
Seruni berdiri di teras kantor polisi,ia ragu-ragu untuk masuk ke dalam.Rangkaian kalimat berusaha ia ciptakan dalam benaknya,namun langsung musnah oleh kepanikannya.
Seorang polisi baru saja keluar, langkahnya tertahan saat ingin menuruni tangga teras.Ia menatap Seruni dengan dahi mengerut.
perasaan kayak kenal...
Pikir sang polisi dalam hati.Seruni merasa kalau ia diperhatikan, matanya memicing melihat si Polisi itu.Polisi yang beratas namakan SUPRAYOGI di baret dadanya sebelas kiri menghampiri Seruni .
"Kamu gadis indigo itu kan??"Yogi menunjuk wajah Seruni . Refleks Seruni mengangguk,Yogi tersenyum tipis.
"Nggak nyangka bakal ketemu kamu lagi, ngapain kamu disini ?"
"Kamu siapa ya??? kayak pernah ketemu,tapi dimana?"Seruni menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Yogi tersenyum menanggapi keluguan gadis itu.
"Aku Yogi,pacarnya Nana.Masih ingat Nana kan???hantu di kelas mu dulu waktu kamu duduk semester satu "
Akhirnya otak Seruni berfungsi....
"Oh iya aku ingat"Seruni memperhatikan penampilan pria didepannya.
"Kamu polisi??"
"Iya aku polisi,tapi masih baru.Dan langsung ditugaskan disini"
"Alhamdulillah..."Seruni mengusap wajahnya penuh rasa syukur"Akhirnya Allah memberikan Seseorang untuk membantu ku"
Yogi heran melihat sikap Seruni .Namun belum Ia sempat bertanya,Seruni sudah menarik lengannya menjauh dari kantor polisi.
"Ada apa sih??"Yogi sangat penasaran sekali.Keduanya berdiri di bawah pohon rindang di halaman depan kantor polisi.
"Aku butuh bantuanmu,tapi kamu percaya aku kan??"Seruni berharap Yogi bisa mempercayai nya.Karena ia tahu kalau Seruni bisa melihat hantu.
"Bantuan apa-?"
"Aku...aku ingin mengungkapkan sebuah kasus besar yang terjadi bertahun-tahun.Dan kasus ini sama sekali tidak bisa terpecahkan sampai detik ini.Semua korban meminta bantuan ku,tadi aku ragu.Karena mustahil polisi percaya laporan ku yang pasti menurut mereka tidak masuk akal.Bisa-bisa aku dicap gila sama mereka "
"Coba kamu ceritakan secara detail"Pinta Yogi.
"Tapi kamu masih waktunya kerja kan??"
"Oh tidak,aku bertugas di sif malam dalam seminggu ini.Dan sekarang sudah pergantian sif,nih rencananya aku mau pulang"Jawab Yogi,Seruni sangat bersyukur dalam hati.
"Ya sudah,kita cari tempat yang nyaman untuk kamu bisa cerita sama aku"
Seruni menyetujui usul dari Yogi,keduanya pun berjalan beriringan menuju sebuah tempat makan diseberang jalan.
___
Yogi menyimak begitu teliti semua yang diceritakan oleh lawan bicaranya. Sambil sesekali Yogi manggut-manggut tanda mengerti.
"Begitulah ceritanya Yog,,, Aku benar-benar butuh bantuan mu untuk menyelidiki Ustadz Mukhlis.Agar kita bisa tahu bagaimana sepak terjangnya selama ini?kalau aku bertindak sendiri?aku takut"Seruni mengakhiri ceritanya.
"Kamu tenang saja, aku akan membantumu sebisa ku"
"Alhamdulillah... terimakasih Yog"Seruni sangat terharu,ia membingkai tangan Yogi yang berada di atas meja.Yogi tercekat,sentuhan tangan Seruni membuat debaran dihatinya.
"Kamu udah nikah belum?"Tanya Seruni sesaat setelah ia menyeruput kopi susu pesanannya.Yogi menggeleng pelan,senyumnya hambar.
"Belum???kamu belum bisa move on dari Nana ya?"
Sekali lagi Yogi hanya tersenyum.
"Kalau aku, Insyaallah sebentar lagi akan menikah"
"Dengan siapa?"Tanya Yogi.
"Dengan Roy,,,,"Seruni tersenyum malu sendiri.
"Roy???Anak pemilik kampus kita itu??"
Seruni mengangguk membenarkan.
"Bukankah dia sudah menikah dengan Sherly?"
Seruni mengangguk.
"Tapi sekarang dalam proses cerai "
"Nggak "Seruni menggeleng cepat"Kata Tuan Muda Sherly sudah memanipulasi pernikahan mereka,dengan sebuah alasan hutang.Padahal tidak ada hutang antara Papa Tuan Muda dan keluarganya Sherly "
Yogi manggut-manggut.
"Aku tahu kalian pernah dekat dulu,dan sekarang kamu akan menikah dengan nya setelah bercerai dari istri pertama nya.Apa kamu tidak bisa cari yang bujang saja??"
Seruni tergelak,ia menutup mulutnya.
"Anggap saja aku tidak laku "Seloroh gadis itu,Yogi tersenyum tipis.
"Ohya Yog..aku pulang dulu ya,pasti Bapak sangat mengkhawatirkan aku sekarang.Jadi aku nggak bisa lama-lama "
"Mau aku antar,sekalian biar aku tahu posisi kamu dimana?"
"Ohhh iya baiklah "jawab Seruni ,karena ia pikir alasan Yogi sangat masuk akal.
"Nanti jangan lupa kirim foto tersangka ya, biar aku bisa menyelidiki nya"
"Tapi aku tidak punya nomor telepon kamu "Komplain Seruni .Yogi pun menyebut angka-angka nomor telepon nya.Seruni langsung meng-save nomor tersebut.
"Kalau nomormu berapa?"
"Nanti aku pink ke kamu ya"jawab Seruni . Yogi pun setuju, keduanya beriringan keluar dari restoran tersebut.
___
Di saat Seruni sampai di depan pintu gerbang utama yayasan, kebetulan Mukhlis tengah berada di pos satpam.Ia melihat dengan jelas saat Seruni turun dari boncengan sepeda motor sport milik Yogi.
Hatinya bergemuruh rasa cemburu menyaksikan senyum Seruni bertutur sapa dengan pria itu.
Tanpa sengaja pandangan Seruni bertemu dengan tatapan tajam ustadz Mukhlis.Seruni cepat membuang muka,ia takut untuk bertegur sapa dengan Ustadz Mukhlis.
Seruni memberi kode dengan pura-pura tersenyum kepada Yogi.Yogi yang memang sangat peka, memahami kode tersebut.
Pria itu berpura-pura tanpa sengaja melihat ke arah tanda kode yang Seruni berikan.Dengan jelas ia melihat pria itu .Untung saja Yogi memakai jaket kulit hitam menutupi seragamnya.
"Sudah jelas ??"Tanya Seruni ,Yogi mengangguk.
"Ya sudah aku masuk dulu ya Yog,nanti aku telfon kamu"Sambung Seruni .Yogi mengangguk untuk kesekian kalinya.
Seruni masuk ke dalam kawasan Yayasan setelah melambaikan tangan kepada Yogi.Mukhlis dengan cepat menyusul Seruni saat ia sudah memastikan pria yang membonceng Seruni sudah pergi.
"Neng..."panggil Mukhlis menghentikan langkah Seruni , Jantung Seruni seperti berhenti berdenyut saat melihat Mukhlis menghampiri.
"Pria itu siapa Neng?"Dengan tanpa segan Mukhlis bertanya.
"Di-dia temanku"Seruni begitu sangat gugup.
"Ohhh...maafkan saya sebelumnya Neng,tapi rasanya tidak etis jika Neng boncengan dengan pria lain.Sedangkan kami semua tahu Neng adalah tunangan Tuan Muda"
"Tuan Muda tahu kok dengan dia,karena kami satu kampus dulu"Jawab Seruni membela diri.
"Meskipun begitu Neng,tapi pandangan kami yang tidak tahu kan lain.Maaf jika saya lancang Neng,Neng harus bisa menjaga wibawa Tuan Muda "
"Aku tahu..."Seruni gegas melangkah karena tak ingin berlama-lama dengan pria itu.Tapi justru Mukhlis menyusul dan mereka melangkah bersama.
"Kenapa Neng menghindari saya?"
"Tidak...siapa bilang ?"Elak Seruni menutupi.
"Sikap Neng sangat jelas sekali,apa karena peringatan hari Muhibbah yang gila itu?Neng jadi begitu takut kepada saya?"
Seruni menghentikan langkahnya, ia menatap Mukhlis penuh arti.Ingin rasanya Seruni menampar pria itu,tapi ia khawatir akan menimbulkan tanda tanya besar bagi Mukhlis.Seruni hanya bisa mengepalkan tangannya menahan geram dan emosi.
Mukhlis tersenyum tanpa dosa,meskipun ia sendiri menyadari bahwa tatapan gadis didepannya bukan tanda kesukaan.
"Seruni ...."Sebuah suara membuat keduanya beralih pandangan.Terlihat Pak Salam berjalan menghampiri,Seruni langsung berlari mendekati pria renta itu.
"Bapak mau kemana?"
"Bapak sangat mengkhawatirkan mu"Jawab Pak Salam.
"Seruni baik-baik saja kok Pak,ya sudah ayok kita pulang"Ajak Seruni sembari mengapit tubuh sang Bapak.Pak Salam mengangguk setuju, keduanya pun melangkah pergi tanpa pamit membiarkan Mukhlis berdiri mematung menatap dengan nelangsa.