SERUNI

SERUNI
BAB 132 Ada Apa Dengan Junaedi?



"Hahahahaha...Hahahahahaha"Junaedi tertawa lebar membuat ketiga orang itu keheranan.


"Kak Jun... iling Kak .."Aini yang kurang berpengalaman berusaha menyadarkan Junaedi.


"Kamu tahu??Aku yang telah membunuh Wanda ,aku yang sudah menenggelamkannya hidup-hidup hingga meregang nyawa Hahhahahahaha"


Aini terbelalak, mulutnya menganga tak percaya.


"Benarkah kak Jun yang melakukan semua itu?? Kenapa Kak??Kenapa??"Aini histeris,ia memukul-mukul wajah,dada,dan bahu Junaedi.Namun pria yang diserangnya justru tertawa lebar.


"Aini tenang... tenang Aini "Excel menahan tubuh kecil gadis itu agar tidak berbuat anarkis.Aini menangis sejadi-jadinya, wajahnya ditutupi dua telapak tangan mungilnya.


"Hahahahahaha kasihan sekali kamu... Bagaimana jika kamu tahu kalau ternyata Wanda itu hamil??Hahahahaha"


Tangis Aini terhenti seketika, sedangkan Ba'im refleks menginjak rem karena kaget dengan apa yang dikatakan Junaedi.Excel ???ia termangu, bernafas pun ia terasa sesak.


"Hahahahaha lihatlah muka kalian,,,,,kasihan sekali... Ternyata kalian tidak tahu hal itu???Hahahahahaha"


Excel menarik nafas panjang,dan tanpa aba-aba apapun ia memukul batang leher Junaedi hingga pria itu terkapar pingsan.


Ba'im terpana melihat serangan Excel yang tak terduga,begitu pun dengan Aini.


"Kenapa kau buat dia pingsan ???"


"Apa Ustadz siap meladeni ocehannya ??"Excel balik bertanya.Ba'im menganga tak bisa menjawab.Ia seperti kehilangan akal menghadapi gadis yang satu ini.


"Kak... benarkah Kak Wanda hamil??dan benarkah dia sudah meninggal ??? Benarkah dia dibunuh hidup-hidup ??"Aini tak sanggup membayangkan itu semua,ia kembali menangis histeris dengan wajah tertutup.


"Aini tenang ya...kita jangan terhasut apapun, karena yang bicara itu tadi buka Junaedi yang sebenarnya "


Untuk kesekian kalinya Aini terkesiap kaget,tangisnya terhenti berganti wajah yang kebingungan.


"Maksud Kakak apa?"


"Perempuan itu telah membuat Junaedi berkata sesuatu atas kehendaknya.Karena sekarang wanita itu berusaha menutupi kesalahannya"


"Ta-ta-tapi apa benar Kak Wanda sudah meninggal ??"Sambung Aini lagi,kali ini Excel tidak segera menjawab.Ia memandang Ba'im seperti meminta solusi agar ia tidak salah menjawab.Ba'im pun hanya mengedikkan bahunya.Ada rasa iba terpancar dari mata pria itu.


Excel memaksakan diri untuk tersenyum semanis mungkin.


"Aini... dengarkan Kakak ya..Kamu percaya kan sama Kakak?"


Aini mengangguk pelan.


"Ok.. dengarkan Kakak baik-baik,fokus dengan kata-kata Kakak,jangan dengarkan kata siapapun itu kecuali instruksi dari Kakak, mengerti ?"


Aini mengangguk lagi.


"Baik,dalam hitungan ketiga kamu akan terlelap dan tidur,satu...dua...tiga"Bersamaan dengan itu Excel menjentikkan jarinya,dan Aini langsung terlelap.


Ba'im terpana melihat hal itu,ia benar-benar tak percaya kalau ternyata Excel bisa menghipnotis orang.


Excel agak naik ke kursi tempat ia duduk untuk membenarkan posisi tidurnya Aini.


"Ayo ustadz...kita antar Aini pulang..."Excel memberi perintah setelah ia duduk di posisi semula.


"Ah iya"Ba'im terlihat gugup dan canggung.Tangannya gemetar,dan sangat terlihat jelas saat menghidupkan mobilnya.


"Ustadz kenapa?kok jadi menggigil ??apa ACnya terlalu dingin ??Aku matikan saja ya??"


"Tidak usah "Ba'im mencegah secepat ia bisa saat Excel hendak meng-ofkan AC mobil.Excel terpinga-pinga,ia gagal mengerti apa yang sebenarnya terjadi kepada pria pujaannya itu.


"Aku baik-baik saja, ayo kita hantar Aini pulang"


Dengan perlahan Ba'im mulai menjalankan mobilnya.Excel manggut-manggut,ia masih bertanya-tanya dalam hati kenapa dengan Ba'im ??


___


Setibanya di depan kantor LPD BAKAU,Ba'im menghentikan mobilnya dengan perintah dari Excel.


Excel membuat Aini terjaga setelah menginstruksi bahwa Aini akan melupakan tentang kejadian yang baru saja mereka alami.


Dan ternyata Aini benar-benar melupakan apa yang terjadi, dan Kenapa ia bisa berada di dalam mobil itu?


Setelah Aini lenyap,Ba'im mengemudikan kembali mobilnya meninggalkan tempat itu.


"Nggak nyangka aku kalau ternyata kamu bisa hipnotis"ujar Ba'im sambil lalu terus mengemudi.Excel tersenyum sepintas, tatapannya lurus ke depan jalan.


"Sekarang kita mau kemana??"


"Mensugesti Junaedi sebelum ia sadar, karena jika ia ditanya saat sadar.Yang ada dia akan ngoceh panjang lebar"


"Kita akan melakukannya Di mana?"


"Menurut Ustadz dimana tempat yang aman untuk melakukan itu tanpa diketahui oleh orang lain ?"Excel balik bertanya, dan tanpa sengaja kedua mata mereka beradu.Ba'im jadi salting sendiri, ia membuang pandangannya ke depan seolah-olah tetap fokus mengemudi. Padahal hatinya berdebar-debar tak karuan.


"Aku tidak tahu tempat yang aman seperti yang kamu maksud"jawab Ba'im .


"Gimana kalau di hotel? di sana kan tempatnya privasi"


"Apa??!! kau jangan gila, masak kita berdua mau pergi ke hotel?"


"Kita bertiga Ustadz bukan berdua"


"Sama aja"


"Ya udah coba Ustadz cadangkan suatu tempat yang aman selain dari hotel?"


Ba'im terdiam,ia mencoba berpikir mencari tempat yang Excel maksudkan.


"Kalau di mobil ini gimana?? Aku akan mencari tempat yang agak sepi dari lalu lalang kendaraan agar kita bisa mensugesti dia dengan mudah"Ba'im menyatakan sebuah ide.


"Ok.. terserah Ustadz saja"jawab Excel malas untuk berdebat.Ba'im menganggukkan kepalanya,ia anggap itu sebagai jawaban setuju.


___


Keduanya membenarkan posisi tidurnya Junaedi,agar lebih nyaman dan rileks.Dengan mengawali proses penghipnotisan menggunakan suara jentikan jari,Excel mulai menginterogasi pria itu.


"Jun kamu dengar suaraku??"


Junaedi mengangguk dengan mata terpejam.


"Aku mau bertanya sesuatu padamu, bisakah kamu menjawab dengan jujur ??"


Junaedi mengangguk lagi.


"Baiklah terima kasih... Jun ??Apakah kamu mengenal Wanda?"


Tiba-tiba ekspresi Junaedi seperti orang yang menangis.Membuat Excel dan Ba'im saling berpandangan dengan heran.


"Kenapa kamu menangis ??"


"Aku telah berdosa besar kepada Wanda.. Dia gadis yang baik Dia sangat mencintaiku dan aku pun juga sangat mencintainya. Tapi aku telah melakukan kesalahan yang sangat fatal sehingga memaksaku untuk meninggalkannya"


"Kesalahan apa yang kamu lakukan sehingga kamu bisa meninggalkan Wanda yang kamu cintai?"


"Entahlah "Junaedi sesenggukan menangis"Aku juga kurang mengerti, tiba-tiba ada seorang wanita mengatakan bahwa dia hamil karena aku. Awalnya aku tidak percaya tapi tak tahulah, Kenapa aku mau menikahinya?"


Excel mengalihkan tatapannya kepada Ba'im yang merekam semua pengakuan Junaedi.


"Apakah wanita itu adalah istri mu yang sekarang ??"


Junaedi mengiyakan.


"Kamu sebenarnya tidak mengenal wanita itu?"


Junaedi menggeleng.


"Barulah ketika kami akad nikah, aku tahu namanya Badriah"


Excel manggut-manggut tanda mengerti.


"Kapan terakhir kamu bertemu dengan Wanda?"sambung Excel lagi.


Junaedi tertunduk , punggungnya berguncang.Excel sampai menundukkan kepalanya untuk mengetahui Junaedi kenapa ??