
Ujian kesenian sudah usai,semua hasil lukisan para peserta ujian dikumpulkan oleh wali kelas masing-masing kelas.
Ismail begitu kagum dengan hasil karya lukisan Excel yang berwujud dirinya.
"Ex...ini bagus sekali,sayang kalau diberikan untuk dinilai"Ismail mendekap hasil lukisan Excel erat-erat.
Ba'im sudah menghampiri mereka untuk mengambil hasil lukisan.Excel mengulurkan secarik kertas yang dilipat kepada Ba'im .
"Apa ini?"
"Hasil lukisan saya ustadz"Jawab Excel tanpa melihat.
"Loh Ex...ini??"Ismail menimpali.
"Untukmu saja...."
Ismail mendongak menatap Kakaknya yang saat itu melihat ke arahnya.Ia tersenyum sembari memperlihatkan hasil lukisan Excel yang merupakan wajahnya sendiri.
Ada yang sakit direlung hati Ba'im , hingga membuat tenggorokannya seperti kering.Ia segera berlalu untuk mengambil hasil lukisan para santri yang lain.
Namun rasanya ia tak mampu untuk melanjutkan pekerjaan itu.Ia meminta Ustadz lain untuk meneruskannya.
Dada Ba'im bergemuruh hebat,sampai darah merembes kembali dari hidungnya.Ia memakai lagi gulungan sirih yang diberikan Excel padanya tadi, untuk menyumbat aliran darah yang keluar.
"Kenapa Kak Ba'im selalu mimisan ya??"Tanya Ismail yang memperhatikan Ba'im dari tempat ia duduk.Excel menoleh,benar!!Ba'im mimisan lagi.Hati Excel terasa ngilu melihat hal itu.Tapi ia harus bagaimana ??
Ustadz yang menggantikan tugas Ba'im mengumpulkan hasil lukisan, menghampiri Ba'im .Ia menyerahkan secarik kertas yang masih terlipat.
"Apa ini ??"
"Kau belum membukanya kan?"
Ba'im menggeleng,ia pun mengambil kertas tersebut lalu membukanya.Kedua bola matanya langsung berbinar.Ternyata kertas yang diberikan Excel dalam keadaan terlipat itu adalah lukisan wajahnya.Lukisan disaat ia mendongak karena mencoba menghentikan darah yang keluar dari hidungnya.
Dan disana juga tertulis nama pelukis yang berakhir tanda ❤️.Ba'im tak mampu menahan senyumnya.Ternyata ia salah sangka,tadi dia cemburu karena Excel melukis adiknya Ismail .Tapi ternyata Excel juga melukis dirinya.
"Apakah Excel menyukai ku dan juga Ismail ?? Apakah dia menciptakan cinta segitiga diantara kami??"
Ba'im merasa sakit lagi didadanya dengan monolognya sendiri.
____
"Ex..."
Excel menoleh, ternyata Ba'im yang memanggilnya.
"Iya Ustadz ???"
"Apa maksud kamu melukis ku??"
Excel menggeleng
"Apakah itu salah Ustadz ??"
"Dan untuk apa kamu melukis adikku juga??Apa maksud mu dengan semua itu??"
"Aku melukis Ismail,atas rasa tanda terima kasih.Dan aku melukis Ustadz,atas tanda rasa hati... Apakah itu masih perlu dijelaskan ??"
Ba'im tercenung, keduanya saling bertatapan satu sama lain.Kemudian Excel meninggalkan Ba'im begitu saja,Pria itu ingin memanggil dan menahan Excel pergi.Tapi sebuah seruan menahan keinginannya.Yah!!!Ada seorang ustadz memanggil Ba'im dan mengajaknya bicara.
___
Excel melihat keributan di ruang pertemuan.Ia penasaran lalu mendekat.Bukan Excel namanya jika tidak kepo.Ia melihat Nagita Kakak kelasnya yang ia kenal tengah diceramahi oleh seorang pria berbadan gempal.Mungkin Ayahnya, karena terlihat Nagita menunjukkan rasa hormat kepada pria tersebut.
"Hah???Nagita hamil??"Excel semakin mendekat hingga ia tanpa sadar telah nimbrung.
"Jangan diam saja!!akan aku bunuh pria yang sudah menghamili mu itu"
"Sudah Pa..jangan teriak teriak begitu...malu dilihat orang"Ibu Nagita berusaha menenangkan suaminya.
"Biarkan saja,biar malu dia!! tinggal di asrama kok bisa hamil ??siapa yang bisa berbuat biadab seperti itu disini?"Bukan mereda, justru Papanya Nagita semakin emosi.
"Siapa yang hamil ??"
Tiba-tiba sebuah seruan mengalihkan perhatian.Ternyata Ba'im hadir disini juga.
"Siapa dia??"Papanya Nagita menunjuk ke arah Ba'im .
"Eeee saya..."
"Apa dia yang menghamili kamu ?!!"Ucapan Muhammad Ibrahim langsung dipotong dengan Tuduhan.
Nagita mengangkat wajahnya, kemudian ia tertunduk lagi dengan tubuh yang ditariknya ke belakang tubuh Ibunya.
"Bu-bukan Pak... Bu-bukan saya"Ba'im jadi gugup sendiri.
"Anakku terlihat takut denganmu... Berarti benar kamu yang menghamilinya"
"Enak saja kalau ngomong..."Excel ikut membantah"Git... jangan diam saja kamu, cepat katakan siapa yang telah menghamili kamu?? Kasihan Tuan Muda jadi tertuduh "
"Oh jadi dia anak Pengasuh...Pantas saja...jadi tidak heran jika anak saya yang ada di asrama bisa hamil "Papa Nagita malah semakin memojokkan Ba'im .
"Maksud Om apa??"Excel berkacak pinggang menjadi benteng bagi Ba'im .
"Yah sekarang kan banyak tuh kasus anak Pengasuh menghamili anak didiknya dengan modus mau dinikahi,mau dijadikan Nyonya.Tapi ternyata hanya sebagai pemuas nafsu saja...iya Kan??"
"Ohh jadi Om nuduh Tuan Muda melakukan itu semua,awas ya Om...Om bisa saya laporkan polisi atas pencemaran nama baik "
"Lah emang iya kan???Coba sekarang buktikan kalau anak yang dikandung Nagita bukan anaknya..Ayo!!Atau aku akan menyebarkan berita ini biar viral,dan nama Asrama ini akan tercemar "Papa Nagita balas mengancam.
"Ok!!Siapa takut... cepat viralkan saja,saya pastikan Om akan masuk penjara "
"Baik"Papa Nagita langsung merogoh ponselnya,Ibu Nagita berusaha mencegah.Tapi suaminya bukan orang yang bisa dicegah begitu saja.Ia siap merekam semua nya, sampai akhirnya ???
"Pak ....Buk...akan lebih baik jika kita membicarakannya di rumah secara kekeluargaan...Jangan seperti ini,bukan hanya saya yang malu?tapi semua pasti akan ikut malu"Ba'im berusaha mencegah Papa Nagita melakukan perekaman.
"Kalau kamu ingin membicarakan secara kekeluargaan??,maka kamu harus menjadi keluarga kami. Dengan artian, kamu harus bertanggung jawab atas bayi yang dikandung oleh Nagita "
"Iya...mari kita bicara dengan keluarga saya juga"jawab Ba'im .
"Ustadz "Excel kaget mendengar ucapan Muhammad Ibrahim.Pria itu tersenyum...
"Kau tidak perlu khawatir..."
"Tapi???"
Refleks sekali Ba'im meletakan telunjuknya ke bibir Excel .
"Percayalah padaku..."Ba'im menatap Excel dengan yakin.Hingga membuat gadis tersebut tak bergeming.
"Mari Pak...Buk...kita ke rumah saya..."Ba'im menghaturkan,Dengan dagu terangkat Papanya Nagita berjalan di ekori oleh Nagita dan Ibunya.Ba'im pun mengikuti di belakang , sedangkan Excel tidak tahu harus bagaimana dan kemana?? perasaannya sangat tidak nyaman.Ia sangat khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi.
"Siapa yang menghamili Nagita?? kenapa dia tidak mau jujur saja?? Kenapa dia bisa diam saja saat Ustadz yang dituduh menghamilinya ??Aku akan mencari tahu semuanya,akan aku pastikan Ustadz tidak bersalah dalam hal ini.Tapi???jika benar Ustadz yang melakukannya ?? gimana ??Ah tidak...itu tidak mungkin.Aku tidak pernah melihat Nagita bicara secara pribadi dengan Ustadz, Apalagi sampai melakukan hal seperti itu??Tidak tidak tidak"Excel menepuk-nepuk pipinya sendiri.