SERUNI

SERUNI
BAB 148 Mimpi!!!



Disaat waktu yang diperkirakan sudah tepat,Nagita pergi menemui seorang paranormal yang memang tersohor.Ia menunjukkan foto Ba'im dan meminta jalan untuk menyesatkan hati pria itu dari Excel .


Setelah diterawang melalui bola kristal ajaib, Paranormal itu tersenyum tipis.


"Itu pekerjaan gampang,aku akan pastikan pria itu akan meninggalkan si gadis"ucap si Paranormal mengkuotakan janji.Nagita tersenyum puas.


"Tapi ada satu hal yang perlu kamu lakukan"


"Apa itu madam?"


"Taburkan serbuk ini ke halaman rumahnya "Paranormal tersebut menyodorkan sebuah bungkusan kehadapan Nagita .Nagita pun menerimanya.


"Baiklah Madam"


"Jangan lupa... cepat transfer uangnya.Kalau tidak ada uang aku takkan melakukan apapun meskipun kamu sudah menabur barang itu"


"Jangan khawatir Madam... sekarang juga saya akan transfer"


Nagita langsung melakukan transaksi M-banking melalui ponsel nya.


Si Paranormal mengangkat sebelah sudut bibirnya saat mendengar notifikasi pesan masuk.


"Bagus..."ia berseringai puas.


____


Sejak kejadian malam itu,Excel dan Ba'im terlihat lebih intim lagi.Malah keduanya tak segan berciuman didalam kelas jika suasana terlihat sepi.


Dalam sehari Ba'im yang memang sudah matang dalam faktor usia, selalu meminta dilayani hingga berkali-kali.


Excel sendiri tak menolak,ia sudah merasa nyaman dengan semua itu.


"Sayang...kamu jadi mau lanjutin kuliah"Ba'im memainkan anak rambut istrinya saat Excel tidur berbantalkan dadanya yang bidang.Excel mengangguk...


"Kamu mau kuliah dimana ??"


"Emmm itu aku belum tahu, yang pastinya aku pengen jadi Dokter"


Ba'im tak berkomentar,ia merasa tak rela jika Excel harus melanjutkan studi di tempat yang agak jauh .Karena ia tahu, Universitas di daerahnya nggak ada yang memakai jurusan ke dokteran.


TOK TOK TOK TOK...


Keduanya kaget oleh suara ketukan pintu dari luar.


"Siapa?"tanya Excel pada suaminya.


"Entahlah...yuk kita lihat"ajak Ba'im ,Excel mengiyakan.


Kedua gegas memakai pakaian mereka masing-masing.Lalu keluar dari dalam kamar.


"Bunda??"Ba'im heran karena Ibunya yang mengetuk pintu kamarnya.


"Tuh lihat...ada yang cari kamu "


Dilihat dari gurat wajahnya,Seruni seperti kurang suka dengan tamu yang datang.Ba'im menarik serta Excel untuk menemui tamu yang datang.


"Nagita ..."desis Excel , perempuan yang memunggungi dirinya itu menoleh serta merta.Ternyata ia membawa bayinya pula.


"Excel ..."seru Nagita dengan senyuman.


"Ngapain kamu kesini ??"tanya Excel setelah ia duduk di kursi bersebelahan dengan tamunya itu.Sedangkan Ba'im duduk disisi istrinya.


"Aku...aku mau menitipkan anak ini disini Ex"


"Apa??kenapa??"Excel menatap Nagita penuh tanda tanya.


"Papa nggak mau mengakuinya,ia sangat tidak suka dengan kehadiran anak ini.Jadi aku ingin anak ini dirawat disini.Kelak... jika aku sudah sukses aku akan mengambilnya kembali"


Excel beralih menatap suaminya, seolah-olah ingin kan pendapat dari Ba'im .Ba'im tersenyum,ia mengangguk pelan.


"Baiklah Git...aku akan menerima anak ini disini,di Yayasan ini"ucap Excel kemudian.


"Terimakasih Ex..Aku Memang sangat yakin bahwa kalian pasti sudi menerima anak ini dengan baik"Ujar Nagita penuh semangat.


Excel turut tersenyum,ia juga ikut bahagia mendengar hal itu.


Tanpa mereka sadari bahwa sesungguhnya Nagita telah menabur benda yang diperintahkan oleh sang Paranormal tadi waktu ia melewati halaman rumah.


___


"Tuan muda...."


Ba'im belingsatan mencari arah suara.Tapi tak kunjung ketemu.


"Tuan Muda..."


Suara yang sangat Ba'im kenal memanggil lagi.


"Nay..."Ba'im sangat teruja melihat sosok gadis yang sangat ia rindukan.Ia ingin memeluk Nayla namun wanita itu menahannya.


"Jangan dekati aku lagi Tuan..."


"Kenapa??Kenapa Nay??apa kamu sudah tidak mencintai ku??"


"Tuan yang sudah tidak mencintai ku...Tuan sudah melupakan janji yang sudah Tuan ucapkan padaku"


"Tidak Nay...aku tidak begitu"


"Lupakah Tuan bahwa Tuan sudah menikahi wanita lain, yang lebih cantik dan lebih baik dari ku.Tuan juga sangat mencintai wanita itu melebihi cinta Tuan kepadaku"


"Bohong itu Nay...semua itu bohong!!!"


"Tuan yang bohong padaku...Tuan pembohong!!! Pembohong!!! Pembohong!!"


"Nayla!!!"


Ba'im terjaga dari tidurnya dengan menyerukan nama Nayla.Sampai Excel yang berada dalam dekapannya ikut terjaga.


"Ada apa sayang ???"tanya Excel,ia mengucek-ngucek matanya yang masih mai-mai.


Ba'im termangu ia tak menjawab apa yang ditanyakan oleh istrinya.


"Sayang kamu kenapa ??"


Ba'im tak bergeming,ia menyibak selimut yang menutupi tubuhnya lalu turun dari tempat peraduan.


Excel menatap heran tubuh suaminya yang lenyap di balik pintu kamar mandi.Otaknya berusaha mengingat apa yang baru saja diserukan oleh suaminya dalam mimpi.Tapi Excel benar-benar tidak bisa mengingat apapun.


Dilain tempat,si Paranormal tersenyum puas.Ia berhasil menekan perasaan mangsanya untuk tenggelam dalam masa lalu.Sehingga akan timbul rasa bersalah yang mendalam dan akan membenci masa dia yang sekarang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi harinya seperti biasa,usai sarapan Excel akan menyuguhkan obat yang harus suaminya minum secara rutin.


Namun kali ini Ba'im justru bersikap kasar padanya dengan menepis obat-obat itu hingga berkecai di lantai.


Excel terpana,,,


"Sayang...apa yang kamu lakukan ??"kedua bola mata Excel membulat tak percaya.


"Seharusnya aku yang tanya apa yang kamu lakukan ??hah??"bentak Ba'im .


Excel semakin tak percaya dengan apa yang ia lihat.Ba'im yang terkenal penyabar kini bernada tinggi padanya.


"A-aku ngasih obat sama kamu"


"Untuk apa??agar aku cepat sembuh ???Aku tidak mau sembuh,kau tahu itu kan???"Tengking Ba'im sampai suaranya terdengar sampai keluar kamar.


Seruni menatap suaminya,Roy pun sama .Mereka keheranan dan juga penasaran.


"Kak Ba'im tengkar kayaknya Ma"ujar Ismail.


"Ayo kita lihat, tidak biasanya Ba'im seperti ini"Ucap Seruni .Mereka pun setuju,dan kompak menghampiri kamar pengantin itu.


TOK TOK TOK TOK TOK


"Ba'im ...ada apa ??kok jerit-jerit"Seruni berseru dari balik pintu kamar anaknya.


Tanpa Excel duga,Ba'im justru membuka pintu untuk keluarga nya.


"Ba'im ..."Seruni menatap anak dan menantunya silih berganti.


"Lihat itu Bunda..lihat!!!dia ngasih obat sama Ba'im setiap hari sampek tiga kali sehari Bun... supaya apa?? Supaya Ba'im bisa sembuh, padahal Ba'im tahu kalau Ba'im nggak mungkin sembuh!!Ba'im sudah muak Bun....muak!!!"Ba'im menunjuk-nunjuk Excel yang masih terpinga-pinga dengan sikap Ba'im yang sangat lebay menurut dia.


"Obat??? supaya sembuh?? memangnya kamu sakit apa Nak? sampai kamu yakin kalau kamu nggak bakalan sembuh"Seruni semakin bingung begitupun dengan Ismail dan Roy.


"Leukimia stadium tiga Bunda"


"Apa??? Leukimia ???sejak kapan kamu sakit itu hah??"Seruni mencengkram lengan baju Putranya.


"Sudah lama Bun,,,sejak masih di Kairo "


"Lalu kamu tidak mengatakan apapun kepada Bunda??kamu membodohi Bunda selama ini?"


"Tidak Bun...bukan begitu..tapi Ba'im memang tidak punya harapan untuk hidup"


"Tidak!!!itu tidak mungkin...Bunda yakin kamu pasti sembuh... Ayo kita ke Rumah Sakit sekarang "Seruni menarik tangan Ba'im ,namun Ba'im memacak tubuhnya kuat ke lantai.Seruni terperangah dengan sikap anaknya itu.


"Kau tidak mau??"


"Bukan tidak mau Bun,, tapi percuma .Ba'im ini sudah berusaha untuk sembuh, Ba'im mencari pendonor sumsum tulang untuk Ba'im , tapi semua tidak ada yang cocok .Sel genetik Ba'im itu langka Bun"


"Ya sudah ayo pakai sumsum tulang Bunda, pasti cocok "Seruni meraih kembali tangan anaknya untuk dibawa pergi.Namun Ba'im tetap mengeras di tempat ia berdiri.