
"Sayang...."Dokter Steven mendekati istrinya.Seruni mengernyitkan keningnya,ia perlahan bangun dibantu oleh suaminya.
"Kamu kenapa sayang ??kok pingsan ?"
"Aku nggak tahu sayang, tiba-tiba ada bau aneh...noh si Kujang yang pingsan duluan"Seruni menunjuk ke arah Kujang yang masih tepar.
"Mana?"Steven bingung sendiri.
"Eh kau tidak bisa melihat Kujang..."Seruni menggaruk kepalanya yang tidak gatal"Ohya Yas... gimana ?"Seruni bangkit dan mendekati stroller.HUUUFFFFF...Ia lega Yas baik-baik saja.
"Semua pada pingsan,tapi Yas kok nggak ?"Steven baru menyadari hal itu.
"Eh...iya ya sayang..."Seruni menatap ponakan nya dengan penuh tanda tanya.Tiba-tiba Ummi Kalsum pun siuman juga.Ia merasa pening sekali,karena dia yang paling banyak menghirup gas beracun dari Yas.
Seruni memperhatikan Baby sister Yas itu,ia merasa ada yang aneh.Wajahnya yang awalnya setaraf Mbok Atun kok tiba-tiba jadi seperti wanita lebih muda.
"Kau siapa?"sergah Seruni .Ummi Kalsum terhenyak kaget mendengar pertanyaan itu.Ia meraba wajah dan tubuh nya,lalu menoleh ke arah dinding yang bercermin.Matanya refleks membulat,ia gegas bangun dan hendak kabur.
"Sayang cepat hadang pintu"Seru Seruni , Steven pun berlari menghadang pintu.
Ummi Kalsum kebingungan, ia melihat kaca jendela yang cukup besar.Ia pun berlari dan menerobos kaca itu hingga pecah.Dan keanehan terjadi...Ummi KALSUM yang melompat menerobos melalui kaca itu terbang menjadi burung.
"Kurang 4j4r... ternyata dia penyihir, Kujang!!!"Teriak Seruni , Kujang sigap bangun.Ia melompat mengejar Ummi Kalsum yang sudah menjadi burung.Dengan kekuatannya, akhirnya Kujang bisa menerkam Ummi Kalsum lalu melahapnya dengan buas.
Suara patahnya tulang yang terkunyah oleh taring Kujang terdengar dengan jelas sekali.
Seruni tersenyum, Kujang yang mendarat dengan selamat disisinya langsung dipeluknya erat.
"Makasih ya Kujang...kamu pasti datang karena menghidu aroma penyihir itu ?"
Kujang tak menjawab,ia bersendawa panjang.Nampak ia sangat kenyang sekali.
"Akhirnya aku mendapatkan ijin juga melahap wanita itu"
"Kamu kenal dia?"
"Dia yang telah menyerang Uzma dengan mempergunakan Qorin saudara kembarnya,dan dia juga yang menjadi dalang penculikan Uzma hingga dengan tega menghanyutkannya ke sungai.Dan sekarang dia ingin mencelakai Yas untuk mengambil Jimat itu "
"Loh... katanya Kak Livia yang sudah menculik kak Uzma ?"
"Iya,Livia bekerja sama dengan wanita itu.Tapi otak utamanya adalah wanita penyihir itu"
Seruni manggut-manggut...ia menghampiri Yas lalu menggendongnya.
"Jangan-jangan OB yang kemarin itu juga jelmaan penyihir itu ?"
Kujang menganggukkan kepalanya.
"Hemmmmm"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu berlalu dengan cepat,kini Yas sudah berumur 8bulan.Ia sudah bisa merangkak dan duduk.Celotehnya pun sudah bisa dimengerti oleh Seruni .
Seperti biasa,Yas jarang sekali tidur.Bila malam tiba dan semua orang sedang terlena.Yas akan turun dari tempat tidurnya.Ada-ada saja yang akan ia lakukan dengan imaginasi nya.
Dan malam itu,Yas kedatangan tamu tak diundang saat ia bermain di kamarnya.Sepasang kaki melayang mendekat,Yas mendongak.Wanita dengan wajah yang dipenuhi belatung menyeringai.Ia melayang turun menapaki lantai.Kedua tangannya terulur seperti seorang Ibu yang ingin menggendong anaknya.
Yas yang tengah merangkak, menarik diri untuk duduk.Ia menatap perempuan itu tanpa rasa takut.Wanita berbau anyir itu semakin mendekat dengan tangan tetap terulur.Berharap si bayi akan mengikutinya.
Yas tersenyum manis, ia merangkak kebelakang tubuh wanita itu.Arwah penasaran tersebut berbalik mengikuti.Yas terkekeh,ia merangkak lagi lebih cepat ke belakang tubuh wanita itu.Dan wanita itu juga berputar mengikuti.Hal serupa terus Yas lakukan dengan gerak lebih cepat dan semakin cepat.Membuat wanita iblis itu keliyengan sampai kedua bola matanya berputar-putar.
"He he he he"Yas cekikikan, wanita yang hendak mengambil Yas terpaksa pergi menjadi kepulan asap.Setelah wanita jadi-jadian itu pergi,Yas kembali duduk.
*
*
Sepulang dari makan siang bersama suaminya,Seruni mampir ke Bank untuk memasukkan uang gaji para karyawan.Karena saat ini Pak Purwakarta sedang pergi ke luar negeri karena ada urusan bisnis.Jadi Seruni sendiri yang pergi ke Bank.
Saat sedang mengantri,Seruni berguyon dengan Yas untuk mengobati kesuntukan.Meraka tidak tahu jika segerombolan perampok sudah mengepung.
Para perampok itu mulai beraksi, menodongkan pistol kepada para pengunjung.
"Jangan bergerak,atau kalian akan ku tembak mati"Seru salah satu dari mereka.Menyadari ada perampok,para pengunjung berhambur ketakutan disertai teriakan minta tolong.
DOR!!!.
Sebuah tembakan meniarapkan para pengunjung yang ketakutan.Sedangkan Seruni tetap duduk dengan wajah kebingungan.
"Hey... cepat merunduk!!"Hardik seorang pria yang terlihat lebih sangar dari yang lainnya.Seruni menoleh,ia perlahan berdiri dengan Yas yang berada dalam gendongannya.
"Merunduk!!!!"
Pria sangar itu mengarah kan pistol nya kepada Seruni .
"Ndong...ndong ...ndong..."Yas mengulurkan tangannya minta digendong kepada pria itu.
"Stt stt stt Yas...sama aunty ya"Seruni membujuk Yas,
"Aaaaa ndong ndong ndong"Yas tetap ingin gendong.
Timbul lah pikiran jahat pada pria itu,jika ia menyandra anak kecil.Itu akan lebih memudahkan pekerjaan nya.
"Baiklah...ayo gendong "Pria itu mengambil Yas,bayi itu terlihat senang sekali.
"Ja-jangan"Seruni ingin menghalangi,namun ia justru di dorong dengan kasar hingga terduduk di kursi tunggu.
Pria itu menodongkan pistol ke kepala Yas, membuat semua orang terbelalak panik.Seruni ingin menolong,namun todongan pistol mencegah pergerakannya.
"Na na na na"Yas merebut pistol yang dipegang oleh ketua perampok itu.Ia mengemut ujung pistol tersebut layaknya botol susu.
Para pengunjung yang disandra dan staf Bank,menahan nafas melihat hal itu.
"Ah pintar..."Puji pria itu,Yas semakin kegirangan.
"Cepat serahkan uang dan perhiasan kalian"Seru perampok yang mengarahkan senjatanya kepada Seruni .Para perampok yang lain mengeluarkan kantong hitam sebagai wadah hasil perampokan mereka.
DOR!!!
Semua menjerit mendengar suara tembakan,para perampok celingukan siapa yang telah melepaskan tembakan.
Yas cekikikan, rupanya ia telah berhasil menembak perampok yang menodongkan pistol kepada Seruni .
"Bo-bos me-nem-bak ku?"perampok itu ambruk.
Pria sangar itu tak merasa telah menembak, karena pistolnya dijadikan mainan oleh Yas.
"Kembalikan Pistol Ku"Kini ia menyadari jika bayi yang digendongnya yang telah melukai salah satu anak buahnya.
"No..."Yas menolak,ia justru menekan pelatuk dengan ujung yang condong ke bawah.
DOR!!!
Sekali lagi tembakan terjadi,pria sangar itu membulat kan matanya.Timah panas telah berhasil menembus pahanya.