Bona diposisi terdepan.Ia mengunci pergerakan Bona lalu menendang pintu.Dengan gerakan matanya, engsel pintu otomatis bergerak sendiri mengunci pintu.Teman-teman Bona yang tidak menyangka penyergapan Yas, langsung panik dan kalang kabut.Mereka ingin menolong Bona,namun pintu itu layaknya sebuah batu besar yang kokoh.Tidak mudah didobrak.
Selang beberapa waktu, pintu itu terbuka.Teman-teman Bona sontak ingin masuk,namun dipukul mundur karena Yas melangkah keluar dengan seragam lengkap.Mereka terperangah, darimana Yas mendapatkan seragam itu??.
Yas berlalu begitu saja, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.Setelah Yas pergi,teman se gank Bona meluruh masuk ke dalam mencari Bona.Satu persatu pintu toilet dibuka tapi Bona tidak ditemukan.Sampai di toilet terakhir dan kondisinya terkunci, Mereka sudah putus asa.Mengira Bona sudah hilang.Namun terdengar suara aneh..
"EMM EMMM EMMM"
Langkah yang hendak pergi tertahan,mereka menajamkan pendengarannya.
"EMM EMM EMMM"
Suara itu terdengar dari toilet yang terkunci dari dalam.Mereka saling memberi kode satu sama lain,lalu mendobrak paksa pintu tersebut.
BRAK!!
Pintu terbuka,dan ditemukanlah Bona yang bertelanjang dengan tubuh terikat dan mulut tersumpal ****** *****.
"Bon..."
"Bon..."
Mereka segera melepaskan Bona.Ia nampak ketakutan sekali.
"Tolong ambilkan baju ganti"salah satu teman Bona meminta kepada teman yang lain.Satu teman mereka dengan sukarela ingin mengambilkan.Namun belum sempat keluar melewati pintu,ia mematung karena melihat Yas datang Kembali membawa pakaian yang terlipat.
Yas tersenyum,lalu mendekati Bona yang masih berada di dalam kamar toilet.Melihat Yas,Bona seperti kaget.Ia bersembunyi dibalik tubuh temannya.
"Pakailah ini"Yas menyerahkan pakaian seragam yang digenggamnya,lalu melangkah pergi setelah pakaian itu berpindah tangan.
Bona gemetar ketakutan, membuat teman-temannya keheranan.
"Kamu kenapa Bon?"
Bona tak merespon, ia justru mengintip dari bawah ketiak temannya.