
HUFFFFFF
Excel membanting tubuhnya ke atas sofa,ia benar-benar lelah.Seharian berkecibung dengan penyelidikan tentang Wanda .Tapi akhirnya lelah itu terbayarkan dengan hasil yang memuaskan.
Excel jadi tersenyum bangga,tidak kurang dari 12 jam ia bisa mengusut tuntas kematian Wanda .
Ba'im baru saja masuk,ia pun duduk istirahat di sofa kosong, bersebelahan dengan Excel .
"Ngapain senyam-senyum sendiri ??"tegur Ba'im dengan nada ketus.
"Ternyata aku hebat juga ya Ustadz,bisa menyelesaikan kasus Kak Wanda dalam waktu kurang dari sehari"Excel memainkan kedua alisnya.
"Idih... sombongnya...itu semua juga karena aku,tahu kan??"
Excel mencebikkan bibirnya.
"Karena aku??ngadepin istri Junaedi aja udah ketar ketir,banyak nanyak lagi.Eh kok kamu pukul dia??tapi diri sendiri tak punya solusi.Gimana sih??jadi cowok Cemen banget "
"Eh kalau nggak ada aku,kamu nggak mungkin bisa tenang pas menangisi Wanda .Pakek betah lagi di pelukan aku? emang aku nggak tahu kalau kamu nangis cuma tak sampai 5 menit.Selebihnya kamu cuma pura-pura nangis biar bisa dipeluk sama aku"
"Eh kok tahu?? jangan-jangan Ustadz ambil kesempitan dalam kesempatan "
"Kebalik dodol!!! yang benar kesempatan dalam kesempitan "
"Tapi artinya sama kan??"
"Terserah dech..."
Ba'im malas berdebat,ia merogoh ponselnya yang terasa bergetar.Senyum tipis tersungging saat Ba'im melihat layar ponsel.Dan senyum itu membuat Excel merasa cemburu.
"Hallo Assalamualaikum...Ya Abdil..kenapa tadi tak ikut bergabung ?? He-em...Damar juga sudah mengatakannya padaku.Ohya?? baiklah saya tunggu besok ya...iya aku juga rindu sama kamu...Ok!! Wa'alaikum salam "
Excel bertopang dagu di penyangga kursi, menyimak percakapan Ba'im dengan si penelpon .
"Romantis amat,siapa sih??"tanya Excel .
"Mau tahu aja"
"Ya dong,mau tahu banget malah...siapa barusan Ustadz ??"
"Teman..."
"Teman?? kok bilang rindu rindu segala..."
"Dia best friend aku, waktu aku di Kairo. Cowok kok tapi kalau misalnya nikah sama cowok itu boleh ?mending aku sama dia daripada sama kamu"Ba'im melirik gadis yang berpangku dagu di sebelahnya.
"Hah?? Ustadz suka sama cowok ?? emang apa enaknya main pedang-pedangan? mending tusuk-tusukan.... kerasa...kalau main pedang-pedangan,Hiiiiiii"Excel bergidik ngeri.
"Apa-an sih"tangan Ba'im meraup wajah Excel .
"Eh ...ini mereka..."Seru Seruni begitu melihat dua manusia yang dicarinya sedari tadi.Excel dan Ba'im refleks menoleh hampir bersamaan.Ismail dan Roy mengekor di belakang sang Bunda.
"Kalian ke mana aja sih? sholat ashar nggak berjamaah, salat magrib dan salat Isya juga nggak ada. Pergi ke mana kalian berdua?"Seruni bertanya dengan nada kesal.
"Kencan Kali Bunda"sambung Ismail ,ia berdiri di belakang kursi yang diduduki oleh Excel sambil menyandar manja.
"Amiin"Excel mengusap wajahnya seperti habis berdoa.
"Eh malah bilang Amiin"Celutuk Ba'im .
"Nggak ada salahnya kan ,berdoa yang baik-baik?"Excel membela diri.
"Sudah...sudah yang bertengkar terus. Cepat jawab kalian ke mana aja!!!"Timpal Seruni tak sabar, sedangkan Roy duduk di sisi istrinya sebagai pendengar saja.
"Begini Tante..' kami habis mengusut tuntas kasus Kak Wanda. Itu loh Tante Kak Wanda ketua pengurus di kamar aku, dia meninggal, rohnya datang ke aku semalam. Jadi kami mencari tahu kenapa dia meninggal dan di mana dia meninggal? ternyata dia dibunuh oleh istri tunangannya "
"Terus?"potong Ismail .
"Yah Alhamdulillah sudah beres semua, Junaedi tunangan Kak Wanda masuk penjara,dan istrinya mati mengerikan dikerubungi tikus "
"Hah???hiiii"Ismail bergidik ngeri.
"Aku kok ngerasa hebat ya? bisa menyelesaikan kasus Kak Wanda ini kurang dari 12 jam"
"Sombong...padahal kalau bukan karena bantuanku,kasus ini tidak akan selesai"sela Ba'im .
"Idih bantuan apa-an?? Laki-laki Cemen"Bantah Excel .
"Bunda lebih baik kita kembalikan saja Excel ke orang tuanya ,dia itu misterius sekali"Ucap Ba'im .
"Kamu kok nggak pernah bilang kalau kamu bisa hipnotis orang?"
"Ustadz nggak pernah nanya "
"Jangan-jangan
kamu juga sudah menghipnotis Bunda, biar Bunda terima kamu di rumah ini?"
"Enak aja... Namanya tante aja aku nggak tahu"
"Emang bener kamu bisa hipnotis orang?"Ismail menepuk pundak Excel .Gadis itu mengiyakan.
"Ajarin aku dong"pinta Ismail merayu.
"Ayo Ex.. kamu jelasin sekarang Dari mana kamu belajar ilmu hipnotis itu?"Sambung Ba'im .
"Ya di sekolah dong"
"Emang ada?"Ba'im masih ragu.
"Ada Kak...itu kayak ekstrakurikuler"Ismail menjawab dan didukung oleh anggukan oleh Excel .
"Aduuuh kok malah menjalar kemana-mana sih omongannya"Seruni kembali menimpali.
"Ohya Tante,tadi Ustad bilang rindu rindu sama temen cowoknya.Jangan-jangan dia???"Excel menggantung kalimatnya.
Ba'im tangkas sekali mengambil gulungan surat kabar lalu dilemparnya ke kepala Excel .
"Aduh .."Excel mengusap tepi kepalanya yang terkenal lemparan koran itu.
"Jangan-jangan apa Ex?"tanya Seruni penasaran.
"Ustadz gay"
Ba'im refleks bangun,tapi Excel lebih cepat kabur.
"Woyyy awas kamu ya"Ba'im menyerukan ancaman,tapi Excel malah menonjolkan pinggulnya lalu bergoyang-goyang.Ba'im ingin mengejar lagi,Excel buru-buru masuk ke dalam kamarnya.
Ismail hanya senyam-senyum melihat tom and Jerry versi manusia di depannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Usai sholat Dhuha,Ba'im mendapat interkom kalau ada seorang tamu di pos sedang menunggu.Ba'im sudah menduga tamunya siapa? karena itu ia bergegas cepat menyambut sang tamu.
"Ba'im ...."Seorang pria namun gerak-geriknya begitu kemayu melompat girang melihat kelibat laki-laki yang dirindukannya.Ba'im mengulum senyum,pria kemayu itu berlari gemulai menyongsong kedatangan Muhammad Ibrahim.Ia melakukan cipika-cipiki dan bergelayut manja di lengan sang Tuan Muda.
"Aku kangen banget Ba'im ..."
"Aku juga,,,ayo ke rumah ku...kita sarapan bareng, kebetulan hari ini aku nggak puasa"
Abdillah,nama laki-laki kemayu itu.Ia menggangguk setuju dengan ajakan Ba'im .Mereka pun bergandengan mesra menuju rumah Ba'im .
___
Seisi rumah tercengang saat Ba'im memperkenalkan Abdillah.Pria kemayu itu tak mau lepas dari gelayutan manjanya di lengan Ba'im .Dan Muhammad Ibrahim seolah-olah biasa saja.
Namun tak ada yang menyuarakan pemikiran mereka,karena takut menyinggung perasaan sang tamu.
"Bang Abdillah sudah menikah ??"tiba-tiba Excel bertanya hal yang pribadi.Abdillah menoleh sepintas ke Ba'im yang berada disisi kanannya tengah menyantap sarapan.
"Belum...Dilla menunggu Ba'im "Jawab Abdillah disertai senyuman.
"Menunggu ustadz Ba'im ?"
Abdillah mengiyakan.
"Tapi Ustadz masih menunggu kelulusan aku kalau mau nikah"
"Kelulusan mu??emang kenapa harus nunggu kamu lulus dulu?"
"Ya iyalah... Masak masih sekolah SMA udah mau nikah? kan nggak mungkin"
Abdillah seperti tercekat,raut wajahnya langsung mengeras.Ia menatap Ba'im seolah ingin kan kepastian.
Ba'im menggeleng cepat, seperti tidak membenarkan apa yang dikatakan oleh Excel .
"Itu benar...nanti kami akan buatkan satu undangan untukmu"Tiba-tiba Seruni bersuara dan sependapat dengan Excel .Kini Ba'im yang tercekat,ia bingung kenapa Ibunya bisa mengatakan hal itu.