SERUNI

SERUNI
BAB 133 Nasib Badriah



"Hey!!"seru Ba'im dengan suara yang dipelankan.Excel mendongak.


"Kenapa dia?"


"Nangis"jawab Excel pendek.


"Hah??"


"Jun...kamu kenapa ??"tanya Excel perlahan.


"Aku---a-a-aku... telah mencelakai Wanda "Junaedi terisak-isak sampai susah sekali kalimatnya tersampaikan.


"Mencelakai gimana maksud kamu??coba ceritakan secara rinci!!"


Junaedi mendongak pelan,Excel melihat ingus Junaedi meleleh.Sudah berulang kali Junaedi hirup,tapi meleleh kembali dengan cepat.


Excel mengambil tisu,lalu tanpa segan mengelap ingus Junaedi sampai bersih.


"Uwekkk"Ba'im sendiri melihat hal itu jadi mau muntah.


"Ustadz...apa anda hamil ??"Goda Excel dengan mimik wajah yang serius.


"Apa-an sih?"Gerutu Ba'im .


"Ayo Jun.. ceritakan semuanya kepada ku"Excel melanjutkan kembali interogasinya.


"Hari itu sekitar sesudah salat magrib ,Wanda datang ke rumah yang aku bangun untuk kami tinggal bersama setelah menikah.Ia menggedor-gedor pintu seperti orang yang tengah marah, maklum Jika dia marah. Karena aku telah menikah dengan wanita lain tanpa sepengetahuannya. Saat itu aku tengah bercumbu dengan istriku Badriah. Karena kedatangannya sangat tidak tepat ,Badriah marah. Ia menemui Wanda bersamaku"


"Badriah menghina-hina Wanda, sampai akhirnya aku tahu jika Wanda sebenarnya tengah hamil anakku.Yah!!aku telah merenggut kesucian Wanda saat ia pulang liburan 'Idul adha kemarin"


"Kami melakukannya suka sama suka, karena bagi kami sebentar lagi kami akan menikah.Jadi tidak ada bedanya.Kami sama-sama tidak tahu jika hari yang disangka akan cerah sampai petang,ternyata hujan melanda ditengah hari"


"Badriah kaget, ia menyangka aku masih perjaka.Kemarahannya semakin menjadi,ia menarik Wanda masuk dengan paksa ke dalam rumah.Ia juga mengikat tangan dan kaki Wanda . Wanda berusaha minta tolong padaku dan merayu agar ia dilepaskan. Tapi aku seperti orang bodoh yang tidak tahu harus berbuat apa? di depan mataku Wanda disumpah mulutnya lalu dimasukkan ke dalam karung. Istriku Badriah memerintahkan padaku untuk membawa karung yang berisi Wanda ke belakang. Aku menurut saja, meskipun jujur hatiku sakit mendengar jeritan-jeritan Wanda di dalam karung dengan mulut tersumpal. Dan tanpa berpikir panjang, ternyata Badriah membawa wandah ke tepi sumur. Ia dengan gampangnya mendorong tubuh Wanda yang tak berdaya itu ke dalam sumur"


"Apa??!!jadi kalian menenggelamkannya hidup-hidup ?"mata Excel memerah karena marah.


Junaedi mengangguk dengan bibir melengkung ke bawah.Ia menangis lagi.


"Kurang ajar!!!"Excel sudah tidak bisa menahan rasa marahnya lagi,ia menampar Junaedi berkali-kali sampai sudut bibir Junaedi merembes darah.


"Ex..sudah...sudah..."Tanpa sadar Ba'im merangkul tubuh Excel dan menarik jarak agar Excel tidak memukul Junaedi lagi.Excel menangis,dalam bayangannya ia melihat bagaimana Wanda meregang nyawa dengan tubuh terikat dalam karung.Apalagi dia sedang mengandung.Ba'im semakin mempererat pelukannya agar gadis itu tenang.


"Dia jahat Ustadz...dia jahat...Kak Wanda orang baik,dia sangat baik padaku.Dia orang pertama yang baik sama aku ketika aku di sini.Hiks hiks hiks hiks, Dia tidak ikut menghina aku karena aku ngejar-ngejar kamu ustadz. Dia malah memperingatiku dengan baik agar aku tidak malu. Tapi mereka dengan seenaknya membunuh Kak Wanda tanpa belas kasihan. Tanpa memikirkan janin yang hidup di dalam rahimnya "


Ba'im memilih diam,ia mengelus-elus pucuk kepala Excel yang tenggelam dalam dekapannya.


___


Sedangkan di lain tempat, Badriah murka.Berkali-kali ia berkonsentrasi tinggi untuk bisa mengendalikan Junaedi,namun berkali-kali pula ia gagal.


Matanya terpejam erat, keringat dingin meleleh di pelipisnya.Namun tetap saja ia tak mampu menjangkau Junaedi.


"Kepar*t...Si*L..."Badriah meraih sebuah kendi kecil lalu dilemparnya sembarangan.Kendi itu berkecai di lantai.Dadanya naik turun karena tarikan nafas yang mendalam.


"Siapa yang telah berani melakukan ini semua padaku??"Badriah terus berpikir keras,siapakah gerangan lawannya sekarang.Belum hilang rasa penasarannya, tiba-tiba perhatiannya teralihkan oleh suara yang aneh.


GLUDAK GLUDUK GLUDAK GLUDUK


Ada sesuatu yang bergerak di bawah kolong tempat tidurnya.Ia mengendap ingin melihat apakah itu? Badriah mengerutkan keningnya. Ia melihat sesuatu yang terbungkus dan bergerak-gerak. Perlahan tangannya merogoh ke dalam bawah kolong tempat tidur itu.Ia ingin meraih benda yang terbungkus. Tiba-tiba ia dikagetkan oleh dua buah tangan dingin yang mencengkeram tangannya. Badriah menarik tangannya secepat ia bisa. Wajahnya pucat pasi ,Ia beringsut mundur menjauh dari kolong tempat tidur.


Tangan kurus kering dan pucat disertai kuku-kuku tajam runcing keluar dari kolong tempat tidur .Sepasang tangan misterius tersebut seperti menarik tubuhnya keluar dari bawah kolong tempat tidur.


Benar saja ,sebuah kepala yang ditutupi rambut basah menjuntai melengak-lengok keluar dari bawah tempat tidur.Wajah si kepala menyeringai begitu melihat sosok Badriah yang menggigil ketakutan dipojokkan.Wanita itu baru menyadari kesalahannya, guci yang ia banting adalah tembok pertahanan tak kasat mata yang selama ini melindunginya. Jika Tak Ada guci tersebut, kemungkinan roh Qorin Wanda sudah lama membunuh Badriah.


Badriah merangkak memaksa tubuhnya untuk bergerak kabur dari tempat itu. Namun tangan pucat yang kurus kering itu sudah lebih dulu menahan kakinya.


Badriah meronta menendang-nendang agar ia bisa lepas dari cengkraman dingin qorin si Wanda. Namun bukan terlepas ,malah cengkraman itu semakin kuat. Dan menarik paksa tubuh Badriah masuk ke dalam kolong tempat tidur.


Badriah menjerit,tapi tidak ada satupun orang yang bisa mendengar jeritan nya yang melengking.


BUK BUK BUK BUK.


Suara yang membabi buta terdengar dari bawah kolong tempat tidur . Sampai terjadi getaran yang mengangkat tempat tidur itu berkali-kali.


___


Sementara itu, Excel dan Baim membawa Junaedi ke kantor polisi dan segera melaporkan kejahatan yang diakui oleh pria itu dalam rekaman ponsel milik Ba'im .


Polisi cepat sekali bertindak ,mereka segera menyerbu rumah Junaedi untuk mencari jasad Wanda.


Yah jasad wanita malang itu ditemukan di dalam sumur dan tetap terbungkus karung.Keluarga Wanda yang diberi tahu tentang hal ini,juga sudah ada di TKP.Mereka menangis histeris begitu mayat Wanda yang masih terbungkus karung diangkat dari dalam sumur.Sampai-sampai Ibunya Aini,yakni Tante dari Wanda pingsan di tempat.


Sebagian polisi juga cepat bertindak mencari Badriah,namun mereka tidak menemukan siapa-siapa di rumah itu.Sampai akhirnya, seorang polisi melihat sesuatu yang aneh karena melihat beberapa tikus terdengar ribut di bawah kolong tempat tidur.


Ia memberi kode kepada rekannya untuk mengangkat katil tersebut.Agar lebih jelas terlihat apa yang ada dibawah tempat tidur tersebut.


Setelah diangkat,betapa kagetnya mereka menemukan Badriah yang sudah tak bernyawa dengan mata melotot dan mulut menganga.Kedua tangannya mengepal membiru,dan yang lebih mengenaskan lagi.Jasadnya diserbu oleh tikus-tikus, hingga ada tikus yang lolos keluar masuk melewati mulutnya yang menganga.Tikus-tikus itu keluar masuk membawa potongan-potongan jeroan tubuh Badriah.Dan mereka menikmati begitu bahagia di mana-mana.


SUNGGUH MENYEDIHKAN!!