SERUNI

SERUNI
BAB 46 Ternyata??



Roy jadi tidak bersemangat bekerja,setelah kepulangan Mertuanya.Ia memilih untuk pulang sekedar istirahat sejenak.


Setibanya di rumah yang ia tinggali bersama Sherly.Ia melihat mobil Sherly masih terparkir cantik.Agak heran sih,masak udah lewat jam makan siang tapi Sherly tidak kemana-mana.


Roy melangkah masuk ke dalam menuju kamarnya.Samar-samar ia mendengar gelak tawa istrinya.Mungkin lagi telfonan,pikir Roy.Ia semakin mendekati pintu,pria itu heran karena pintu kamarnya tidak tertutup rapat.


Roy melihat sekelibat tubuh segak memunggungi.Ohhh ternyata Sherly selingkuh ?pikir Roy.


Pria itu tersenyum getir,ia memilih untuk pergi saja.


"Sayang bagaimana jika suamimu tahu kalau kita main dikamarnya?"Tanya pria itu.Rangkulan mesrahnya membuat Sherly bergelayut manja.


"Biarkan saja sayang,toh dia tidak akan perduli"Jawab Sherly.


Langkah pria yang diselingkuhi itu terhenti.Ia jadi penasaran dengan obrolan mereka.


"Kalau dia tidak mencintaimu kenapa kamu menikah dengannya?"


Sherly tersenyum


"Aku pikir dengan menikah dengannya,lambat laun nanti dia akan mencintai ku.Tiga tahun bersama ternyata tetap sama.Kalau tahu begini tak perlu susah-susah aku meminta Papa menjebaknya dengan tuduhan hutang piutang Papanya"


Roy membeliak lebar


"Maksudmu?"


"Yah dia menikah dengan ku karena hutang almarhum Om Jaka, yang sebenarnya Om Jaka tidak punya hutang sama Papa.Justru Papa punya sangkutan uang yang belum dibayarkan kepada beliau"


"Licik juga kamu ya sayang..."


Sherly tertawa renyah.


"Sekarang aku ingin punya anak,karena itu aku sekarang mau kamu setubuhi.Dari dulu aku menolak kita melakukannya karena takut Roy akan tahu jika aku sudah tidak Virgin.Tapi setelah Roy dengan nyata mengatakan bahwa dia tidak perduli dengan ku,tidak ada cara lain untuk mendapatkan anak selain melakukan nya dengan mu"


"Tapi jika Roy mengatakan bahwa kamu hamil bukan anaknya,gimana?"


"Dia tidak akan mengatakan apapun,karena kalau Papa tahu dia harus bercerai denganku.Dan tentu saja dia harus membayar hutangnya"Sherly tergelak jahat.


Roy mengepalkan tangannya kuat,ingin rasanya ia bunuh Sherly saat ini juga.Tapi ia terfikir rencana yang cerdik.Yang bukan hanya sekedar membalas dendam kepada Sherly,tapi kepada Papa mertuanya yang ikut andil menjebaknya.


Roy tersenyum licik,ia gegas pergi dari tempat itu untuk memulai aksinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Adzan Maghrib sudah berkumandang,tapi kerjaan Seruni dari kedua temannya itu belum kelar.Seruni menghela nafas panjang,ia pikir Qodir akan datang selepas pulang dari kantor Roy.Tapi ternyata tidak,tidak ada seorang pun yang datang termasuk dua teman kerjanya yang janji akan kembali.


Seruni pergi ke toilet untuk ambil wudhu dan mengerjakan kewajiban.Di dalam kantor itu dia hanya sendiri,kalau ia tidak menyelesaikan tugas itu Seruni khawatir takut mendapatkan masalah.Secara kini ia hanya bertiga yang stay di kantor.


Sesudah Sholat Maghrib, Seruni melanjutkan kembali pekerjaannya.Tinggal sedikit lagi, insyallah sebelum sholat isya' semua pekerjaan itu akan selesai.Itulah yang ada dalam pikiran Seruni.


Tiba-tiba lampu kedap-kedip sampai berbunyi thas thas. Seruni heran,apa ada yang konslet atau kenapa?Bau anyir darah tercium.Gadis itu geleng-geleng kepala,ia sudah bisa menebak bahwa ini adalah perbuatan makhluk tak kasat mata.Helaan nafas panjang membuat Seruni sedikit tenang.


Ia melanjutkan pekerjaannya meskipun dalam keadaan lampu yang tidak normal.Tiba-tiba lampu mati Total.Otomatis komputer yang Seruni pakai untuk bekerja juga mati.


HUFFF


Seruni menggebrak meja dengan kuat.


Hihihihihihi


Gelak tawa nyaring terdengar.Seruni memperhatikan sekitarnya yang gelap gulita.Bola matanya bergerak awas.


Sebuah tangan berkuku tajam hinggap di pundaknya.Seruni diam namun ia tetap waspada.


Rambut berlumuran darah menjuntai geli diwajah gadis tersebut.


HAAACCCIHHH


Seruni justru bersin karena rambut itu menggelikan hidungnya.Alhasil akibat Seruni bersin kuntilanak itu terlempar ke dinding.Seruni sampai kaget sendiri.Padahal dia cuma bersin loh.


Si Kunti merangkak di dinding,ia seperti siaga terhadap manusia di depannya.Giginya yang bertaring ia tunjukkan kepada si manusia agar takut padanya.


"Nggak usah nakut-nakutin aku,sini temenin aku"Seruni melambaikan tangannya.Si Kunti kaget,bukannya takut si manusia malah memanggilnya.


"Sini cepat,bantuin kerjaan aku.bisa nggak?"


Si Kunti ragu-ragu merangkak mendekati sampai berdiri di samping Seruni.Seruni tersenyum ia kembali duduk di kursi nya.


"Hidupin lampu"Titah Seruni.Si Kunti menjentikkan jarinya,lampu kembali menyala terang.Komputernya pun menyala.


"Bantuin aku cepat!!"Seruni menunjuk ke layar komputer.Si Kunti melayang terbalik dengan kepala di bawah dan kaki lurus ke atas.Ia mengerjakan tugas Seruni dengan tubuh terbalik.Seruni duduk santai dengan melipat dada,ia memejamkan matanya sejenak.Membiarkan hantu itu mengerjakan tugasnya.


"Emangnya hantu bisa berhitung?"Otaknya berpikir,serta Merta Seruni membuka matanya.Eh!!Mata Seruni memandang ke sekeliling,Si Kunti sudah tidak ada.Seruni memeriksa komputernya.


Eh ternyata sudah selesai, cepat bener.Seruni menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Ia tersenyum sendiri.


"Pinter juga dia"Gumamnya.Gegas Seruni merapikan mejanya.Ia bersiap untuk pulang sampai akhirnya pintu terbuka.Leo muncul,Gadis itu heran melihat kedatangan atasannya.


"Kok belum pulang?"Tanya Leo mendekati bawahannya.


"Baru mau pulang"


"Ayok ku hantar"


"Ah nggak usah Bos saya bisa naik Grab"


"Aku tidak suka ditolak"Ujar Leo tegas,ia menarik tangan Seruni keluar dari ruangan.


Dalam sekilas Seruni melihat penampakan si Kunti tadi,ia melambaikan tangan ke arah Seruni.Gadis itu membalasnya dengan senyuman.


___


Leo menghentikan mobilnya tepat di depan indekos Seruni.Terlihat Pak Salam duduk di teras melongok ke jalan.


"Kelihatannya Bapakmu menunggu mu"Leo membuka seatbelt.Seruni juga membuka seatbelt nya tapi macet.Leo yang hendak keluar mobil masuk kembali untuk membantu Seruni membuka seatbelt nya.Wajah keduanya sangat dekat sekali hampir tak ada jarak.Seruni berusaha menarik diri agar tidak terlalu dekat,namun gerak tubuh Leo malah semakin mendekat.Sampai nafasnya terasa menerpa di wajah cantik milik gadis itu.


Seatbleat terbuka,namun Leo malah mematung di posisi yang hampir menindih tubuh gadis itu.Tatapan matanya terpesona dengan tipisnya bibir yang kemerahan milik Seruni.Hidung yang mangir dan mata yang bulat dihiasi bulu mata yang lentik tanpa celah.Pipinya merona merah malu-malu,Leo tergoda untuk menciumnya.Sampai akhirnya Seruni mendorong tubuh Leo hingga terpentok bagian atas mobil.


"Aduh"Leo meringis kesakitan.


"Maaf Bos"Seruni meluruh keluar dan berjalan cepat menuju kostnya.Meninggalkan Leo begitu saja yang kesakitan di belakang kepalanya.


Leo menggeleng dengan ******* nafas panjang.Ia jadi tersenyum sendiri karena kecerobohannya.