
Seruni mengangguk pelan.Roy tersenyum tipis,ia membelai pucuk rambut kekasihnya lalu mengecup kening gadis itu begitu mendalam.
"Tunggu aku"
Sekali lagi Seruni mengangguk.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam"
Terasa berat sekali Roy meninggalkan gadisnya,tapi ia harus menyelesaikan semua urusannya lebih dulu agar ia bisa menjalani kehidupan bersama Seruni dengan tenang.
Seruni menatap punggung mobil yang dikendarai Roy sampai lenyap ditelan tikungan.Kemudian ia bergegas kembali ke kamar pribadinya.
Ia tidak menyadari ada sepasang mata yang mengamati gerak-gerik nya.
Saat ia sudah melihat pintu kamar pribadinya,Seruni melihat Pak Salam tengah duduk di depan kamarnya.
"Bapak..."Gumam Seruni ,ia gegas mempercepat langkahnya agar cepat menemui sang Bapak.
"Bapak nyari Seruni?"Sapa Seruni saat sudah tiba.Pak Salam mengangguk pelan.
"Kenapa tidak langsung masuk aja Pak?"Seruni membuka pintu kamarnya lalu mempersilahkan Bapaknya masuk.
Pak Salam tak menjawab,ia masuk mengikuti langkah putrinya tanpa suara.
"Ada apa Pak?"Tanya Seruni setelah keduanya duduk di bibir kasur.
"Hati-hati Nak... sepertinya tempat ini menyimpan misteri yang sangat besar"Ucap Pak Salam dengan penuh keseriusan.Seruni agak kaget mendengarnya.
"Misteri apa Pak ?"
"Nanti kamu akan tahu sendiri,jadi kamu harus hati-hati"Pak Salam menggenggam dua tangan putrinya yang menyatu.Seruni mengangguk pelan.
"Tuan Muda sudah pulang?"Sambung Pak Salam.
"Sudah Pak...baru saja.Bapak disini tidur dimana?"
"Disana,disamping yayasan ini ada bangunan besar seperti rumah.Mungkin itu rumah pribadinya Tuan Muda.Katanya nanti kalau kamu sudah menikah sama Tuan Muda akan tinggal disana"
Seruni mengangguk perlahan.
"Bapak setuju Seruni menikah dengan Tuan Muda?"Seruni memberanikan diri untuk bertanya.
"Bukankah pria itu yang membuatmu uring-uringan ke Bapak pas dulu di kampung"
Seruni jadi tersenyum malu.
"Bukan gitu Pak...ah"
Pak Salam tersenyum melihat putrinya bersemu merah.
___
Selama dalam perjalanan kembali ke Kota,Roy banyak berpikir tentang langkah apa yang akan ia lakukan selanjutnya.Ia juga teringat kata-kata bijak dari Sang Mama,agar jangan pernah berdendam dengan orang.Meskipun orang itu sudah jahat sama kita.
Karena jika kita menyelesaikan masalah dengan dendam,maka akan timbul dendam-dendam yang lainnya.
Roy juga bercermin pada kisah yang dialami Leo,begitu dendamnya hati Riris kepada Leo sampai tega menghabisi kedua orang tua Leo didepan matanya.
Pria itu tidak ingin mengalami hal sedemikian.Ia ingin setelah ini kehidupannya akan benar-benar tenang dan damai.
EH bagaimana dengan kehidupan LEO...
Ternyata Leo pernah ingin melarikan diri saat reaksi obat yang membuatnya lumpuh mulai hilang.Itu disebabkan karena Riris terlambat pulang.Namun reaksi obatnya tidak sepenuhnya hilang,Leo belum bisa menggerakkan kakinya dengan sempurna.Membuat dia harus beringsut di lantai yang dingin untuk bisa keluar.
Riris membuang semua belanjaannya dan berlari ke arah suaminya.Leo terkejut melihat Riris datang dan langsung menyeretnya masuk.Leo berusaha berontak,tapi Riris cukup kuat untuk mengalahkan tenaga Leo yang masih dibawah pengaruh obat lumpuhnya.
Riris menaikkan tubuh Leo kembali ke atas kursi roda.Kemudian ia mengikat Leo dengan kencang.Gadis tidak segera mengambil obat untuk disuntikkan kepada Leo,melainkan mengambil tang dan tanpa belas kasihan ia mencabut kuku kaki suaminya.
Leo menjerit kesakitan,namun Riris sama sekali tidak perduli.
"Ampuuuuuunnnn...Ammmpuuuuunnn"Rintih Leo menghiba.Darah mengalir deras dari bekas kuku yang dicabuti dengan kasar.Setelah lima jari kuku Leo tercabut Riris bangun,ia begitu menikmati pemandangan kesakitan yang diderita suaminya.
Tatapannya datar tanpa iba,perasaan sakitnya bergolak tanpa kata.Leo menangis kesakitan,dalam hatinya melolong memanggil orang-orang terkasih agar Sudi menyelamatkannya dari jeratan wanita psikopat ini.Tapi siapa yang bisa menolongnya,karena tidak ada yang tahu dimana ia berada saat ini.
"Apa masih mau kabur lagi?"Tanya Riris setelah berdiam diri.Leo menggeleng cepat.Riris tersenyum jahat,barulah ia menyuntikkan obat pelumpuh badan itu ke lengan suaminya.
Karena jika Riris menyuntikkan sebelum ia mencabut kuku kaki suaminya,maka Leo tidak akan merasakan kesakitan apa-apa.Riris memang sengaja ingin membuat Leo kesakitan agar pria itu jera dan tidak kabur lagi darinya.
Setelah menyuntikkan obat itu,Leo mulai tenang.Riris kembali keluar untuk memungut barang belanjaannya yang ia sepah sembarangan.
____
Roy baru saja tiba di rumahnya, ia melihat mobil Sherly terparkir di sana. Segera Roy masuk ke dalam rumahnya untuk menjumpai wanita yang memang ingin ditemuinya.
"Roy..."seru Sherly saat melihat suaminya muncul dari balik pintu.
"Sama siapa kamu ke sini?"tanya Roy seraya duduk di kursi kosong bersebelahan dengan istrinya.
"Sendiri"Sherly menjawab pendek.
"Mana Rafa?"Roy bertanya seolah-olah Rafa bukan siapa-siapa.
"Di rumah"Sherly menjawab dengan agak canggung.
"Kamu sejak kapan di sini?"
"Baru setengah jam yang lalu"
"Geysa kemana?"
"Dia kedalam,mungkin lagi buat minuman"jawab Sherly sedikit tenang melihat sikap ramah suaminya.
"Ooohhhh"Roy manggut manggut.
"Roy.....Papa murka kepadaku atas kepergianmu dari rumah, aku mohon kembalilah..... Perusahaan membutuhkanmu"Sherly meminta penuh iba.
"Maafkan aku Sher.. keputusanku sudah bulat kita harus bercerai"
"Tapi Roy...."
"Semua terserah padamu Sherly, kamu mau bercerai secara baik-baik? atau bercerai dengan cara yang paling memalukan"Roy cepat memotong kalimat Sherly.
"Maksudmu ?"Sherly terheran-heran, ia menautkan kedua alisnya.
"Aku sudah tahu semuanya Sher, bahwa sebenarnya Papa tidak pernah punya hutang kepadamu dan kepada keluargamu. Aku juga sudah memiliki banyak video mesummu dengan Rafa. Jika kamu masih menginginkan harta warisan itu, maka bercerailah baik-baik denganku. Dan menikahlah dengan Rafa secara baik-baik pula"
"Akan tetapi jika kamu memilih bercerai dengan cara yang memalukan, maka aku akan menyebarkan video mesummu dengan Rafa.Kamu bisa bayangkan sendiri apa yang akan terjadi padamu? Bagaimana papamu akan murka kepadamu?"
"Selain kamu akan dibuang dari nama daftar ahli waris,kamu juga akan dikucilkan oleh masyarakat. Perusahaan papamu pasti akan hancur, siapa yang akan percaya kepada perusahaan yang menghalalkan segala cara untuk menjadi seorang ahli waris?"
"Kamu pikirkanlah perkara ini masak-masak, lalu buatlah keputusan yang terbaik untukmu"
Roy bangkit dan meninggalkan Sherly yang terpinga-pinga di ruang tamu.Geysa menatap kelibat Kakaknya yang masuk ke dalam dari balik dinding.Adik Roy itu telah menguping semua percakapan kedua pada suami istri tersebut.
Ada rasa kecewa di hati Geysa,kenapa hanya ini yang mampu Roy lakukan untuk membalas kelakuan istrinya?Padahal Kakaknya bisa berbuat lebih dari pada itu.
Geysa melihat Sherly bangkit lalu pergi dengan langkah gontai.Ia terlihat terpuruk sekali.Gadis itu mengangkat sebelah bibirnya,jika saja ia diijinkan bertindak oleh Kakaknya.Sudah pasti Geysa akan melakukan yang akan menjatuhkan nama baik Sherly.