
Eny baru saja keluar dari kamar mandi,ia menemukan Nicta tengah duduk melamun.Sedari tadi Nicta diposisi seperti itu.Tak berubah,Eny yakin pasti ada yang tidak beres.
Setelah memanjakan kulit wajahnya dengan masker,Eny menghampiri sahabat nya itu.
"Nic...Nic..."
Suara Eny seolah desauan angin saja.
"Nic..."Sentuhan lembut hinggap di bahu Nicta, membuat gadis itu tersentak kaget.
"Ah Iya En...Ada apa ??Apa aku tertidur ??"
Eny tercengang,ia merasa aneh dengan sikap Nicta.
"Kamu kenapa ??"tanya Eny.
"Aku??-aku nggak apa-apa... emang kamu lihat aku kenapa?"Nicta melontar kan pertanyaan yang membingungkan,Eny jadi tak tega dengan sahabat nya itu.
TOK TOK TOK TOK
"Non Nicta...Ada tamu"seru Bibik dari luar kamar.
"Tamu???"Nicta bergumam sendiri, dengan tiba-tiba ia bangkit lalu berlari keluar kamar.Eny sampai kaget oleh sikap sahabat nya itu.
_
Nicta berlari menuruni anak tangga,ia berharap tamunya itu adalah Sari.Dan benar saja,itu adalah Sari.Tapi Sari bersama Siapa ?? seorang wanita paruh baya dengan sanggul yang indah.Mereka tersenyum ke arah Nicta,dan kebetulan Tamara dan Erika yang menemui keduanya.
Nicta menghampiri mereka dengan ragu-ragu,ia duduk berdekatan dengan Sari.Sedangkan Tamara dan Erika menatapnya penuh selidik.
"Tidak usah Takut... mereka tidak akan berani berbuat apapun padamu"Ucap Sari yang seolah tahu Apa yang dipikirkan oleh Nicta?
"Emm Iya... Kebetulan kamu datang,aku ada hal penting yang ingin dibicarakan"Nicta melirik Ibu dan saudara tirinya, keduanya seperti menyimak percakapan Nicta dan Sari.
"Apa itu?"tanya Sari,Nicta lebih mendekat ke arah Sari.Lalu ia bicara dengan suara berbisik .
"Tolong hentikan semua apa yang kamu lakukan kepada Yas,Aku tidak mau melanjutkannya lagi"
"Ya nggak bisa gitu dong,aku Sampek minta bantuan Guruku untuk datang ke sini"bantah Sari tanpa suara yang dipelankan.
"Ya udah tinggal bilang nggak jadi aja kan nggak susah"
Sari menggeleng
"Kami pantang mengakhiri sesuatu yang sudah Kami mulai,kamu tenang aja.Semua masalah akan beres kalau guruku sudah turun tangan"Dengan lembut Sari membingkai tangan Nicta.Sang Guru tersenyum lembut saat Nicta bergulir menatapnya.
"Tidak...aku tidak mau "Nicta tetap kekeuh mempertahankan keinginan nya.
"Mau tidak mau, tetap tidak bisa"Guru Sari menimpali.Nicta terhenyak kaget.
"Ka-kalian pasti sudah merencanakan ini sebelumnya bukan??Kalian memang ingin mencelakai Yas !!"Tengking Nicta emosi.Sari tersenyum, begitupun dengan gurunya.
"Sudah ku duga "Nicta bangkit dari duduknya,lalu berlari keluar.
"NICTA!!!"
Suara Sari yang menggema berhasil menahan langkah Nicta,gadis itu menoleh perlahan.Ia terbelalak melihat Tamara dan Erika melayang di udara.Kedua anak dan Ibu itu tersengal-sengal seperti ingin melepaskan sesuatu yang menjerat leher mereka.Rupanya Sari dan Gurunya melakukan cekikikan dari jarak jauh,kedua tangan kanan mereka terangkat ke atas.
"Kau tidak boleh pergi dan tidak boleh mundur.Kalau tidak??dua orang ini akan mati ditangan kami"Sari mengeluarkan ancaman.Nicta menggeleng perlahan, ia tidak perduli dengan semua itu.Akhirnya Nicta terus berlari keluar rumah.Ia masuk ke dalam mobil dengan terburu-buru.
Dari pintu yang masih terbuka,Nicta melihat Sari dan Gurunya keluar.Masing-masing mereka menyeret tubuh Tamara dan Erika yang terlihat lemas.Nicta membulatkan matanya,ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Ibu dan saudara tirinya itu.
Sari tersenyum iblis ,Nicta panik.Ia menstater mobilnya dan dengan cepat berputar keluar dari halaman rumahnya.
Sari hendak menghentikan Nicta menggunakan kekuatannya.Tapi ditahan oleh sang Guru.
"Biarkan saja,dia akan mengantar kan kita kepada anak muda itu"
*
*
Nicta mencoba menghubungi Yas sambil terus mengemudi.
"Hallo Yas..."
"Hem?"Hanya dengungan yang terdengar.
"Kamu dimana?"
"Dirumah Nabila"
"Tolong share lock,aku kesana sekarang"
"Mau apa?"
Tak ada tanggapan dari seberang.
"Yas"
"Ok...aku share lock sekarang "
"Terimakasih "
Talian terputus ,Nicta sesekali memperhatikan kondisi di belakang melalui spion.Ia merasa sedang diikuti oleh dua penyihir itu.
*
*
"Kenapa Yas ??"
Nabila datang membawa gorengan singkong.Ia mendapati pria yang ia cintai terlihat panik.
"Nicta... sebentar lagi dia akan datang kesini"
"Mau ngapain ??"
Yas menjawab dengan gelengan kepala.Tak berapa lama sebuah mobil berwarna hitam metalik masuk ke halaman rumah Nabila.Rupanya itu Nicta,gadis itu Keluar dengan terburu-buru menghampiri dua sejoli ini.Nafasnya ngos-ngosan, seperti habis lari maraton.Nabila sigap mengambilkan segelas air putih lalu disodorkan kepada Nicta.Nicta pun menerima nya ,ia tersenyum.
Setelah menenggak air itu sampai ludes, barulah Nicta sedikit lebih tenang.
"Mereka sebentar lagi datang"gumam Yas.Nicta tersentap kaget .
"Yang benar saja,tadi aku tidak melihat mereka mengikuti ku?"
Yas menggerakkan kepalanya,dua gadis yang berada di sisinya itu langsung menoleh.Dan tebakan Yas tidak meleset.Sari dan gurunya sudah berada didepan mereka sekarang.
"Mereka datang dari arah mana?"pekik Nicta.Sari tertawa lepas,ia senang melihat keterkejutan Nicta.
"Nic ..aku turut berdukacita ya,atas kematian Ibu dan saudara tirimu"
"Apa??kau membunuh mereka ??"
Hahahahahaha Sari dan gurunya tertawa bersama.
"Kalian jahat "
"Kenapa ?-bukankah seharusnya kamu berterima kasih kepada ku,karena aku sudah membalaskan dendam mu atas kematian Ibumu"
"Aku sama sekali tidak pernah punya keinginan untuk membalas mereka Sari"bantah Nicta.
"Lemah"Sari mencemooh.
"Hay Nabila...masih ingat padaku?"sapa guru Sari.Nabila heran,kenapa wanita bersanggul itu bisa tahu namanya.
"Kau siapa?"tanya Nabila.
"Ohh ternyata kau benar lupa padaku,tapi kau tidak akan lupa akan kejadian dimana Ayah dan Ibumu meninggal bukan?"
Dua bola mata yang memicing perlahan membulat dengan sempurna.
"Siapa kau yang sebenarnya ??"
"Perkenalkan..."Guru Sari mengulurkan tangannya "Aku lah yang sudah membunuh orang tua mu,dan hampir membunuh mu"
Nabila tersekat, hampir saja ia roboh karena saking kagetnya.Untung Yas sigap merangkul bahu Nabila.Nicta pun tak kalah kagetnya.
"Ja-jadi kalian ???"Nabila menuding dengan tangan gemetar.
HAHAHAHAHAHAH Dua pasangan guru dan murid itu tertawa lepas.
"Dia ketakutan Mbok"seru Sari menunjuk Nabila.
"Ya jelas ketakutan,karena dialah saksi mata kematian orang tua nya yang begitu mengerikan"
HAHAHAHAHAHA
"Mau apa kau datang kesini wanita iblis ?!"pekik Nabila.
"Kami ingin membunuh mu"jawab Sari begitu girang.
"Membunuhku?? Untuk apa kalian ingin membunuh ku?? sedangkan aku sudah tidak pernah ikut campur urusan mu"Bantah Nabila.
"Kau memang tidak ada urusan dengan ku,tapi urusan ku adalah dengan Nicta"
Mendengar namanya disebut,Nicta langsung pias